Maulana Ilyas Rah merupakan Ulama besar dari daratan asia tengah

Haitan Rachman 20 Juni 7:49
Maulana Ilyas Rah merupakan Ulama besar dari daratan asia tengah, dan ulama ini berasal dari keluarga yang tidak pernah berhenti keulamaannya selama 800 tahun lebih, dan sekarang cicit-cicitnya sudah menjadi ulama kabir dan menyebarkan da’wah Islam ke seluruh dunia.

Ummat Islam perlu banyak mengetahui hasil karya dari keluarganya itu, bagaimana keilmuannya dan juga bagaimana pikir terhadap ummat Islam. Beberapa kitabnya sudah tersebar di seluruh dunia, dan diakui banyak ulama.

Khuruj Fisabilillah sebagai sarana da’wah Islam merupakan sarana yang begitu berpengaruh sepanjang sejarah Ummat Islam, BAHKAN Islam bisa sampai ke Indonesia melalui da’wah dengan khuruj fisabilillah.

Da’wah Islam datang ke Indonesia bukan dibawa dengan burung, bukan melalui majalah, bukan melalui radio, bukan melalui buletin. TETAPI da’wah Islam datang pertama kali ke Indonesia melalui perjalanan manusia itu sendiri, melalui Khuruj Fisabilillah.

Dulu nenek moyang kita bukan seorang muslim, bukan manusia penyembah Allah swt, tetapi boleh jadi penyembah batu, penyembah patung, datang ke tempat-tempat keramat. Tetapi dengan datangnya ummat Islam dari negara lain untuk menyampai agama, maka kita sekarang bisa menjadi turunan dari keluarga Islam.

Khuruj Fisabilillah dari berbagai ulama dari setiap sejarah dan diawali oleh para Nabi dan Para Shahabat RA, maka Al-quran begitu banyak mencatatnya perihal itu, dan begitupun juga dengan sejarah Islam mencatatnya.

Semua ulama mempunyai ijithad bagaimana untuk mengerjakan khuruj fisabilillah untuk da’wah Islam, dan meskipun berbeda-beda caranya, tetapi yang jelas adalah Maulana Ilyas Rah telah memberikan contoh bagaimana pengaruhnya dengan khuruj fisabilillah untuk da’wah Islam itu, sekarang Islam tersebar ke seluruh dunia, dan banyak ummat Islam tobat dari masyiatnya.

Banyak pesantren di Indonesia tersebar juga karena khuruj fisabilillah, seperti gontor, pesantren giri, dsb, MESKIPUN caranya berbeda-beda, tetapi yang jelas para ulama dulu di Nusantara sendiri telah memperlihatkan bahwa da’wah khuruj fisabilillah itu bisa menyebarkan da’wah Islam ke nusantara.

Kami kutip tulisan Ulama tafsir di bawah ini berkaitan dengan ali-imran :104

هذا القول يعني ان يكون منكم أيها المخاطبون أمة تدعو إلى الخير، ومعناه أيضا أن تكونوا جميعا أمة تدعو إلى الخير، وبعض العلماء يرى أن هذا القول يعني: أن تكون منكم جماعة يأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر. ولكنّ هناك فهما أعمق من هذا، وهو أن هذه الآية تأمر بأن تكون كل جماعة المسلمين أمة تدعو إلى الخير، وتأمر بالمعروف، وتنهى عن المنكر، إي أن هذه الآية تطالب كُلَّ أمة المسلمين بذلك، فلا تختص جماعة منها فقط بالأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، بل الواجب أن تكون أمة المسلمين كلها آمرة بالمعروف، وناهية عن المنكر، فمن يعرف حكما من الأحكام عليه أن يأمر به.

Sumber: http://altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=7&tTafsirNo=76&tSoraNo=3&tAyahNo=104&tDisplay=yes&Page=3&Size=1&LanguageId=1

mari kita bangkitan da’wah Islam dengan berjama’ah di seluruh kaum muslimin.

Apakah anda akan menjadi penghalang da’wah Islam? Apakah anda dan kawan-kawan anda akan menjadi penghambat da’wah Islam?

Apakah anda dan kawan-kawan anda akan senang apabila orang-orang Islam masuk ke agama nashrani dan juga mengikuti budaya barat dan rusak ummat Islam? Mereka itu sekarang begitu giat datang ke tengah-tengah kaum muslimin, apakah anda dan kawan-kawan anda akan berdiam diri saja?
Altafsir.com – The Tafsirs – التفاسير
altafsir.com

http://mahadmadinah.wordpress.com/

2 thoughts on “Maulana Ilyas Rah merupakan Ulama besar dari daratan asia tengah

  1. Mengkhususkan yang Umum Tanpa Dalil

    Imam Syafi’i mengemukakan suatu kaedah ushul fiqh dalam Kitab Ar Risalah, yaitu :
    “Semua perkataan yang umum dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibawa kepada keumumannya sampai diketahui hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menunjukkan bahwa yang diinginkan darinya adalah sebagian makna tanpa yang lainnya”.
    (Ar Risalah hal. 341.)

