“Wanita Ternyata Tidak Benci Poligami”

4.jpgPoligami tidak ada habisnya dibicarakan di berbagai forum, milis, pengajian, dan di banyak pertemuan bahkan sampai diangkat ke film yang sedang booming saat ini “ Ayat – ayat Cinta” .

Pembicaraan seputar poligami tidak jauh dari boleh atau tidaknya poligami, serta setuju atau tidak setujunya mereka yang terlibat dalam pembicaraan tentang poligami. Bisa ditebak yang setuju kebanyakan adalah kaum pria walaupun tidak semuanya setuju dan yang paling banyak tidak setuju adalah kaum wanita walaupun tidak semuanya tidak setuju.

Begitu bencinya kaum wanita dengan poligami sampai sampai seorang Da’i yang telah banyak memberikan manfaat bagi umat dibenci hanya karena melakukan poligami, padahal bisa jadi yang dibenci itu lebih baik dari yang membenci. Pasti segala keputusan sudah dipertimbangkan dengan baik dan disesuaikan dengan Aturan Allah SWT ( insya Allah ) malah kebencian kaum wanita terhadap maksiyat tidak sebesar kebencian terhadap poligami yang halal.

Ada satu kisah nyata tentang seorang anak yang bernama Eric yang hidup di Polinesia. Eric tidak pernah tahu siapa ayahnya.

Bahkan “ayahnya” tidak pernah tahu jika ibu Eric hamil, karena “ayah” Eric yang orang Perancis, hanya berzinah dengan pelacur (ibu Eric) ketika singgah di Polinesia, dan segera pergi begitu kapalnya berlayar.

Setiap ada kapal datang, Eric mendekat dan berharap bisa bertemu ayahnya. Tanpa kasih sayang seorang ayah, Eric sempat putus asa dan ingin bunuh diri. Itulah akibat poligami liar/zina!

 

Ada juga yang karena berzinah, baik dengan wanita biasa atau pelacur, akhirnya ketika hamil, mereka menggugurkan kandungannya dan membunuh janin yang tidak berdosa.

Berdasarkan paparan diatas sebenarnya sudah dapat disimpulkan bahwa “wanita benci poligami”, lantas kenapa judul postingan ini “Wanita Ternyata Tidak Benci Poligami

“??? sangat bertentangan bukan. Mau tahu kenapa?

Memang benar wanita tidak benci poligami, yang wanita benci atau tidak suka atau tidak diterima sebenarnya adalah posisi wanita sebagai istri pertama dari suami yang melakukan poligami. Loh kalau begitu berarti wanita tidak benci kalau menjadi istri kedua dari seorang suami yang berpoligami? Saya ingin mengingatkan pembaca terlebih dahulu, bahwa apa yang saya tulis ini adalah opini saya yang bisa benar atau salah dan ini terbuka bagi siapa saja yang membaca untuk memberikan komentar dan opininya.

Pada saat seorang wanita menikah dengan pria yang dianggap terbaik dalam pandangannya maka wanita merasa menjadi seorang yang paling beruntung dibandingkan wanita lainnya karena sudah dipilih oleh pria pujaannya dari sekian banyak wanita yang ada di seluruh dunia dengan kata lain telah berhasil mengalahkan wanita lainnya.

Perasaan menjadi seorang yang spesial itu akan hilang dan terusik ketika datang wanita lain yang ternyata dipilih juga oleh suaminya tercinta. Kedudukan sebagai istri satu – satunya yang spesial kini harus berubah menjadi istri pertama dan harus menerima kehadiran istri kedua berbagi dengan wanita lain.

Kenapa saya bilang wanita ternyata tidak benci poligami? Karena poligami itu terjadi apabila ada satu suami dengan dua orang istri atau lebih yang tentunya adalah wanita.

