Pertemuan yang membawa hidayah

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

“Nur” begitu dia biasa dipanggil oleh teman – temannya. Berita terakhir menyebutkan bahwa Nur merantau keluar kota buat mencari pekerjaan dan berhasil. Untuk ukuran seorang pemuda yang masih melajang dia tergolong sudah cukup mapan. Nur adalah shahabat Sholeh yang senantiasa mengingatkan tentang agama saat belum merantau.

Saat ini Nur rupanya sedang mencintai seorang gadis, hatinya telah dimasuki oleh kecintaan yamg kuat terhadap gadis itu. Berbagai cara telah dia jalani untuk menarik hati gadis yang didambakannya, tetapi Allah berkehendak lain, sikap sigadis membuat bingung Nur.

Setiap pertemuan yang telah diatur dengan memakan waktu dan pikirannya tidak membuahkan hasil, setiap bertemu tidak menjadikan dia bahagia, berbeda sekali dengan apa yang ada didalm bayangannya.

Setiap menit pikirannya dipacu untuk berpikir bagaimana cara yang terbaik untuk menaklukan hati gadis itu, memberi hadiah yang mahal sudah , pergi ketempat wisata dengan biaya yang besar pun sudah dijalankan tetapi tidak menunjukkan tanda- tanda yang pasti. Nur mulai kacau, shalat dia tinggalkan, mengingat Allah tidak pernah, setiap detik dan menit pikiran dan hatinya cuma memikirkan gadis pujaannya itu, minuman keras pun mulai memasuki jadual hariannya, gitar menjadi pendampingnya.

Nur bahkan pernah berucap,.
Kalau aku tidak bersama dia maka hidupku tidak akan bahagia. Astaghfirullah hal Adzhiem. Hari demi hari hidupnya makin kacau, miras dan guitar yang dia pikir bisa menyelesaikan maslahnya malah menambah daftar kekacauan dalam hidupnya, pekerjaannya mulai tidak beres dan dia sering mendapat teguran dari atasannya, seolah olah tidak ada hari tanpa masalah bertumpuk tumpuk, seperti awan gelap yang akan menurunkan badai.

Tidak ada teman yang menasihatkan dia, setiap orang yang berjumpa dengan dia hanyalah orang orang yang memiliki kebiasaan buruk seperti dia. Semakin jauh dari petunjuk, semakin banyak masalah datang bertumpuk-tumpuk. Mandi dan makan pun tidak menjadi kebiasaan, pokoknya yang ada dalam pikirannya hanya wajah gadis itu.

Suatu saat terlintas dalam benaknya bayangan seolah olah dia itu seperti tikus yang berada dalam permainan mencari jalan keluar, setiap dia yakin jalan itu jalan keluar semakin dia tersesat, dan dia merasa ada sebuah kekuatan yang membuat dia tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, tetapi apa? Mulai terasa ada sesuatu yang tidak tampak dan mempunyai kekuatan besar dan mampu mengatur dan menggagalkan setiap keinginanya, akan tetapi itu bukan manusia…Nur tahu bahwa itu Allah Penguasa Timur an Barat, yang ditanganNYA lah kekuasaan. tetapi dia masih dalam keadaan bingung dan bingung. Semua orang di dekatnya mendukung dan membantu dia untuk mendapatkan hati gadis itu tapi hasilnya nihil itu yang membuat dia bingung, tampang dan penghasilan pun mendukung tetapi kenapa ini bisa terjadi????kegelapan dan kekusutan menjadi teman hidup.

Malam Kamis, Sholeh sedang berada dalam kamar, khusyuk melakukan shalat hajat. Sementara diluar, suasana begitu tenang seolah olah ikut dalam kekhusyukan seorang hamba yang sedang menghadap Penciptanya. Sesekali terdengar suara isak tangis Sholeh mengiringi bacaan dalam sholat.

Waktu menunjukkan pukul 08.00 malam, Selesai memanjatkan do’a tiba – tiba terdengar suara mengucapkan salam dari arah luar…..Sholeh pun segera beranjak dari sajadahnya
mendatangi arah suara.

Begitu pintu dibuka tampak disitu berdiri shahabat lama sholeh yang sudah sekian tahun tidak kelihatan batang hidungnya.

Nur : ” Assalammu’alaikum Leh…….
Sholeh : ” Wa ‘alaikum salam Nur……Masya Allaah senang ketemu ente lagi…., waaah sudah sukses ya sekarang….? eh….yuk kita masuk kedalam……” ajak sholeh.

Sholeh : ” Enak ya sekarang Nur…….” Sholeh melanjutkan.

Dalam pandangan Sholeh dan orang banyak memang Nur terlihat bahagia dengan keadaanya sekarang, padahal Nur sedang mengalami masalah yang dia sendiri tidak menemui pemecahannya.

Nur : ” Ahh Sholeh ente bisa aja……, Justru ente yang ane lihat bahagia sekali, tidak ada raut muka kegelisahan dan kecemasan…..”

Dalam pandangan Nur keadaan sholeh yang masih memakai gamis putih lengkap dengan kopiah putihnya ditambah lagi wajahnya yang ceria memberikan gambaran yang sangat membekas dihatinya.

