Feeds:
Posts
Comments

ya orang-orang yang dekat dengan-Nya kata-kata, sorot matanya, senyumannya, seluruh gerak-geriknya, bahkan diamnya bawa rahmat kebaikan-kebaikan karena sang Hati pembisik akal-jiwanya, panglima hidupnya, hanya dipenuhi oleh Kasih Sayang Rahmat Keagungan -Keagungan Keindahan-Keindahan Cinta Suci Wajah-Nya

وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ

” Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” ( QS. Ar-Rahmaan ayat ke-27 ) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ “

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Pemurah lagi Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Suci, Yang Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Memelihara, Yang Perkasa, Yang Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Paling Perkasa lagi Paling Bijaksana.” ( QS. Al-Hasyr, ayat ke-22 sd. 24 )

Orang-orang yang didekatkan kepada-Nya didekati, dikelilingi, diikuti orang-orang bukan karena kedudukan, kekuasaan, uang bukan karena penguasaan ilmu pengetahuan, gelar atau jabatan tapi karena hati mereka yang bersih suci penuh maaf, ketulusan, dan belas kasih tempat bersemayam kebaikan-kebaikan tempat melaluinya terpancar berbagai karunia-karunia Rahmat-Nya Orang-orang yang didekatkan kepada-Nya tiada hidup dan mati kecuali menyebarkan kebaikan-kebaikan, kesucian, Rahmat-Nya Apa-apa yang didekatkan kepada-Nya maka melaluinya orang-orang mendekati Samudra Rahmat dan Ampunan-Nya ( Mei 2009 ) مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ “

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ” ( QS Fathir, ayat ke-2 ) amiin

Ijtima Tongi 2009

Doa penutup, akhir munajat, yang dipanjatkan oleh Maulana Zubairul Hasan selama 15 menit mengakhiri pelaksanaan tiga hari (30 Jan – 01 Februari 2009) Ijtima tahunan yang diselenggarakan di atas lahan seluas 77 hektar di tepi sungai Turag, di kawasan Tongi dekat ibukota Bangladesh, Dhaka.

Sebelumnya, Maulana Muhammad Saad Kandahlawi berkenan menyampaikan bayan penutup, akhir bayan. Di Markaz Nizamuddin India, hal seperti ini juga sering terjadi, Maulana Saad yang memberikan bayan, Maulana Zubair yang menutup dengan doa.

tongi11

Tahun ini, ijtima dunia yang lebih dikenal dengan nama “Ijtima Bishwa” ini merupakan ijtima yang ke-46, pertama kali ijtima ini diselenggarakan pada tahun 1966.

Jumlah jamaah yang hadir pada tahun ini diperkirakan lebih dari 3 juta orang, beberapa media bahkan menyebutkan dihadiri lebih dari 5 juta orang. Pertemuan ini sering disebut sebagai pertemuan terbesar kaum muslimin sedunia setelah ibadah haji di Mekkah. Panjang satu shaf rakaat shalatnya saja bias lebih dari 1,5 km. Keramaian orang yang hadir pada ijtima ini dapat kita lihat dari gambar-gambar yang diambil oleh berbagai media di bawah ini.

BANGLADESH-RELIGION-IJTEMA

Lebih dari 10.500 orang jamaah luar negeri dari 152 negara di dunia ini hadir dalam ijtima ini. Para syura dan penanggung jawab Tabligh dari berbagai negara, termasuk Indonesia, hadir dalam ijtima ini. Mereka bermuzakarah & bermusyawarah untuk terus memajukan usaha dakwah ini, termasuk di dalamnya juga membahas berbagai permasalahan yang muncul di masing-masing negara.

Dari dalam negeri sendiri, hampir semua tokoh-tokoh penting negara tersebut selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam ijtima ini, termasuk di antaranya, Presiden Bangladesh, Iajuddin Ahmed, lalu perdana menteri, Sheikh Hasina dan tak mau kalah pula pemimpin oposisi, Khaleda Zia. Mereka semua hadir hanya sebagai peserta biasa sebagaimana para peserta lainnya.

Untuk membantu mengantur kelancaran jalannya ijtima, pemerintah Bangladesh mengerahkan tenaga keamanan sekitar 11.000 personil, di samping menjaga keamanan dan kelancaran acara, mereka juga ikut khusyu’ mengikuti acara ini.

BANGLADESH-RELIGION-IJTEMA

Sebagaimana ijtima-ijtima yang diselenggarakan di berbagai belahan dunia lainnya, setiap ijtima adalah bertujuan untuk mengeluarkan sebanyak-banyaknya jamaah yang siap dikirim ke seluruh penjuru alam.

Kita yang pada tahun ini tidak bisa hadir, mudah-mudahan diberi kesempatan untuk bisa hadir di lain waktu. Dan yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana kita bisa selalu menjadi bagian dari jamaah-jamaah yang terus bergerak, siang dan malam, infirodi (individu) maupun ijtimai (berjamaah), ketika kita maqami (di kampung kita) maupun intiqali (sedang keluar).

Mudah-mudahan kita juga mendapat bagian dari doa-doa orang-orang yang selalu bermujahadah di jalan Allah yang hadir dalam pertemuan ini. Insyaallah

All teks from : http://aldjo.wordpress.com/2009/02/03/ijtima-tongi-2009/

Islam Therapy adalah program komprehensif internasional untuk menanggulangi masalah penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, dan gangguan jiwa berbasis ajaran Islam. Program Islam Therapy disusun dari seluruh program Islami di seluruh dunia dengan mengingat bahwa Islam adalah agama universal. Antar program disusun agar saling terkait dan saling menguatkan. Islam Therapy menjadikan planet bumi sebagai Islam Therapy One Stop Centre, yaitu Pusat Terapi terbesar, dengan metode-metode terapi terlengkap, dan program yang komprehensif untuk para korban penyalahgunaan narkoba, ODHA, dan para pengidap gangguan jiwa di seluruh dunia.

Salah satu program dari Program Islam Therapy adalah khuruj Fi Sabilillah. Khuruj Fi Sabilillah artinya keluar di jalan Allah. Penggagas program ini adalah Syeikh maulana Ilyas al-Khandalawi, seorang ulama dari India. Syeikh Abul Hasan Ali An-Nadwi berkata, ”Sampai wafatnya, maulana Muhammad Ilyas rah.a pada zamannya merupakan seorang ulama terkenal yang telah menunaikan tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan usaha dakwah agama kepada manusia. Karena usaha beliau, beribu-ribu orang berbondong-bondong terjun dalam usaha ini. tiada satu lapisan masyakat pun tertinggal dalam mengikutinya. Orang kaya, orang miskin, intelek, masyarakat awam, seluruhnya telah ikut dalam usaha ini karena kekuatan pikir dan nur keimanan beliau”

Syeikh maulana Ilyas pernah berkata, ”Kami menginginkan dengan sebab usaha ini, dapat menyatukan antara ulama, ahli agama, dan ahli dunia agar terjalin kasih sayang dan kerjasama di setiap tempat, sehingga terwujud jalinan kasih sayang, saling membantu diantara ulama, ahli agama di majlis-majlis yang berbeda. Inilah kehendak kita, bahkan salah satu tujuan terpenting dari usaha ini, insya Allah hal tersebut dapat tercapai dengan sebab usaha ini. Pertentangan antara individu atau kelompok disebabkan perbedaan tujuan pribadi. Kita ingin agar setiapmuslim, siap berusaha demi agama dan menjadikan usaha dan khidmat agama menjadi maksud yang paling tinggi. Inilah yang harus diupayakan sekuat mungkin, sehingga terwujud perpaduan antara semangat dan cara mereka beramal. Dan hanya dengan cara inilah kebencian akan berganti dengan kecintaan. Cobalah renungkan betapa besar pahala mendamaikan antara dua orang yang berselisih. Maka betapa besar lagi pahala, usaha mendamaikan dan meyatukan berbagai kumpulan di kalangan umat Islam. Kita tidak dapat membayangkannya ”.

