Dewan Da’wah Luncurkan Program “Sejuta Umat Tak Cukup Satu Da’i”

Dewan Da’wah Luncurkan Program “Sejuta Umat Tak Cukup Satu Da’i”

Kamis, 26 Mei 2011

Hidayatullah.com–Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia meluncurkan program “Sejuta Umat Tak Cukup Satu Da’i” di Aula Masjid al-Furqon, Jakarta. Dalam acara yang digelar hari Rabu 25 Mei 2011 ini dilepas juga sebanyak 18 orang da’i yang akan ditugaskan selama satu tahun ke berbagai pelosok di tanah air.

Program “Sejuta Umat Tak Cukup Satu Da’i” adalah usaha Dewan Da’wah untuk mengirimkan da’i ke daerah pelosok di seluruh tanah air. Sebagaimana yang dijelaskan Ustadz Syuhada Bahri dalam tausyiahnya, program pengiriman da’i ini sebetulnya sudah dijalankan sejak pertama kali Dewan Da’wah didirikan, dan hingga kini Dewan Da’wah telah menyebar lebih dari 300 orang da’i ke seluruh pelosok tanah air. Tahun ini Dewan Da’wah kembali memberangkatkan 18 orang da’i alumni Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir untuk bertugas di pedalaman.

Di antara mereka ada yang ditugaskan di Pidie-NAD, Mentawai, Kepulauan Riau, Pulau Seram, Atafufu-NTT, Bolaang Mongondow, serta Wasior dan Raja Ampat-Papua.

Ketua Umum Dewan Da’wah ini menjelaskan bahwa program pengiriman da’i dipilih karena Dewan Da’wah meyakini bahwa satu-satunya gerakan yang dapat menyelamatkan Indonesia dari kehancuran hanyalah gerakan da’wah. Karena itu diperlukan sebanyak mungkin da’i untuk membina umat Islam di seluruh Indonesia sebab masih banyak umat Islam yang belum terbina sama sekali.

Sebagai contoh apa yang dipaparkan Ustadz Yusman Dawolo dalam acara ini. Ustadz asal Nias yang bari saja kembali dari tugas da’wah selama setahun di pedalaman Pulau Seram, Maluku, ini ditugaskan di sebuah desa berpenduduk 3.000 orang.

Seluruhnya mualaf yang masuk Islam setelah terjadi kerusuhan Ambon tahun 1999. Setelah 10 tahun masuk Islam mereka masih belum bisa shalat dan membaca al-Quran karena belum ada yang membina. Maka kedatangan Ustadz Yusman dan temannya sangat bermanfaat bagi mereka. Apa yang dialami Ustadz Yusman hanyalah satu contoh, di daerah lain masih banyak umat Islam seperti itu. Maka pengiriman da’i menjadi satu-satunya solusi.*/Abu Dzakir

Rep: CR2
Red: Cholis Akbar

Melalui Anak Kecil Penyemir Sepatu, Hidayah Datang pada Idris Tawfiq

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Sebelumnya, Idris Tawfiq adalah seorang pastor gereja Katholik Roma di Inggris. Mulanya, ia memiliki pandangan negatif terhadap Islam. Baginya saat itu, Islam hanya identik dengan terorisme, potong tangan, diskriminatif terhadap perempuan, dan lain sebagainya. Namun, pandangan itu mulai berubah, ketika ia melakukan kunjungan ke Mesir.

Di negeri Piramida itu, Idris Tawfiq menyaksikan ketulusan dan kesederhanaan kaum Muslimin dalam melaksanakan ibadah dan serta keramahan sikap mereka. Berikut pengakuan Idris tentang keputusannya memilih Islam: Apa yang membuat Anda tertarik pada Islam? Perkenalan saya dengan Islam datang dari seorang anak kecil di jalanan di Kairo, membersihkan sepatu dengan sandal jepit di kakinya. Dia melihat kulit putih saya dan More

Hidayah Datang Setelah Octhavio Mimpi tentang Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Siapa itu Muhammad? Itulah pertanyaan singkat Octhavio kepada pamannya yang bernama, Luqman Likur.