Nah istri kedua adalah wanita yang jelas – jelas tidak membenci poligami, karena terbukti dia rela dinikahi oleh seorang pria yang sudah meiliki istri. Istri kedua tidak membenci poligami karena pada posisi menang, artinya dipilih oleh seseorang yang memang dianggap terbaik juga oleh dirinya d.Si istri pertama membenci poligami? Tidak, yang dibenci adalah posisinya sebagai istri tua, atau orang yang memiliki pesaing tidak lagi menjadi spesial , satu – satunya.

dhk.jpg Bagi yang sudah menonton Film ”Ayat-ayat Cinta” bagaimana pandangan anda terhadap si istri pertama yang menganjurkan Suaminya menikahi wanita lain yang juga mencintai suaminya dan sangat membutuhkan pertolongan. Mulia sekali ………..itulah pasti yang tergambar dalam benak anda baik lelaki maupun perempuan. Kenapa calon istri kedua tetap mau dinikahi padahal tau si lelaki sudah mempunyai istri, dan banyak lagi wanita – wanita lain yang tetap rela dan ingin dinikahi walaupun si lelaki sudah mempunyai istri 2, jadi ternyata lebih banyak wanita yang tidak benci poligami, yang dibenci adalah posisinya dalam poligami.

Nah itulah opini saya, kalau anda?

ada satu kisah nyata tentang seorang anak yang bernama Eric yang hidup di Polinesia. Eric tidak pernah tahu siapa ayahnya.

Bahkan “ayahnya” tidak pernah tahu jika ibu Eric hamil, karena “ayah” Eric yang orang Perancis, hanya berzinah dengan pelacur (ibu Eric) ketika singgah di Polinesia, dan segera pergi begitu kapalnya berlayar.

Setiap ada kapal datang, Eric mendekat dan berharap bisa bertemu ayahnya. Tanpa kasih sayang seorang ayah, Eric sempat putus asa dan ingin bunuh diri. Itulah akibat poligami liar/zina!

 

Ada juga yang karena berzinah, baik dengan wanita biasa atau pelacur, akhirnya ketika hamil, mereka menggugurkan kandungannya dan membunuh janin yang tidak berdosa.

62 thoughts on ““Wanita Ternyata Tidak Benci Poligami”

  1. wekekkek..hidup itu ga cuma dari satu sisi mas..” satu sisi dari pada berzina ..satu sisi daripada menelantarkan janda..?(bulshit …aakrrrh !!)..”

    tega ya nyakitin pasangan kita yang udah berabad-abad dampingin kita dalam duka..duka..duka..dan Suka…( hehe..kesannya ga prnh hepi..)

    oia kalo mw sunnah Rosul yaudah..berjenggot ajah cukup kan?

    Allah aja bisa cemburu kenapa istri ga bisa…

    : )

  2. hmmmm…
    *mikir mau komen apa*
    abis nonton ayat2 cinta, suami telp n nanya “gimana bun, siap ga kalo dipoligami?”
    saya nanya balik, ” lha ayah, siap ga disunat lagi” 😆

    emang kalau sunatnya sekali kurang apa ya mba ?

    🙂

  3. hmm.. mnurut aku… tiap2 orang yg melakukan sesuatu tentunya sudah memikirkan segala resikonya.. dan segala resiko itu memang ditanggung sendiri… trs terang saya agak apatis dengan poligami ini. dibilang ga setuju, nyatanya bnyk juga yg mau… dibilang setuju, saya sendiri kalo dipoligami *melirik komen Menik* mungkin saya akan melontarkan pernyataan yg begitu juga😀

    ga setuju di posisi yang mana?🙂 kalau yang kedua? wah bisa2 tukang sunat kebanjiran order nih🙂

  4. Aslkm…….waah..ada minat neh mas ? hehe…(canda)

    ya..itukan udah ada dlm Qur’an, ya perempuan setuju dgn Poligami, karna para wanita tidak mau menentang Qur’an. Tapi kurang setuju dgn suaminya berpoligami….hehe. Untuk para suami-pun hrs berpikir sejuta kali…hehe.

    🙂 wah ……kelihatannya begitu ya pak? :)…….