Saya pilih Khuruj Fi Sabilillah untuk dijadikan bagian dari Islam Therapy karena sesuai dengan Visi dan Misi Islam Therapy. Khuruj Fi Sabilillah merupakan Program Community Base Unit (CBU) yang ditawarkan oleh Islam Therapy. Khuruj Fi Sabilillah diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari ulama, undergrounders, pengusaha, sampai preman. Diikuti pula oleh umat Islam dari berbagai jemaah Islamiyah.

Di sini tidak boleh membicarakan aib, baik aib diri sendiri, orang lain maupun aib masyarakat. Tidak boleh membicarakan khilafiyah dalam masalah fiqh (perbedaan paham), tidak boleh membicarakan politik, pangkat, jabatan dan meminta sumbangan. Yang dibicarakan di sini hanya kebesaran Allah (Iman) dan amal shalih.

Bukan hanya teori agama, tapi juga langsung praktek bersama orang-orang yang sama-sama sedang belajar memperbaiki diri (Self Help Group). Mengajak kepada Allah bukan pada aliran atau golongan tertentu. Khuruj Fi Sabilillah– sebetulnya tidak memiliki nama dan bergerak secara Underground – bukan Organisasi tapi terorganisir sangat rapi karena selalu bermusyawarah terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan apapun.

Khuruj Fi Sabililllah (Islam Therapy menyebutnya I’tikaf) hanya mengajak kepada kebaikan bukan mencegah kemungkaran. Diikuti oleh umat Islam dari berbagai bangsa seperti Arab, Amerika, Perancis, Pakistan, Thailand, Jepang, China, Afrika, dan lain-lain. Jemaah dikirim mulai dari kota ke kota, dari propinsi ke propinsi, sampai dari Negara ke Negara; bahkan pulau terpencil sekali pun selama di sana ada manusia maka jemaah dikirim ke sana untuk menyampaikan agama.

Dalam kegiatannya, masing-masing peserta membiayai perjalanannya sendiri seperti untuk biaya makan dan transportasi dengan cara patungan. Orang-orang yang bergerak di MLM (Multi Level Marketing) akan lebih mengerti system yang ada di Khuruj Fi Sabilillah. Dalam sebulan orang-orang MLM bisa beraktivitas 27 hari dalam bisnis MLM Dunia dan 3 hari menjalankan super Mega bisnis – MLM Akhirat. hanya Perusahaan MLM Akhirat yang berani memberikan bonus triliunan kali lipat dari bonus terbesar yang diberikan oleh seluruh perusahaan MLM. Tidak akan mengalami kebangkrutan, Systemnya mudah dilaksanakan dan Big Boss-nya Maha Kaya.

Jika orang-orang MLM dan seluruh Pekerja Agama bergabung dan bekerjasama, Dahsyat sekali, Insya Allah, Agama akan bangkit kembali dalam waktu yang singkat dengan sangat mudah. Seluruh masjid akan seperti masjid Nabawy; selalu ada kegiatan keagamaan selama 24 jam. Dunia akan kembali damai dan pemerintah tidak perlu bingung memikirkan solusi dan mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki kekacauan di negerinya masing-masing.

Selain itu, Continue Reading »

Olimpiade 2008 baru saja ditutup, pesta olahraga terbesar di dunia selanjutnya direncanakan digelar di London pada tahun 2012.

Ada kabar gembira lain yang ada kaitannya dengan Olimpiade 2012 ini, bukan kabar dari dunia olah raga, tetapi kabar tentang akan berdirinya sebuah Masjid Ilyas di Abbey Mills di atas tanah seluas 7,3 ha di dekat komplek stadion Olimpiade di kawasan Stratford, West Ham, London Timur. Masjid tersebut lebih populer dengan nama “Markaz London”.
markaz1
Masjid ini direncanakan mampu menampung 12 ribu orang, bahkan untuk even-even tertentu, misalnya ijtima’ Eropa, masjid ini mampu menampung hingga 70 ribu orang jamaah.

Selain masjid, komplek ini juga akan dilengkapi dengan aula yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, perpustakaan, taman dan sekolah yang mampu menampung 500 siswa.

Insyaallah masjid ini akan menjadi masjid terbesar di Inggris, bahkan di Eropa. Masjid ini juga disiapkan untuk menjadi markaz tabligh Eropa, menjadi semacam “hub” untuk jamaah-jamaah yang datang dan transit ke Inggris atau wilayah Eropa lainnya.
markaz2
Di masjid lama yang sudah ada di tempat tersebut, jumlah jamaah yang hadir pada setiap malam markaz yang diadakan di setiap malam Jum’at sekitar 3.500 orang (banyak mana ya dengan Masjid Kebun Jeruk ?).

Di London sendiri, proporsi jumlah penduduk muslim juga cukup besar. Di kota ini terdapat sekitar 625 ribu jiwa muslim dari sekitar 7,5 juta jiwa, ini berarti setiap 1 dari 12 penduduk London adalah muslim. Statistik lain bahkan menyebutkan bahwa jumlah penduduk muslim di London mencapai 1,3 juta jiwa atau 17 % dari jumlah penduduk London. Di kawasan-kawasan tertentu bahkan jumlah penduduk muslimnya ada yang mencapai 90 %. Jumlah tersebut diyakini akan semakin bertambah di masa-masa yang akan datang.

Insyaallah, salah satu pendorong meningkatnya jumlah pemeluk Islam ini adalah asbab usaha dakwah yang dijalankan secara terus menerus dan tak kenal lelah, siang malam, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 dalam setahun.

Dengan asbab usaha ini, jumlah mereka yang beralih keyakinan ke Islam juga terus bertambah dari hari ke hari, banyak di antaranya yang berasal dari kalangan bangsawan dan profesional. Di samping itu, angka kelahiran di kalangan penduduk muslim rata-rata juga lebih tinggi dibanding angka kelahiran di kalangan komunitas lainnya.
markaz3
Saat ini, London merupakan kota yang mempunyai masjid paling banyak dibanding kota-kota lain di Eropa. Dengan keadaan seperti ini orang sering menyebut London dengan “Londonistan”, untuk menggambarkan betapa London dari hari ke hari semakin bersuasana dan bercitarasa “Islam”.

Dalam sejarahnya, masjid pertama kali didirikan di Inggris sekitar 80 tahun yang lalu. Perkembangan jumlah masjid dari tahun ke tahun cukup luar biasa, saat ini jumlah masjid di seluruh Inggris mencapai lebih dari 1000 buah, banyak diantaranya bekas gereja Anglikan yang sudah lama tidak dipakai lagi sebagai tempat ibadah.

