Testimoni

Testimoni Keluarga dan Anggota Polda Kalsel tentang Program I’tikaf Yang Diadakan Kapolda

17 Apr 2011 Leave a Comment

by nexlaip in Testimoni Tentang Jamaah Tabligh [Edit]

Kapolda Tabligh

03.22.2009 · Posted in Berita 

Pengaduan Keluarga dan Anggota Polda Kalsel tentang Program I’tikaf Yang Diadakan Kapolda

Sumber: Polri.go.id

(http://www.kalsel.polri.go.id/pengaduan-dan-info/)

Dengan I’tikaf, Suami Berubah
February 17th, 2009 – 05 : 44

Pak Kapolda yang baik. Saya adalah anggota Bhayangkari…

Saya sangat berterimakasih kepada Pak Kapolda, karena Pak Kapolda sudah memerintahkan suami saya ikut i’tikaf yang diadakan di masjid Polda Kalsel. Karena kegiatan i’tikaf tersebut, suami saya sekarang 180 derajat berubah total. Dulunya pemabuk, penjudi, tidak pernah sholat dan suka main perempuan, tapi sekarang Alhamdulillah sudah mendapat Rahmat dan Hidayah dari Allah SWT menjadi baik dan tidak pernah lagi melakukan hal-hal yang saya sebutkan di atas. Saya dengar Pak Kapolda pindah tugas. Saya berharap Pak Kapolda dapat menyampaikan kepada Kapolda yang baru agar i’tikaf ini jangan sampai dihilangkan karena kegiatan ini sangat baik dan berguna bagi anggota Polri. Selamat bertugas pada Kesatuan yang baru. Wassalam.

Yaya
yaya_bjm@yahoo.co.id

Dengan I’tikaf, Saya Jadi Lebih Baik
February 13th, 2009 – 08 : 48

Izin Jenderal, saya mengucapkan ribuan terima kasih Jenderal atas penyelenggaraan i’tikaf yang saya laksanakan, karena dengan kegiatan tersebut saya dapat menjadi orang yang lebih baik, karena sebelumnya saya orang yang tidak mengerti akan agama tapi dengan pian adakan i’tikaf ini, saya menjadi lebih baik. Terima kasih.

Ary
dj_ary88@yahoo.co.id

Bisa Ikut Ta’lim di Al Muhtadin Polda Kalsel?
January 30th, 2009 – 10 : 30

Assalamu’alaikum Bapak Kapolda, alhamdulillah bisa mengirim email ke Bapak. Saya hamba Allah yang berdomisili di Banjarbaru. Saya mendengar dari rekan-rekan bahwa setiap hari dilakukan More

Saya Suka Jamaah Tabligh

16 Apr 2011 Leave a Comment

by nexlaip in Testimoni Tentang Jamaah Tabligh [Edit]

Saya Suka Jamaah Tabligh

OPINI | 21 May 2010 | 15:33 786 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Aktual

sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/05/21/saya-suka-jamaah-tabligh/


 

“beke landur o (bahasa mandar) yang artinya ada kambing lewat. Naudzubillahi min dzalik, kalimat ini pernah diungkapkan seseorang ketika melihat rombongan jamaah tabligh lewat” kata seorang ustadz pada sebuah khutbah Idul Fitri menceritakan pandangan masyarakat terhadap kelompok satu ini. Kelompok yang menurut mereka ini tidak mempunyai nama khusus seperti organisasi keaagamaan pada umumnya ini memang sangat kontroversial. Banyak yang mencela kelompok ini namun dibalik celaan ini kelompok ini malah semakin banyak massanya.

Seperti yang selalu saya dengar pada pengajian di Markas Kerung-Kerung Makassar, Allah Subahanahu Wataala berfirman yang artinya “Barangsiapa yang menolong agama Allah maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya”. Prinsip itulah yang mereka pakai dalam berdakwah. Pemikiran kita yang sudah dirasuki bermacam-macam isme mulai dari liberalisme sampai sekularisme yang mendorong kita berpikiran bahwa sebagian dari ummat muslim yang keluar di jalan Allah itu adalah perbuatan orang kurang kerjaan dan tidak baik untuk keluraganya. Padahal sebelum mereka keluar di jalan Allah mereka telah memastikan apa yang mereka tinggalkan untuk keluarganya dan siapa yang bertanggung jawab atas keluarga mereka selama mereka keluar di jalan Allah.