  5. poliami adalah solusi
    cuma dalam Islam kan dibatasi
    dan bagi lelaki yang melakukannya
    benar2 harus sudah mapan
    mapan dalam iman, mapan dalam ilmu, mapan dalam finncial, mapan dalam memanajemen rumah tangga.
    Jadi jika itu lelaki itu bener2 mapan, istri yang baik takkan menentag putusan

  6. mm yah seperti itu mungkin adanya posisi dalam poligami, demikian juga sih dalam berteman, ketika seorang teman baik kita lebih memilih teman yang lain seperti itu perasaan2 kecil ketika kita melakukan poligami.
    betul2 butuh ikhlas dan sabar yakz

  7. Wah wah wah, poligami nih (it’s all about love, cinta dan sayang, jika cinta kehilangan maknanya, true love dll). Anda mau poligami? Apa sudah yakin bisa berlaku adil? apa istri pertama ridho? apa anda pun ridho? memang bukan, apakah masyarakat ridho?

    Hal mendasar jika mau poligami adalah keridhoan dan keadilan. Yang pertama mudah diketahui, yang kedua kudu dijawab oleh diri masing-masing dan langsung terkait dengan Allah. Apa ukuran adil dalam hal ini? Jika istri pertama dan kedua dst, ridho atas perlakuan suami; itulah adil. Namun masalah lain akan muncul, apakah perlakuan suami itu yang terbaik untuk istri-istrinya? semua berpulang pada pribadi sang suami. namun, yang kudu diingat adalah pernyataan Allah bahwa sebaik-baik dari kalian (para suami) adalah yang paling baik dalam memperlakukan keluarganya.

    Ingin lebih jauh tentang cinta dan sayang? silahkan klik nama saya. syuqron mas adit

  8. Bagiku poligami itu memang boleh tapi bagi yg bener2 mampu. Dan saat ini, rasanya susah mencari org yg “mampu” tsb. Yang ada hanyalah memakai kedok boleh tadi utk memuluskan “udang di balik bakwannya”.

    Satu org istri saja pasti tak akan pernah habis utk kita limpahkan sayang dan perhatian.

  9. hemmm agak ragu aku buat ber-komen
    pertama saya sendiri sbg hamba yg berusaha taat pd aturan2 Allah, sedang berusaha ikhlas bahwa memang ada hukum poligami dalam islam, tapi bukan berarti siap untuk dipoligami.

    Sekedar info aja mengenai hukum asal poligami. Hukum poligami yg saya tau adalah Boleh/ Mubah, jadi tidak sampe pada taraf sunah. Yang namanya hukum boleh itu artinya bila dilakukan tdk mendapat apa2, ditinggalkanpun tidak mendapat apa2. Berbeda dg sunah, dilakukan mendapat pahala. Tapi hukum boleh ini bisa mendatangkan pahala jika dilakukan sesuai dg aturan yg ditetapkan Allah, dan bakal menjadi bencana jika penerapannya tidak sesuai aturan Allah. Allah menetapkan bagi siapa yg ingin berpoligami maka harus bisa bersikap adil. Untuk definisi adil bisa liat komen mas Adi Sucipto.

    Pernah dalam suatu kajian, Saat membahas materi poligami ini ada ilmu yg baru saya tahu, bahwa pada saat wanita akan menikah, wanita berhak mengajukan syarat2 buat calon suami untuk dipenuhi, dan masalah keberatan untuk dipoligami bisa dimasukkan dalam sighot nikah yg tertulis dalam buku nikah. Wanita yg mengajukan syarat untuk tidak mau dipoligami bila disetujui calon suami maka selama perjalanan usia pernikahan tersebut si suami wajib menaati, karna posisi memenuhi perjanjian nikah hukumnya lebih tinggi (wajib) daripada poligami yg hukumnya boleh.

    jadi buat yg belum menikah, bisa tuh dipersiapkan syarat buat calon suami “untuk tdk mau dipoligami”
    dan ini tdk menyalahi aturan.

  10. Poligami, atau ta’adudz (bahasa sononya) lebih untuk menyelesaikan persoalan, bukan malah menambah persoalan. Hanya saja banyak orang2 yang melegalkan poligami dan menelantarkan istri dan anaknya yang lain. Inilah oknum penjahat poligami.

    Semua tergantung kemasannya! Kalau kemasan bagus dibingkai dengan bagus maka menghasilkan barang bagus. Nah kalau kemasan jelek dibingkai dengan sesuatu yang bagus, pasti nanti akan terkuak kejelekannya.