Nur : ” Wajah sholeh kok seperti bercahaya, cerah sekali dan tenang, berbeda sekali dengan keadaanku, padahal nasibnya dari segi materi jauh sekali dibanding aku, dia tadi bilang enak jadi aku…….? seandainya dia tahu aku sedang kusut dan kacau, tak ada kebahagiaan sama sekali dalam kehidupanku ( Nur berujar dalam hati )

Sholeh : “Nur……Allah itu mampu membolak balikkan hati manusia, sedangkan manusia tidak. Betapapun kita menginginkan agar hati seseorang berubah meskipun dengan berbagai cara yang menurut kita akan mampu merubah hati orang tersebut tanpa izin Allah maka itu semua tidak akan terjadi…….sia-sia aja” Entah mengapa Sholeh tiba tiba berkata seperti itu, dan itu cukup membuat Nur terkejut. Padahal dia belum menceritakan apa – apa mengenai permaslahannya, tapi kenapa kok sepertinya apa yang diucapkan si Sholeh berhubungan.

Sholeh : ” Allah itu maha melihat dan maha mendengar dan Allah itu sebaik baik perencana. Tak ada satupun makhluk yang dapat bergerak atau diam melainkan dengan izin Allah “.

Sholeh : ” Kebahagiaan dan kejayaan umat manusia itu hanya ada dalam agama yang sempurna,Semakin kita dekat dan banyak mengingat Allah maka hati kita akan diberikan ketenangan jiwa. Kebahagiaan ada di tangan Allah Penguasa alam semesta. Sebagaimana ikan yang hidup tanpa air, maka seperti itulah hidup manusia apabila tanpa agama.

Nur bertambah kaget dan tidak terasa dari bibirnya keluar ucapan “Allaahu Akbar”, kata yang selama ini sudah lama sekali tidak diucapkan, bahkan telah lama tidak terbersit di dalam hatinya untuk mengingat Allah. Rupanya kepergian Nur untuk merantau jauh dari kampungnya telah membuat dirinya pun jauh dari Allah.

Tak terasa air matanya meleleh demi merasakan kejadian malam itu, rupanya pertemuan kedua orang shahabat itu dirasakan oleh Nur adalah rencana dan kasih sayang Allah….

Kejadian itu menghunjam hatinya, menggetarkan batinnya dan menampakkan kembali ingatannya pada masa dia dulu saat dekat dengan Allah pencipta langit, bumi beserta isinya.

Kalimat – kalimat yang terlontar dari Sholeh shahabatnya dirasakan sebagai peringatan dari Allah untuk dirinya sekaligus kasih sayang Allah untuk memberi kesempatan pada dirinya sebelum ajal menjemput untuk kembali kepada keimanan.

Betapa dirinya telah Zhalim karena menganggap bahwa ada sesuatu benda atau makhluk yang dapat memberikan kebahagiaan selain Allah, padahal Tiada satupun yang mampu memberikan manfaat atau mudharat selain Allah.

Nur : ” Ane udah lama nggak sholat Leh, Bener harta dan kedudukan tidak menjamin kebahagiaan seseorang….., ente bilang ane udah enak dengan apa yang ane miliki, tapi ane lihat ente lebih bahagia daripada ane. Ente bener Allah maha melihat dan maha tahu isi hati hambanya.

Sholeh : ” Subhanallah Nur, Allah telah menyediakan Air yang cuma-cuma untuk kita pakai berwudhu kemudian shalat dan menghadap kepada Allah, mengadu kepada Allah atas segala permaslahan kita. Sebagaimana Rasulullah pun menjadikan shalat sebagai penyejuk matanya, dan juga para shahabat RA, menjadikan shalat dan sabar sebagai penolong mereka. Ingat kan Nur kita harus senantiasa mengeluarkan kebesaran makhluk dan benda – benda dalam diri kita dan memasukkan kebesaran Allah kedalam hati kita”

Setelah itu Nur pun menceritakan semua yang dialaminya sampai kemudian dia sampai di rumah Sholeh.

Sholeh : “Allah benar benar Maha Perencana yang baik ya Nur….., Maha suci Allah”

Nur berdoa dalam hati : ” Ya Allah telah lama hamba melupakan MU, tetapi sekarang dengan kasih sayangMU Engkau tunjukkan aku ke jalan MU, Engkau Beri kesempatan kepada hamba untuk mendekat kepada Mu dengan jalan yang baik, Ampunilah Dosa hamba ya Allah, Hamba telah menganggap dan berkeyakinan bahwa tanpa gadis itu hamba tidak akan bahagia, padahal tanpa Engkaulah hidupku akan sengsara, sekarang engkau telah tunjukkan bahwa tanpa gadis itu kebahagiaan telah hadir dalam jiwaku dengan mengingat keberadaanMU……Laa ilah ha ilallaah…..tiada yang dapat memberikan manfaat, kebahagiaan , keburukan kecuali Engkau ya Allah……”

Kepulangan Nur kekampung dan kerumah Sholeh sebenarnya dikarenakan dia ingin mengambil barang miliknya yang dulu pernah dipinjamkan kepada Sholeh tanpa batas waktu, sekalian dia ingin main saja. Rupanya pertemuan itu telah membuka mata hatinya

… Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan
Penolong. (S. al-Furqan: 31).

ingat saat ketika datang waktunya kita masuk ke dalam alam yang kita tidak bisa melakukan amalan kebaikan, yang ada hanyalah pembalasan atas amalan kita selama ini ….

One thought on “Pertemuan yang membawa hidayah

  1. Pingback: Pertemuan yang membawa hidayah « There is a next life after this life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s