Jama’ah Tabligh Adakan Pertemuan Besar di Dhaka

Monday, 25 January 2010 08:56
E-mail Print PDF

Ditaksir lebih dua juta orang pengikut Jamaah Tabligh (JT) akan bertemu di Dhaka, Bangladesh. Selama tiga hari mereka  mendengar bayan

Hidayatullah.com—Jutaan orang dari segala penjuru dunia ramai menghadiri acara  ‘Biswa Ijtima’ (pertemuan Muslim dunia) di mana tahun ini jatuh pada hari Jumat, 22 Januari 2010. Tahun lalu,  acara ini jatuh pada 1 Februari 2009. Acara berlangsung di tepi Sungai Turag, di sebuah kota kecil sebelah utara ibu kota Bangladesh, Dhaka.
Acara tiga hari ini berfokus pada doa dan  ceramah agama.  Khotbah diterjemahkan ke dalam lebih dari setengah lusin.  Mereka membahas Al-Quran, menghadiri kuliah yang diberikan oleh para ahli dari seluruh dunia dan berbagi catatan tentang cara-cara untuk menyebarkan pesan Islam.
Tahun ini, diperkirakan 2 juta Muslim  menghadirinya. Pertemuan massal ini  diselenggarakan oleh Dewan Jamaah Tabligh, sebuah kelompok keagamaan non politik yang didirikan oleh Syeikh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi.
Fasilitas permanen seperti toilet dan kamar mandi telah didirikan sementara pasokan air pipa yang telah diinstal sebelumnya, sudah ada di sana.
Dokter bekerja sepanjang waktu di kamp-kamp kesehatan gratis, yang diatur untuk memberikan dukungan medis kepada para peserta, jika diperlukan. Dua puluh ambulan juga tersedia di sana, kata para penyelenggara.
“Setelah ibadah haji, pengumpulan Islam terbesar adalah ‘Bishwa Ijtima’ ini,” kata Hossain Alamgir Geo Television Network pada hari Sabtu, 23 Januari kemari.Hossain bergabung dengan dua juta Muslim di tepi sungai Turag di pinggiran ibukota Dhaka untuk menghadiri acara Tabligh ini.
Pemerintah ikut sibuk dengan mengambil langkah-langkah keamanan yang ketat untuk memastikan kedamaian jalannya acara. Personil keamanan akan memantau, melalui CCTV lapangan tempat dimana para jemaat tinggal dari menara diatur untuk tujuan itu. Dua helipads dan 10 menara telah dibuat.
“Anggota polisi di mana-mana, ribuan polisi terlibat di mana-mana untuk memelihara hukum dan ketertiban dalam ‘ijtima’ daerah,” ujar petugas polisi kata Abdus Sattar.
“Kami memiliki pasukan tambahan yang dikerahkan tahun ini karena negara terus-menerus menghadapi ancaman oleh kelompok-kelompok tak bertanggungjawab,” kata seorang polisi senior yang menolak disebutkan namanya.
Negara-negara yang hadir termasuk dari India, Pakistan, Arab Saudi, Afghanistan, Libanon, Kanada, Qatar, Bahrain, Kuwait, Thailand, Singapura, Maroko, Jepang, Filipina, Mesir, Suriah, Bhutan, Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Nigeria, Afrika Selatan, Turki, Italia, Swedia, Jerman, Swiss, denmark dan Spanyol.
Presiden Zillur Rahman, dalam sebuah pesan, berkata, “Saya mengirimkan salam saya kepada saudara-saudara Muslim yang bergabung dengan’Biswa Ijtima 2010.”
Dia mengatakan ideologi besar Islam adalah jalan damai dan kesejahteraan bagi umat manusia. Ia berharap kegiatan tahunan ini akan memperkuat kesatuan bangsa dan umat Muslim di seluruh dunia.
Ia berdoa untuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi para peserta dan umat Muslim pada kesempatan ‘Biswa Ijtima’ itu.
Kumpulan Jamaah Tabligh (JT) dirintis ulama Muhammad Ilyas, pada 1946. Acara rutin seperti ini telah menjadi acara tahunan yang dimulai sejak 1966.

Dengan jumlah penduduk 144 juta, Bangladesh adalah dunia ketiga terbesar di negara berpenduduk mayoritas Muslim. [iol/ap/www.hidayatullah.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s