Budi dan Syaiful

Minggu Sore Pak Bayan, Iman, Amal , Sholeh dan beberapa penduduk kampung Ladang sedang berada di kampung Baru, Letaknya sebelah barat dari Kampung Ladang,. Maksud dan tujuan pak bayan dan shahabat – shabatnya adalah untuk bersilaturahmi memperkuat persaudaraan antar umat muslim serta untuk mengajarkan kepada generasi penerus amalan baik ini dan juga untuk saling ingat mengingatkan tentang iman dan amal sholeh.

Masjid Al Hidayah adalah tempat singgah mereka, DI Kampung Baru. Banyak sekali jemaah shalat di masjid Al Hidayah ini yang sudah mengenal mereka dan akrab, mereka akan menemani mereka selama ada di kampung mereka.
Menjelang Maghrib, Iman, Amal , Sholeh, Rahmat dan Roni berkeliling kampung dalam rangka menemui setiap orang yang dijumpai dan mengetuk setiap pintu untuk mengingatkan akan kehidupan akhirat dan mengajak untuk shalat berjamaah di masjid buat yang laki laki dan mendengarkan tentang pentingnya iman dan amal sholeh, para pemuda yang sedang duduk dipinggir jalan, pedagang , petani semua dikunjungi. Tak terkecualai syaiful dan Budi yang sedang duduk di pinggir kali.

Iman : Assalammu’alaikum

Budi & Syaiful : Wa ‘alaikum salam…..

Iman: Waah sedang santai nih saudara saudara….? tanya iman sambil tersenyum…

Syaiful : iya mas….ada apa nih..?

Iman : Kami serombongan datang dari kampung ladang untuk bersilaturahmi dengan mas mas nih…..untuk sekedar mengingatkan karena kita bersaudara……dunia ini hanya sementara dan akhirat selama lamanya….insya Allah kita sediakan waktu kita untuk menedengarkan daripadda iman dan amal sholeh, karena yang bermanfaat nanti di akhirat adalah perkara iman dan amal sholeh, sekarang di masjid sedang ada pembicaraan tentang itu mari mas kita kesana…..

Syaiful dan budi : waaaah iya deh nati aja kita belum mandi nih nanti nyusul…
Iman : Ya sudah kalau begitu kami permisi dulu , masih banyak saudara – saudara kita yang belum bertemu…. Assalammualaikum…..

Syaiful & Budi : wa ‘alaikum salam…

Sepeninggal rombongan itu….

Budi : buat apa sih pakai gamis, peci, sorban segala, itu kan semua budaya arab, lagian ngapain ah ke masjid dengerin gituan di tv juga banyak.
Syaifullah : Lho, bukannya itu bagus? Toh nabi juga melakukan , berarti khan tidak ada masalah dengan budaya itu, kalau nabi ga setuju dengan budaya seperti yang kamu bilang tentunya pada saat itu nabi akan berbuat lain atau memerintahkan seluruh shahabatnya untuk meninggalkan budaya itu.

Syaifullah : dan lagi Bud apa yang mereka lakukan itu bukanlah hal yang mudah, buktinya kamu dan aku serta begitu banyak umat muslim ga bisa serti mereka, karena ga sanggup dan lemah .

Syaifullah : saya ga seperti mereka bukan karena saya punya pemikiran seperti kamu yang ga mau berbudaya seperti itu, tetapi karena saya lemah dan belum sanggup tapi saya niat dan doa supaya saya bisa seperti mereka.

Syaifullah : lha kita berbudaya seperti siapa? Mereka mengikuti nabi dan para shahabat, lha kita mengikuti siapa? Jangan janagn kita mengikuti orang-orang yang didalam hati mereka memendam kebencian kepada umat islam…..

Syaifullah : Sekarang gini bud, Spiderman , Superman, dan Batman….banyak orang dewasa dan anak anak begitu cintanya dan suka kepada tokoh 2 tersebut, apa yang mereka lakukan? Dari mulai baju, tas, celana, tempat minum, tempat makan, cara berjalan, pakaian, gaya rambut, cara bicara, semua diikuti padahal yang mengikuti umat muslim, dan yang diikuti belum dijamin masuk syurga dan belum mendapat keridhoan Allah seperti layaknya Shahabat RA.

Syaifulllah : Belum lagi kalau kita lihat pendukung tim sepak bola, sampai baju, celana dalem, rambut muka semua ditembelin atribut klub kesayangannya…..padahal belum tentu di ridhoin Allah tapi mereka rela mengorbankan nyawanya karena jatuh waktu lagi konvoi..

Budi : betul juga kata kamu pul…..kalau gitu kita kesana yuk….belajar buat persiapan nanti di akhirat.

Sayifull: naah gitu dong , aku jadi semangat juga nih.

