Kiyai dan Ayam

Nadirsyah Hosen

Selepas Isya’, setelah merasa cukup memberikan pengajian selama bertahun-tahun pada santrinya, seorang Kiyai memberikan santrinya masing-masing seekor ayam. Kiyai berpesan, “terimalah ayam ini, lalu semblihlah ditempat, dimana tidak ada yang bisa melihat apa yang kamu lakukan.”

Subuh itu udara cukup dingin, namun Kiyai dan para santrinya sudah berkumpul di Langgar. Selepas shalat subuh berjama’ah, Kiyai bertanya perihal ayam yang diberikannya itu. Seorang santri senior meminta ijin berbicara, “Kiyai, saya sudah jalankan pesan Kiyai untuk menyemblih ayam itu di tempat yang tak bisa ada yang melihat saya menyemblih ayam itu.”

Kiyai tersenyum, “Dimana kamu semblih?”

Santri menjawab, “Di belakang sumur, malam tadi tepat jam 12.00”

“Kamu yakin tak ada yg melihat perbuatan itu?,” tanya Kiyai lagi.

“Yakin….a’inul yakin, Kiyai, saya sudah periksa berulang kali tempat itu dan sudah sangat berhati-hati” jawab santri dengan takzimnya.

Kiyai menghela nafas. Dia tatap seluruh santrinya. Lalu dengan perlahan dia bertanya, “Bagaimana dengan yang lain?” Satu-satu melaporkan “tempat rahasia” mereka saat menyemblih ayam tersebut.

Kiyai sekali lagi menghela nafas. Dengan suara berat, Kiyai berkata, “Kalian semua tidak lulus…. berbulan-bulan aku mengajarkan Islam kepada kalian, sayang, kalian tak mampu menangkapnya dengan baik. Ketika kalian merasa telah menemukan suatu tempat rahasia, dimana tak ada yang bisa melihat perbuatan kalian, kalian lupa, wahai anak-anakku, bahwa sungguh tak ada tempat di dunia ini yang lepas dari pengamatan Allah!” “Ketika kalian semblih ayam itu, tak sadarkah kalian bahwa Allah melihat perbuatan itu.”

Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML->WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.

3 thoughts on “Kiyai dan Ayam

  1. Burung walet dan karkum mujahadah …

    kita tdk tau apa yg dimakan dan minum burung walet saat terbang tinggi ke angkasa , hingga air liurnya bisa berharga jutaan rupiah perkilonya …

    orang lain tdk tau apa yg dicari dan didapatkan oleh karkun yg sedang bermujahdah dijalan Allah jauh dan jauh dari kampung halamannya sebagaimana burung walet yg terbang tinggi meninggalkan sarangnya …

    kalau burung walet yg terbang tinggi air liurnya yg berharga mahal tp kalau karkun yg bermujahadah meninggalkan kampung halamannya selama 4 bulan maka Allah swt membuka wawasannya hingga berwawasan luas seperti langit dan Allah swt menajamkan lisannya dgn perkataan yg mengandung perkataan hikmah dan Allah swt memberikan pemahaman agamanya didalam hati …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s