Mengapa juga kita harus menaikkan alis kita sambil mengkerutkan dahi kita ketika melihat jamaah yang satu ini. Lihatlah kembali pada diri kita, apa yang telah kita lakukan untuk agama ini. Sudah pernahkah kita mengajak seseorang untuk sekedar ke masjid untuk shalat berjamaah. Jika ya maka

 Read More>>>

Umat Islam adalah Umat Da’wah

01 Apr 2011 Leave a Comment

by nexlaip in Bila Dakwah dihidupkan, Informasi dan Teknologi, Testimoni Tentang Jamaah Tabligh [Edit]

Source : http://www.tablighjamaah.tk/umat-islam-adalah-umat-dawah

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali Imran 110).Pujian Dari Allah SWT untuk Umat Muhammad saw
Firman Allah SWT di atas merupakan pernyataan dari Allah SWT bahwa umat Sayyidina Muhammad saw., yakni kaum muslimin, sebagai umat yang terbaik di antara umat manusia di muka bumi. Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya mengutip sebuah hadits dari Bahz bin Hakim bahwa tatkala membaca ayat ini Rasulullah saw. bersabda:

أنتم تتمون سبعين أمة أنتم خيرها و أكرمها عند الله

“Kalian adalah penyempurna dari 70 umat, kalian yang terbaik di antara mereka dan termulia di sisi Allah” (HR. At Tirmidzi).

Menurut Imam Qurthubi dan Imam Ibnu Katsir, predikat tersebut sama dengan predikat “ummatan wasathan” yang Allah sebut dalam firman-Nya:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (Al-Baqarah 143)

Berkaitan dengan kondisi umat yang terpuruk sekarang ini, ada yang bertanya apakah predikat tersebut hanya untuk kaum muslimin terdahulu, yakni di masa shahabat, ataukah berlaku hingga hari kiamat?

Menurut Ibnu Abbas r.a., sebagaimana dikutip Imam Al Qurthubi, kelompok orang yang berpredikat umat terbaik yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah orang-orang yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah, yang ikut dalam perang Badar, dan ikut dalam perjanjian Hudaibiyah. Namun Umar bin Khaththab mengatakan bahwa siapa saja yang beramal seperti mereka, akan mendapatkan kemuliaan seperti mereka.

Dalam lafazh كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ, ungkapan tersebut ditujukan kepada umat Nabi Muhammad saw. Lafazh كُنْتُمْ (fi’il madli) tidak dimaksudkan untuk menyatakan keadaan kaum muslimin pada masa lalu, melainkan bermakna (antum), artinya: 

Read More>>>

studi di Madinatul Munawwarah, Arab Saudi.

25 Mar 2011 1 Comment

by nexlaip in Testimoni Tentang Jamaah Tabligh [Edit]

Didapat dari saudara Galih

Assalamu’alaikum,

Mudah2an kita semua senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya. Amiin.

Beberapa teman2 dari Dago (Bandung) mungkin sudah mengetahui informasi dari ustadz Miftah yang baru saja pulang dari studi di Madinatul Munawwarah, Arab Saudi.

Laporan singkatnya:
———————–

Sebagian asatidz (guru-guru) dia di Madinah memang ulama2 salafy (notabene bermadzhab Hambali), jadi tidak betul kalau salafy itu tidak bermadzhab. Memang kalau dari ustadz2 salafy lokal di Indonesia kebanyakan mengaku tidak bermadzhab, padahal ulama2 Salafy di Saudi berpegang pada madzhab Hambali.

Begitupun berkaitan dengan taqlid, kebanyakan saudara2 kita salafiyyin mengaku tidak taqlid, toh pada kenyataannya lebih suka mengambil pendapat ‘alim ulama salafy dalam menyimpulkan atau memberikan keputusan/fatwa yang tentu saja berlandaskan AlQuran dan Sunnah, dimana tetap saja harus taqlid pada ‘alim ulama tersebut.

Di masjid Nabawi sendiri (ma’had), rekan2 Salafiyyin juga masih terkotak-kotak, walaupun belajar pada ulama yang sama, ada yang disebut salafy yamani, salafy tablighi, dan lain-lain.

