Pengakuan dan rasa memiliki

from:fakhrurrozy

Dimanapun berada, apakah di kantor, di pusat perbelanjaan, serta di berbagai perkumpulan, rata-rata pembicaraan yang cendrung terdengar hanya seputar urusan dunia. Jarang sekali terdengar sebuah pembicaraan tentang urusan agama dijadikan sebagai topik utama.

Tidaklah salah membicarakan urusan dunia, tempat dimana tiap manusia mengusahakan hidup dan kehidupan. Yang salah adalah, bila menganggap pembicaraan urusan akhirat, nasehat serta bermacam wejangan menjadi urusan nomor sekian serta asing ketika dibicarakan. Ketika bahasan untuk saling ingat mengingatkan tentang urusan akhirat, sebuah urusan yang sangat pasti, menjadi “tidak umum” dan kurang menarik untuk di dengar dan di bahas.

Pembicaraan persoalan agama, amal soleh, ibadah, nasihat dalam taat dan kebaikan serta segala macamnya yang sejenis seolah-olah hanya menjadi monopoli dan konsumsi ketika berada di masjid ataupun majelis taklim serta majelis dzikir. Ketika lepas dari tempat-tempat tersebut, semua pembicaraan kembali pada perihal seputar dunia saja.

Begitu jarang dijumpai sebuah pembicaraan yang menyinggung permasalahan akhirat, nasehat untuk taat serta kebesaran Alloh SWT ataupun kemuliaan dan perjuangan Rosululloh SAW yang memperjuangkan tegak dan tersebarnya risalah islam ini ke seluruh penjuru bumi, yang tanpa semua itu belum tentu kita bisa mengecap indahnya islam saat ini. Sudah saatnya kita mengenang, merenungkan begitu beratnya perjuangan Nabi Muhammad SAW serta para sahabat Rodhiallohuanhum agar kalimat tauhid bisa tegak dalam hati tiap umat saat itu.

Mereka tak mengharap apa-apa selain keridhoan Alloh SWT. Namun, pernahkah terdengar bahwa mereka mengharap gunung emas dan materi dunia sebagai ganti dan imbalan dari hal yang mereka serukan? Malahan Rosululloh SAW sendiri pernah bersaksi dengan keyakinan yang mantap untuk menolak kenikmatan dan gemerlap dunia yang dijanjikan para pemimpin zalim saat itu sebagai imbalan jika bersedia meninggalkan dakwah islam. Sungguh, dunia bagi mereka hanya merupakan sarana yang digunakan dalam rangka mentaati Alloh SWT dan Rosul-Nya SAW. Sesungguhnya, kebahagian mereka ada dalam kenikmatan mentaati dan mencintai Alloh SWT dan Rosul-Nya SAW, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Rasa memiliki mereka terhadap islam bagaikan nafas yang senantiasa dihirup yang dibutuhkan dalam kelangsungan kehidupan.

Adakah kita memiliki rasa, semangat serta kecintaan seperti mereka?

Wallohu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s