SEKEDAR RENUNGAN

Bagaimana kita tidak mengutamakan Allah?Padahal segala sesuatu ada dalam genggaman-Nya. Berjalannya rencana-rencana kita, terwujudnya mimpi-mimpi dan keinginan kita adalah tergantung dari izin Allah SWT, Allah yang mampu memberikan manfaat dan mudharat, betapa sering kita mengalami ataupun menyaksikan bagaimana dengan rencana dan kesiapan yang sudah matang yang menurut perhitungan kita sebagai manusia itu tak akan gagal, ternyata sesuatu yang tak terduga terjadi sehingga membuyarkan semua mimpi mimpi kita, sebaliknya betapa kita sedang berada dalam kesulitan yang amat sangat sehingga pikiran kita buntu, namun tiba tiba saja sesuatu terjadi diluar dugaan, pertolongan datang dan masalah kita pun selesai. ”Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.”(Al Baqarah 117)

Kita tidak bisa menafikan atau melupakan bahwa dibalik semua yang terjadi di dunia ini adalah atas izin Allah, betapa hukum-hukum alam atau perhitungan- perhitungan logika kita tidak bisa membatasi atau menghalangi Allah untuk bertindak. ” Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.”( Ali Imran 47 )

Semua yang kita lakukan hanyalah sebatas asbab bukanlah yang menjadikan keberhasilan atau kegagalan. Yang menjadikan berhasil atau gagal adalah Allah. ” Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” ( An Nahl 40 )

Dan kita tidak bisa melupakan bahwa kita akan mati, dan kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati dan meninggalkan dunia ini dan memasuki alam dimana kita tak lagi bisa beramal dan hanya bisa menikmati pembalasan daripada iman dan amal perbuatan kita semasa hidup. Kita akan tinggalkan bapak ibu kita, kakak adi kita, anak istri kita dan kawan kawan kita ataupun musuh musuh kita, kita akan memasuki kesendirian dan hanya akan ditemani oleh amal perbuatan kita selama di dunia, apabila baik maka baiklah keadaan kita nanti. ” Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”( Al An`Aam 73 )

” Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” ( Maryam 35 )

” Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (Yaa Sin 82 )

Yang paling penting di dunia sekarang ini adalah Allah, Allah lah yang harus diatas segala galanya, karena atas izinNya lah seluruh yang ada di langit dan dibumi baik yang terlihat ataupun tidak bergerak. Allah lah pemilik alam semesta ini, Allah maha kaya. Siapakah manusia terkaya di muka bumi sekarang ini? Bill Gates, Adnan Kasogi, Michael Jackson dll, apa yang mereka punya? Tanah, budak, hamba sahaya, Hotel, Apartemen, Emas, perak, kendaraan, pulau, uang, hewan peliharaan yang mahal? Semua itu belum apa apa, Allah lah pemilik mereka semua, pemilik jiwa mereka……Allah pemilik manusia, jin, binatang, semua ikan dilaut, darat, udara, pasir, laut, sungai, pulau, hutan, batu, tanah, langit, udara, oksigen, semua yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Allah adalah Raja Diatas Raja, Rajanya Manusia, siapakah yang paling kuat dan berkuasa di seluruh alam semesta, Allah yang paling berkuasa, pemilik seluruhnya, bintang, planet bulan, matahari dan ilmu seluruhnya adalah milik Allah, siapakah yang membuat kita mengetahui segalanya, memiliki segalanya, yang menjadikan nyata mimpi kita, yang mengabulkan keinginan yang tersembunyi, yang menampakkan yang terbersit di hati, Allah lah yang menjadikan segalanya. Allah tidak beranak dan diperanakkan. Allah tidak sama dengan makhluknya, Allah tidak buta sebelah matanya. Allah mampu menggerakkan matahari dari timur kebarat, dari barat ketimur. Allah tidak pernah tidur. Allah lah yang akan menyelamatkan kita di dunia yang sementara ini dan diakhirat nanti selama lamanya. Insya Allah kita pasang niat kita dan kita arahkan pikir dan risau kita untuk bagaimana supaya hati kita senantiasa mengingat Allah, dan bagaimana agar kita cepat cepat mengarahkan hati dan badan kita apabila panggilan Allah dikumandangkan, dan bagaimana agar kita cepat cepat mengambil langkah apabila ditawarkan kerja kerja agama, kita niatkan diri kita untuk ambil bagian dalam menyebarkan kalimah Laa Ilaa ha Ilallaah Muhammadarasulullaah…..kita siapkan diri kita agar Allah pilih kita sebagaimana Allah pilih para sahabat RA.

“Adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan amal yang shaleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung. Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar? ” Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan? “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?” Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar”.

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap adzab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.

Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Qur’an diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.

Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan)Tuhanmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.( Al Qashash 67 -88 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s