“Kampung Ladang” BAG 2

Sambungan dari “Kampung Ladang” kemarin

Seperti biasa selepas shalat shubuh berjamaah diadakan ceramah agama mengenai pentingnya iman dan amal shaleh yang biasa di sampaikan oleh Pak Bayan…………….

Assalammualaikum Wr Wb…Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam, yang mana pada hari ini kita masih diizinkan untuk hadir kerumahNya untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dan Allah telah beri
kesempatan kepada kita untuk dapat duduk di majlis yang mulia ini…..saudara – saudara yang dimuliakan oleh Allah SWT…

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah s.w.t. mempunyai malaikat yang ditugaskan mencari majlis zikir. apabila mereka menjumpainya, mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berzikir (mengingat Allah/ majlis yg didalamnya membuat kita ingat kepada Allah ) itu serta memanggil malaikat-malaikat yang lain. Mereka akan datang mengelilingi majlis zikir itu dengan sayap-sayapnya sehingga memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia.

Allah berfirman, “Apakah mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab, “Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.” Allah berfirman, “Bagaimana kalau mereka melihat Aku?” Para malaikat berkata, “Kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau.”

Allah s.w.t. berfirman, “Apa yang mereka minta?” Para malaikat berkata, “Mereka memohon surga kepada-Mu.” Allah berfirman, “Apakah mereka pernah melihatnya?” Para malaikat berkata, “Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.” Allah s.w.t. berfirman, “Bagaimana kalau mereka melihatnya?” Para malaikat berkata, “Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya.”

Allah s.w.t. berfirman, “Pada apa mereka memohon perlindungan?” Para malaikat berkata, “Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu.” Allah s.w.t. berfirman, “Apakah mereka pernah melihatnya?” Para malaikat berkata, “Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut.” Allah s.w.t. berfirman, “Kalian Aku jadikan saksi bahawa Aku telah mengampuni mereka.”

Malaikat berkata, “Wahai Tuhan kami, di antara mereka ada seorang zalim yang kebetulan duduk bersama mereka, tapi tidak termasuk dalam golongan mereka.” Allah berkata, “Aku pun telah mengampuninya. Orang yang duduk dengan orang-orang dzikir ini tidak akan disiksa.” (Muslim, at-Tirmidzi, al-Hakim).

Saudara – saudara yang dimuliakan Allah SWT, banyak sekali sekarang ini terdapat tempat tempat pembangun tubuh, bagaimana agar tubuh ini menjadi terlihat besar , kuat , sehat dan indah, ramai sekali dikunjungi oleh para pemuda maupun yg sudah dewasa, mereka tahan seharian berada disana dengan maksud dan tujuan yang hampir sama yaitu agar tubuhnya terlihat gagah dan kuat sampai rela meninggalkan shalat , padahal hadirin yang mulia jasad ini akan hancur dimakan ulat , sekuat apapun dan sebesar apapun tubuh kita maka apabila ruh ini sudah dicabut, habis sudah dikubur dimakan belatung dan dimakan ulat – ulat didalam kubur tidak berguna sama sekali menghadapi fitnah kubur apalagi menghadapi dashyatnya mashyar, yang akan menyelamatkan kita ini adalah indah dan bagusnya hati dan amal perbuatan kita “Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupa dan tubuh kamu dan tidak pada harta kamu, tetapi Allah memandang hati dan amal kamu” (HR.Muslim).

Kita lihat bagaimana kaum tsamud yang diberikan berupa kekuatan fisik dan kepintaran, ummat Nabi Shalih, sebagaimana dikisahkan dalam Al-Quran: Dan kepada kaum Tsamud (Kami telah mengutus) saudara mereka, Shalih. Ia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Ilah bagi kalian selain-Nya… Kalian dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kalian pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kalian merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (Surat Al-A’raaf ayat 73-74).

Pada ayat lain mereka disebut Ashabul-Hijri (penduduk kota Al-Hijr): Dan sesungguhnya penduduk (kota) Al-Hijr telah mendustakan para rasul, dan Kami telah mendatangkan kepada mereka (tanda-tanda) kekuasaan Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya. Dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung batu (yang didiami) dengan aman. (Surat Al-Hijr ayat 80-82).

