Ceramah/Bayan Gito Rollies

Hidayah Melalui Anakku..

Sahibul hikayat dalam kisah ini adalah warga Madinah Nabawiyah, ia menuturkan sebagai berikut, “Aku adalah seorang pemuda umur 37 tahun, telah berkeluarga dengan beberapa anak. Aku telah banyak melakukan yang diharamkan Allah. Jarang sekali shalat berjamaah, kecuali pada momen-momen tertentu saja, sekadar formalitas di mata orang lain. Hal itu disebabkan karena aku merasa sebagai orang jahat. Setan selalu mengikatku setiap saat. Anakku berumur 7 tahun, namanya Marwan, ia tuli dan bisu, tetapi ia telah banyak mereguk nilai-nilai keimanannya dari istriku.

Pada suatu malam aku dan Marwan sedang berada di rumah, aku mulai merencanakan apa yang akan aku lakukan malam ini bersama teman-teman, dan di mana lokasinya.

Saat itu selepas shalat Maghrib, dengan bahasa isyarat anakku mengatakan sesuatu, aku sangat paham kalau dia mengingatkan diriku untuk shalat, “Mengapa Bapak tidak shalat?” begitu kira-kira yang ingin dikatakannya. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya ke langit, lagi-lagi dengan isyarat ia mengultimatum bahwa Allah akan melihatku.

Terkadang aku kepergok anakku sedang berbuat kemunkaran, aku takjub dengan bahasa isyaratnya, ia menangis di depanku, lalu aku segera merangkulnya, tapi ia lari dariku, ia segera lari ke tempat wudhu, lalu datang kembali menghampiriku seraya memberi isyarat agar jangan pergi dahulu, tiba-tiba ia shalat di depanku kemudian ia bangun dan bergegas mengambil mushaf dan meletakkannya di hadapanku, lalu ia membukanya dengan hanya sekali buka, kemudian jari telunjuknya menunjuk kepada salah satu ayat dalam surat More

Bersungguh -sungguh di jalan Allah

klik gambar  untuk memperbesar

Kebencian Itu Awal Dari Hidayah

Kirim Artikel Anda

M. Syamsi Ali, M.A.

Kebencian Itu Awal Dari Hidayah

Kaifa Ihtada
15/2/2010 | 29 Shafar 1431 H | Hits: 4.564

Oleh: M. Syamsi Ali, M.A.


Kirim Print

dakwatuna.com – New York, Pagi ini, Rabu 10 Pebruari, kota New York sedang dilanda badai salju. Sejak tengah malam lalu, salju turun tiada henti membuat jalanan menjadi sepi dan licin. Kebanyakan warga memilih tinggal di rumah, berbagai institusi ditutup sementara, termasuk sekolah-sekolah dan bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Saya sendiri cukup malas untuk meninggalkan rumah pagi tadi. Tapi entah apa, rasanya saya tetap terpanggil untuk melangkahkan kaki menuju kantor PTRI, dan selanjutnya ke Islamic Center. Ternyata kantor PTRI juga pagi ini hanya dibuka hingga pukul 12 siang.

Aku pun segera menuju Islamic Cultural Center of  New York dengan tujuan sekedar shalat Zhuhur dan Ashar sekalian. Lazimnya, ketika ada badai salju atau hujan lebat, jamaah meminta untuk menjamak’ shalat. Setiba di Islamic Center saya segera menuju ruang shalat, selain untuk melihat apakah pemanas ruangan telah dinyalakan atau belum, juga untuk shalat sunnah.

Tiba-tiba saja Sekretaris memanggil, ‘Some one is waiting for you!’. ‘Let me do my sunnah and will be there!’, jawabku.