Alhamdulillaah, saudara2 kita pekerja da’wah hampir semuanya belajar massa’il pada ulama2 salafy tersebut bertujuan untuk  Read More >>>

Berdakwah dengan cara damai

16 Mar 2011 Leave a Comment

by nexlaip in Testimoni Tentang Jamaah Tabligh [Edit]

Jama’ah Tabligh

Berdakwah dengan cara damai

Oleh: Su’ud Hasanudin

 http://fospi.wordpress.com/2009/06/15/jamaah-tabligh/

Muqodimah.

India adalah sebuah wilayah yang cukup luas pada masa sebelum berpacahnya menjadi beberapa Negara; India, Pakistan, Bangladesh, Kashmir yang mesih menjadi sengketa.  Di negeri ini banyak bermunculan gerakan dan sekte keagamaan dengan macam dan ragamnya, mulai dari gerakan pencerahan keagamaan hingga singkritisasi perpaduan dari beberapa agama. Syiah islmailiyah, Deoband, Nadwatul ulama, Aligart movement, Berelvi, Tabligh, Ahmadiyah, Sikh, dan masih banyak lagi.

India masih dikenal sebagai Negara yang berpenduduk mayoritas hindu, namun didalam Negara India terdapat sejumlah masyarakat muslim yang jauh lebih besar dari masyarakat Islam di Indonesia yang disebut sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Demikian juga India tidaklah sepanjang masa dikuasai oleh masyarakat hindu, bahkan sebelum masukanya inggris ke dataran India masyarakat muslim pernah memimpin negara tersebut dalam bentang waktu yang cukup lama. Setidaknya dalam beberapa kitab hadits nama India terabadikan didalamnya, seperti dalam shohih al Bukhory[1] nama al hind disebut sebagai sebuah tempat yang pernah didatangkan dari wilayah tersebut sebatang kayu untuk dijadikan bahan atap masjid an Nabawi pada masa kholifah Usman bin Afan. Bahkan dalam sunan an Nasai[2] terdapat satu bab khusus mengenai Ghozwa tul Hind (pengiriman pasukan di India).

Bangsa India telah memiliki kekayaan budaya dan alam dan sudah dikenal oleh masyarakat dunia sejak lama, bahkan lembah mohinyo daro, dalam sejarah dilihat sebagai salah satu peradapan tertua di dunia. Dan dari kekayaan alam itulah bangs eropa tertarik untuk datang ke wilayah ini.

Masyarakat Islam berkembang di wilayah ini pada abad ke-8, setelah masuknya Muhammad bin Qosim, ke wilayah ini sebagai utusan dari pemerintahan Islam di Damaskus pada saat itu [3]. Pemerintahan Islam berdiri untuk pertama kalinya di dataran India pada kisaran tahun 712 M, berkedudukan di wilayah sind.[4]

Datangnya Ingris ke dataran India paling tidak telah merubah wajah dataran India, salah satu diantaranya adalah terpecahnya wilayah dataran tersebut menjadi beberapa Negara; India, Pakistan, Bangladesh, yang dahulu adalah satu wilayah kesatuan dengan sebutan India.

Munculnya multi movement di India

Setelah runtuhnya kekuasaan kerajaan monghul, umat Islam di India membentuk beberapa frond perjuangan, baik yang berbasis gerakan keagaaman, politik, maupun pendidikan.

Gerakan yang dipinpin oleh Shah Waliyullah ad Dahalwi adalah salah satunya sebuah gerakan pembaharuan yang membawa masyarakat Islam India kembali menyadari akan pentingnya karakteristik keIslaman. Laskar perjuangan (Jihat Movement) yang dipimpin oleh Syeh Ahmad (1785) adalah salah satu gerakan perjuangan melawan penjajahan Ingris dan menginginkan kembalinya pemerintahan kekhalifahan sebagaimana yang pernah terjadi pada generasi sahabat [5].

Sir Syed dengan ali garh Movement adalah sebuah gerakan pembaharuan dalam bidang pendidikan di dataran India yang di dirikan pada tahun 1857, dengan landasan ingin memperbaiki dengan mengangkat martabat bangsa muslim India.

Melihat gerakan Sir Syed Ahmad Khan yang cenderung menyimpang [6] para ulama India kemudian mendirikan Dar ul Ulum Deoband pada tahun 1867. 