    Jadi poligami adalah hal yang bagus, tetapi orang yang melaksanakannya harus berhati2!

  11. Mas Adit, soal poligami…saya tau bahwa poligami itu boleh ,tapi ada syarat2 yg harus dipenuhi kan, misalnya harus izin dulu dari istri pertama (dan sbg istri pertama pasti saya bilang gak boleh hehehehe), dan boleh kalo emang istri pertamanya gak bisa memenuhi kewajibannya lagi, atau alasan2 urgent lainnya…dan itupun masih ada syarat lain yaitu harus adil..(emang yakin nih kita bisa adil…).

    terus buat bapak2 yang mau poligami..coba dipikirkan lagi neh…menikah untuk yang kedua kali belum tentu tambah seneng, dan yang jelas sudah pasti istri pertama akan sakit hati banget (dan luka hatinya akan ada terus seumur hidupnya kan…)…jadi buat apa ngambil resiko yang belum jelas dengan istri kedua dan menyakiti istri pertama?

    harus adil ya……

  12. “poligami” itu khan sbenernya belajar utk ber ikhlas,adil,dan sabar..
    yaa..tergantung niatnya juga siy…
    berhubung ahlak islam saya ga bgitu kuat2 bgt jadi yaa…niatnya nafsu…
    hihii..

  13. :mrgreen:

    ada benernya juga pendapat sampeyan mengenai: yang wanita benci atau tidak suka atau tidak diterima sebenarnya adalah posisi wanita sebagai istri pertama.
    Tapi bagaimanapun, itu adalah reaksi manusiawi dan tidak melekat pada wanita saja, lelaki pun aku yakin tidak suka atau benci kehilangan predikat the one and only.
    Hal yang sama juga terjadi dalam posisi yang kedua, penerimaan itu adalah penerimaan dalam bentuk kompromi atas keadaan.

    Menurut ku ada border yang transparan antara ikhlas dengan nrimo. Pada ikhlas, ada nilai pemberian mutlak, sedangkan nrimo, tercerat keterpaksaan disana, sebuah pengorbanan atas perasaan.

    Perasaan Sakit (yang manusiawi) itu akan tawar, memang, seiring waktu. Bukan karena tiadanya tapi karena biasanya.

    nice post

    salam

    Makasih, nice comment 🙂

  14. nice post, iam women, and i am agree that women didn’t hate poligami.
    ya, bener, yang dibenci sebenernya adalah predikat sbg istri tua, ato pertama yang membuatnya tdk menjadi the only one again. tapi kalo tingkat keimananya sudah dia atas normal kaya Teh Nini pasti hal tsb dijadikan suatu jalan utk lebih mendekatkan diri pada-Nya. krn Alloh tdk akan membiarkan umatnya bilang”aku lo sudah beriman, kok diuji lagi sih”. Hidup ini memang isinya ujian, hanya manusia2 pilihan yang bisa lulus ujian dan nanti kembali di akherat dg senyum kemenangan. Kalo menurut sy, pihak laki-laki bukannya tambah enak lho dg poligami (pelaku yg bener lho, bukan yg berkedok), tanggungjawab thd Tuhan bener2 diuji. Seperti Aa’ Gym, tidak patut masyarakat menghakimi, heran saya dg mereka, lha wong Teh Nini aja ikhlas kok masyarakat geram, sampai masalah poligami masuk ke meja DPR utk dibuat UU. haduh, haduh berlebihan kalo menurutku. itu kan hak asasi, kalo ga’ setuju ya ga’ usah melakukan, bilang sama suami masing2, tp tdk perlu sampai demo mengatasnamakan hak asasi, ato emansipasi. Sampai ada ancaman poliandri segala, sy kira yg rugi perempuan, lagian di Islam ga ada aturan, krn sifat perempuan itu ya begitu itu, tp sy mengerti itu reaksi emosional perempuan.
    sudah saatnya kita melihat permasalah secara holistik, tdk memikirkan kepentingan sendiri. buat Aa’ Gym semoga Allah meridhoi, dan diberi kesabaran. insya Alloh Aa’ Gym imannya jauh dari kita, makanya cobaannya lebih berat, coba kalo imannya jongkok pasyi sudah stres menghadapi masalah sperti itu. dihujat dmn2, bisnis anjlok, tp bagi orang beriman pasti mengambil hikmah dr semuanya. dan pasti membuat closer with God.