Pertanyaan itu muncul ketika terbangun di siang hari, setelah bermimpi dibangunkan dari tidur. Kemudian, kisahnya, terdengar suara kakek, yang mengatakan  “Apa yang kamu lihat di atas kuburan kamu itu. Kamu ini suatu saat nanti kalau mati tidak akan masuk surga. Karena bukan umat Nabi Muhammad,” kenang dia.

Ia segera menghampiri sang paman, yang kebetulan seorang Muslim. Pamannya mengatakan Muhammad adalah pemimpin umat Islam.

Sang paman lantas mengatakan kepada Thayyib apa yang dimimpikannya merupakan berkah. Namun,sang paman belum mengatakan bahwa mimpi itu merupakan tanda-tanda hidayah. “Saat itu, saya tidak terlalu hiraukan mimpi itu, “ katanya.

Tak dinyana, mimpi itu kembali terulang. Tepat dua minggu usai mimpi yang pertama, saat itu hari Jumat, Thayyib kembali tertidur. Lalu dia kembali bermimpi.

Dalam mimpi itu, ia melihat kumpulan kakek tua berjanggut. Salah seorang dari mereka kemudian menggedor-gedor pintu rumahnya.  “Hei bangun, orang-orang pada shalat kamu kok masih tidur. Ayo bangun shalat,” ungkapnya.  More

Mereka dari Rusia, Afrika, Malaysia, dan seluruh Dunia Bersatu Dalam Dakwah

 

Chilla, Strategi Dakwah Islam ke Seluruh Dunia


Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjalankan dakwah Islam. Organisasi Islam non-politik Jamaah Tabligh yang memiliki pengikut di berbagao belahan dunia menggelar acara tahunan “Chilla” yaitu perjalanan ke berbagai negara dalam rangka dakwah Islam.

Chilla diambil dari bahasa Parsi “Chihli” yang artinya empat puluh. Chilla adalah lanjutan dari pertemuan “Bishwa Ijtima” atau Jamaah Muslim Dunia bulan Januari kemarin di ibukota Bangladesh, Dhaka. Pertemuan yang diorganisir oleh Jamaah Tabligh itu dihadiri oleh jutaan orang, 10.000 orang diantaranya peserta dari 108 negara. Pertemuan di fokuskan pada cara-cara untuk menyebarkan pesan-pesan Islam ke seluruh dunia.

Setelah pertemuan yang berlangsung selama tiga hari itu, ratusan ribu orang yang bersedia ikut dalam program “Chilla” berkumpul di masjid Jamaah Tabligh, Masjid Kakrail di Kota Dhaka. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 10 sampai 20 orang. Mereka akan menjalankan misi dakwah dengan melakukan perjalanan ke berbagai negara selama 40 hari.

Salah satu peserta yang setiap tahun ikut misi tersebut adalah Mohammed Fauzia, warga Malaysia yang bekerja sebagai teknisi. Fauzia, 44, sudah 15 tahun mengikuti misi ini. “Saya berusaha keras untuk bisa ikut Chilla setiap tahun dan menjalankan dakwah Islam ke seluruh dunia. Saya sudah pernah berkunjung ke berbagai negara seperti Australia, Thailand, Pakistan dan India,” tutur Fauzia.

Peserta lainnya adalah Erfan Ibrahim asal Afrika Utara yang berprofesi sebagai guru mengatakan, alasanya ikut misi ini karena ia meyakini bahwa setiap Muslim harus menjalankan dakwah Islam.

“Kami menjalankan misi dakwah dengan Jamaah Tabligh untuk membawa kedamaian di dunia,” kata seorang pengusaha asal Pakistan.

Mereka yang pernah ikut “Chilla” mengakui bahwa misi dakwah itu telah membawa dampak positif bagi diri mereka dan orang lain. Abdul Jamal, jamaah asal Malaysia mengatakan bahwa tujuan utamanya terlibat dalam misi dakwah ini, yang paling utama adalah untuk memperbaikan diri sendiri.

Pernyataan Jamal dibenarkan oleh jamaah asal Pakistan yang berprofesi sebagai pengusaha tadi. “Muslim harus memperbaiki diri sendiri dulu sebelum melakukan kegiatan dakwah,” ujarnya.

Peserta “Chilla” lainnya berpendapat, melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk berdakwah membantu penyebaran pesan-pesan ajaran Islam yang benar. “Kita harus menyebarkan Islam ke seluruh dunia,” kata Mohammed. Menurutnya, sejak pertama kami ikut misi ini, ia menyaksikan banyak orang dari berbagai negara merasakan kedamaian dalam Islam.