    Perintah untuk berdakwah dalam al-Qur’an dan Hadits sangatlah banyak akan tetapi dalil-dalil tersebut bersifat umum, artinya:
    1. semua orang boleh berdakwah dengan syarat telah memiliki kemampuan untuk berdakwah.
    2. cara atau metode yang digunakan bebas, tidak mengikat, sepanjang tidak bertentangan dengan hukum-hukum syar’i

    Sementara saudara-saudara di JT mempunyai keyakinan bahwa “khuruj itu suatu metode dakwah yang lebih sempurna atau lebih baik” daripada metode dakwah yang lain. Keyakinan seperti ini berarti telah mengkhususkan sesuatu yang bersifat umum, sehingga memerlukan dalil.
    ====================================================================
    PERTANYAAN :
    Sampaikan 1 (satu) saja hadits shahih, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahisallam telah MENGKHUSUSKAN suatu metode dakwah, yaitu dengan cara “khuruj”, karena khuruj itu lebih utama, lebih sempurna dan lebih baik dari pada metode dakwah yang lain?
    ====================================================================
    Kalau tidak bisa, berarti KEYAKINAN “KHURUJ” ITU BID’AH, karena mengkhususkan sesuatu yang umum tanpa dalil = melakukan ibadah tanpa dalil = bid’ah = sesat.

    Bila masuk kamar mandi dengan cara sunnah saja jelaskan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dengan adanya hadits yang shahih (do’a dan cara) lalu mengapa tidak ada hadits shahih yang mengajarkan tentang Khuruj (baik sifat, cara dan waktunya)? padahal katanya khuruj itu “lebih utama, lebih mulia, menyempurnakan dan lebih baik” dari metode dakwah yang lain. Pantaskah khuruj dikatakan sunnah padahal tidak ada hadits shahih yang menjelaskannya?, bahkan tidak pernah di jelaskan oleh imam yang 4 padahal Beliau semua menjelaskan segala hal tentang Hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam?.

    MAKA BERPIKIRLAH WAHAI ORANG-ORANG YANG DIBERI AKAL!

    Dari Abu Bakar As Shiddiq ra, ia berkata: Bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Iblis berkata: ‘Aku merusakkan mereka (umat Islam) dengan dosa-dosa, lalu mereka (orang Islam) merusakkan aku dengan istighfar, maka tatkala aku melihat demikian, aku merusakan mereka (orang Islam) dengan hawa keinginan bid’ah, lalu mereka menyangka bahwa mereka itu mendapat petunjuk yang benar, maka mereka (orang Islam) tidak memohon ampunan. (HR Ibnu Abi Ashim)

    Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata,
    “Setiap yang dibuat-buat lalu disandarkan pada agama dan tidak memiliki dasar dalam Islam, itu termasuk kesesatan. Islam berlepas diri dari ajaran seperti itu termasuk dalam hal i’tiqod (keyakinan), amalan, perkataan yang lahir dan batin.” [Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 128.]

    Bila khuruj itu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah serta pada akhirnya surgalah yang menjadi tujuan pastilah ada hadits yang shahih dari baginda Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, Beliau Shallallahu’alaihiwasallam bersabda , yaitu :
    “Tidaklah tersisa suatu perkara yang dapat mendekatkan ke surga dan menjauhkan diri dari neraka kecuali telah dijelaskan (oleh Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam ) kepada kalian”
    (HR. Thobroni dalam Mu’mamul Kabiir no. 1647, hadits ini dinyatakan shohih oleh Al Albani dalam Ash Shohihah (via software Al-Maktabah Asy Syamilah) no. 1803 dan Syaikh ‘Ali bin Hasan bin Abdul Hamiid Al Halabi hafidzahullah dalam ‘Ilmu Ushul Bida’ hal. 19 terbitan Dar Ar Rooyah, Riyadh).

    “Sesungguhnya tidak ada Nabi sebelumku kecuali wajib bagi mereka menunjukkan kebaikan yang ia ketahui pada umatnya dan memperingatkan keburukan yang ia yang ia ketahui kepada mereka”
    (HR. Muslim no. 1844).

  2. sebaiknya anda sholat istikoroh minta petunjuk Alloh swt.apakah jamaah tabligh sesat atau tidak?dan berdoalah supaya jt hancur,kalau emang sesat.dan jika benar semoga anda dpt hidayah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s