  15. aiiiih inilah fakta yg berat…
    satu sisi siapa yg hendak dimadu???
    satu sisi keadaan begitu mendesak dan demi menyelamatkan kehormatan suami..

    *serba salah*

    semoga aku terhindar dr hal2 demikian amiiin😉

  16. Setuju atau tidak setuju itu terserah masing-masing individu. Tetapi meskipun tidak setuju lebih baik tidak menyalahkan orang yg poligami. Biarlah mereka menjalankan haknya.

  17. *Waktu mau komen ini saya merenung sejenak….
    Kata Pak Tifatul Sembiring, poligami itu masalahnya perlu atau tidak perlu…
    Kalo kata saya, silakan poligami kalo sanggup (sanggup memberi makan beberapa orang isteri dan beberapa orang anak, sanggup membawa semua anggota keluarganya ke surga, sanggup tidak membuat hati sang istri pertama tersakiti, sanggup membagi waktu dengan adil, dan kesanggupan2 yang lain)

  18. to : Sluman Slumun Slamet : mau kawin lari yaaa?

    Nengthree : nikah aja belum apa yang mau dibagi ?🙂

    Rosyidi : Siip mas

    Nin : intinya tidak menzzhalimi ya?

    Waterboom : Hidup !!!!

    Hedwig : Tanggung Jawab atas tindakan yang diambil

  19. wah..wah.. saya sebagai wanitaaa😛 kayaknya nggak bisa berhati besar seperti di film AAC itu de.. nah balik lagi dah q tanya.. sebenarnya kesetiaan itu apa si? apakah poligami juga adalah suatu bentuk kesetiaan?

  20. kalo dibilang benci dengan poligami itu sedikit prosentasenya….. yang lebih banyak prosentasenya adalah “tidak mau dipoligami……..”. Sepakat dengan poligami tapi kalo ditanya siapkah teh muti di poligami……??? tunggu dulu jawabnya……

  21. wanita…? ingin di cinta dan dimanja.. Poligami..! bukan membenci, tapi kalau ada yang menanyakan kita mau di poligami.. tentunya dengan menjawab antara iya dan tidak..! Perlu proses yang lamaaaa
    Cos.. artikelnya oke

  22. Saya belum menikah, jadi kurang paham bagaimana perasaan cinta kepada suami. Tp cuma bisa berdoa, semoga cinta saya kepadanya itu engga berlebihan – tetap di kadarnya. Semoga yg saya harapkan itu hanya ridho dari suami agar mendapat keselamatan dari Nya. Amin.

  23. poligami memang tidak seharusnya dibenci karena Allah membolehkannya di dalam Al-Qur’an, walaupun tetap ada kata-kata bahwa tidak ada yang adil selain Allah. Ya tergantung persepsi orang masing-masing.

  24. lain di ayat2 cinta, lain di dunia nyata. walau memang ada tp kecil persentasenya. dan umumnya ada syarat2 tertentu. di film itu sendiri faktanya kan fahri menolak, tp demi niat sang istri yg menginginkan fahri tidak di hukum mati terlebih dalam keadaan mengandung, fahri mau juga. menurut saya itulah sebaik2nya wanita yg bisa tetap bersabar walau hatinya terluka. wajar kan? mana ada wanita mau di poligami kecuali bila dia punya kekuatan hati.

  25. Bagi saya, itu kembali ke diri manusianya. Mau setuju monggo, nggak setuju yo wis. Semua punya alasan yang kuat mengapa harus setuju atau nggak. Memaksakan kehendak itu sia-sia, bikin perang saja.:mrgreen:

    ~YangJelasSayaTidakPeduliApalagiSetuju

  26. kalo saya sih membenci semuanya Mas, benci pelakunya, benci jadi posisi yang dipoligami, benci juga dengan posisi istri kedua. karena banyak pihak yang akan tersakiti disana, baik dari para pelaku dan korban, maupun dari pihak keluarga. kalo udah banyak yang merasa sakit, berarti poligami bukan lagi hal yang mudah, karena dosa jadi tambah banyak. ikhlas itu cuma Allah yang tau, adil juga cuma milik Tuhan.

    jadi lah poligami cuma bikin dosa, mau begitu???