Abdur Rahman dari Rusia menambahkan, misi dakwah sangat penting di saat umat Islam sedang mendapat sorotan dan Islam distereotipekan sedemikian buruknya. Ia mencontohkan dakwah di negaranya, Rusia yang berdampak cukup signifikan. Kegiatan dakwah yang intensif di negara itu membuahkan hasil dimana ada sekitar 200 orang di Moskow yang masuk Islam setiap tahunnya.

“Pola pikir masyarakat Rusia berubah beberapa tahun belakangan ini,” kata Abdur Rahman yang masih berusia 17 tahun.

“Masyarakat Rusia yang dulunya berpikir agama Islam identik dengan terorisme dan bahwa orang Islam itu suka membunuh, sekarang mereka paham bahwa Islam merupakan agama yang paling berkembang di dunia dan orang Islam adalah orang yang mencintai perdamian,” tukas Abdur Rahman. (ln/iol)

KAPOLDA JATIM: Utamakan Shalat daripada tugas

KAPOLDA JATIM: Utamakan Shalat daripada tugas

 
Kapolda Jatim BerpesanLugas, tegas dan terukur dengan jelas pesan dari Bapak Kapolda Jtaim kepada para anggotanya. Semoga para anggotanya dapat menjalankan pesan ini hingga jajaran kapolsek. Karena memang pesan di bawah ini sangat bermanfaat bagi para polisi dalam memperbaiki citra buruk polisi saat ini.
Para polisi:

1. Harus mengutamakan sholat dari pada tugas. Maksudnya tidak boleh meninggalkan sholat. Jangan beralasan menajalan tugas kemudian tidak sholat.
2. Baca al Qur’an minimal ba’da sholat shubuh. Karena itu kumpulkan anggota yang bisa baca al Qur’an dijadwal baca al Qur’an. Hal ini juga berarti para polisi harus belajar al Qur’an.
Pesan secara detai di bawah ini:
SURABAYA — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Brigjen Pol Anton Bachrul Alam, meminta anggotanya untuk mengutamakan salat dibandingkan tugasnya.Permintaan itu disampaikan Kapolda Jatim yang baru itu saat bertemu dengan anggota untuk pertama kalinya di Mapolda Jatim, Senin, setelah serahterima kesatuan pada tanggal 20 Februari lalu. “Pak Anton memberi arahan agar kami mengutamakan salat, karena salat akan mewujudkan ‘trust building’ (membangun kepercayaan),” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dra Pudji Astuti MM.
 
Didampingi Kasubbid Publikasi Humas Polda Jatim, AKBP H Suhartoyo, ia mengatakan Kapolda Jatim berpendapat kepercayaan masyarakat muncul bila kultur polisi berubah. “Untuk mengubah kultur polisi itu, maka sosok polisi sebagai manusia harus berubah dan perubahan manusia sangat ditentukan salat atau ibadahnya,” katanya.
 
Oleh karena itu, katanya, jenderal angkatan Akpol 1980 itu meminta anggota untuk meninggalkan More

Testimoni Keluarga dan Anggota Polda Kalsel tentang Program I’tikaf Yang Diadakan Kapolda

Kapolda Tabligh

03.22.2009 · Posted in Berita 
Sumber : http://jamaah.info/kapolda-tabligh.html

Pengaduan Keluarga dan Anggota Polda Kalsel tentang Program I’tikaf Yang Diadakan Kapolda

Sumber: Polri.go.id

(http://www.kalsel.polri.go.id/pengaduan-dan-info/)

Dengan I’tikaf, Suami Berubah
February 17th, 2009 – 05 : 44

Pak Kapolda yang baik. Saya adalah anggota Bhayangkari…

Saya sangat berterimakasih kepada Pak Kapolda, karena Pak Kapolda sudah memerintahkan suami saya ikut i’tikaf yang diadakan di masjid Polda Kalsel. Karena kegiatan i’tikaf tersebut, suami saya sekarang 180 derajat berubah total. Dulunya pemabuk, penjudi, tidak pernah sholat dan suka main perempuan, tapi sekarang Alhamdulillah sudah mendapat Rahmat dan Hidayah dari Allah SWT menjadi baik dan tidak pernah lagi melakukan hal-hal yang saya sebutkan di atas. Saya dengar Pak Kapolda pindah tugas. Saya berharap Pak Kapolda dapat menyampaikan kepada Kapolda yang baru agar i’tikaf ini jangan sampai dihilangkan karena kegiatan ini sangat baik dan berguna bagi anggota Polri. Selamat bertugas pada Kesatuan yang baru. Wassalam.