Mudah-mudahan, suatu saat Allah SWT menghantarkan kita ke Markaz London ini, juga ke markaz-markaz yang lainnya, untuk ikut serta memikirkan bagaimana agama ini bisa semakin tersebar di seluruh alam. Insyaallah
aldjo.wordpress.com

Kalla Malam Jumatan di Masjid Kebon Jeruk
Wapres Jusuf Kalla

c.306

Kamis, 30 April 2009 | 18:10 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Suhartono

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (30/4) petang ini, akan mengikuti malam Jumatan dengan jemaah tabligh di Masjid Kebon Jeruk, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Kalla didampingi putranya, Solichin Kalla, dan sejumlah staf. Sebelum mengikuti malam Jumatan, Kalla mampir ke rumah sesepuh jemaah tabligh, Tjetjep Firdaus, yang jaraknya sekitar 100 meter dari Masjid Kebon Jeruk.

Masjid berwarna putih yang dibangun tahun 1718 tersebut terletak di kawasan pecinan Hayam Wuruk, Kota, Jakarta Pusat.

Tjetjep merupakan salah satu sesepuh jemaah tabligh yang dituakan. Tercatat ada sepuluh surau yang berada di lingkungan masjid tersebut yang dipimpin oleh seorang sesepuh. Tjejep adalah salah satunya.

Dari informasi yang diterima Kompas, Jusuf Kalla direncakan berada di sana selama satu jam.

Sambangi Ketua Jamaah Tablig, JK Jalan Kaki Susuri Gang-gang Sempit
Anwar Khumaini – detikNews


Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hendak mengikuti zikir bersama ribuan jamaah tablig di Masjid Kebon Jeruk, Taman Sari, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2009). Sebelum itu, JK mampir ke rumah KH Cecep Firdauz, Ketua Jamaah Tablig.

Berjalan kaki, JK menyusuri gang-gang sempit menuju rumah Cecep yang terletak di tengah perkampungan padat penduduk. Selain sempit, gang yang dilewati JK juga kotor dan berbau.

Meski begitu, JK tetap tampak sumringah. Selama dalam perjalanan, JK terus tersenyum dan melambaikan tangan kepada ratusan warga yang sepertinya sengaja ingin melihatnya dari dekat.

Begitu sampai, JK langsung masuk ke rumah Cecep yang sangat kecil yakni hanya berukuran 2,5 X 5 meter. JK pun berbincang-bincang di dalam bangunan berlantai dua itu.

Apa yang dibicarakan? Tidak diketahui. JK dan Cecep berbicara secara pribadi tanpa didengar wartawan.

Rencananya, sebelum mengikuti tablig akbar, JK akan salat magrib di Masjid Kebon Jeruk. (ken/iy)

Wapres Hadiri Malam Markaz Tabligh

By Republika Newsroom
Kamis, 30 April 2009 pukul 19:09:00 <!–

Iklan 468x60

–>

Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share

JAKARTA — Indisen pelemparan batu yang terjadi di depan Gedung Museum Nasional, Medan Merdeka Barat, tak menghalangi Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri malam markaz tabligh di Masjid Jami Kebun Jeruk, Taman Sari, Jakarta Barat. Wapres sempat bersilaturahim ke kediaman sesepuh jamaah tablih Tjetjep Firdauz.

Tiba sekitar pukul 17.30 WIB, Wapres langsung mengunjungi rumah sesepuh jamaah tabligh itu yang terletak di perumahan padat di sebuah gang sempit. Tepatnya di jalan Kebun Jeruk 14 Kelurahann Maphar, KEcamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Selama sekitar 15 menit, Wapres bercakap-cakap dengan ulama itu dengan didampingi tokoh jamaah tabligh lainnya.

Begitu azan magrib berkumandang, kedua tokoh itu bersama-sama berjalan kaki menuju masjid jami yang berjarak sekitar 100 meter. Melewati gang yang padat dengan perumahan penduduk dan kerumunan warga yang ingin melihat dirinya, Wapres yang sore itu mengenakan pakaian takwa putih dan pecci hitam, asik berbincang-bincang sambil berjalan menuju masjid.

Malam markaz tabligh itu seperti pengajian di malam jumat. Ribuan anggota jamaah yang datang dari berbagai daerah memadati masjid. Jamaah dengan khusuk mendengarkan ceramah dan pengajian usai sholat magrib.djo/kpo

Oleh M Lili Nur Aulia

Dalam situasi krisis, sikap yang sangat penting dan diandalkan untuk bisa menjadi solusi adalah munculnya rasa persaudaraan, rasa cinta, yang membuahkan suasana saling membantu dan memberi. Tingkat pemberian dan kedermawanan luar biasa pernah terjadi dalam sejarah Islam.

Sejarah Islam menyuguhkan banyak kisah teladan tentang hal ini. Saat kaum Muhajirin dari Makkah meninggalkan harta benda mereka, berangkat dengan tangan hampa, menuju Kota Madinah. Mereka disambut luar biasa oleh kaum Anshar, penduduk Madinah, yang kemudian berlomba menawarkan penghilang dahaga, memberi makanan, dan mempersilakan tempat tinggal.

Di samping kisah ini, dalam buku-buku sejarah Islam, disebutkan tidak sedikit kompetisi dalam memberi oleh kaum Anshar itu yang baru bisa diselesaikan dengan cara diundi. Rasulullah SAW berhasil mempersaudarakan kaum Muslimin, menghilangkan sekat perbedaan rumpun, keturunan, dan ras, untuk membangun masyarakat yang kuat di tengah krisis. Perhatikanlah bagaimana kekaguman kaum Muhajirin terhadap kebaikan kaum Anshar yang luar biasa menyambut dan memfasilitasi mereka.

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad RA disebutkan perkataan Anas bin Malik RA kepada Rasulullah SAW, ”Saya tak pernah menemui suatu kaum yang lebih baik berbagi dalam keterbatasan, memberi banyak dalam kecukupan. Mereka telah mencukupi kebutuhan kami, mereka menyertakan kami dalam kesenangan. Sampai-sampai kami khawatir jika kaum Anshar telah memborong semua pahala.”

Rasulullah SAW lalu menenangkan kekhawatiran itu dengan sabdanya, ”Tidak, kalian tetap akan memperoleh pahala dari Allah. Selama kalian tetap memuji kebaikan mereka dan mendoakan mereka kepada Allah.”Itulah pengejawantahan sikap al iitsar (mengutamakan orang lain daripada diri sendiri). Dan, hanya sistem dan bangunan Islam sajalah yang mampu menciptakan karakter masyarakat seperti itu.

Takkan pernah ada keindahan, saling cinta, saling memberi yang tulus seperti yang terjadi di masyarakat Madinah itu, kecuali melalui nilai-nilai Islam yang tertanam di hati masyarakatnya. Hari ini, kita sangat membutuhkan munculnya mental iitsaar di tengah krisis yang mendera. Tidak ada cara lain untuk menumbuhkan suasana seperti itu, kecuali melalui penanaman nilai Islam dalam hati masyarakat. Semoga Allah SWT melimpahkan karunia-Nya kepada kita, berupa hadirnya suasana kompetisi dalam memberi di masyarakat kita.

(Harian Republika)

Chilla, Strategi Dakwah Islam ke Seluruh Dunia

 

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjalankan dakwah Islam. Organisasi Islam non-politik Jamaah Tabligh yang memiliki pengikut di berbagao belahan dunia menggelar acara tahunan “Chilla” yaitu perjalanan ke berbagai negara dalam rangka dakwah Islam.