  27. Pada prinsipnya sunnah itu ada 2 yaitu perkataan dan perbuatan nabi S.A.W jadi poligami itu sunnah karena merupakan perbuatan nabi S.A.W. (bukan mubah).

    maka tinjauan dari sisi agama maka orang yang menolak poligami atau tidak menolak “tapi” juga tidak menyetujui sunnah itu atau setuju dengan “tapi”, maka dia adalah seorang muslim/muslimah yang agamanya disandarkan pada hawa nafsunya (tidak Kaffah). Rasulullah S.A.W. bersabda, “belum sempurna iman seorang muslim sebelum hawa nafsunya disandarkan pada agama yang aku bawa” dan kita semua tahu bahwa agama yang tidak sempurna dapat memampirkan kita ke Neraka (Na’udzubillah..).

    lalu tinjauan segi sosial, perbandingan jumlah wanita dan laki-laki kurang lebih 4:1. jika 1 laki-laki menikahi 1 wanita maka 3 wanita tidak mendapatkan suami yang dapat menafkahinya lahir dan batin (fitrah wanita) jika nafkah lahir mungkin dia bisa menjadi wanita karir tapi nafkah batin??? hal itu berdampak banyaknya profesi yang bisa menafkahi lahir dan batin seorang wanita sekaligus (dengan tidak halal tentunya;prostitusi). maka poligami adalah solusi dari masalah sosial yang dihadapi manusia.

    maka saudara/i-ku yakinlah bahwa ALLAH S.W.T. yang menciptakan kita lengkap dengan masalah dan solusinya. tidak ada yang benar kecuali apa yang telah disyariatkan oleh ALLAH S.W.T. melalui Rasulullah S.A.W.

    semoga jadi renungan…

  28. Saya hanya bisa berkata ALLOH MAHA BESAR.
    Biarkan waktu yang bicara, sesuatu yang di buat ALLOH ada tujuannya dan tidak akan pernah sia sia. Dan bukan berarti Nabi MUHAMMAD salah karna melakukan poligami.
    ALLOH MAHA MERENCANAKAN SESUATU, dan Nabi kita adalah Nabi akhir zaman sekaligus pemimpin untuk umat akhir zaman yaitu kita semua. Dan Al Quran adalah kitab yang Maha Sempurna. Setiap masalah memiliki dua sisi, pahamilah dengan logika baru berpendapat.

    Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi nanti, mungkin di zaman ini Poligami adalah hal yang tidak wajar. Tapi bagaimana jika suatu saat dunia di penuhi oleh kaum wanita dan hanya segelintir pria yang ada. Dengan apa manusia akan meneruskan keturunannya sementara kaum pria sudah sangat langka, dan bilapun ada sudah beristri. Bagaimanakah nasib wanita yang masih melajang? Apakah wanita tidak ingin meneruskan keturunannya dan mungkinkah manusia juga akan punah? Apakah di zaman itu poligami tetap dilarang hanya demi ego semata.

    Segala sesuatu memiliki tempatnya sendiri. Di zaman ini saya pun cukup satu istri untuk selamanya saya cintai. Tapi saya tidak mengatakan poligami itu salah, karna kita tidak pernah tau apa yang akan trjadi nanti. Dan ALLOH MAHA MENGETAHUI dengan segala ilmunya. Faktanya jika kita lihat dari data statistik setiap tahun jumlah wanita semakin bertambah dan jumlah pria berkurang. Belum lagi dari sebagian pria yang ada terbagi oleh kaum homo sexsual yang makin menjamur. Jadi sedikit sekali jumlah pria di banding wanita. Dan belum tentu dari jumlah pria yang sedikit memiliki hati yang baik.

    Apapun itu adalah rahasia ALLOH dan waktulah yang akan menampakannya. Berpeganglah kita pada Al Quran dan Hadis dari fitnah akhir zaman yang akan kita hadapi.
    Semoga ALLOH melindungi umatnya yang bertaqwa.
    Amin….

