Al Hikam | Lebih merisaukan keridhoan Allah ketimbang Makhluk

Apabila menyakitkan hatimu ( menyedihkan hatimu ) tidak menghadapnya orang – orang kepadamu, atau celaan orang – orang kepadamu, maka selidikilah apa yang diketahui Allah dan perbuatanmu ( maka koreksilah keadaan diri yang sebenarnya menurut apa yang diketahui Allah ), maka apabila engkau belum puas dengan apa yang sebenarnya telah diketahui Allah itu, maka bala yang menimpamu karena tidak puas terhadap yang diketahui oleh Allah itu, lebih besar dari bala sekedar diganggu manusia.

Seharusnya seorang hamba hanya memperhatikan ridho dan murka Tuhannya saja, tidak gembira kecuali jika di ridhoi oleh Allah dan tidak sedih kecuali jika dimurkai Allah, adapun puji dan celaan orang, maka tidak harus dihiraukan, sebab jika engkau disisi Allah baik, maka biarpun dicela oleh semua manusia, niscaya engkau tetap baik dan untung, sebaliknya jika engkau dipuji – puji oleh semua manusia, maka engkau tetap tersiksa dan binasa. Contohnya para Nabi, Rasul dan Wali mereka tidak selamat dari makian orang. Karena itu kewajibanmu ialah membereskan dan memperbaiki hubunganmu dengan Allah .

3 thoughts on “Al Hikam | Lebih merisaukan keridhoan Allah ketimbang Makhluk

  1. Apalah arti dunia dan keridhoan makhluk yang kudapatkan, jika tiada keridhoan dari dzat yang menciptakan makhluk itu sendiri…

    ilahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi…

  2. Subhanallah…semestinyalah setiap manusia yakin dan bergantung hanya kepada Allah Tuhan semesta alam agar mendapatkan kejayaan dunia akhirat. Namun tidak semua manusia dipilih Allah swt untuk diberi kemuliaan,sehingga diantara manusia ada yang beriman dan ada yang ingkar pada Nya. Dan bagi orang2 beriman sudah semestinya menyikapi kehidupan didunia ini dengan rumus “pandanglah Yang Mendatangkan, jangan pandang apa yang datang”. Rumus ini mengantarkan kita pada pintu muhasabah. Mengingat apa yang telah kita lakukan, lalu memeriksanya apakah telah sesuai dengan perintah Allah swt secara sunnah Rasulullah saw, kalau belum maka beristighfar dan niat untuk memperbaikinya,kalau sudah sesuai maka bersyukur pada Allah dan niat untuk lebih baik lagi.Sehingga apapun yang terjadi pada diri kita, kita sikapi dengan sikap terbaik yang haqq. Karena hanya dengan yang haqq saja ridho Allah bisa diraih. Meskipun yang haqq itu pahit dan penuh perjuangan untuk diyakini dan diamalkan. Tidak menghiraukan kata kata manusia kecuali perkataan yang datangnya dari Allah dan RasulNya. Biarlah seandainya kebanyakan manusia mengolok olok ketika kita mengamalkan yang haqq, namun tetaplah pada perjuangan untuk menetapi yang haqq itu. Karena islam adalah keyakinan dan perjuangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s