Setelah shalat sunnah, segera saya menuju ke ruang perkantoran Islamic Center. Di ruang tamu sudah ada seseorang yang relatif berumur, tapi nampak elegan dalam berpakaian. ‘Hi, good morning!’, sapaku. ‘Good morning!’, jawabnya dengan sangat sopan dan ramah. ‘Waiting for me?’, tanyaku sambil menjabat tangan. ‘Yes, and I am sorry to bother you at this early time’, katanya sambil tersenyum.

Saya mengajak pria berkulit putih tersebut ke ruangan kantor saya. Dengan berbasa-basi saya katakan ‘wah mudah-mudahan Anda diberikan pahala atas perjuangan mengunjungi Islamic Center dalam suasana cuaca seperti ini’. ‘Oh not at all!. We used to this kind of weather’, jawabnya.

So, what I can do for you this morning’, tanyaku memulai pembicaraan. Tanpa saya sadari orang tersebut masih berdiri di depan pintu. Barangkali dia tidak ingin lancang duduk tanpa dipersilakan. Memang dia nampak sopan, tapi dari kata-katanya dapat dipahami bahwa dia cukup terdidik. ‘Please do have your sit!’, kataku. ‘Thanks sir!’, jawabnya singkat.

Setelah duduk saya ulangi lagi, pertanyaan sebelumnya ‘what I can do for you this morning?’. ‘Sambil membalik posisi duduknya, dia melihat ke saya dengan sedikit serius, tapi tetap dengan senyumnya. ‘I am here for….’, seolah terhenti..’for some clarifications!’, jawabnya. ‘I have been reading, I have observed, even I have learned about the religion, and to be honest I know about it a great deal!’, jelasnya.

That’s great!’, selaku. Tiba-tiba dia memotong More

BBC NEWS | In pictures: Bangladesh Muslim gathering

Source :http://news.bbc.co.uk/2/hi/in_pictures/7209970.stm

//

Crowd

Bangladeshis say that the Biswa Ijtema is the largest annual gathering of Muslims outside Saudi Arabia, with two to three million people from Bangladesh and elsewhere expected.

//

Abdul Rahman

Farmer Abdul Rahman says the festival's popularity stems from its accessibility for the poor.

//

Aerial view

The Biswa Ijtema, which takes place beside the Turag river, is organised by missionaries and focuses on learning and prayer.

//

Delwar

Twelve-year-old religious college pupil Delwar says he has come to his first Biswa Ijtema to get closer to God.

//

Rapid Action Battalion

The security forces have deployed 20,000 men, including members of the paramilitary Rapid Action Battalion, to make sure there is no trouble.

//

Rakib

Rakib, who has come with his father from London, described the atmosphere as "spiritual".

//

Men

Getting to the gathering is a struggle for many. Vehicles queued from more than 5km (three miles) away to reach the site, so many decided it was best to walk.

//

// YOUR PICTURE GALLERY IS NOW LOADING…

//

Crowd

// Bangladeshis say that the Biswa Ijtema is the largest annual gathering of Muslims outside Saudi Arabia, with two to three million people from Bangladesh and elsewhere expected.

Abdul Rahman

// Farmer Abdul Rahman says the festival’s popularity stems from its accessibility for the poor.

Aerial view

// The Biswa Ijtema, which takes place beside the Turag river, is organised by missionaries and focuses on learning and prayer.

Delwar

// Twelve-year-old religious college pupil Delwar says he has come to his first Biswa Ijtema to get closer to God.

Rapid Action Battalion

// The security forces have deployed 20,000 men, including members of the paramilitary Rapid Action Battalion, to make sure there is no trouble.

Rakib

// Rakib, who has come with his father from London, described the atmosphere as “spiritual”.

Men

// Getting to the gathering is a struggle for many. Vehicles queued from more than 5km (three miles) away to reach the site, so many decided it was best to walk.

