Yang tak pernah hilang

Posted by Nexlaip

Kejayaan dan kesuksesan umat manusia hanya ada dalam agama yang sempurna , sejauh mana kita taat dan patuh kepada perintah Allah dan Rasulullah SAW. Sejauh itu pulalah kesuksesan dan kejayaan umat manusia akan datang di dunia dan akhirat.


“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.” (Yunus: 62-63)


Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dia berkata, “Telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , “Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, “Barang siapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada bentuk taqarrub seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai dibanding (mengerjakan) apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan terus menerus seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya. Dan jika Aku mencintai nya maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia melihat dengannya, menjadi tangannya yang dia gunakan memukul, serta menjadi kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku maka Aku pasti memberinya, dan jika dia minta tolong kepada-Ku niscaya Aku pasti menolongnya.” (HR al-Bukhari)

Terkadang kita merasa sangat aman, senang dan tenang apabila mendapatkan dan memiliki sesuatu dari kebendaan dunia seperti harta,tahta,wanita dll sehingga melupakan Allah SWT dan kita merasa sombong tidak takut dan harap lagi kepada Allah SWT dengan tanda makin melemahnya ibadah – ibadah kita baik yang wajib maupun sunnah bahkan tidak mau berdo’a lagi meminta kepada Allah SWT karena mulai muncul anggapan tanpa berdo’a dan mendekatkan diri kepada Allah SWT toh sudah mendapat segalanya.


Padahal pada hakikatnya segala macam yang ada di dunia dan yang ada di langit adalah kepunyaan Allah SWT, segala yang ada pada kita pada hakikatnya ada dalam genggaman kita karena izin Allah SWT. Allah SWT bisa saja dengan mudah mencabut kembali segala sesuatu yang ada yang kita merasa aman dan tenteram karena memilikinya.

Tidak mengapa kita merasa senang terhadap itu semua, tetapi kita juga jangan sering melalaikan ibadah kita kepada Allah yang dengan ibadah – ibadah itu sebenarnya dapat menyebabkan Allah SWT ridha kepada kita. Sering kita merasa apabila memiliki berbagai macam kebendaan dunia kita sudah akan aman dan tenteram tanpa perlu melaksanakan perintah- perintah Allah dan menjauhkan diri dari segala laranganNYA agar Allah mencintai kita, ridho kepada kita dan mendekatkan diri kita kepadaNYA.

Kebendaan, kehormatan , kesuksesan kita belum tentu menjadi tanda bahwa Allah ridho kepada kita, karena betapa banyak kita lihat orang – orang yang menyekutukan Allah SWT dan mendurhakai Rasul SAW memiliki lebih banyak kebendaan dan kehormatan. Serta kita juga jangan lupa bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja, dunia ini hanyalah tempat yang sementara sedangkan nanti ada kehidupan akhirat yang tidak berujung akhir, hanya ada dua tempat tinggal disana yaitu syurga dan neraka. Syurga adalah tempat untuk mereka yang diridhoi Allah SWT dan neraka adalah tempat mereka yang selama didunia tidak mau mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah dan tidak mengakui kerasulan Muhammad SAW


Segala macam kebendaan dunia yang ada dalam genggaman terkadang membuat kita mudah berkata semena – mena dan bertindak semena – mena terhadap orang – orang yang kita anggap derajat keduniaannya dibawah kita atau kita anggap tidak mampu memberikan kebendaan dunia kepada kita ataupun keuntungan kepada kita, Padahal Allah menyukai apabila kita beramah tamah dan memuliakan sesama muslim, melayani dan berbuat yang terbaik walaupun hanya senyuman.

Segala sesuatu yang ada pada kita akan hancur dan musnah termasuk kita itulah sifat dunia yang diciptakan hanya sementara yang tidak akan musnah dan hancur hanyalah dzat Allah SWT yang menghidupkan dan mematikan, sudah selayaknyalah kita bergantung kepadaNya dan mencari perhatianNya.

Yang benar datang dari Allah yang salah berasal dari kebodohan saya. Kepada para ulama mohon kritik, saran serta nasihatnya.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si polan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku membenci si polan, maka bencilah pula dia! Jibril pun membencinya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si polan, maka bencilah kepadanya. Para penghuni langit pun membencinya. Kemudian kebencianpun merambat ke bumi

6 thoughts on “Yang tak pernah hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s