Yaya
yaya_bjm@yahoo.co.id

Dengan I’tikaf, Saya Jadi Lebih Baik
February 13th, 2009 – 08 : 48

Izin Jenderal, saya mengucapkan ribuan terima kasih Jenderal atas penyelenggaraan i’tikaf yang saya laksanakan, karena dengan kegiatan tersebut saya dapat menjadi orang yang lebih baik, karena sebelumnya saya orang yang tidak mengerti akan agama tapi dengan pian adakan i’tikaf ini, saya menjadi lebih baik. Terima kasih.

Ary
dj_ary88@yahoo.co.id

Bisa Ikut Ta’lim di Al Muhtadin Polda Kalsel?
January 30th, 2009 – 10 : 30

Assalamu’alaikum Bapak Kapolda, alhamdulillah bisa mengirim email ke Bapak. Saya hamba Allah yang berdomisili di Banjarbaru. Saya mendengar dari rekan-rekan bahwa setiap hari dilakukan More

Saya Suka Jamaah Tabligh

Saya Suka Jamaah Tabligh

OPINI | 21 May 2010 | 15:33 786 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Aktual

sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/05/21/saya-suka-jamaah-tabligh/


“beke landur o (bahasa mandar) yang artinya ada kambing lewat. Naudzubillahi min dzalik, kalimat ini pernah diungkapkan seseorang ketika melihat rombongan jamaah tabligh lewat” kata seorang ustadz pada sebuah khutbah Idul Fitri menceritakan pandangan masyarakat terhadap kelompok satu ini. Kelompok yang menurut mereka ini tidak mempunyai nama khusus seperti organisasi keaagamaan pada umumnya ini memang sangat kontroversial. Banyak yang mencela kelompok ini namun dibalik celaan ini kelompok ini malah semakin banyak massanya.

Seperti yang selalu saya dengar pada pengajian di Markas Kerung-Kerung Makassar, Allah Subahanahu Wataala berfirman yang artinya “Barangsiapa yang menolong agama Allah maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya”. Prinsip itulah yang mereka pakai dalam berdakwah. Pemikiran kita yang sudah dirasuki bermacam-macam isme mulai dari liberalisme sampai sekularisme yang mendorong kita berpikiran bahwa sebagian dari ummat muslim yang keluar di jalan Allah itu adalah perbuatan orang kurang kerjaan dan tidak baik untuk keluraganya. Padahal sebelum mereka keluar di jalan Allah mereka telah memastikan apa yang mereka tinggalkan untuk keluarganya dan siapa yang bertanggung jawab atas keluarga mereka selama mereka keluar di jalan Allah.

Mengapa juga kita harus menaikkan alis kita sambil mengkerutkan dahi kita ketika melihat jamaah yang satu ini. Lihatlah kembali pada diri kita, apa yang telah kita lakukan untuk agama ini. Sudah pernahkah kita mengajak seseorang untuk sekedar ke masjid untuk shalat berjamaah. Jika ya maka kita telah termasuk dalam bagian Jamaah Tabligh itu sendiri tetapi jika belum maka jangan coba-coba menghina-hina Jamaah Tabligh.

Bagi saudara-saudara sekalian yang masih berargumen negatif terhadap Jamaah Tabligh silahkan datang sendiri ke markasnya maka saudara-saudara akan melihat sendiri bagaimana keakraban di masjid mereka, bagaimana mereka shalat berjamaah tata caranya persis sama dengan kita bahkan lebih baik karena masjid mereka lebih makmur daripada masjid kita yang sepi layaknya kuburan. Di sana anda tidak akan menemukan kepangkatan duniawi tetapi kepangkatan ukhrawi, bisa saja di sebelah anda ketika shalat adalah seorang Kapolda atau seorang guru besar atau seorang pengusaha. Identitas duniawi mereka sama sekali. Bahkan seorang pencuri yang insafpun bisa bertemu dengan Polisi yang memburunya.