Setelah beberapa kali terjadi konfik dan perseteruan antara gerakan Sir Syed dan Dar ul Ulum, ada beberapa pihak yang mencoba untuk menengahi masalah tersebut, kemudian didirikanlah Nadwat ul Ulama Lacknow. Gerakan ini berkeinginan untuk menyatukan dua fikiran yang dinilai bertolak belakang; yakni extreme modern development yang cenderung ke barat-baratan dan traditional approaches, prinsip utama Nadwat ul Ulama yang didirikan oleh Syed Muhammad Ali Cawnpuri adalah modern tanpa menghilangkan tradisi. 

Sementara dibidang politik, Muslim Leage diririkan tahun 1906 untuk memperjuangkan dan mengembalikan citra baik masyarakat muslim India. Pada umumnya orang-orang yang duduk di Muslim luage adalah buah dari gerakan Sir Syed dengan Aligarh College nya.

Dan dalam masa-masa menjelang pemisahan Pakistan dari India Jama’ah Tabligh didirikan.

Sejarah berdiri jama’ah tabligh.

Jama’ah Tabligh secara susunan bahasa diambil dari bahasa Arab: جماعة التبليغ , yang berarti “kelompok penyampai dan penyebar”. Jama’ah Tabligh didirikan pada akhir 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi di India.

Ada sejarah yang terpotong dalam melihat jama’ah tabligh, seringkali jama’ah tabligh diidentikan dengan Pakistan. Bukan hanya sebab memandang dari ciri khas meraka berpakaian, rewind yang tidak jauh dari pusat kota Lahor merupakan diantara tempat yang memiliki kedudukan khusus bagi para peminat jama’ah tabligh. Seringkali perhelatan besar diselenggarakan di tampat itu, bahkan ijtima (international conference) tahunan selalu dilaksanakan di kota tersebut.

Lahore sebenarnya bukanlah kota kelahiran asal jama’ah tersebut, melainkan jama’ah tersebut sebenarnya dilahirkan di Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi di India.

Muhammad Ilyas sendiri dilahirkan pada tahun 1303 H dengan nama asli Akhtar Ilyas. Ia meninggal pada tanggal 11 Rajab 1363 H.

Ketika Muhammad Ilyas melihat mayoritas orang Meiwat[7] (suku-suku yang tinggal di dekat Delhi, India) jauh dari ajaran Islam, berbaur dengan orang-orang Majusi para penyembah berhala Hindu, bahkan memakai nama-nama orang Hindu, serta tidak ada lagi keislaman yang tersisa kecuali hanya nama dan keturunan, kemudian kebodohan yang kian merata, tergeraklah hati Muhammad Ilyas. Pergilah ia ke Syaikhnya dan Syaikh tarekatnya, seperti Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi dan Asyraf Ali At-Tahanawi untuk membicarakan permasalahan ini. Dan ia pun akhirnya mendirikan gerakan tabligh di India, atas perintah dan arahan dari para syaikhnya tersebut. Merupakan suatu hal yang ma’ruf di kalangan tablighiyyin (para pengikut jamah tabligh) bahwasanya Muhammad Ilyas mendapatkan tugas dakwah tabligh ini setelah kepergiannya ke makam Rasulullah

Tujuan utama dari gerakan Tabligh ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim. Jama’ah Tabligh merupakan pergerakan non-politik. Jama’ah Tabligh juga merupakan gerakan Islam yang tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya, Ada dua hal yang tidak boleh diperbincang selama Tabligh, yaitu soal politik dan khilafiah.

Berkenaan dengan nama, mungkin banyak kalangan dalam jama’ah tabligh sendiri terkadang enggan menyebut nama gerakan tersebut dengan nama apapun. Tidak diketahui secara pasti siapakah yang memberi nama jama’ah tersebut dengan sebutan jama’ah Tabligh, namun yang pasti dari jaulah (perjalanan dakwah yang mereka tempuh) mengisyaratkan bahwasanya diambilnya nama tabligh karena keterikatan meraka dengan selalu mengadakan bepergian untuk menyampaikan Islam

Ajaran darsar Jama’ah Tabligh

Jama’ah Tabligh mempunyai suatu asas dan landasan yang sangat dipegang teguh. Asas dan landasan ini mereka sebut dengan al-ushulus sittah (enam landasan pokok) atau ash-shifatus sittah (sifat yang enam), dengan rincian sebagaimana berikut; More