Chilla diambil dari bahasa Parsi “Chihli” yang artinya empat puluh. Chilla adalah lanjutan dari pertemuan “Bishwa Ijtima” atau Jamaah Muslim Dunia bulan Januari kemarin di ibukota Bangladesh, Dhaka. Pertemuan yang diorganisir oleh Jamaah Tabligh itu dihadiri oleh jutaan orang, 10.000 orang diantaranya peserta dari 108 negara. Pertemuan di fokuskan pada cara-cara untuk menyebarkan pesan-pesan Islam ke seluruh dunia.

Setelah pertemuan yang berlangsung selama tiga hari itu, ratusan ribu orang yang bersedia ikut dalam program “Chilla” berkumpul di masjid Jamaah Tabligh, Masjid Kakrail di Kota Dhaka. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 10 sampai 20 orang. Mereka akan menjalankan misi dakwah dengan melakukan perjalanan ke berbagai negara selama 40 hari.

Salah satu peserta yang setiap tahun ikut misi tersebut adalah Mohammed Fauzia, warga Malaysia yang bekerja sebagai teknisi. Fauzia, 44, sudah 15 tahun mengikuti misi ini. “Saya berusaha keras untuk bisa ikut Chilla setiap tahun dan menjalankan dakwah Islam ke seluruh dunia. Saya sudah pernah berkunjung ke berbagai negara seperti Australia, Thailand, Pakistan dan India,” tutur Fauzia.

Peserta lainnya adalah Erfan Ibrahim asal Afrika Utara yang berprofesi sebagai guru mengatakan, alasanya ikut misi ini karena ia meyakini bahwa setiap Muslim harus menjalankan dakwah Islam.

“Kami menjalankan misi dakwah dengan Jamaah Tabligh untuk membawa kedamaian di dunia,” kata seorang pengusaha asal Pakistan.

Mereka yang pernah ikut “Chilla” mengakui bahwa misi dakwah itu telah membawa dampak positif bagi diri mereka dan orang lain. Abdul Jamal, jamaah asal Malaysia mengatakan bahwa tujuan utamanya terlibat dalam misi dakwah ini, yang paling utama adalah untuk memperbaikan diri sendiri.

Pernyataan Jamal dibenarkan oleh jamaah asal Pakistan yang berprofesi sebagai pengusaha tadi. “Muslim harus memperbaiki diri sendiri dulu sebelum melakukan kegiatan dakwah,” ujarnya.

Peserta “Chilla” lainnya berpendapat, melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk berdakwah membantu penyebaran pesan-pesan ajaran Islam yang benar. “Kita harus menyebarkan Islam ke seluruh dunia,” kata Mohammed. Menurutnya, sejak pertama kami ikut misi ini, ia menyaksikan banyak orang dari berbagai negara merasakan kedamaian dalam Islam.

Abdur Rahman dari Rusia menambahkan, misi dakwah sangat penting di saat umat Islam sedang mendapat sorotan dan Islam distereotipekan sedemikian buruknya. Ia mencontohkan dakwah di negaranya, Rusia yang berdampak cukup signifikan. Kegiatan dakwah yang intensif di negara itu membuahkan hasil dimana ada sekitar 200 orang di Moskow yang masuk Islam setiap tahunnya.

“Pola pikir masyarakat Rusia berubah beberapa tahun belakangan ini,” kata Abdur Rahman yang masih berusia 17 tahun.

“Masyarakat Rusia yang dulunya berpikir agama Islam identik dengan terorisme dan bahwa orang Islam itu suka membunuh, sekarang mereka paham bahwa Islam merupakan agama yang Continue Reading »

Radar Malang

[ Minggu, 01 Maret 2009 ]
KLOJEN – Kunjungan perdana Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bahrul Alam ke wilayah Malang dimanfaatkan untuk berdakwah. Dalam kunjungannya ke beberapa tempat, jenderal bintang satu ini tidak henti-hentinya mengingatkan supaya anggotanya meningkatkan iman dan takwa.

Di Polresta Malang, contohnya. Dia sengaja memberikan arahan kepada anggota di Masjid Baiturachman yang ada di belakang gedung utama mapolresta. Arahan yang dikemas dalam konsep siraman rohani ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit.

Dengan bersorban putih, Anton memberikan penjelasan tentang pentingnya mengutamakan salat. “Polisi itu banyak masalah karena kesehariannya menangani orang-orang yang bermasalah. Karena itu, sebagai polisi harus mengutamakan ibadah agar permasalahan yang dihadapi bisa terselesaikan,” katanya.

Peningkatan ibadah bisa diartikan banyak hal. Di antaranya adalah rajin salat dan tidak lupa beramal dan berinfaq kepada fakir miskin. Salat pun seharusnya dilakukan di masjid dan jangan dilakukan di ruang kerja. Demikian juga infaq, berikanlah sedini mungkin.

Misalnya setelah salat Subuh segera mencari orang yang layak diberi infaq. “Nilai infaq pun jangan hanya asal-asalan atau berlebihan, sesuaikan dengan kemampuan. Untuk polisi seperti Anda minimal Rp 5 ribu setiap hari cukuplah,” ujar Anton.

Sementara itu, dalam kunjungan di Polres Malang, Anton langsung menuju ke Masjid Sabilul Huda yang berada di lingkungan polres. Dalam kesempatan tersebut, Anton meminta agar anggotanya menjalankan ibadah yang tekun. Terutama menjalankan salat lima waktu.

Saat ditemui Radar di mapolres, Anton menjelaskan bahwa kunjungan tersebut untuk melihat kesiapan para anggotanya dalam pengamanan pileg. Mulai posko hingga jumlah personel yang akan diturunkan. Apalagi kondisi wilayah kabupaten yang sangat luas.

Terkait tahanan kabur, salah tangkap dan salah tembak, Anton meminta agar para anggota harus mawas diri. Ke depan, dia akan segera membuat rumah sakit iman. Rumah sakit iman ini memperbaiki iman-iman para anggota sebelum mereka memperbaiki iman para pelaku kejahatan. Karena dengan iman yang kuat, pelaku kejahatan akan enggan untuk melakukan aksinya. “Nanti akan kami buat rumah sakit iman. Semua anggota bisa berobat dengan gratis,” ucapnya. (mas/bb/ziz)

