Berilmu Sebelum Beramal, Tetapi Bukan Menumpuk-numpuk Ilmu
30 May 2012 Leave a Comment
in Tamsil
(a) Beramal itu memerlukan ilmu, dan ini sudah jelas dipahami semua orang.
(c) Rasulullah SAW menyuruh orangtua untuk menyuruh anaknya kalau sudah 7 tahun untuk SHOLAT. Seberapa BANYAK ILMU ketika anak itu disuruh untuk Sholat?
(d) Abu Bakar RA masuk Islam, kemudian Abu Bakar RA langsung terjun da’wah dan besoknya 5 orang masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW. Seberapa BANYAK ILMU Abu Bakar RA ketika masuk Islam dan langsung terjun da’wah saat itu?
(e) Seorang ayah menyuruh anak-anaknya puasa di bulan Ramadhan. Seberapa BANYAK ILMU PUASA ketika menyuruh anak-anaknya untuk puasa di bulan Ramadhan?
- Apakah ayah itu harus hafal seluruh dalil-dalil perihal puasa, kemudian menyuruh anaknya puasa di bulan ramadhan?
- Apakah anak-anaknya itu harus hafal dahulu dalil puasa, kemudian puasa di bulan ramadhan?
(f) Artinya “BERILMU SEBELUM BERAMAL”, itu memang benar adanya. TETAPI ummat Islam harus bisa memahami pemahaman yang benar, jangan akhirnya harus banyak dahulu dalil, kemudian terjun da’wah. Nanti akhirnya banyak dahulu dalil, baru menyuruh anaknya untuk sholat dan puasa. Akhirnya anak-anaknya banyak yang tidak sholat dan puasa, KARENA orangtuanya harus harus BANYAK ILMU DAHULU baru menyuruh sholat.
(g) sama halnya dengan Ummat Islam, karena HARUS BANYAK ILMU DAHULU UNTUK DA”WAH, maka akhirnya ummat Islam banyak yang TIDAK SHOLAT, TIDAK PUASA, dikarenakan ummat Islam meninggalkan dari da’wah itu sendiri.
(h) KESALAHAN MEMAHAMI, MAKA AKAN BERDAMPAK PADA KEKERDILAN BERPIKIR DAN BERAMAL. Dan ini yang banyak terjadi di kalangan Ummat Islam sekarang ini.
![]() |
Moh. Haitan Rachman
|
Bayi dan Kita
25 Aug 2007 8 Comments
in Tamsil
Saudara- saudara sekalian yang dimuliakan Allah SWT, tentang bayi saudara – saudara sekalian……..bayi berada didalam kandungan ibunya selama kurang lebih sembilan, asupan makanan untuk membuat bayi ini hidup dan berkembang adalah melalui tali pusat yang terhubung keperutnya. Bayi ini tidak paham buat apa kedua tangan, kedua telinga, kedua mata, hidung mulut, kaki dan semua organ tubuh yang lain karena tanpa itu semua toh mereka tetap dapat hidup dan berkembang di dalam alam perut sang ibu.
Bayi ini meyangka bahwa dia akan hidup selama lamanya di alam perut, padahal telah ditetapkan bahwa dia hanya hidup sementara saja di alam perut ibu . Sembilan bulan telah berlalu, maka sang bayi ini pun dipaksa menerima kenyataan bahwa dia harus keluar dari alam perut ibunya menuju ke alam yang baru, yaitu alam dunia. Sekarang semua hijab telah terangkat, semua ketidak jelasan dan ketidak pahaman sang bayi tentang apa maksud diberikannya semua anggota tubuh seperti tangan, mata, telinga, mulut dan hidung yang selama ini dianggap sia sia saja dia diberikan semua itu karena yang dibutuhkan di dalam perut bayi hanyalah tali pusat itu.
bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara saja
kehidupan sebenarnya adalah nanti di akhirat yang kekal selama lamanya
Akhirnya si bayi sadar bahwa semua itu bermanfaat sekali bagi dirinya untuk menjalani kehidupan yang baru di alam yang baru.
Saudara-saudara yang dimuliakan Allah SWT. Ini adalah gambaran tentang kita , betapa Allah SWT telah menurunkan Alqura’an yang berisi perintah, larangan, peringatan, pelajaran, obat dsb yang bermanfaat buat umat manusia yang dibawa oleh malaikat jibril dan disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW agar di sebarkan kembali ke seluruh alam, tetapi kita menganggap semua itu tidak berguna.
Pikiran yang sering muncul adalah buat apa saya Sholat, Puasa, Haji, Sedekah, Silaturahmi, mencari ilmu, baca Al Qur’an, berakhlak baik, tanpa itu aja kita sudah makan, hidup, dan kaya. Tidak sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara saja dan kehidupan sebenarnya adalah nanti di akhirat yang kekal selam lamanya. Agama dianggap sebagai penghambat kemajuan, bisa merugikan atau mengurangi keuntungan dalam bisnis, mengurangi waktu, dll.