Kaum Tsamud adalah kaum yang mengingkari ajaran Nabi Shalih, bahkan mereka menyembelih unta betina yang merupakan mu’jizat Nabi Shalih, lalu menantang kedatangan adzab buat mereka.

Tantangan itu dijawab Allah dengan menimpakan benca gempa atas mereka. “Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (Surat Al-A’raaf ayat 78).

Pada ayat lain dikatakan, Allah juga mengirimkan bencana petir yang dahsyat: Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir adzab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. (Surat Fushilat ayat 17)

Demikian dahsyatnya bencana yang Allah timpakan itu sehingga tiada seorang pun kaum Tsamud yang tersisa. Mereka punah: Dan kaum Tsamud, maka tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup). (Surat An-Najm ayat 51). Sehingga, kata Allah dalam Al-Quran, seolah-olah kaum Tsamud tidak pernah ada di muka bumi ini: Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud. (Surat Huud ayat 68)

Yang menakjubkan, meski petir yang Allah kirim itu memusnahkan seluruh kaum Tsamud namun bangunan hasil karya mereka tetap dibiarkan utuh oleh-Nya. Maksudnya tak lain agar menjadi bukti bagi kita, kaum yang hidup sesudahnya, tentang keberadaan suatu kaum ahli bangunan yang telah Allah binasakan karena kekafiran mereka. “Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka…” (Surat Al-Ankabut ayat 38)

Mereka menyangka hanya dengan kekuatan, kepintaran dan kehebatan mereka dapat aman dari adzab Allah, mereka menyangka akan mendapatkan segalanya hanya dengan berbekal apa yang ada pada mereka tanpa iman dan amal shaleh. Mereka tidak yakin Bahwa Allah lah yang memberikan manfaat dan mudharat, Allah lah yang menghidupkan, Allah lah yang patut di sembah, Allah yang Menguasai langit dan bumi. Hanya dengan mendekat kepada Allah dengan ketaatanlah yang akan menyebabkan timbulnya kebahagiaan sebagaimana firman Allah

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.( Thahaa 124 )
Saudara saudara yg dimuliakn Allah kebahagiaan ada hanya ada dalam agama, sejauh mana kita mengikuti daripada perintah Allah dan Rasulnya sejauh itu pula kebahagiaan akan hadir dalam kehidupan kita, ibarat ikan tak dapat hidup tanpa air begitu juga manusia telah ditetapkan atak akan bahagia tanpa agama.

Kita lihat betapa banyak contoh telah diperlihatkan Allah, bagaimana kayanya seseorang sehingga hampir semua yg ada dinuia ini sudah dibeli dan dinikmati, tetapi tetap terdengar suara tangis dan keluhan terdengar dari lisan mereka, adalagi yang berkeyakinan bila mendapat pasangan yang rupawan maka akan mendapat kebahagiaan dan bila tidak maka tidak akan bahagia ini adalah keyakinan yang salah, keyakinan yang benar benar apabila jauh dari agama dan jauh dari Allah maka hidup akan merugi dunia dan akhirat.

Kekayaan dan kekuatan tidak menjamin bila tidak memiliki iman kepada Allah dan ketaatan kepada Rasulnya .

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar”.

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap adzab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
( Al Qashash 78 – 84 )

Kemulian dan kejayaan disisi Allah juga tidak ada kaitannya dengan seberapa dekatnya anda dengan para kekasih Allah , melainkan sejauh mana ada ketaatan kepada Allah dalam melaksanakan setiap perintahnya, dan kemuliaan yang Allah berikan tidak ada kaitannya dengan garis keturuan.

Kemuliaan yang Fatimah dapat bukan karena Fatimah putri kesayangan Rasulullah , melainkan karena Fatimah mau membawa agama dalam hidupnya , karena Nabi Nuh pun mempunyai anak tetapi Allah hinakan putra Nabi Nuh dikarenakan dia tidak mau membawa agama dalam hidupnya

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. ( At Thalaaq 2-3 )

Bersambung Besok Insya Allah>>>>>>>

One thought on ““Kampung Ladang” BAG 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s