Studi Kritis tentang Pemahaman Jamaah Tabligh

 

MENYINGKAP KESALAH FAHAMAN TERHADAP JAMAAH TABLIGH

Segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara Seluruh Alam, Salawat dan Salam semoga tetap dilimpahkan kepada sebaik-baik Nabi Rasul Muhammad SAW dan seluruh pengikutnya sampai hari pembalasan.

Selanjutnya, kalau anda belum pernah melihat seseorang, atau kelompok/jama’ah dari dekat, dengan bersahabat atau dengan partisipasi, anda tidak dapat menghukuminya dengan pandangan yang benar. Sebab sudab jelas bahwa apa saja yang anda dengar dari orang-orang itu belum tentu benar dan tepat. Maka dari itu Allah memerintahkan kita:

“Apabila seseorang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka selidikilah …“

Rasulullah bersabda:

“Cukuplab seseorang dikatakan pembohong, bila ia memberitakan segala yang ia dengar”.

Saya, penulis kata pengantar ini dengan segala kerendahan hati menuturkan bahwa saya telah menyelesaikan studi di Madrasah Deoband, mendapat Asy-Syahadah AI-Alamiyyah di Universitas Khoirul-madaris, Multan Pakistan pada tahun 1382 H. Kemudian saya mengajar di beberapa Pesantren antara lain Sahiwal, Faishol Abad, Jehiem, Rawalpindi di Islamabad.

Hubungan saya dengan Amir Jama’ah Tabligh di Pakistan yaitu H. Basyir Ahmad rahimahullah, cukup rapat, tetapi saya belum tahu kepentingan aktifitas jama’ah ini. Sampai akhirnya Allah SWT memberi kehormatan kepada saya untuk dapat diterima di Fakultas Da’wah dan Ushuludlin, universitas Islam Madinah AI-Munawwarah Pada hari ketiga dari diterimanya saya di Universitas Islam, saya dan Seluruh mahasiswa asalPakistandiundang oleh Syaikh Sa’id Ahmad ke Masjid An-Nuur.

Beliau telah menerangkan kepentingan usaha yang agung ini. Dan sejak itulah ucapan Syaikh Sa’id begitu berkesan dihati saya dan saya mendapat kesempatan untuk melihat jama’ah ini dari dekat.

Pada tahun 1395 H saya mendapat kesempatan untuk khuruj fisabilillah selarna 40 hari keSudan. Saya menjadi tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang hatinya telah terbakar oleh kesedihan dan kerisauan yang dalam karena melihat keadaan umat Islam di hari ini Dalam kerja besar ini mereka tidak mempunyai kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi. Dan karena keikhlasan dan kesungguhan mereka dalam da’wah. Allah SWT telah memberikan hidayah kepada banyak hamba-hambanya,

Dalam penjalanan khuruj tersebut di stasiun kereta api (Syindi) saya telab melihat seorang pemudaTunisbersarna dengan seorang gadis Amerika. Waktu itu kami dalam perjalanan menuju kePort Sudan. PemudaTunistersebut ikut naik di kendaraan kami, maka seorang diantara kami berbicara kepadanya tentang iman, sehiugga Allah SWT telab memberikan karunia hidayah kepadanya. Setelab kepulangan kami ke Saudi Arabia, pemuda tersebut telah datang untuk melaksanakan Umroh dan ia telah More

Maulana Muhammad Ilyas rah.a

Maulana Muhammad Ilyas rah.a

09.22.1999 · Posted in Maulana
Mawlana Muhammad IlyasMaulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi lahir pada tahun 1303 H. (1886) di desa Kandahlah di kawasan Muzhafar Nagar, Utar Prades, India. Ayahnya bernama Syaikh Ismail dan Ibunya bernama Shafiyah Al-Hafidzah. Keluarga Maulana Muhammad Ilyas terkenal sebagai gudang ilmu agama dan memiliki sifat wara’. Saudaranya antara lain Maulana Muhammad yang tertua, dan Maulana Muhammad Yahya. Sementara Maulana Muhammad Ilyas adalah anak ketiga dari tiga bersaudara ini.
 