JAMAAH TABLIGH BERHASIL MENJADI GERAKAN DAKWAH ISLAM YANG TRANSNASIONAL

16 Feb 2011 Leave a Comment

by nexlaip in Testimoni Tentang Jamaah Tabligh [Edit]

 

sumber:

Oleh Nldia Zuraya

Bermula dari keprihatinan terhadap kondisi Muslim di Mewat-sebuah dataran tinggi Gangetic di India Utara-yang telah jauh dari ajaran Islam. Syekh Maulana Muhammad Ilyas (1885-1944) tergerak untuk berdakwah. Ia mencoba memperbaiki kehidupan beragama umat yang telah menyimpang dan ajaran Islam.

Gerakan dakwah yang dirintisnya itu kemudian dikenai dengan nama Jamaah Tabligh. Para sejarawan meletakkan awal mula kemunculan gerakan dakwah itu antara abad ke-12 dan ke-13 M. yang merupakan fase pembentukan pemerintahan Muslim di India.

John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern, memaparkan, ketika Syekh Ilyas memulai gerakan keagamaannya di Mewat. kebanyakan orang Meo adalah Muslim, namun jauh dari ajaran Islam. Orang-orang Meo lebih banyak menjalankan praktik sosial-religius kepercayaan Hindu, daripada agama yang dipeluknya. yakni Islam.

Langkah awal gerakan Jamaah Tabligh yang dirintis Syekh Maulana Ilyas adalah membentuk suatu jaringan sekolah-sekolah agama berbasis masjid Tujuannya untuk mendidik kaum Muslim setempat tentang keimanan dan praktik Islam yang benar Ratusan sekolah agama pun berdiri dalam waktu singkat di kawasan Mewat.

Upaya itu. menurut Esposito. dinilai Syekh Maulana Ilyas hanya menghasilkan fungsionaris agama*, bukan menghasilkan pengkhutbah yang mau pergi dan pintu ke pintu dan mengingatkan orang akan tugas-tugas keagamaan mereka.

Sejak saat itu. Syekh Maulana Ilyas hijrah ke Read More >>>

Ulama-Ulama Besar Pendukung Jema’ah Tabligh

16 Feb 2011 Leave a Comment

by nexlaip in Testimoni Tentang Jamaah Tabligh, Ulama [Edit]

Ulama-Ulama Besar Pendukung Jema’ah Tabligh

 
1. Maulana Muhammad Ilyas Kandahlawi rahPencetus kembali usaha dakwah sebagaimana yang berlaku di zaman awal Islam yakni di zaman Rasulullah saw dan Sahabat ra. Beliau berketurunan Sahabat besar Abu Bakar As Siddiq. Keluarga beliau dikenali sebagai keluarga ahli ilmu dan agama. Berasal dari Jhanjana Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, India. Nama asal beliau adalah Akhtar Ilyas. Masa kecil beliau banyak dihabiskan di Madrasah samada Madrasah keluarga beliau maupun madarah besar di India. Beliau pernah berguru selain dari keluarga beliau yang terdiri dari bapa beliau sendiri, Maulana Yahya rah, Maulana Ismail rah. Manakala guru beliau di madrasah sekitar India ialah Maulana Abd.Rasyid Ahmad Ganggohi rah, Maulana Khalili Ahmad rah, Maulana Asyraf Ali Thanwi rah, Maulana Mahmudul Hassan rah. Dan ramai lagi yang tidak tercatit di sini. Hampir kesemua guru-guru beliau adalah pengarang-pengarang kitab muktabar serta tokoh-tokoh besar ulama benua India.Antara kitab karangan beliau yang terkenal adalah Al Abwabul Muntakhabah min Misykatul Musabbih 

2. Maulana Muhammad Yusof Kandahlawi rah.

Beliau adalah putera kepada Maulana Ilyas rah. Belaiu termasuk seorang ulama besar India. Belaiu telah memiliki karya beberapa kitab dalam bahasa A’rab. Antaranya Hayatus Sahabah dalam 3 jilid besar, Amanil Ahbar Syarh Ma’anil Atsar, Muntakhab Ahadis. Beliau juga termasuk seorang guru kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, Makkah ( Al’Iqdul Farid :16 )