  29. Adakah suami yang berpoligami dan ternyata tidak mampu,mau mengakui bahwa dia tidak mampu??? Apa yang akan dilakukannya??? Tetap bertahan dgn keangkuhannya atau mencari pembenaran bhw ALLAH mentakdirkan kemampuannya emang terbatas dan tak ada yang sempurna??? Adakah rasa takut akan siksa ALLAH dipadang mahsyar atas ketidakadilannya sempat mampir dibenaknya???
    Hanya pertanyaan itu yang berputar dibenakku….. Tapi aku hanya bisa menarik nafas panjang… ALLAH tidak akan menyia-nyiakan amal baik para wanita yang bersabar, dan biarlah dosa2 ketidak adilan suami menjadi urusannya dengan ALLAH. Itu resikonya. Beruntunglah para wanita yang dipoligami yang semakin mendekatkan diri pada ALLAH, krn semoga kunci menuju syurga telah ada ditangannya . INSYA ALLAH…

  30. Pilih poligami bererti pilih Allah dan Rasul. tolak poligami bererti tolak Allah dan rasul. Pilihannya cukup mudah bukan? Allah membenarkan poligami kerana Allah tahu semacam apa sifat-sifat lelaki dan juga perempuan yang telah Dia ciptakan. Tidak mungkin Allah tersilap dalam membuat hukum. Sudah pasti Allah Maha terpelihara dari bersifat zalim bukan?
    Oleh itu jangan banyak soalnya. Kalau mampu dan sudah tiba masanya, silakan berpoligami. Ikutlah Rasulullah, Para Nabi-nabi lainnya, para sahabat dan Para wali. Paling mudah, ikuti orang-orang soleh dan bertaqwa yang bisa kita lihat hari ini.
    Ya, jika belum sampai seruan poligami….teruslah memperbaiki ibadah-ibadah yang lebih utama. yang penting bukan kehidupan kita di dunia, tapi kehidupan kita di akhirat yang abadi. Di sana, siapa pilih Allah dan rasul akan menjadi jiran Allah dan rasul di syurga, mau tidak?

  31. lah poligami sama siapa dulu? kalau sama janda miskin tua plus nenek si boleh aja. kalau sama gadis lagi? itu sunah atau nafsu. istri pertama nemenin dari hidup nol loh biasanya. saya yang belum nikah aja sakit hati denger orang yang dimadu dan tidak menyukai madunya. jangan mengatas namakan sunnahlah buat nafsu. gimana jika ibu atau anak perempuan mas yang dipoligami???

  32. poligami adalah hak kaum lelaki muslim yang taat kepada perintah Allah dan Rasulnya. . mampu berbuat adil seperti dia telah membahagiakan istri pertamanya. .. bagi yang muslim janganlah mencela firman Allah . . karna tidak layak anda dikatakan muslim kalo benci firman Allah :”Nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua, tiga, atau empat—kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, kawinilah seorang saja—atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya. (QS an-Nisa’ [4]: 3).

    Ada saatnya seorang suami wajib melakukan poligami. . . poligami lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya kalo dipandang dengan ilmu positif seperti berbagi kebahagiaan antar istri, menambah hubungan silaturrahmi antara istri2 dan keluarganya. . membantu tugas istri pertama yang tidak bisa dipenuhinya. . . poligami istilahnya menambah jumlah anggota keluarga dalam rumah tangga. . . coba anda bayangkan betapa senangnya kita apabila anda dapat saudara baru seperti punya adik baru. .atau dalam satu instansi kita punya rekan kerja yang banyak otomatis kerjaan kitaa cepat selesai .
    kalo poliandri diterapkan bagaimana jadinya satu kantor punya dua kepala atau saat sholat berjamaah didepan kita ada dua orang imam. . . yang membuat istri dipoligami itu jelek dimata kalian hanyalah sifat IRI HATI. . sadarkah anda IRI HATI itu adalah sifatnya SETAN. . kalau anda iri hati berati anda lebih memilih setan dari pada mengikuti perintah Allah. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s