Kasih sayang Allah dibalik musibah

Sekitar jam 9 pagi Iman mengendarai motornya ke sudut kampung dimana disana terdapat pohon rindang yang dibawahnya disediakan bangku dari kayu yang dibuat sederhana untuk sekedar duduk – duduk penduduk kampung ladang sekaligus disana merupakan tempat biasa mangkal si Amal yang berjualan batagor.

Perlahan Iman sudah melihat gerobak Amal dari kejauhan, Iman tak sabar ingin segera sampai berjumpa Amal, rupanya ada kejadian penting yang ingin segera dia ceritakan kepada Shahabatnya itu.

“Assalammu’alaikum…….” Iman mengucap salam,
“Wa ‘alaikum salam, masya Allah…..waaah apa kabar man? kok tumben jam segini sudah kesini? ga kerja?” wah, baru saja datang sudah diberondong pertanyaan. Memang tidak biasanya Iman mendatangi shahabatnya itu karena ini hari kerja seharusnya Iman mengantarkan roti ke toko – toko.

“Eh iya Mal, Ane cuti, karena ada urusan keluarga hari ini……”
Ane tadi pagi kebetulan dapat tugas dari ibu, anterin adik ke sekolah yang baru…….ga berapa jauh ane jalan dari rumah, ga sengaja ane nabrak motor orang MAl…… “kok bisa Man ?”tanya Amal serius.
“Ane juga ga tahu mal, ini musibah, Perasaan ane juga jalan pelan tapi tiba2 motor di depan ane jalan ke pinggir , ane kaget terus ga bisa ngerem lagi akhirnya jatuh deh kita bertiga….”.
” Terus gimana Man?”.

“Iya, motor ane rusak tapi ga parah dan tangan ane lecet – lecet, adik ane ga apa apa, yang ane tabrak cuma jaket kulitnya robek dan motornya lecet, Ya Allah yang ane tabrak itu aparat keamanan yang habis begadang karena jaga malam, badannya besar dan membawa senjata man……Ane pada saat itu ga berhenti mohon ampun sama Allah atas dosa-dosa ane yang kemarin, tadi malam, atau tadi sebelum berangkat yang ane tahu dan tidak tahu mal….istighfar terus Mal, sambil berdo’a ya Allah ampunkan dosa – dosa hamba, bagaimana ini ya Allah? Tolonglah hamba ya Allah, Tiada yang dapat memberikan pertolongan kecuali Engkau ya Rabb.”

“Aparat keamanan yang berbadan besar itu berdiri dengan menggenggam Helm sambil memaki ane yang masih tertimpa motor, cepat cepat ane buka helm ane untuk meminta maaf sekaligus supaya bisa bernapas lega…..Ane cuma diam dan meminta maaf sambil terus memohon kepada Allah agar diberikan jalan keluar……
” Bagaimana sih kamu? Ga lihat Jalan, Saya polisi……”maki petugas berpakaian preman itu.
“Ane diam walaupun rasanya ingin menjelaskan bahwa kejadian itu bukan semata kesalahan ane….”.
” Coba lihat surat – surat kamu?” Pinta petugas itu.
Setelah dilihat dia berkata,” Ikut saya kekantor kita seleaikan disana”……
“ya Allah bagaimana ini?”….”Pak selesaikan saja disini, akan saya ganti kerusakannya” ane minta agar cepat seleai dan ane bisa antar terus adik kesekolah biar ga terlambat, ternyata petugas itu masih emosi, “kamu mau ganti berapa?”. “Saya cuma punya 50. 000 rupiah pak”

“Ternyata ga cukup Mal uang itu dengan kerusakan yang ada, akhirnya dia tetap maksa untuk ikut ke kantor polisi, Astaghfirullah…….kemudian ane lari kemotor dan coba jalanin motor ane tapi ga bisa karena bagian transmisinya rusak…..langsung ane bilang ke petugas itu….motor saya rusak pak ga bia jalan….”petugas itu diam….

kemudian dia bicara ” Saya ini habis jaga malam, emosi saya tinggi dan saya bawa senjata…
” iya pak saya minta maaf atas kejadian ini……jawab ane”.

“Ya sudah uang yang kamu punya saya terima……”
nadanya agak sedikit mereda sambil mengembalikan surat – surat ane yang ditahan sama dia, kemudian dia bilang,
“Lain kali hati-hati ya…….”
“iya pak, sekali lagi minta maaf ya pak atas kejadian ini..”sambil kita berjabat tangan…..

Subhanallah saya jadi teringat kisah apa yang terjadi pada Ali radhiyallahu anhu dalam perang tanding sebelum dimulainya peperangan, beliau mengalahkan lawannya dan menjatuhkannya ke tanah, ketika beliau hendak memukulnya dan membunuhnya dengan pedang, orang itu meludahi muka beliau, maka beliau pun tidak jadi membunuhnya, lantas ditanya mengapa anda tidak membunuhnya. Jawab beliau : Tadinya saya ingin membunuhnya karena Allah, tapi orang itu meludahi saya, sehingga saya pun marah, saya takut jika saya membunuhnya karena kepentingan pribadi (bukan karena Allah), lihat bagaimana salaf menahan diri, ini adalah taufik dari Allah yang tidak akan didapatkan kecuali dengan muroqobah (merasa diawasi oleh) Allah sehingga bisa menahan diri dengan baik.

walaupun tidak sama persis tapi saya salut kepada petugas itu yang sabar menguasai dirinya walaupun dia mungkin posisinya terzhalimi dan memiliki kekuasaan serta senjata……

Dan Alhamdulillah Allah telah memudahkan jalan keluar bagi ane, sekaligus mengingatkan ane bahwa Allah masih memberi kesempatan untuk hidup di dunia yang sementara ini untuk selalu ingat bahwa kematian bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja….

“Semoga Allah menanamkan sifat sabar ke seluruh manusia yang memiliki kekuasaan maupun yang lemah. Semoga Allah menyebarkan hidayahnya keseluruh alam…..”

“Setelah polisi itu pergi, seorang lelaki muda datang mengajak ane untuk ketempat dia untuk memperbaiki transmisi ane yang rusak….ternyata dia adalah seorang penambal ban…….dia perbaiki walaupun tidak sempurna tapi cukup untuk membuat motor ane bisa jalan….ane rogoh kantong untuk memberikan balasan atas jasa yang dia lakukan , tetapi Mal dia menolak, YA Allah masih Engkau menunjukkan Rahman MU melalui hambamu, YA Allah balaslah hambaMu yang berbaik hati dan ikhlas itu dengan kebaikan……doa ane dalam hati”

“Bertolong-tolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan taqwa dan janganlah kamu bertolong-tolongan dalam perbuatan dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah:2)

“Seorang Muslim itu menjadi saudara muslim lainnya, kerana itu tidak diperbolehkan seorang Muslim menganiaya akan saudaranya, juga tidak boleh seorang muslim itu menghina saudara muslim lainnya. Dan barangsiapa memberikan pertolongan (memenuhi hajat keperluan saudaranya), maka Allah pun memenuhi dan menyelesaikan segala keperluan hajatnya. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan / memberikan kelapangan bagi kesusahan seseorang Muslim, nescaya Allah melapangkan kesusahannya di hari kiamat.”

(Riwayat Bukhari)

“Janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong kerana kekuatanmu tidak dapat membelah bumi dan ketinggianmu tidak dapat menyamai bukit.”
surah Al-Isra ayat 37:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s