Membangun Kekuatan

( EDISI REVISI “Tujuan Akhir”)

Memberikan atau berbuat sesuatu yang baik kepada orang lain memberikan efek atau rasa yang luarbiasa kepada jiwa kita. Waktu demi waktu berjalan, berbagai kelakuan yang buruk atau baik mulai dari kecil sampai sekarang sering kita lakukan, baik yang disadari atau tidak.

Efek dari setiap perbuatan yang dilakukan pun sering terasa sekali pada kondisi kejiwaan kita. Apabila perbuatan yang baik ataupun bermanfaat dan tidak merugikan orang lain kita lakukan maka akan menimbulkan sebuah kekuatan dan kepercayaan diri yang luarbiasa kepada kita, seolah olah seluruh dunia bersahabat dan berbuat baik pada kita, membuat kita tidak ragu untuk melangkah menghadapi dunia ini.

Tentunya untuk mendapatkan efek yang luar biasa ini, maka perbuatan baik yang kita lakukan ini harusnya berasal dari sesuatu yang baik juga dan bukan berasal dari yang buruk, contohnya, apabila kita memberikan uang kepada orang lain, itu harusnya berasal dari hasil kerja keras kita seharian atau berasal dari pemberian orang lain yang diberikan kepada kita dengan ikhlas yang kemudian kita salurkan kembali kepada orang lain dengan ikhlas pula hanya mengharapkan supaya Allah SWT ridho dan senang kepada kita sehingga kedekatan kita kepada Allah pun akan bertambah.

Lantas bagaimana apabila kita ini termasuk kedalam golongan yang tidak punya materi yang bisa kita berikan kepada orang lain, kita diberikan Allah SWT mata, tangan, mulut, telinga, akal, hati, kaki, pikiran dan banyak lagi yang telah Allah berikan kepada kita yang bisa kita pergunakan untuk memberikan yang terbaik untuk sesama makhluk Allah misalnya: kita bisa tersenyum kepada sesama manusia, kita bisa memberikan kata- kata yang baik, perhatian, mendengarkan orang yang ingin berbagi, menjawab pertanyaan orang yang sedang mencari jawaban, membantu membawakan sesuatu, memberi salam, menyingkirkan duri/ paku dijalan dan banyak lagi yang bisa kita lakukan, atau minimal kita jangan berbuat sesuatu yang merugikan orang lain.

Setiap orang diberikan kelebihan oleh Allah SWT yang tidak diberikan kepada semua, terkadang si fulan diberikan kelebihan berupa harta, si fulan b diberikan kelebihan ilmu, si fulan c diberikan kelebihan tenaga dan sebagainya, yang semuanya itu diberikan kepada kita untuk bekal kita agar bisa dipergunakan untuk berbuat baik di dunia, yang nantinya semua perbuatan itu akan diperhitungkan dan membawa manfaat di akhirat kelak. Semua perbuatan baik yang kita lakukan itu adalah pengiring setelah kita melakukan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah SWT seperti Shalat lima waktu, puasa, membaca Al Qur’an dan berbagai macam kewajiban yang diberikan kepada kita.

Sebuah bangunan yang besar dan bertembok kokoh disertai pengamanan yang kuat tapi sipemilik bangunan ini tidak memberikan manfaat kepada sekitarnya maka itu sama saja dengan sebuah bangunan yang lemah dan tidak memiliki penjaga, apalah artinya sebuah tembok yang kokoh dan pengamanan yang kuat apabila diserang oleh ratusan atau ribuan orang dengan kebencian, tapi apabila bangunan yang sederhana tapi sipemilik memberikan banyak manfaat dan tidak merugikan orang lain maka sekelilingnya ribuan orang bahkan tak terhinggalah yang menjadi penjaganya yang rela menjaga dengan dasar kasih sayang, maka akan menjadi kokoh dan kuatlah bangunan itu lebih kuat dari penampilannya.
Bagaimana Rasulullah SAW berusaha membangun pertama kali jiwa manusia dengan keyakinan kepada Allah SWT, bahwa Allah SWT adalah satu, Allah tempat bergantung dan tempat memohon, Allah Yang Menghidupkan dan Mematikan, Allah tidak beranak dan tidak pula memperanakkan, Allah SWT berbeda dengan makhluk, tidak ada yang serupa dengan Allah SWT, bahwa ditangan Allah segala sesuatu yang terjadi, Allah yang memberi manfaat dan memberi mudharat, demikianlah dibuat manusia ini lebih kuat daripada bangunan-bangunan dengan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam.
Manusia manusia ini adalah para shahabat yang diridhoi oleh Allah, mereka menjadi benteng pertahanan yang kuat yang senantiasa rela mengorbankan harta, diri, waktu bahkan jiwa mereka untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam, menembus ruang dan waktu, menyebar keseluruh penjuru dunia dan terus menembus waktu hingga 1400 tahun lebih bekas yang mereka tinggalkan, Dashyatnya hari akhir dan janji janji Allah SWT akan surga dan ancaman Allah akan neraka, serta rasa kasih sayang, fikir dan risau mereka kepada sesama umat manusia agar selamat dari bencana dan azab Allah, agar semua mengenal Allah SWT mengenal Nabi Muhammad SAW, dan agar rahmat Allah tersebar keseluruh alam inilah yang membuat mereka bergerak dan berkorban sampai datang keputusan Allah, yaitu kematian, awal dari kehidupan abadi, kehidupan yang berisi pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan di dunia, kita akan merasakan semua perbuatan yang kita lakukan di dunia dimana hanya ada dua pilihan yang disediakan nanti, Surga dan neraka. Pilihan itu bisa kita pilih sekarang di dunia, yaitu dengan terus terus memperbaiki iman kita, yakin kita kepada Allah dan meningkatkan amalan baik kita.
Kita niatkan diri kita untuk terus dan terus memperbaiki diri, kita ambil waktu sebentar buat merenung dan memikirkan mana perbuatan-perbuatan buruk kita yang harus kita tinggalkadan mana perbuatan – perbuatan baik yang harus kita pertahankan dan kita sempurnakan . Saya niat insya Allah bagaimana dengan tuan2?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s