3. Maulana In’amul Hassan Kandahlawi rah.

Beliau termasuk seorang ulama besar India yang oleh Syeikhul Hind (Maulana Mahmudul Hasan rah) dijuluki sebagai “Gudang Mufti” Beliau juga termasuk salah seorang guru kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, Makkah (Al’Iqdul Farid: 16)

4. Maulana Zhafar Ahmad Thanwi rah.

Beliau adalah penyusun kitab I’laa Ussunan (Ahadis Ahkam, terdiri dari 21 jilid, satu jilid khusus membahaskan pentingnya bermazhab dan bantahan untuk gulongan Wahabbi dan ghoiru Muuqallid. ( Al’iqdul Farid: 15)

5. Syeikhul Hadis Maulana Muhammad Zakaria Kandahlawi rah

Seorang pakar hadis yang menulis banyak kitab, antara lain: Al Abwab Wat Tarajim Lishohihil Bukhori, Awjazul Masalik Syarh Muwathok Imam Malik 15 jilid. Syarh Syamail Tirmizi, Al I’tidal fi Maratibir Rijal serta takhrij hadis beberapa kitab. Kitab yang paling terkenal adalah Fadhoil A’mal. Beliau pernah mengajar di Madinatul Munawwaroh. (Al’Iqdul Farid : 15)

6. Maulana Manzhur Nu’mani rah.

Penulis kitab terkenal Inqilabu Iran (Iran Revolution) kitab yang menedahkan hakikat Revolusi Iran dan perancangan Syiah. Telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

7. Sayyid Abul Hasan Ali An Nadwi rah.

Mudir Madrasah Nadwatul Ulama Lucknow, India. Bekas pemimpin Rabithah Adab Al Islami, Direktur Pusat Studi Islam Oxford dan anggota berbagai badan-badan Islam di negara-negara A’rab. Antara kitab-kitab tulisan beliau : Rijalul Fikri Wad Dakwah, Madza Khosiro ‘Alam Binhithotil Muslimin, Qashassul Nabiyyin, Sirah Nabawiyah. Beberapa kitab beliau mendapat penghargaan badan antarabangsa dan sebahagian tulisan beliau telah diterjemah dalam berbagai bahasa. Beliau juga adalah penulis kitab Biografi Maulana Muhammad Ilyas rah.

(Petikan dari kitab Meluruskan Kesalahfahaman Terhadap Jemaah Tabligh muka surat : 8- 9, Karangan Mulwi Ahmad Harun Al Rasyid , Temboro,Magetan Indonesia dengan sedikit pindaan untuk kesesuaian dalam Bahasa Malaysia)

Apa kata Ulama tentang Jamaah tabligh ?

16 Jan 2011 Leave a Comment

by nexlaip in Testimoni Tentang Jamaah Tabligh [Edit]

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Taefur Arofat, berharap masyarakat tak curiga berlebihan terhadap aktivitas Jama’ah Tabligh. Sebab, kegiatan mereka tak menyimpang dari Islam.

Salah satu Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Cilacap, Hasan Makarim, menyesalkan sikap Pemkab Cilacap yang megusir anggota Jama’ah Tabligh dari masjid-masjid yang menjadi tempat berdakwah. Aktivitas mereka di masjid murni kegiatan dakwah. Bahkan, dia menganjurkan agar Umat Islam di tanah air meneladani mereka. Meluangkan waktu sebentar untuk kegiatan dakwah. Bukan hanya mementingkan urusan duniawi.

http://idc.voa-islam.com/news/indonesiana/2009/08/19/767/berdakwah-tak-lagi-nyaman/

Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Cilacap, Hasan Makarim

16 Jan 2011 Leave a Comment

by nexlaip in Testimoni Tentang Jamaah Tabligh [Edit]

Salah satu Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Cilacap, Hasan Makarim, menyesalkan sikap Pemkab Cilacap yang megusir anggota Jama’ah Tabligh dari masjid-masjid yang menjadi tempat berdakwah. Aktivitas mereka di masjid murni kegiatan dakwah. Bahkan, dia menganjurkan agar Umat Islam di tanah air meneladani mereka. Meluangkan waktu sebentar untuk kegiatan dakwah. Bukan hanya mementingkan urusan duniawi.

http://idc.voa-islam.com/news/indonesiana/2009/08/19/767/berdakwah-tak-lagi-nyaman/

penggunaan kitab-kitab fadhoil amal (fadhoil amal, riyadhush sholihin, targhib wa tarhib, hayatush shohabah, dll)..