Allah Swt. telah menetapkan bahwa usaha dakwah yang dibawa oleh Rasulullah Saw. sebagai sebab turunnya hidayah ke seluruh manusia di seluruh muka bumi. Kehendak dalam dakwah adalah semakin seseorang berjuang untuk agama maka akan semakin baiklah iman dan amalnya. Maka jika ada seseorang yang mengajak orang lain kepada iman dan amal mestinya iman dan amal dia akan Allah Swt perbaiki terlebih dahulu. Keberhasilan seseorang dalam dakwah adalah semakin baik iman dan amalnya dan mati dalam keadaan beriman dan penuh amal. Kegagalan seseorang dalam dakwah adalah jika orang yang dia ajak semakin baik sementara dia sendiri semakin buruk dalam hal iman dan amal. Jadi sebenarnya tolak ukurnya adalah diri sendiri. Karena dakwah hakekat sebenarnya adalah mengajak diri sendiri agar semakin mentaati Allah Swt. Dakwah adalah bukan untuk perbaikan orang lain, melainkan untuk diri sendiri. Orang lain adalah media dakwah saja. Allah Swt telah memberitahukan perkara ini di dalam Al Quran.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al ‘ankabuut ayat 69)
Jika tolak ukur keberhasilan dan kesuksesan dakwah adalah jumlah dan perbaikan orang lain maka akan dengan mudah kita mengatakan bahwa nabi Nuh adalah orang yang pertama kali gagal dalam dakwah. Karena sejarah membuktikan bahwa selama 950 tahun masa dakwah nabi nuh kepada kaumnya hanya segelintir orang saja yang mengikuti seruan nabi Nuh. Allah Swt hanya memberikan hidayah kepada 83 orang kaum nabi Nuh yang mengikuti seruannya. Lalu apakah dengan sedikitnya jumlah orang yang diajak kepada islam oleh nabi Nuh, lalu nabi nuh dikatakan gagal dalam dakwah. Tidak ada satu ayatpun di dalam Al Quran yang menyatakan nabi Nuh gagal dalam dakwah.

Maka barangsiapa yang mau mengemban tugas untuk mendakwahkan agama Allah maka pasti dan pasti Allah Swt. akan berikan hidayah kepada diri kita. “fina” dalam ayat tersebut adalah jalannya para nabi dan rasul. Lalu apakah jalan hidup para nabi dan rasul itu? Ya, dakwah adalah jalan hidup para nabi dan Rasul. Dalam ayat tersebut juga menyiratkan bahwa siapa saja yang mau capek-capek untuk agama Allah maka Allah pasti dan pasti akan memberikan segala pintu kebaikan. Siapa yang mau sungguh-sungguh berjuang untuk agama Allah maka Allah akan berikan jalan-jalan hidayah. Siapa yang mau mendakwahkan agama Allah maka Allah akan memberikan iman dan memperbaiki amal kita. Jadi konsep dasar yang sebenarnya dari dakwah adalah perbaikan diri. Semakin kita mau berusaha dan bersungguh-sungguh untuk memperjuangkan agama Allah maka Allah akan memperbaiki diri kita.

Rasulullah juga pernah menyampaikan perkara ini kepada sahabat-sahabatnya. Dalam satu hadits Rasulullah menyampaikan “Perbaikilah iman kamu sekalian, perbaikilah iman kamu sekalian.” Sahabat bertanya “Bagaimana kami memperbaiki iman kami ya Rasulullah?” Jawab Rasulullah “Ucapkanlah Laa ilah a Illallaah.” Ulama mengatakan bahwa pengertian dari “ucapkanlah Laa ilaaha illallaah” adalah menyampaikan kalimat Laa ilaaha illallaah. Artinya adalah mengenalkan Allah kepada setiap orang. Dakwah adalah mengajak manusia taat kepada Allah.. “Ath’u illallaah” adalah mengajak kepada Allah.
Seseorang yang bersusah payah untuk mendakwahkan agama Allah, maka jika dakwahnya benar maka dia akan menjadi baik di sisi Allah Swt. Walau secara tata lahiriah dia akan mendapatkan beribu-ribu rintangan dan hambatan. Bisa jadi dia akan sering mendapatkan cacian dan makian bahkan hinaan dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Bisa jadi tantangan terbesar datang dari keluarga dekat yang begitu dia cintai. Cemoohan dan kebencian dari orang lain akan datang pada dirinya.

Ketika Iman Kita Lemah, Minimal Kita menjadi debu……debu yang menempel pada orang2 yang berjuang di jalan Allah….bukan menjadi duri yang menghalangi jalan orang2 yang berjuang di jalan Allah.

4 thoughts on “Budi dan Syaiful

  1. Assalamualaykum wr.wb

    Betul sekali ya akhi, memang dakwah harus kita mulai dari diri sendiri, setelah itu keluarga, teman dan baru ke masyarakat.

    wassalam,
    mbak diah

  2. Memang harus dari yang kecil kita mulai…dari sekitar kita kita mulai …semooga Allah SWT selalu meridhai apa yang sudah kita lakukan dan kita jalani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s