Abu Jaffar

"We have come here to find out how we can best attain peace in this life, and the one after death," Abu Jaffar, from Gazipur, explains. (Pictures and text by Mark Dummett)

//

Galeri Foto Ijtima Biswa 2009

Galeri Foto Ijtima Biswa 2009

Selasa, 26 Januari 2010 04:27
E-mail Cetak PDF

Acara Ijtima Biswa atau Pertemuan Muslim Dunia di Bangladesh menjadi tempat berkumpulnya jutaan kaum Muslimin. Tahun 2009 lalu Biswa Ijtima dihadiri sekitar 3 juta orang. Berikut galeri foto Ijtima Biswa tahun 2009:


Tabligi Jamaat: Bishwa Ijtema 2010 in Bangladesh

Posted by Editor TheMuslim.ca on Jan 25th, 2010 and filed under Photo, Top News, Ummah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Tableegi jamaat Ijtima 2010 in Dhaka, Bangladesh
Tableegi jamaat Ijtima 2010 in Dhaka, Bangladesh

TONGI, Bangladesh — Tens of Thousands (according to some report 4 million) Muslims attended Tabligi Jamaat Ijtima on Sunday near the Bangladeshi capital of Dhaka.

The three-day Bishwa Ijtema, or World Muslim Congregation, concluded after Tabligi Jmaat head from India led final Dua (prayers) with participants filling every open space, rooftops and miles of roads leading to the congregation site.

The gathering, at which Muslims pray and listen to religious scholars, was first held in the 1960s on the banks of the Turag river and was launched by Tabligi Jamaat, that urges people to follow Islam in their daily lives.

Nearly 20,000 security personnel have been deployed to guard the World Congregation of Muslims, or Biswa Ijtema, said the area’s police chief Mahfuzul Haq Nuruzzaman.

Thousands were walking to reach the site as authorities struggled to keep the flow of traffic moving in and around the Dhaka, which has a population exceeding 10 million, said Ajmat Ullah Khan, head of the area’s municipality corporation.

Khan said they were expecting at least one million devotees to gather for weekly prayer on Friday on the river banks. Some 3 million are expected on Sunday.

Most devotees are Bangladeshis, but organizers say more than 10,000 participants have already arrived from 40 other countries, including the United States, Canada, Malaysia and the United Kingdom.

Dhaka was deserted on Sunday as many residents left their jobs — Sunday is a working day in Bangladesh — and headed to the venue, 40 kilometres (25 miles) north of the city.

The government arranged special trains and ferries, while army engineers set up dozens of makeshift bridges and water tanks.

Bangladesh is the world’s third-largest Muslim-majority nation, with Muslims making up nearly 90 percent of its 144 million populations.

Biswa Ijtema 2010 Bimbing Umat Muslim Dunia Ke Dhaka

Sabtu, 23 Januari 2010 14:30

DHAKA (SuaraMedia News) – Ribuan Muslim dari seluruh dunia mengadakan doa di Bangladesh pada hari Jumat dalam peringatan hari Biswa Ijtema, awal dari salah satu pertemuan tahunan umat Islam terbesar setelah ziarah ke Mekkah.

Ijtema telah diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 1966 di tepi sungai Turag di Tongi, pinggiran Dhaka.

Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Tabligh Dunia, sebuah kelompok yang terdiri terutama dari para sarjana Muslim Bangladesh yang mengabarkan ajaran-ajaran Islam dan Nabi Muhammad, sekaligus berfungsi sebagai pelayanan urusan agama Bangladesh.

Acara tiga hari ini berfokus pada doa dan  termasuk ceramah dari sarjana Muslim tentang iman dalam Islam.

Tahun ini, diperkirakan 2 juta Muslim diharapkan untuk menghadiri – hampir sama dengan jumlah peziarah yang pergi ke Arab Saudi untuk melakukan ziarah haji tahunan.

Khotbah akan diterjemahkan ke dalam lebih dari setengah lusin bahasa bagi peserta internasional yang akan berkemah di tempat yang luas.

Kanopi besar telah didirikan untuk para jemaah. Langkah-langkah telah diambil untuk menjamin pasokan listrik dan air di dalam dan di sekitar tempat ijtema dan memastikan kesiapan sanitasi dan pelayanan kesehatan bagi peserta.

