Kampung Ladang


Cerita ini hanyalah rekaan, apabila ada kesamaan tempat atau nama dalam cerita ini adalah sebuah kebetulan belaka. Adapun isinya mudah2 an membawa manfaat untuk penulis dan pembacanya.

Nun jauh disana terdapat perumahan sederhana yang asri, walaupun tidak nampak bangunan bangunan mewah namun lingkungannya membuat hati siapa saja yang datang kesana terasa nyaman dan aman. Apa yang menyebabkan kampung itu begitu mengesankan, siapa penghuninya dan apa nama perumahan tersebut? Mari kita telusuri……

“Kampung ladang”, ya begitulah perumahan tersebut dinamakan , kampungnya sangat bersih serta banyak sekali tanaman – tanaman hijau yang sengaja dirawat oleh para penduduk yang tinggal disana sehingga membuat udara disana terasa sejuk sekali. Suasana yang tenang sangat menyejukkan batin, paling hanya terdengar suara suara alami seperti gemerisik dahan dahan yang bersentuhan tertiup angin serta suara suara serangga yang membawa pikiran kita ke suasana pedesaan yang berbeda sekali dengan suasana perkotaan yang keras, dan tidak hanya itu, yang paling membuat sejuk mata dan hati adalah para penduduknya sendiri yang ramah dan bersahaja. Raut wajah yang syahdu bershahabat ditambah lagi sorot mata yang redup ramah dan senyuman yang tulus setiap bertemu dengan sesamanya, serta tampak bekas – bekas wudhu yang bagaikan make up memancar di setiap wajah penduduk kampung ladang tersebut. Ucapan salam pun pasti terdengar bilamana sesama penduduk kampung tersebut berjumpa baik di rumah maupun dijalan – jalan, ”assalammualaikum Wr Wb ( Semoga keselamatan, rahmat dan barokah Allah selalu menyertai anda”) sebagaimana

Rasulullah SAW dalam satu hadisnya pernah bersabda, ”Maukah aku tunjukkan satu praktik yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai?

Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Bukhari-Muslim).

Subhanallah, kampung idaman setiap muslim, siapapun yang mendengar pastilah ingin menjadi bagian dari kampung tersebut.

Dunia adalah ladang yang terbentang luas untuk menanam amal amal baik untuk di panen nanti di akhirat, itulah yang menjadi dasar dinamakannya ” kampung ladang ”, kampung adalah tempat tinggal dan ladang adalah tempat bekerja, jadi didalam manusia yang tinggal di kampung itu ibarat manusia yang tinggal di dunia dan senantiasa beramal baik untuk akhirat kelak, kampung atau tempat tinggal yang sebenarnya.

Persatuan dan kesatuan sangat terlihat kuat sekali di kampung tersebut, mungkin itu disebabkan karena sikap penduduk kampung tersebut yang senantiasa menghidupkan dan membiasakan untuk shalat berjamaah di masjid dan merapatkan barisan shalatnya serta kebiasaan saling mengunjungi diantara sesama penduduknya untuk saling menanyakan kabar berita dan sekedar berbicara saling mengingatkan tentang kebesaran Allah AWT atau bisa juga kebiasaan makan dalam satu wadah yang menyatukan hati, sehingga terciptalah persatuan, kesatuan dan rasa persaudaraan yang sebenarnya, bukan hanya tulisan di spanduk – spanduk atau iklan di media massa tetapi ini adalah visualisasi dari tulisan2 tersebut.

Mari kita masuk lebih dalam lagi menyelami kehidupan masyarakat kampung ladang. Sebutlah si Imanuddin, Amaluddin dan Sholehuddin masing – masing dipanggil dengan nama Iman, Amal dan Sholeh. Mereka bertiga adalah cerminan generasi muda kampung ladang dan telah bersahabat sejak dari kecil.