Ingatlah!!!!Yang berguna nanti di akhirat hanyalah Iman dan Amal Shaleh.
Pak Kiyai dan Burung Beo
19 Aug 2007 7 Comments
Pak Kiyai memelihara seekor burung beo. Dengan tekun dan telaten burung beo itu dilatihnya mengucapkan Laa ilaaha illallah. Akhirnya dalam beberapa bulan beo itu suah pandai mengucapkan Laa ilaa ha illallah.
Suatu hari seekor kucing menerkam burung beo itu dan ……keak…..keak….keak!!! Burung beo itu bersuara parau lalu mati dimangsa si kucing. Alangkah sedihnya hati sang Kiyai mendengar burung beonya mati. Sejak itu pak kiyai sering kelihatan murung dan banyak mengunci dirinya dalam kamar pribadi.
Kontan saja hal ini membuat para santrinya bingung dan bersedih. Lalu diantara para santri diadakan musyawarah untuk membelikan burung beo yang baru supaya pak kiyai tidak bermuram durja.
MAka maksud para sntri ini pun di utarakan kepada sang kiyai. Seorang utusan pun dikirim untuk menghadap kiyai.” Pak kiyai kami turut bersedih dengan kematian beo kesayangan pak kiyai, izinkanlah kami membelikan lagi burung beo yang baru agar pak kiyai tidak bersedih lagi.
Kemudian pak kiyai beranjak pergi dan memanggil seluruh santrinya ke masjid depan.
Ketahuilah santri – santriku……beberapa hari ini akiu mengurung diri dikamar sebenarnya bukan semata karena kematian burung beo itu tempo hari. Yaang aku sedihkan adalah isyarat yang diberikan Allah lewat kematian burung beo tersebut .Coba kalian pikirkan , burung tersebut sudah sangat fasih mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah tetapi saat diterkam kucing yang keluar dari mulutnya malah bunyi keak…keak….keak…! Aku takut nasibku nanti seperti beo itu……Semasa hidup fasih lisan ini mengucapkan kalimat itu tetapi pada saat meninggal nanti tidak mampu lisan ini mengucap kalimat syahadat di akhir hayat….malah mengucap yang lain. Ya Allah matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah ….dalam keadaan yang baik yang Engkau Ridhoi Ya Allah…..
Merobohkan Masjid
19 Aug 2007 4 Comments
in Tamsil
Sebuah Hadits mengatakan, ” Shalat itu tiangnya agama, barangsiapa mendirikan shalat berarti ia mendirikan agama dan barang siapa meninggalkan shalat berarti meruntuhkan agama.”
Mari kita renungkan keadaan hari ini. Bandingkanlah antara orang yang mendirikan agama dengan yang meruntuhkan agama! Lebih banyak manakah ? Jawabannya mudah ditebak karena kenyataan hari ini ummat islam yang belum shalat lebih banyak dari pada yang sudah shalat.
Hari ini umat islam giat membangun masjid bahkan ada yang sampai meminta dana dengan cara beridir di jalan ataupun berkeliling.
Kalaulah setelah masjid itu berdiri, tiba – tiba ada sepuluh orang yang merusak bangunan fisik masjid tadi, maka dengan serentak mungkin seluruh masyarakat muslim di kampung itu akan mengeroyoknya. padahal yang dirusak adalah fisik bangunan masjid.
Tetapi hari ini banyak yang ummat islam yang meruntuhkan agama dengan cara meninggalkan shalat dan menjauhi masjid. Agama secara perlahan sedang diruntuhkan dengan cara merobohkan tiang2 nya yaitu shalat. Agama secara perlahan sedang diruntuhkan! masih adakah yang peduli dengan bangunan agama?
Hendaknya kerisauan dan kemarahan kepada yang merobohkan bangunan masjid setara dengan kerisauan dan kemarahan(kasih sayang) kepada orang yang meninggalkan shalat.
Insya Allah.
Tanggung Jawab
22 Jun 2007 3 Comments
in Tamsil
Alkisah, ada seorang penyelam pencari mutiara yang baru menjalani profesinya.Tugas utamanya adalah mencari mutiara di dasar laut. Dia bekerja pada seorang tuan yang telah mempersiapkan seluruh kebutuhannya untuk menjalankan tugas mengambil mutiara. Kaca mata selam, baju selam, senter anti air, dan yang paling penting adalah tabung oksigen yang dengan alat inilah si penyelam dapat menjalankan tugasnya si dalam air, lamanya tergantung isi okxygen yang ada di dalam tabung, semua sudah dipersiapkan oleh tuannya.
Cuaca yang cerah pada suatu pagi menampakkan keindahan lautan yang biru dan jernih,
tibalah saatnya untuk menyelami samudera menjalankan tugas sebagai seorang pencari mutiara, kecepatan dan perhitungan yang tepat sangat dibutuhkan karena jatah oksigen yang dapat dibawa tidak lama hanya sebentar saja.
