Setiap Perbuatan Pasti Dibalas Oleh Allah SWT

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?
Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat?
Mereka itu beriman kepada Al Qur’an. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur’an itu. Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
Surah Huud 15 – 17

Dikatakan bahwa pemberian Allah itu hanyalah bergantung kepada kehendak – Nya, tidak seorangpun yang mempunyai kuasa untuk memaksa-Nya. Sa’id Bin Jubair R. A juga memberikan penerangan yang sama mengenai surat Huud ini. Sementara itu Qatadah R. A memberikan penjelasan yang lebih mendalam lagi bahwa Allah SWT memberikan ganjaran atas perbuatan baik mereka di dunia ini sehingga ketika tiba pada hari akhirat, tidak ada satu perbuatan baik pun yang belum dibayarkan ganjarannya. Sedangkan bagi orang – orang mukmin, amala kebaikan mereka ( atas dasar iman ) akan diberi ganjaran di dunia dan akhirat. Keterangan yang sama juga diberikan oleh Mujahid R. A. bahwa ganjaran kebaikan orang – orang kafir akan dibayarkan di dunia.

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan

barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. Al Quran AL Zalzalah 7-8

Rasulullah Saw telah menerangkan dengan jelas, jalan mana yang membawa kepada kebaikan dan kemajuan dan jalan mana yang membawa kepada maksiat dan kejatuhan. Orang – orang terdahulu yang shalih telah menaatinya dengan sempurna, sedangkan kita tidak menyadari akan nilai dari p erkataan – perkataan Rasulullah SAW itu dan tidak takut kepada Allah serta tidak berpegang kepada Rasul – Nya SAW. Kita sekarang ini ibarat menanam rumput di ladang tetapi mengharap panen padi. Sedangkan leluhur kita dahulu telah menanam padi dan mereka telah menuai padinya. Bukalah sejarah isalam dan lihatlah dengan mata hati dan cobalah ambil pelajaran darinya.

Umar R. A berkata ” Janganlah kamu merasa bangga karena dipanggil bapak saudara sebelah ibu atau shahabat Rasulullah SAW. Allah SWT tidak menghapuskan kemaksiatan dengan kemaksiatan, gtetapi menghapuskan kemaksiatan dengan kebaikan . Tidak ada hubungan antara Allah dengan hambanya kecuali melalui ibadah kepada – Nya.

Demikianlah saudara saudara yang dimuliakan Allah SWT
Telah kita baca sedikit penjelasan tentang pembalasan semoga kita senantiasa dijadikan orang yang ingat bahwa setiap perbuatan pasti dibalas oleh Allah SWT .

Insya Allah……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s