Pagi itu Jakarta cukup dingin. Jarum jam menunjuk pukul 06.00 WIB ketika Ustadz Agus Soetomo menjemput saya. “Mari kita berangkat. Kita pergi tiga hari ya,” ajaknya.
Pak Haji Agus-panggilan akrabnya-adalah aktivis dakwah yang punya segudang pengalaman. Usianya sudah cukup tua namun ghirah-nya seperti pemuda belasan tahun. Penuh semangat. Itu mendorong saya untuk bergegas mengikuti ajakannya.
Kami menuju Bogor, mengendarai Suzuki Carry warna merah menyusuri jalan tol Jagorawi yang saat itu masih sepi. Tempat yang kami tuju adalah Kompleks TNI Yonif 315 Bogor. Hari itu, Pak Haji Agus dan kawan-kawan akan menggelar acara yang cukup istimewa. Yaitu melakukan khuruj (keluar atau bepergian di jalan Allah) bersama para tentara.
Tiba di tujuan, saya segera menangkap pemandangan yang terasa berbeda. Puluhan tentara sudah “apel” di masjid Nurul Amal Yonif 315. Sebagaimana tentara pada umumnya, mereka memakai seragam loreng. Namun yang bertengger di kepalanya bukan topi baja, melainkan surban. Ada pula yang memakai kopiah putih. Para prajurit yang “siap tempur” itu berbaur dengan belasan pria berjenggot yang rata-rata memakai gamis warna putih dan juga surban.
“Ini Ustadz Hasanuddin, danton-(komandan peleton)-nya,” Pak Haji Agus memperkenalkan saya pada seseorang. Saya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan pria ramah itu.
Semua “Letjen”
Tepat pukul 09.00, “Danton” Hasanuddin memberi aba-aba agar pasukan segera berangkat. Gelar pasukan dibagi menjadi 13 kelompok. Masing-masing terdiri abeg 5 sampai 7 orang tentara dan 7 aktivis Jamaah Tabligh. Menurut Pak Haji Agus, mereka akan disebar ke berbagai masjid di kawasan Bogor, Jakarta, Sukabumi, dan Bandung.
Ustadz Hasanuddin menjelaskan tentang apa yang mesti dilakukan oleh masing-masing amir atau ketua kelompok di “medan tempur” nanti. Suasana hening. Semua menyimak dengan seksama apa yang diperintahkan oleh komandan.
Saya masuk ke dalam Kelompok Kalibata. Alhamdulillah, batin saya, berarti
tidak jauh dengan rumah saya di kawasan Kampung Melayu (Jakarta Timur). Siapa tahu nanti saya punya waktu untuk sekadar menengok rumah di sela-sela acara. Apalagi esok harinya harus menghadiri pernikahan seorang teman, jadi saya mesti izin sebentar.
“Saat ini kita semua letjen. Cepat-cepat, waktunya mendesak! Jendela satu, dua, tiga, dan selanjutnya mohon dibuka, supaya tidak merepotkan gerak kita,” kata Danton Hasanuddin.
Batin saya langsung berdecak kagum, berarti tentara-tentara ini berpangkat letnan jenderal semua. Subhanallah! Tapi, kok tampangnya masih muda-muda?
Kami berhamburan ke luar masjid, ada yang lewat pintu, ada yang lewat jendela. Kebetulan jendelanya rendah sehingga tidak sulit untuk dilompati. “Ayo keluar lewat jendela. Sekarang ini kita semua letjen, lewat jendela,” Hasanuddin terus memberi komando.
Ealaaah, ternyata letjen itu singkatan dari “lewat jendela”. Saya cengar-cengir.
Nyasar ke Sukabumi Continue Reading »

AKBP Drs Waris Agono Msi

Polisi Mendatangi Masyarakat

NAMA Kepala Satuan Brimobda Lampung AKBP Drs Waris Agono Msi mungkin agak terkesan unik. Jarang orang bernama Waris, kebanyak adalah Aris. Demikian dengan Agono, kebanyakan Wagono. Namun, rupanya dalam nama ini terkandung arti tersendiri. “Kata orangtua saya artinya anak sederhana,” ungkap lelaki kelahiran Boyolali 28 April 1968 ini.

Selain nama yang unik, Kasat Brimob Lampung ini termasuk sedikit dari pejabat di kalangan Polri yang fasih berbicara masalah agama. Bahkan bila kita berbincang dengannya terasa ada nuansa agamis yang membuka cakrawala kita bahwa urusan manusia bukanlah masalah dunia, pangkat dan jabatan belaka.

Dan, nuansa agamis pula yang dikembangkannya dalam membina kesatuan, terutama anggota Brimob. “Tak kalah pentingnya adalah kita memberikan makanan ruhani kepada anggota, karena kalau makanan jasmani saja maka akan timbul ketidakstabilan,” ujar Waris.

Disadari akar dari tindakan penyimpangan negatif manusia adalah timbul karena per-soalan moral dan ethika. Makanya, pendidikan moral dan ethika menjadi sangat urgen sekarang ini.

Waris menjadi polisi sudah meru-pakan keinginan sejak masih duduk dibangku SD. Terpikat melihat penampilan pamannya yang gagah dengan uniform Akabri, tertanam dalam diri Waris ingin pula menjadi polisi. Makanya ketika orangtuanya menyuruh dirinya masuk SPG atau SMEA, dirinya bersikukuh masuk SMA. “Lulusan SPG dan SMEA kan nggak bisa masuk Akpol,” bathinnya.

Setamat SMA dia masuk Akpol dan langsung lulus. “Saya memang telah menyiapkan diri.Pagi-pagi disuruh lari sama bapak kos saya itu. Dibangunkan diajak lari-lari, saya pun ikut lari terus kemudian diajari kalau tes jasmani, seperti ini, pisikologi begini-begini diajari sama beliau. Terus kemudian saya mengikuti tes pada saat tes itu saya yakin sajalah.”

Dan Waris benar-benar lulus tanpa didampingi sama sekali. Dia mengaku orangtuanya orang kampung, waktu disodori surat pernyataan kesanggupan mengembalikan biaya apabila meninggalkan pendidikan, ayahnya tak mau tanda tangan. Karena takut dari mana harus mencarikan uangnya nanti. Akhirnya waris mengadu ke ibunya dan akhrinya ibunya yang tanda tangan setelah diubah di formulir.

Sejak lulus Akpol 1990 sampai sekarang Waris melulu tugas di kesatuan Brimob. Mula-mula Danton di Satbrimob Pus sampai menjadi Komandan Kompi di sana, walau sempat diselang-selingi pendidikan PTIK dan KIK UI. Setamat KIK UI, Waris menjadi Dan Yon Sat Brimobda Polda Jawa timur berkedudukan di Malang. Tahun 2005 mengikuti Sespim, setamat Sespim menjadi Kaden A Brimob Polri dan sejak 2007 menjadi Kasat Brimobda Lampung. Sebagaimana galhibnya Brimob, Waris pun kerap mengikuti penugasan operasi. Mula-mula Tahun 1994 Dalam Operasi Pulau Galang pemulangan pengungsi Vietnam di Riau, Tahun1998 Komandan Kontingen ABRI Masuk Desa antar Pulau di Aceh Barat, Tahun 1999 Operasi PPRM di Aceh, 1009 juga Operasi Sadar Renjong Aceh, 2003 Operasi Tegak Rencong, Tahun 2003 Operasi Darmil, 2006 Operasi Mutiara di Maluku, lalu Operasi Perdamaian Poso. Berikut wawancara dengan Waris. Petikannya:

Ada pengalaman yang menarik sewaktu mengikuti operasi?

Banyak. Setiap penugasan punya kesan sendiri-sendiri. Namun yang berkesan sekali sewaktu Operasi Mutiara tahun 2006 di Maluku. Di situ saya bertemu dengan ustad-ustad, kepada saya disampaikan bahwa setiap manusia mempunyai kewajiban untuk berdakwah. Karena itu dulu para nabi diutus berdakwah untuk mengagungkan asma Allah namun karena nabi sudah tidak ada lagi siapa yang akan meneruskan usaha dakwah,yah umat manusia akhir jaman ini.Dakwah dapat dilakukan dengan bermacam-macam.Ustad menawarkan untuk ikut dalam usaha dakwah tersebut.

Apabila usaha dakwah berjalan maka tugas polisi enak, karena tugas ini diemban oleh setiap orang. Bukan ulama saja. Jika setiap orang tidak akan lagi mengenal agama, azab terjadi dimana-mana, bila ada kerusakan maka ini bukan salah siapa-siapa karena manusia tidak punya iman lagi.

Karena ini ada hubungan dengan tugas kepolisian lalu saya bertanya bagaimana tehnik dakwahnya, dijelaskan sama seperti Rasul SAW. Rasul berdakwah tidak minta bayaran tapi mendatangi umat, seperti polisi. Polisi yang mendatangi masyarakat bukan masyarakat didatangi polisi.