Perlahan namun pasti dengan gerakan yang lembut bak penyu sang penyelam terus menjelajahi alam samudera yang luas, mulai tampak keindahan bawah laut yang memukau, ada ikan yang kecil dan berwarna warni, ada rumput dan tanama tanaman laut, ada terumbu karang yang indah, ada ubur ubur yang sesekali bersinar dan berbagai macam makhluk laut yang indah……….waaaah
indah sekali benar benar berbeda dengan yg selama ini dilihat di atas air.
Waktu demi waktu sang penyelam ini makin menjelajah, asik bermain dengan ikan – ikan kecil yang bersahabat. Tak terasa oksigen dalam tabung mulai berkurang dan dia belum melaksanakan tugas utamanya, yaitu mencari Mutiara.
Terkejut sang penyelam menyadari bahwa dia sudah terlalu lama di dalam air bermain main dan bersenda gurau dengan keindahan samudera, buru – buru ia mencari mutiara yang menjadi tugas utamanya, dapat juga akhirnya walau dengan susah payah.
Dengan tergesa gesa pula ia naik berenang dengan sekuat tenaga dengan membawa mutiara yang dia taruh dalam kantung dan digantung di pinggangnya dengan perasaan senang dan takut, senang karena akan segera sampai keatas dengan membawa hasil mutiara dan berjumpa dengan dengan tuannya umtuk mempertanggung jawabkan tugasnya.
Namun malang sekali nasibnya, hampir sedikit lagi sampai keatas permukaan dan bertepatan dengan habisnya oksigen dalam tabung mutiara mutiara yang ada dalam kantungya lepas berjatuhan kembali kedasar lautan yang dalam, tidak mungkin lagi untuk kembali mengambil mutiara 2 tersebut karena persediaan oksigennya sudah habis, dengan terpaksa dia harus keatas dan bertemu dengan tuannya tanpa membawa hasil apa apa…….
Bagaimana kira2 sikap tuannya kepada si penyelam tersebut yang telah lalai dalam menjalankan tugasnya……..
-Mutiara adalah ibarat agama yang didalamnya terdapat iman dan amal shaleh
-Samudera beserta isinya adalah ibarat dunia yang memukau dan dapat melupakan akan kampung akhirat bagi yang tidak bijak dalam menyikapinya.
-Tabung Oksigen adalah ibarat Jatah kehidupan yang diberikan Allah.
-Sang penyelam adalah ibarat kita
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,( Al Mudattsir 38 )
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? ( Al An’am 32 )
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.( Al A’Raaf 51 )
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.( Muhammad 36 )
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? ( Al Qiyaamah 36 )
Kiyai dan Ayam
24 May 2007 2 Comments
in Tamsil
Nadirsyah Hosen
Selepas Isya’, setelah merasa cukup memberikan pengajian selama bertahun-tahun pada santrinya, seorang Kiyai memberikan santrinya masing-masing seekor ayam. Kiyai berpesan, “terimalah ayam ini, lalu semblihlah ditempat, dimana tidak ada yang bisa melihat apa yang kamu lakukan.”
Subuh itu udara cukup dingin, namun Kiyai dan para santrinya sudah berkumpul di Langgar. Selepas shalat subuh berjama’ah, Kiyai bertanya perihal ayam yang diberikannya itu. Seorang santri senior meminta ijin berbicara, “Kiyai, saya sudah jalankan pesan Kiyai untuk menyemblih ayam itu di tempat yang tak bisa ada yang melihat saya menyemblih ayam itu.”
Kiyai tersenyum, “Dimana kamu semblih?”
Santri menjawab, “Di belakang sumur, malam tadi tepat jam 12.00″
“Kamu yakin tak ada yg melihat perbuatan itu?,” tanya Kiyai lagi.
“Yakin….a’inul yakin, Kiyai, saya sudah periksa berulang kali tempat itu dan sudah sangat berhati-hati” jawab santri dengan takzimnya.
Kiyai menghela nafas. Dia tatap seluruh santrinya. Lalu dengan perlahan dia bertanya, “Bagaimana dengan yang lain?” Satu-satu melaporkan “tempat rahasia” mereka saat menyemblih ayam tersebut.
Kiyai sekali lagi menghela nafas. Dengan suara berat, Kiyai berkata, “Kalian semua tidak lulus…. berbulan-bulan aku mengajarkan Islam kepada kalian, sayang, kalian tak mampu menangkapnya dengan baik. Ketika kalian merasa telah menemukan suatu tempat rahasia, dimana tak ada yang bisa melihat perbuatan kalian, kalian lupa, wahai anak-anakku, bahwa sungguh tak ada tempat di dunia ini yang lepas dari pengamatan Allah!” “Ketika kalian semblih ayam itu, tak sadarkah kalian bahwa Allah melihat perbuatan itu.”
Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML->WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.




Recent Comments