16 Jan 2011 Leave a Comment

by nexlaip in Testimoni Tentang Jamaah Tabligh [Edit]

http://fospi.wordpress.com/2007/10/02/gerakan-tabligh-dan-realitas-dakwah/

assalamualaykum..

Boleh saya urun rembug ?? semoga dengan berbagi informasi ini bermanfaat bagi kita semua.. Khususnya tentang penggunaan kitab-kitab fadhoil amal (fadhoil amal, riyadhush sholihin, targhib wa tarhib, hayatush shohabah, dll)..

yang mulia,
Sudah menjadi lazim bagi kita, bahwa kekuatan umat muslim bukan pada harta benda, pangkat/derajat, kekuatan senjata atau keduniaan. Namun, kekuatan umat muslim ada pada iman amal sholeh (amal agama)..Berkurang amal agama, akan menjadi melemahnya kekuatan muslim..Perang badar menjadi bukti (ketika umat yakin akan amal agama), perang uhud menjadi bukti (ketika umat berkurang akan amal agama), dan peristiwa2 lain..Berkurangnya amal agama pada umat ini, menjadi berkurang pertolongan Alloh Ta’ala pada umat ini dan menjadi konsekuensinya dengan semakin banyak maksiat yang terjadi pada umat ini akan menjadi berkurang dan melemahnya umat ini..

Hari demi hari umat ini semakin menjauh dari amal agama..Berapa juta umat muslim yang meninggalkan sholat jamaah, berapa juta umat muslim yang sholat tapi tidak tertib (waktu, tempat atau cara), berapa juta umat muslim yang sholat tapi masih kekurangan dalam kaifiyatnya..Itu baru masalah sholat, belum ke masalah lain..Padahal sholat adalah tiang agama, meninggalkannya berarti sama saja merobohkan tiang agama..Alloh SWT berjanji bahwa sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar..namun kenapa hari ini perbuatan dan keji itu merajalela dikalangan umat muslim..saling bunuh, saling ghibah, menjatuhkan kelompok lain, buka aib, dan perbuatan lainnya…

yang mulia,
Hari demi hari umat ini semakin menjauh dari umat agama, hari demi hari sangat berkurangan yang memberikan tentang kabar dari ayat Alloh SWT dan Sabda baginda rasulullah tentang kehidupan akherat, kampong asli kita..Sangat sedikit yang memberikan kabar tentang kehidupan tersebut, tentang bekal-bekal yang harus kita bawa..Yang ada adalah bagaimana kebanyakan memberikan kabar tentang keutamaan-keutamaan keduniaan ini, mau hidup enak tidak kena panas dan debu belilah mobil ini keluaran ini dengan harga segini..Mau hidup enak, kerjalah di perusahaan ini, gaji gede dapet tunjangan ini dan itu..Mau hidup enak, cobalah makan produk ini, terbuat dari ini dan itu..Mau hidup enak, cobalah cari suami yang berwibawa (bawa mobil, bawa rumah sendiri, bawa harta yang banyak, bawa emas, berlian dan sebagainya). Mau hidup enak cobalah produk ini, mandi anda jadi lebih praktis. Mau muka anda lebih cakep, pakai krim ini, pakai pembasuh ini, pakai lipstick/gincu ini itu, pakai masker ini, operasi ini dan itu supaya lebih lengkap..Setiap hari, hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, bahkan detik demi detik semuanya terus dikabarkan tiada henti..terus menerus..terus menerus..Di rumah, mau berangkat ke kantor, di kantor, di jalan, bahkan sampai di dalam mesjidpun tidak luput dari serangan ini..Kampung akherat dilupakan, iman amal sholeh dilupakan..Yang ada keagungan dunia dibesar-besarkan sehingga tertutup kebesaran akherat, tertutup oleh kecilnya dunia..
Jadi memang benar sabda baginda rasulullah saw “Aku tidak mengkhawatirkan kalian melakukan kesyirikan kembali sepeninggalku, tetapi aku khawatirkan kalian akan kemegahan dunia yang.”