Mulaiilah saya tertarik. Apalagi di dakwah ada batasan-batasan yang sama dengan batasan di kepolisian, misalnya tidak bicara politik, tidak bicara aib masyarkat, tidak boleh bicara khilafiyah, lalu mendekati ulama, ahli tasauf dsb.

Berapa lama proses sampai Anda mengikutinya ?

  1. Ternyata bermanfaat untuk tugas kepolisian. Dari sini saya tahu bagaimana citra polisi di lapangan. Informasi yang saya dapat ini saya sampaikan ke bapak Kapolda

Adakah perubahan prilaku dan kebijakan dalam diri Anda kemudian?

Ya. Kita kan belajar, bahwa dalam hadis disebutkan bahwa orang yang kuat adalah orang  mampu mengendalikan amarahnya. Saya sempat terkejut dengan bunyi hadis ini. Sebab selama ini kalau lihat anggota yang bersalah langsung saya hantam saja. Nah dengan dakwah ini saya dapat memberikan peringatan dengan lemah lembut. Kalau dulu saya keras kini saya sering ajak anggota salat berjamaah. Yang tidak salat saya tanya masak kita dipanggil komandan cepat, apalagi Allah yang memanggil. Nah dengan cara ini ternyata anggota mendidiknya lebih mudah.

Dan keuntungan lain?

Ada perubahan yang besar dalam diri saya menyangkut keimanan. Saat operasi di Aceh kalau tidak ada keyakinan kepada Allah yang menolong mungkin saya sudah meninggal, karena kita disana sering disanggong, dan saya tidak pakai pakaian anti peluru.

Apakah dakwah ini sejalan dengan tugas ?

Justru ini saya sangat tertarik dengan dakwah ini. Saat saya di Malang mendirikan Polmas kami sendiri yang mendatangi warga dari rumah ke rumah untuk melatih anjing milik warga dengan anjing pelacak herder. Nah tehnik mendatangi warga dari rumah ke rumah adalah tehnik dakwah yang saya ikuti artinya sejalan.

Memimpin Brimobda Lampung ini, apa saja yang Anda lakukan?

Sebenarnya saat saya ditugaskan Mabes di sini, saya bertanya dengan diri saya apakah saya mampu untuk melaksanakannya. Saya salat dan percaya bahwa Allah menolong saya. Saya lalu melakukan audit kesehatan organisasi, terutama kondisi seputar manusianya bagaimana, kemampuannya, disiplinnya, kondisi fisik terutama rohaninya. Saya melihat dalam masalah pembinaan rohani telah berjalan namun hanya membaca yasin kemudian mendengarkan ceramah. Ini lalu kita tingkatkan setiap Jumat anggota kita sebarkan untuk salat berjamaah dengan masyarakat, sehingga tidak ada lagi kesan ekslusif.

Jika satuan itu eksklusif  atau  tidak mengenal masyarakat ia akan cenderung arogan, merasa paling hebat. Tapi dengan mengenal masyarakat polisi mempunyai akan menjalankan sifat pelindung dan pengayoman. Ternyata tanggapan masyarakat terhadap program ini positif. Dan sebelum di Lampung, program ini sudah dijalankan di Ternate dan juga di Kelapa Dua  tanggapan masyarakat pun baik. Jadi yang kita jalankan di sini meneruskannya saja.

Ada umpan balik setelah mereka berbaur dengan masyarakat, misalnya laporan atau sebagainya?

Sebenarnya mereka diberi satu kewajiban untuk mengenal satu orang saat mereka berbaur dengan masyarakat. Dan untuk diingat kegiatan pendekatan diri ke masyarakat juga berlaku juga bagi non muslim, sebagai contoh umat Kristen setelah saat mereka ke Gereja pun harus kenal dengan satu orang itu. Nah, kalau satu tahun berapa banyak dia kenal orang. Sudah mengenal 365 teman. Itu satu detasmen. Jadi tiada hari tanpa kawan baru, itu untuk bidang rohani.

Untuk peningkatan fisik?

Untuk pembinaan fisik dengan bela diri. Saya buktikan di Malang dan Kelapa Dua. Sebab bila setiap anggota memiliki kemampuan bela diri rata-rata sama maka dia mampu untuk ditugaskan kemana saja. Kalau di sini kita memilih olah raga bela diri Tarung Derajat karena ternyata sebelumnya di sini sudah ada, namun belum maksimal pembinaannya. Hanya beberapa personal saja. Maka kita masalkan. Seluruh anggota Brimob ikut. Dan olah raga Tarung Derajat ternyata filosofinya sangat tinggi. Misalnya di sana ditanamkan menghormati orang, walau kita mempunyai kemampuan tapi kita harus bersikap ramah. Aku ramah bukan berarti takut, aku tunduk bukan berarti takhluk.

Bagaimana dengan hasil program selama ini, apa bisa dilihat dari penurunan angka pelanggaran disiplin misalnya?

Saya lihat tingkat kedisiplinan meningkatlah. Fisik juga demikian, dulu waktu saya pertama kali datang bertugas di daerah ini mereka diajak lari, lima belas menit mereka sudah teriak-teriak. Sekarang nggak lagi. Tapi pelanggaran tergantung kita melihatnya. Begini tahun 2006 lalu, banyak yang melanggar namun hukuman belum diberikan sehingga tahun ini kita berikan sanksi, jadi pelanggaran tahun ini terkesan banyak padahal pelanggaran tahun lalu. Kalau ini tidak kita berikan hukuman maka kasihan dengan anggota yang lain. Kita juga memberikan penindakan untuk memperbaiki anggota itu sendiri hukuman ini bukanlah balas dendam, tapi demi kebaikan anggota itu sendiri.

Pelaksanaan Polmas di Brimob bagaimana?

  1. Polmasnya sama sebagaimana kami terapkan di Ternate dulu, Polmas untuk Brimob sudah ada pedoman pelaksanaan Polmas sudah diterbitkan Kakor Brimob dan itu memang berbeda dengan Polmas dengan satuan kepolisian wilayah. Brimob Polmasnya Brimob ikatan regu atau kelompok, Polmasnya wilayah kan sendirian. Makanya dengan digabungnya dengan kegiatan agama itu dia ada posko ditempat-tempat ibadah itu. Kalau poskonya di warga masyarakat kita nggak bisa ngontrol.        Dengan kegiatan agama maka dia belajar silaturahmi dari ke rumah-rumah, mengenalkan diri nama. Misalnya nama saya Haris saya dari Masjid Mujahidin Brimob Rawa Laut, saya menawarkan bapak ke mesjid untuk salat berjamaah. Lalau setelah salat diajak ngobrol. Ngobrolnya agama memang awalnya cerita tentang dunia kamtibmas dan bicara agama

Anda sekarang masih menjalani kegiatan dakwah ini ?

Insyaallah masih.

Banyak nggak anggota yang tertarik?

