Kelembutan

FROM: FAKHRURROZY

Pada dasarnya, setiap manusia pasti menyukai kelembutan. Kelembutan dalam perkataan maupun perbuatan. Kelembutan akan menghadirkan kesejukan dan ketentraman dalam hati. Tidak jarang, sebuah kekerasan akan luluh dan luntur oleh sebuah kelembutan. Ingatkah kita kisah tentang Rosululloh SAW yang selalu diludahi oleh seorang yahudi, yang mana Rosululloh SAW tidak pernah membalasnya dengan tindakan yang sama, malahan ketika si yahudi jatuh sakit, beliau SAW membalasnya dengan menjenguk si yahudi ke rumahnya. Apa yang terjadi selanjutnya? ternyata keluhuran dan kelembutan akhlak Rosululloh telah meruntuhkan segala kedengkian dan kerasnya hati si yahudi dan memberikan kesan dihatinya, sehingga tanpa diminta dan dipaksa, si yahudi tersebut akhirnya menyatakan keislamannya di hadapan Rosululloh SAW. Allohu Akbar!

Begitu jarang kita dapati, ketika ada seseorang yang bersikap keras dalam kata atau perbuatan terhadap seseorang, akan diabaikan atau dido’akannya supaya diberi petunjuk oleh Alloh SWT. Pasti kebanyakan dari kita akan bergumam dalam hati, merasa dongkol, dan bereaksi lebih keras atau mungkin malah mendo’akan celaka terhadap orang tersebut. Hanya orang-orang pilihan Alloh-lah yang mampu membalas setiap perlakuan yang tak pantas dari seseorang maupun golongan dengan mendo’akan kebaikan untuknya serta bersikap lembut atasnya. Bagaimana contoh dari Rosululloh SAW yang mendo’akan penduduk thaif yang telah menghalang-halangi dakwah beliau SAW serta mencederai beliau SAW dengan do’a kebaikan dan harapan agar kelak anak cucu dari para penduduk thaif tersebut akan menyembah Alloh SWT dan beribadah kepada-Nya.

Sungguh, kedengaran berat sepertinya. Tapi itulah contoh teladan yang diwariskan oleh orang-orang pilihan terdahulu kepada kita. Pasti kita belum sanggup atau bahkan tidak mampu melakukan apa yang pernah Rosululloh contohkan di atas. Namun dengan begitu kita menjadi bersemangat dan terpancing serta berusaha melatih diri agar senantiasa mampu bersikap lembut dan peka rasa ketika berinteraksi dengan siapapun. Berusahalah selalu menjadi orang yang peka rasa. Ketika seseorang menyapa dan bersalam, sambutlah dengan lembut dan rasa bahagia. Jangan anggap enteng sebuah jalinan silaturrahim. Jangan enggan untuk memulai lebih dahulu. Orang yang menyambung silaturrahim bukanlah orang yang membalas kunjungan seseorang, tapi yang lebih dahulu melakukannya. Jangan merasa terhina dengan hinaan orang lain, karena sesungguhnya mereka telah menghinakan diri mereka sendiri dengan sikapnya. Seorang sholeh pernah berkata bahwa jika seseorang bersikap buruk dan keras terhadap diri kita, itu adalah urusan orang itu dengan Alloh SWT, yang penting adalah kita tidak bersikap seperti orang tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s