Studi Kritis tentang Jamaah Tabligh ?

Jamaah Tabligh

adalah salah satu jamaah atau kelompok yang berjuang dalam bidang dakwah yang usaha dan pengaruhnya tidak dapat dimungkiri, di mana dengan cara dakwah mereka ( khuruj ), banyak umat Islam yang sebelumnya tidak pernah mengerjakan shalat atau malah tidak mengenalnya, kembali menunaikannya dan bersungguh-sungguh pada ajaran Islam lainnya. Tetapi, sebagaimana juga jamaah atau kelompok lain dalam tubuh umat Islam.

Allah SWT berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran [3]: 110).

Umat Islam adalah umat dakwah, yaitu umat yang tugasnya mengajak dan menyeru manusia kepada Allah SWT, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari yang mungkar. Dan dakwah kepada Allah itulah yang menjadi visi dan misi hidup Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Ketika kita menyebut Jama’ah Tabligh (JT), maka yang terbayang di benak kita adalah sekelompok muslimin yang berjalan di muka bumi Allah Azza wa Jalla mengajak muslim lainnya untuk dekat dengan masjid. Mereka juga mengajak muslim untuk ikut dalam rombongan dakwah mereka.

Umat Islam adalah umat yang baik untuk dirinya dan juga baik serta bermanfaat untuk orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa berdakwah kepada Allah SWT hukumnya wajib. Mereka hanya berbeda pendapat apakah hukumnya fardhu ain atau fardhu kifayah.

Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS Fushshilat [41]: 33).

Rasulullah SAW juga menjelaskan kewajiban dakwah umat Islam ini. “Demi Allah, sungguh hidayah Allah yang diberikan kepada seseorang melalui perantaraanmu lebih baik bagimu dari unta-unta yang merah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubahnya dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR Muslim, Tirmizi, Ibnu Majah, al-Nasa`i, Abu Daud, dan Ahmad).

Sebagai umat dakwah sudah sepatutnya menyesuaikan visi hidup kita dengan visi hidup Rasulullah SAW, tentunya tidak cukup hanya menjadi baik untuk diri kita sendiri dengan melakukan ibadah-ibadah yang bersifat individual, tapi meninggalkan tangung jawab sosial. Umat Islam harus mengemban tugasnya sebagai umat terbaik yang dikeluarkan Allah SWT untuk manusia, yaitu dengan menjalankan tugas dakwahnya, mengenalkan manusia pada agama Allah SWT.

 

Dan untuk berjuang dalam berdakwah kepada Allah SWT pada zaman ini, memang lebih diutamakan dalam bentuk bersama dan bekerja sama karena perjuangan yang dilakukan secara sendiri-sendiri, betapapun semangat dan ikhlasnya tidak membawa perubahan dan pengaruh yang diharapkan, baik dari segi waktu maupun luasnya cakupan dakwah.

Hal itu karena terbatasnya kemampuan dan kekuatan individu-individu tersebut. Begitu juga, meskipun orang yang berdakwah itu banyak, namun jika semuanya jalan sendiri-sendiri tanpa ada sinergi dan kerja sama, apalagi saling menjatuhkan, tentu melemahkan pengaruh dakwah itu sendiri di tengah masyarakat. Dan agama kita memerintahkan kita untuk selalu bekerja sama dalam kebaikan (QS al-Maidah [5]: 2).(Jamaah Tabligh)

Dakwah adalah tulang punggung agama. Semua Nabi as. Di turunkan di dunia untuk berdakwah. Dengan dakwahlah awal wujudnya agama. Nabi Muhammad saw sendiri telah mencontohkan perjuangannya dalam berdakwah, begitu pula para sahabat r.a.. Perjuangan dan pengorbanan beliau telah banyak di kisahkan dalam kitab-kitab. Hampir seluruh waktu, harta, bahkan diri mereka habis di gunakan untuk memperjuangkan agama. Dengan sebab perjuangan dan pengorbanan Rasulullah saw,  yang kemudian di lanjutkan para sahabat ra, Islam telah menjadi revolusi terbesar yang pernah ada dalam peradapan manusia. Revolusi tersebut meliputi berbagai bidang, termasuk revolusi akhlak dan moral sehingga menjadikan tatanan masyarakat terbaik yang pernah ada. Islam waktu itu telah menunjukkan wibawanya sehingga menjadi kaum yang paling di segani di seluruh dunia. Al-quran dan hadist telah banyak menyebutkan tentang pentingnya dakwah dan tabligh.

Arifin Ilham dan para masyaikh Jamaah Tabligh

Jamaah Tabligh  Karena taufik dan inayah dari Allah swt. sajalah, usaha dakwah dan tabligh  tersebut kini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Allah-lah yang menolong usaha dakwah terswebut dan Allah kuasa untuk menghancurkanya. Pada saat ini dapat di lihat betapa banyaknya manusia yang berbondong-bondong keluar di jalan Allah ke setiap penjuru, bahkan ke setiap sudut perkampungan terpencil dengan semangat, niat, cara dan tujuan yang sama untuk menyebarkan agama, hidayah dan perdamaian. Setiap hari selalu ada jamaah atau rombongan dakwah yang terus di kirim ke berbagai wilayah. Mereka senantiasa mendakwahkan agama siang dan malam, mengingatkan umat bahwa tidak ada jalan menuju kebahagiaan kecuali mengamalkan agama. Tujuan mereka yaitu untuk memperbaiki diri serta agar agama yang telah di turunkan Allah swt dengan sempurna ini bisa wujud dalam kehidupun umat islam seluruh alam (khususnya pada diri pekerja dakwah itu sendiri). Sehingga seluruh kampung-kampung di seluruh alam bisa hidup sebagaimana Madinah Al-munawarah pada jaman Rasulullah saw. Masjid-masjid seluruh alam bisa hidup sebagaimana kehidupan masjid Nabawi pada jaman Rasulullah saw. Serta agar manusia memahami pentingnya kerja atas agama melebihi kerja atas kebendaan.

Karena itulah Jamaah Tabligh mencoba menghidupkan masjid

One thought on “Studi Kritis tentang Jamaah Tabligh ?

  1. Pingback: Jamaah tabligh, kata mereka di Social Media | There is a next life after this life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s