Kemudian bagaimana mengcounter hal ini pak , bagaimana caranya yang kongkret yang bisa kita lakukan…Dan yang menjadi kenyataan bahwa umat muslim tidak hanya ada di Indonesia saja, tapi diseluruh alam, ada di Arab, afrika, Australia, soviet, asia, amerika, Alaska, dll..Dan wabah itu merajalela di kehidupan kaum muslimin seluruh dunia..

Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian yang nyata.. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (al ‘ashr 1-3)

Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104).

 yang saya muliakan,
Untuk itulah diperlukan untuk menghidupkan kembali kepada umat ini untuk mendorong mereka untuk jangan melupakan akherat, jangan melupakan ayat2 Alquranul karim, sabda-sabda baginda rasulullah saw, iman amal sholeh..Terus didorong setiap hari, tidak hanya perminggu, tapi setiap hari, karena berita tentang keutamaan-keutamaan dunia ini juga tidak mengenal waktu pagi, siang, sore malam, terus diberitakan..Oleh karena itu diperlukan program kerja yang bisa dijalankan oleh seluruh kaum muslimin baik itu awam maupun alim, baik itu di rumah bersama keluarganya, di masjid bersama masyarakat, di tempat kerja bersama teman-teman kerja, maupun ketika khuruj. Program untuk memperkenalkan kembali tentang keutamaan amal-amal agama, tentang kampong akherat lewat ayat-ayat Alquran dan sabda baginda rasulullah saw..

Dan dalam program tersebut dipergunakanlah kitab-kitab yang berhubungan dengan fadhoil-fadhoil amal (kitab fadhoil amal, kitab riyadhush sholihih, kitab targhib wa tarhib). Penggunaan kitab-kitab tersebut berdasarkan hasil musyawarah, sudah menjadi umum, bahwa di arab menggunakan kitab riyadhush sholihin. Itu tidak masalah, yang penting adalah TUJUAN MAKSUD penggunaan kitab-kitab tersebut..Yaitu, program pengenalan tentang amal-amal sholeh, tentang akherat sehingga terdorong umat ini untuk beriman dan beramal sholeh…

Apakah penggunaan kitab fadhoil amal maulana zakariya itu wajib menjadi pegangan???
Ini berita dari mana, tidak ada yang mewajibkan, semuanya hasil musyawarah, bahkan kenyataannya di arab bisa diganti sesuai dengan hasil musyawarah..

Kemudian bagaimana dengan penggunaan hadits dhoif dalam kitab fadhoil amal tersebut..?? More

13 thoughts on “Testimoni

  1. Assalamu’alaikum Mas .
    Syuqron dah bertandang ke naksara. Kayaknya bisa belajar banyak nih, ane. Konsultasi? Topiknya bebas ya mas? Hade pisan euy! (bhs sunda, red.). Salam ukhuwwah selalu.
    Wassalamu’alaikum

  2. Assalamualaikum,wr wb
    Segala puji bagi Alloh yang telah menjadikan dunia maya ini sebagai media silaturohmi.Salawat dan salam kepada Baginda Nabi Saw,keluarga dan sahabat beserta pengikutnya yang telah menjadikan siapapun terikat sebagai saudara dalam agama Islam ini.Terimakasih kepada pembuat blog ini yang telah berdaya upaya mewujudkan idealismenya.Perkenalkan saya,seorang hamba Alloh yang telah dikaruniai seorang istri dan tiga orang anak,bermaksud mencari tempat tinggal dan tempat usaha di daerah jawa tengah atau jawa timur.Saat ini saya sedang tinggal di daerah Bandung,saya berencana pindah sekeluarga Insya Alloh bulan Oktober.Bilamana ada yang punya info atau mau menjadikan saya sebagai tetangga sekaligus saudara saya sangat berterimakasih sekali.Mudah-mudahan menjadi jalinan ukuwah islamiyah.Jazakumulloh khoiron kasiro

    email darma_aji49@yahoo.co.id
    HP 081 931 324 346

  3. mau tanya nih, boleh apa tidak apabila kita mengambil satu ayat dari satu surat dalam Al-Quran lalu kita gabungkan dengan satu ayat lagi dari satu surat yang lainnya, yang apabila kita artikan seluruhnya menjadi satu kalimat ?. sebagai contoh spt ini :

    Lahuu mulkus samaawaati wal ardh, wa ilal laahi turja’ul umuur, wa ja’altu lahuu maalam mamduudaa, wa lasaufa yardhaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s