Banyak. Tiap akhir minggu, sebanyak 14 sampai dengan 20 orang kita keluarkan jemaah untuk ikut kegiatan agama bersama santri, anggota masyarakat luar. Jadi tidak untuk anggota kita saja. Dengan demikian masyarakat kenal dengan warga. Kalau kita tanya setelah mereka iktikaf tiga hari itu anggota sudah bisa mengaji salat, pulang lebih santun dan jaringan lebih luas. Nah, bicara jaringan, empat bulan saya di sini jaringan saya sudah banyak, sebab jaringan ini diperoleh dari pendakwah-pendakwah itu, jadi informasi kita lebih banyak  Dan untuk diketahui ikut dakwah ini bukan untuk ketenaran dunia. Saya ikut untuk memperbaiki diri saya dan bersilaturahmi dengan warga. Karena janji Allah bagi orang yang bersilaturahmi maka akan dipanjangkan umurnya, diampuni dosa-dosanya, diluaskan rezekinya. Bagaimana tidak panjang umurnya kalau saya saja bertemu dengan Anda bawaannya guyon-guyon, tertawa melulu, nah dengan demikian lupa dengan berbagai masalah-masalah,sebab kita berbicara iman dan amal saleh, tidak bicara kejelekan orang, bicara iman maka iman kita meningkat. Diluaskan rezekinya mana tahu kalau saya bersilaturahmi ke rumah bapak, bapak ada jeruk, apel. Kita tidak berharap demikian namun kita hanya berharap kepada Allah. Lalu diampuni dosa-dosanya, dan ini adalah janji Allah.

Lalu dari visi, misi ini Brimob mendukung?

Ya. Sebab menurut saya pembinaan rohani penting. Bukan hanya pembinaan fisik, administrasi, operasional, jasmani. Rohani paling penting karena kalau orang hanya mementingkan jasmani saja dan tidak memikirkan rohani maka orang tersebut akan bersipat hedonisme lalu materialistis. Tapi kalau kebutuhan rohani telah diberi makan maka tersebut akan pandai bersyukur, Alhamdulillah ada rezeki. Hidupnya akan lebih makmur dan bahagia. Karena bahagia bukan karena jabatan dan harta, kebahagian itu bila seseorang menjalankan agama dengan cara sempurna. Kalau Allah letakkan kebahagian hidup dalam harta maka hanya orang berharta saja yang bahagia. Kalau Allah meletakkan kebahagian dalam pangkat maka hanya orang memiliki pangkat saja yang bahagia yang tidak mempunyai pangkat maka tidak akan bahagia. Kalau rohani polisi tidak kuat maka dia akan mencari tambahan dengan cara melenceng, tapi bila rohaninya kuat maka dia akan cari tambahan dengan cara yang halal.   Apalagi polisi ini banyak yang jadi ‘kontraktor’, rumah mengontrak lalu kredit motor. Brimob ditata rohaninya agar menjadi baik. Karena Brimob juga banyak yang ‘kontraktor’,rumah kontrak kredit motor. Hanya 20 persen yang memiliki rumah sementara 80 persen kontrak.  Yang menjadi persoalannya, biasanya godaan, karena ada imej masak polisi miskin? Itulah dengan ilmu agama tadi anggota dapat menjelaskan kepada warga bahwa tidak setiap polisi miskin, ada yang kaya mungkin pintar berbisnis, polisi banyak temannya mungkin juga dia dapat warisan dari orang tuanya, atau disokong oleh keluarganya.Kalau ada imej bahwa polisi itu kaya dengan cara yang kurang baik maka itu harus dibuktikan dan kita suuzon lagi.

Dalam beberapa bulan ini, setelah Anda bertugas di sini apakah ada anggota yang berubah prilaku?

Insyaallah ada. Kemarin saya mengajak anggota ikut kegiatan pesantren kilat tiga hari, ada yang berubah prilakunya.Yang merubah sifat ini bukan kita tapi Allah, kita hanya berdoa ya Allah rubahlah sifat si A ini.

Ada yang menolak kegiatan?

Ada. Kita telah memperintahkan tapi dia nolak-nolak begitu. Alasannya istri sakit, padahal istrinya tidak sakit. Tapi begitu dia keluar rumah katanya kepada isterinya dia ikut program agama. Nggak tahunya dia bergaul diluar, timbul masalah, dia dugem.Uang habis nggak mau bayar akhirnya ribut. Diajak ibadah nggak mau tapi maksiat mau akhirnya ketangkap juga. Itulah hukuman yang ditunjukkan Allah, dia mendapat tarbiyah (pendidikan) sendiri.

Anda sendiri mempunyai motto dalam hidup?

Banyak. Saya menerapkan prinsip, tiada hari tanpa kawan baru. Lalu, jiwa ragaku demi kemanusiaan. Dan dalam berbuat saya punya motto, orang lain baru berfikir kami sudah berbuat. Dan, kami juga berprinsip, “Kami bukan yang terbaik, tapi kami akan lakukan yang terbaik.”(*)

SUMBER http://www.dhirabrata.com/index.php?option=com_content&task=view&id=32&Itemid=68

Keringat bermanik-manik di wajah. Tubuh menggigil. Napas pun tersengal-sengal, dan berada di puncak rasa sakit yang tak terperikan, bahkan hingga sakaw (ketagihan narkoba). Hidup menjadi orang yang tidak peduli dengan keluarga dan tidak tahu malu. Semua itu pernah dilakoni aktor Henky Tornando.
“Sepuluh tahun yang lalu saya pernah terjerumus ke dalam narkoba. Dampaknya begitu hebat. Saya harus berpisah dari istri dan anak-anak saya. Ketika itu saya benar-benar merasa jadi orang yang paling hina,” kata Henky di hadapan jamaah yang hadir di Masjid Baiturrahman Simpanglima Semarang.
Malam itu ia hadir sebagai pembicara didampingi oleh Gito Rollies (Almarhum).
Lebih lanjut ia menambahkan, Continue Reading »
Hati Hidayah sungguh sumringah saat di layar telepon selular muncul nama Sakti. Sedari siang Hidayah yang mencari Sakti di kota Bandung agak panik, karena telepon selular mantan pemetik gitar Sheila on 7 itu tak bisa dihubungi. Sehari sebelumnya ia bilang bahwa tengah berada di daerah Ujung Berung Bandung, tapi setelah didatangi ternyata dia sudah tidak ada.
“Assalamu’alaikum…maaf Mas, sekarang saya udah pindah. Ada di masjid Jami Al-Ukhuwwah kompleks Bumi Panyileukan…,” begitu bunyi sms-nya.
Sakti ternyata tengah mengikuti satu kegiatan dakwah dan tarbiyah sebuah organisasi Islam bernama Jamaah Tabligh selama 40 hari. Kegiatanyang dinamai khuruj itu mengharuskan pesertanya berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain, dari satu masjid ke masjid lain, guna berdakwah dan melatih diri dalam beribadah secara ihklas kepada Allah SWT. Sehari sebelumnya Sakti memang berada di Ujung Berung namun pada hari itu ia sudah berpindah ke Panyileukan yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Mengenakan gamis putih bergaris-garis, berkopiah dan bercelana hitam, ia tampak tengah berwudhu bersama para jamaah yang lain. Dari kejauhan, Sakti terlihat lebih kurus, namun wajahnya tampak bersih. Jenggot hitam lebat yang memenuhi dagu dan sebagian pipinya tak mampu menyembunyikan wajah mudanya yang tampan.
Selepas sholat Ashar , Sakti tampak bersalaman dengan imam sholat, ia lalu beranjak ke pojok masjid mengambil buku Fadhilah Amal. Sesaat kemudian, pria bernama lengkap Sakti Ari Seno itu duduk menghadap jamaah dan mulai membacakan beberapa hadist dari buku itu. Jamaah lain mendengarkan dengan seksama. Suara Sakti terdengar lancar sekalipun volumenya terdengar perlahan.
Bila mengingat Sakti pernah merajai panggung musik tanah air bersama Sheila on 7, pemandangan itu menghadirkan perasaan yang lain. Mengawali karier musik lewat album Sheila on 7 ( 1999 ), yang dilanjutkan dua album lainnya yang meledak di pasaran, Kisah Klasik Untuk Masa Depan ( 2000 ) dan Anugerah Terindah yang pernah Kumiliki ( 2000 ), Sakti bersama empat orang karibnya, Erros, Duta, Adam dan anton, adalah ikon penting musik tanah air waktu itu.
Di setiap sudut negeri, lagiu-lagu Sheila seperti Sephia, Jadikanlah Aku Pacarmu, Dan, Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki, dan masih banyak yang lainnya diperdengarkan dan dinyanyikan siapa saja. Kini pemandangan Sakti yang seperti itu tentulah menghadirkan sebuah kontras karena orang tahunya ia adalah pemetik gitar kalem. perannya menjadi warna sendiri di panggung mendampingi permainan gitar Erros yang atraktif di setiap show Sheila.
“Saat ini saya tetaplah seniman, dan sesekali masih memegang gitar,” ujar Sakti yang jari-jarinya refleks memperagakan chord-chord gitar di dekat perut seperti memainkan gitar betulan. namun Sakti mengaku memang mengurangi kegiatan-kegiatan bermusik dan memperbanyak kegiatan agama karena ia merasa harus lebih banyak belajar.
Menurut Sakti, setiap profesi adalah sah saja hukumnya asal setiap orang mengetahui apa kebutuhan Allah baginya. ” Artinya berprofesi sebagai seniman, dosen, dokter atau apa saja, selama kita mengetahui apa kebutuhan Allah bagi kita, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia di dunia dan akherat. Seperti almarhum Gito Rollies , beliau seniman tapi juga berusaha mengerti apa kebutuhan Allah abeg dirinya, ” ujar Sakti lagi.
Maut dan Pakistan
Sakti memetik cahaya hidayah di kotaa Adisucipto, Yogyakarta, lima tahun lalu. Saat itu ia bersama Erros akan terbang ke Malaysia untuk menerima penghargaan musik di negeri jiran itu. Saat menunggu pesawat, ia masuk ke sebuah toko buku. Matanya tertumbuk pada sebuah buku berjudul Continue Reading »
Kapolda Jatim
Bridjen Anton Bahrul Alam
Kepala Brimob Lampung
Drs.Waris Angono.MSi
almarhum Gito rollies
Shakti sheila on 7
Hengky Tornado
Ratno Karno
Kegiatan Program Itikaf & Silahturahmi Bridjen Anton Bahrul Alam
Sumber : Website Polda Kaltim