Fasilitas permanen seperti toilet dan kamar mandi telah didirikan sementara pasokan air pipa yang telah diinstal sebelumnya, sudah ada di sana.

Dokter bekerja sepanjang waktu di kamp-kamp kesehatan gratis, yang diatur untuk memberikan dukungan medis kepada para peserta, jika diperlukan. Dua puluh ambulan juga tersedia di sana, kata para penyelenggara.

Pemerintah telah mengambil langkah-langkah keamanan yang ketat untuk memastikan kedamaian jalannya Ijtema. Personil keamanan akan memantau, melalui CCTV lapangan tempat dimana para jemaat tinggal dari menara diatur untuk tujuan itu. Dua helipads dan 10 menara telah dibuat.

Relawan Itjma mengatakan lebih dari 10.000 Muslim asing sudah tiba hari Jumat pagi, dan ribuan polisi dan pasukan keamanan, lebih dari tahun-tahun sebelumnya, telah dikerahkan untuk melindungi mereka, kata para pejabat.

“Kami memiliki pasukan tambahan yang dikerahkan tahun ini karena negara terus-menerus menghadapi ancaman oleh kelompok-kelompok tak bertanggungjawab,” kata seorang polisi senior yang menolak disebutkan namanya.

Negara-negara yang hadir termasuk dari India, Pakistan, Arab Saudi, Afghanistan, Libanon, Kanada, Qatar, Bahrain, Kuwait, Thailand, Singapura, Maroko, Jepang, Filipina, Mesir, Suriah, Bhutan, Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Nigeria, Afrika Selatan, Turki, Italia, Swedia, Jerman, Swiss, denmark dan Spanyol.

Presiden Zillur Rahman, dalam sebuah pesan, berkata, “Saya mengirimkan salam saya kepada saudara-saudara Muslim yang bergabung dengan` Biswa Ijtema 2010.”

Dia mengatakan ideologi besar Islam adalah jalan damai dan kesejahteraan bagi umat manusia.

Biswa Ijtema telah memainkan peranan penting dalam membangun hubungan baik umat Muslim dan perluasan pendidikan Islam, katanya dan berharap bahwa jemaat akan memperkuat solidaritas umat.

Perdana Menteri Sheikh Hasina dalam pesannya mengatakan Biswa Ijtema di tepi sungai Turag di Tongi di pinggiran Dhaka telah memberikan kontribusi bagi penyebaran esensi Islam yaitu damai, kasih sayang, persahabatan dan kemurahan hati.

Ia berharap kegiatan tahunan ini akan memperkuat kesatuan bangsa dan umat Muslim di seluruh dunia.

Ia berdoa untuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi para peserta dan umat Muslim pada kesempatan Biswa Ijtema itu.

Dhaka telah menjadi tuan rumah peristiwa ini setiap tahun sejak 1967. (iw/reu/bsn) www.suaramedia.com

Peta Ijtima Serpong 2009

PetaSerpong4Ijtima08_09_08_489d4a74b41e3
Bung Rano Karno beserta Wapres Jusuf Kalla setelah shalat Jum’at bersama di medan ijtima jamaah tabligh serpong BSD 2008
sumber :
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.serpongkita.com/piccust/resto/08_09_08_489d4a74b41e3.jpg&imgrefurl=http://www.serpongkita.com/index.php%3Fmilih%3Dbrf%26gmb%3D08_09_08_489d4a74b41e3.jpg%26ID%3D875%26resto%3DWAPRES%26check%3D1&usg=__NJl8SrJDwFY1WSD7BjMIzl-6wtw=&h=299&w=448&sz=44&hl=id&start=16&um=1&tbnid=YDLU36synpuARM:&tbnh=85&tbnw=127&prev=/images%3Fq%3Dpeta%2Bijtima%2Bserpong%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DN%26um%3D1

:: Olimpiade 2012 & Masjid Markaz London

Olimpiade 2008 baru saja ditutup, pesta olahraga terbesar di dunia selanjutnya direncanakan digelar di London pada tahun 2012.