Iman usianya baru 18 tahun, bekerja di rumah seorang pengusaha roti di kampung sebelah, dia bekerja sebagai tenaga pemasaran, yang tugasnya adalah memasarkan roti ke warung – warung dengan menggunakan sepeda motor yang disediakan oleh pimpinannya. Setiap jam 6 pagi Iman bersama lima orang rekannya yang sama – sama bekerja sebagai tenaga pemasaran di tempat itu segera keluar untuk memasarkan roti – roti yang masih hangat.

Amal usianya baru 19 tahun, bekerja sebagai pedagang batagor keliling dengan gerobak dorong. Setiap jam 7 pagi dia sudah mulai keluar rumah untuk menjemput rejeki yang telah ditetapkan Allah SWT kepada dirinya.

Sedangkan si Sholeh bekerja di rumahnya sendiri membantu orangtuanya berjualan di warung sederhana yang menjual keperluan sehari hari buat kebutuhan warga kampung ladang.

Shubuh adalah saat – saat yang dinantikan oleh tiga serangkai Iman, Amal dan Sholeh, karena itu adalah waktu pertama dalam setiap hari untuk berkunjung kerumah Allah untuk berjumpa Allah dalam shalat berjamaah dan tentunya mengingat keutamaan – shalat shubuh berjamaah yang sangat besar sebagaimana sabda nabi SAW
“Barang siapa yang shalat di dua waktu yang sejuk maka dia akan masuk surga.” (al-Bukhari dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim beliau bersabda, “Tidak akan dijilat api neraka seseorang yang shalat sebelum Matahari terbit dan sebelum tenggelam.”
Yang dimaksudkan dengan dua waktu yang sejuk adalah waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Bahkan Imam Muslim meletakkan hadis tersebut di dalam bab tentang Keutamaan Shalat Subuh dan Asar.
Allah swt berfirman, “Dirikanlah shalat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (al-Isra’:78)
“Malaikat saling bergantian dalam mengawasi kalian semua pada waktu malam, dan juga malaikat pengawas di waktu siang, mereka berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang berjaga malam hari naik, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang hamba-hamba-Nya sedangkan Allah lebih tahu keadaan mereka, “Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Maka para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan ketika kami datang mereka pun juga sedang dalam keadaan shalat.” (HR al-Bukhari dan Muslim
“Dua raka’at Fajar (sebelum Shubuh) lebih baik daripada dunia seisinya.” (HR Muslim)

dan juga itu adalah kesempatan mereka untuk berjumpa karena Allah sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

”Sesungguhnya, orang-orang pertama yang akan masuk dan menghirup nikmatnya air telaga Allah SWT kelak pada hari kiamat adalah orang-orang yang sewaktu di dunia saling mencintai karena Allah SWT.” (HR Bukhari-Muslim dari Abu Darda).

Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa salah satu hal yang membuat seseorang pada hari kiamat nanti akan memperoleh naungan Allah SWT adalah mencintai sesama manusia atas dasar cinta kepada Allah SWT. Bertemu dan berpisah, semuanya adalah karena Allah SWT. (HR Bukhari-Muslim).
.
Allah yang menghidupkan dan mematikan, yang maha menjaga dan Allah yang senantiasa memberikan rizqi itu mereka pahami betul, bahwa mereka harus senantiasa bersyukur dan meyakini bahwa kejayaan dan keselamatan di dunia dan akhirat mereka sangat bergantung kepada keridhoan Allah SWT, Bahwa untuk mengarungi dunia ini yang penuh dengan ujian mereka butuh bimbingan dari Allah SWT agar selamat

Seperti biasa selepas shalat shubuh berjamaah diadakan ceramah agama mengenai pentingnya iman dan amal shaleh yang biasa di sampaikan oleh Pak Bayan…………….

Assalammualaikum Wr Wb…Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam, yang mana pada hari ini kita masih diizinkan untuk hadir kerumahNya untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dan Allah telah beri kesempatan kepada kita untuk dapat duduk di majlis yang mulia ini…..saudara – saudara yang dimuliakan oleh Allah SWT…

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah s.w.t. mempunyai malaikat

Bersambung besok>>>>>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s