 

Kapolda Jatim saat memperkenalkan diri dan memberikan Tausiah usai sholat Jum’at di Masjid At Taqwa Wonorejo ( foto : Husni)


SURABAYA :
Sholat jum’at di Masjid yang berada dilingkungan Podok Pesantren ini kapolda jatim melaksanakan Jum’atan bersama dengan Kapolres Surabaya Timur dan masyarakat sekitar.

Kapolres Surabaya Timur AKBP Samudi, SIK mendampingi Kapolda Jatim Irjend Pol Drs. Anton Bachrul Alam, SH di Masjid At Taqwa Wonorejo. (foto : Zainul)

Setelah sholat jum’at Kapolda Jatim memberikan sedikit perkenalan dan tausiah kepada para jamaah yang intinya adalah Kepolisian yang saat ini dalam pimpinan  Irjend Pol Drs.Anton Bachrul Alam ini menjadikan para anggotanya yang berjumlah kurang lebih 41.000 taat beribadah dan menjadi ahli surga kelak nanti, maka setiap lima waktu Kapolda Jatim melaksanakan sholat bersama di wilayah.

Kapolda berharap agar para anggotanya memiliki jiwa yang sehat karena dengan jiwa yang sakit maka obatnya hanya satuyaitu meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan YME.***Polres Surabaya Timur/Husni

  • INDIA

Banglawali Masjid, Basti Nizamuddin, New Delhi, INDIA

  • PAKISTAN

Madrasah Arabiyyah, Reiwind, Lahore, PAKISTAN

  • BANGLADESH

Masjid Kakrail, Dakka, Bangladesh

  • INDONESIA

Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Jl Hayam Wuruk No 83 Jakarta

Magetan, Masjid Al Fattah, Markaz Trankil, Temboro, Kec. Karas, Magetan, Jawa Timur

Lampung, Islamic Center, Bandar Lampung / Ponpes Al Kirom, Merjid Jami’ Kb. Bibit, Bandar Lampung

Palembang, Masjid Al Burhan, Jl Besuki Rahmat, Palembang

Solo, Masjid Tanjung Anom, Sukoharjo, Jawa Tengah 

  • MALAYSIA

Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, MALAYSIA

  • JEPANG

Markaz Tabligh Jepan

Markaz Islaho Tarbiyat (Ichnowari), 1-1-6 Bingonishi, Kasukabe-Shi, Saitama-Ken, Tokyo 334.

Ibrahim Ken Okubo, Room 105, Bingo Higashi 1-22-20, Kasukabe Shi, Saitama Ken, Tokyo 344. 0487-36-2767 (tel) 04-8738-0699 (faks)
Syed Sohel 04-8736-2767

Masjid Darus Salam, 772, Oaza Sakai, Sakai Machi, Sawa-gun, Gunma Ken.
Hafiz Afzal 030-146-1419

Masjid Shin Anjo (Nagoya), Bangunan Kamimoto, Tingkat Satu, 1-11-15, Imaike-cho, Anji-Shi, Aichi Ken.
Najimuddin 030-56-32101
Nufail 030-56-50432, 056-698-9408

Masjid Takwa (Chiba), Sanbu-Machi, Sanbu-Gun, Ametsubo 65-12, Chiba Ken (dekat stesen JR Hyuga).
Lokman 043-444-5464, 030-067-9223
Shamin 010-404-4748

Makki Mosque (Narimasu, Tokyo), stesen Narimasu (Tobu line).
Asraf 010-609-2479

Markaz Hon-Atsugi (Kanagawa). 0462-27-5936
Islamic Center, 1-16-11 Ohara Setagayu ku, Tokyo 156. 03-7870916, 4606169
Islamic Center, C Hoko Mansion 4-33-10 Kitazawa, Setagaya ku, Tokyo 156.
Nerima K. K. Mati, 1-30-17 Kopsaki 205, Tokyo. 81-3-450-6820, 81-3-553-7665 (Ismail), faks 81-3-458-3967
A. Aziz Mecavale, 175 Kumitashi Cho, Tokyo. (d/a Akarim Seth)

  • Abu Dhabi
    Kaleem Razal, Al-Musaffah, Abu Dhabi. 971-2-721-..
  • Afghanistan
    Haji Md Meer, Sarai Nelam Farrush, Shahbazar, Kabul. 155-23798
  • Afrika Selatan
    Markaz, Bait-un-Nur, 17, 11th Avenue Mayfair, Johannesburg. 011-8392633
    Kirk St Masjid, 12 Kirk St, 2001 Johannesburg. (G. M. Padia) 27-31-923-841, faks 27-11-852-4011
  • Albania
    Dr Abdul Latif Saleh, Tirana. +355-42-25440/25438
    Seshi Avni Rustemi, Tirana. +355-42-23038
    Dr Skender Durresi, Tirana. +355-42-32710 Continue Reading »

Older Posts »