Maulana Muhammad Ilyas pertama kali belajar agama pada kakeknya Syaikh Muhammad Yahya, beliau adalah seorang guru agama pada madrasah di kota kelahirannya. Kakeknya ini adalah seorang penganut mazhab Hanafi dan teman dari seorang ulama dan penulis Islam terkenal, Syaikh Abul Hasan Al-Hasani An-Nadwi yang merupakan seorang direktur pada lembaga Dar Al-‘Ulum di Lucknow, India[2]. Ayah beliau Syaikh Muhammad Ismail adalah seorang ruhaniawan besar yang suka menjalani hidup dengan ber’uzhlah, berkhalwat dan beribadah, membaca Al-Qur’an dan melayani para musafir yang datang dan pergi serta mengajarkan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama.
 
Beliau selalu mengamalkan do’a ma’tsur dari hadits untuk waktu dan keadaan yang berlainan. Perangainya menyukai kedamaian dan keselamatan serta bergaul dengan manusia dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, tidak seorangpun meragukan dirinya. Bahkan beliau menjadi tumpuan kepercayaan para ulama sehingga mampu membimbing berbagai tingkat kaum muslimin yang terhalang oleh perselisihan di antara mereka. Adapun ibunda beliau Shafiyah Al-Hafidzah adalah seoarang Hafidzah Al-Qur’an. Istri kedua dari Syaikh Muhammad Ismail ini selalu menghatamkan Al-Qur’an, bahkan sambil bekerjapun mulutnya senantiasa bergerak membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang ia hafal.
 
Maulana Muhammad Ilyas sendiri mulai mengenal pendidikan pada sekolah Ibtidaiyah (dasar). Sejak saat itulah beliau mulai menghafal Al-Qur’an, hal ini di sebabkan pula oleh kebiasaan yang ada dalam keluarga Syaikh Muhammad Ismail yang kebanyakan dari mereka adalah hafidzh Al-Qur’an. Sehingga diriwayatkan bahwa dalam shalat berjama’ah separuh shaff bagian depan semuanya adalah hafidzh terkecuali muazzin saja. Sejak kecil telah tampak ruh dan semangat agama dalam dirinya, beliau memilki kerisauan terhadap umat, agama dan dakwah. Sehingga ‘Allamah Asy-Syaikh Mahmud Hasan yang dikenal sebagai Syaikhul Hind (guru besar ilmu hadits pada madrasah Darul ‘Ulum Deoband) mengatakan, “sesungguhnya apabila aku melihat Maulana Ilyas aku teringat akan kisah perjuangan para sahabat”.
Pada suatu ketika saudara tengahnya, yakni Maulana Muhammad Yahya pergi belajar kepada seorang ‘alim besar dan pembaharu yang ternama yakni Syaikh Rasyid Ahmad Al-Gangohi, di desa Gangoh, kawasan Saranpur, Utar Pradesh, India. Maulana Muhammad Yahya belajar membersihkan diri dan menyerap ilmu dengan bimbingan Syaikh Rasyid. Hal ini pula yang membuat Maulana Muhammad Ilyas tertarik untuk belajar pada Syaikh Rasyid sebagaimana kakanya. Akhirnya Maulana Ilyas memutuskan untuk belajar agama menyertai kakaknya di Gangoh. Akan tetapi selama tinggal dan belajar di sana Maulana Ilyas selalu menderita sakit. Sakit ini ditanggungnya selama bertahun-tahun lamanya, tabib Ustadz Mahmud Ahmad putra dari Syaikh Gangohi sendiri telah memberikan pengobatan dan perawatan pada beliau.
 
Sakit yang dideritanya menyebabkan kegiatan belajarnyapun menurun, akan tetapi beliau tidak berputus asa. Banyak yang menyarankan agar beliau berhenti belajar untuk sementara waktu, beliau menjawab, ”apa gunanya aku hidup jika dalam kebodohan”. Dengan ijin Allah SWT, Maulana pun More

Bila Dakwah dihidupkan

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=194054197296782&set=a.194054193963449.37923.157998557569013&ref=nf

http://strano66.blogspot.com/2010/04/mengintip-shalat-di-berbagai-belahan_2668.html

http://vortexiousandrif.blogspot.com/

http://www.flickr.com/photos/66854664@N00/84980826/

http://kankyon.wordpress.com/2010/09/10/adab-sholat-idul-fitri/

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.