Ada kabar gembira lain yang ada kaitannya dengan Olimpiade 2012 ini, bukan kabar dari dunia olah raga, tetapi kabar tentang akan berdirinya sebuah Masjid Ilyas di Abbey Mills di atas tanah seluas 7,3 ha di dekat komplek stadion Olimpiade di kawasan Stratford, West Ham, London Timur. Masjid tersebut lebih populer dengan nama “Markaz London”.
markaz1
Masjid ini direncanakan mampu menampung 12 ribu orang, bahkan untuk even-even tertentu, misalnya ijtima’ Eropa, masjid ini mampu menampung hingga 70 ribu orang jamaah.

Selain masjid, komplek ini juga akan dilengkapi dengan aula yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, perpustakaan, taman dan sekolah yang mampu menampung 500 siswa.

Insyaallah masjid ini akan menjadi masjid terbesar di Inggris, bahkan di Eropa. Masjid ini juga disiapkan untuk menjadi markaz tabligh Eropa, menjadi semacam “hub” untuk jamaah-jamaah yang datang dan transit ke Inggris atau wilayah Eropa lainnya.
markaz2
Di masjid lama yang sudah ada di tempat tersebut, jumlah jamaah yang hadir pada setiap malam markaz yang diadakan di setiap malam Jum’at sekitar 3.500 orang (banyak mana ya dengan Masjid Kebun Jeruk ?).

Di London sendiri, proporsi jumlah penduduk muslim juga cukup besar. Di kota ini terdapat sekitar 625 ribu jiwa muslim dari sekitar 7,5 juta jiwa, ini berarti setiap 1 dari 12 penduduk London adalah muslim. Statistik lain bahkan menyebutkan bahwa jumlah penduduk muslim di London mencapai 1,3 juta jiwa atau 17 % dari jumlah penduduk London. Di kawasan-kawasan tertentu bahkan jumlah penduduk muslimnya ada yang mencapai 90 %. Jumlah tersebut diyakini akan semakin bertambah di masa-masa yang akan datang.

Insyaallah, salah satu pendorong meningkatnya jumlah pemeluk Islam ini adalah asbab usaha dakwah yang dijalankan secara terus menerus dan tak kenal lelah, siang malam, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 dalam setahun.

Dengan asbab usaha ini, jumlah mereka yang beralih keyakinan ke Islam juga terus bertambah dari hari ke hari, banyak di antaranya yang berasal dari kalangan bangsawan dan profesional. Di samping itu, angka kelahiran di kalangan penduduk muslim rata-rata juga lebih tinggi dibanding angka kelahiran di kalangan komunitas lainnya.
markaz3
Saat ini, London merupakan kota yang mempunyai masjid paling banyak dibanding kota-kota lain di Eropa. Dengan keadaan seperti ini orang sering menyebut London dengan “Londonistan”, untuk menggambarkan betapa London dari hari ke hari semakin bersuasana dan bercitarasa “Islam”.

Dalam sejarahnya, masjid pertama kali didirikan di Inggris sekitar 80 tahun yang lalu. Perkembangan jumlah masjid dari tahun ke tahun cukup luar biasa, saat ini jumlah masjid di seluruh Inggris mencapai lebih dari 1000 buah, banyak diantaranya bekas gereja Anglikan yang sudah lama tidak dipakai lagi sebagai tempat ibadah.

Mudah-mudahan, suatu saat Allah SWT menghantarkan kita ke Markaz London ini, juga ke markaz-markaz yang lainnya, untuk ikut serta memikirkan bagaimana agama ini bisa semakin tersebar di seluruh alam. Insyaallah
aldjo.wordpress.com

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.