Studi Kritis tentang Pemahaman Jamaah Tabligh

 

MENYINGKAP KESALAH FAHAMAN TERHADAP JAMAAH TABLIGH

Segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara Seluruh Alam, Salawat dan Salam semoga tetap dilimpahkan kepada sebaik-baik Nabi Rasul Muhammad SAW dan seluruh pengikutnya sampai hari pembalasan.

Selanjutnya, kalau anda belum pernah melihat seseorang, atau kelompok/jama’ah dari dekat, dengan bersahabat atau dengan partisipasi, anda tidak dapat menghukuminya dengan pandangan yang benar. Sebab sudab jelas bahwa apa saja yang anda dengar dari orang-orang itu belum tentu benar dan tepat. Maka dari itu Allah memerintahkan kita:

“Apabila seseorang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka selidikilah …“

Rasulullah bersabda:

“Cukuplab seseorang dikatakan pembohong, bila ia memberitakan segala yang ia dengar”.

Saya, penulis kata pengantar ini dengan segala kerendahan hati menuturkan bahwa saya telah menyelesaikan studi di Madrasah Deoband, mendapat Asy-Syahadah AI-Alamiyyah di Universitas Khoirul-madaris, Multan Pakistan pada tahun 1382 H. Kemudian saya mengajar di beberapa Pesantren antara lain Sahiwal, Faishol Abad, Jehiem, Rawalpindi di Islamabad.

Hubungan saya dengan Amir Jama’ah Tabligh di Pakistan yaitu H. Basyir Ahmad rahimahullah, cukup rapat, tetapi saya belum tahu kepentingan aktifitas jama’ah ini. Sampai akhirnya Allah SWT memberi kehormatan kepada saya untuk dapat diterima di Fakultas Da’wah dan Ushuludlin, universitas Islam Madinah AI-Munawwarah Pada hari ketiga dari diterimanya saya di Universitas Islam, saya dan Seluruh mahasiswa asalPakistandiundang oleh Syaikh Sa’id Ahmad ke Masjid An-Nuur.

Beliau telah menerangkan kepentingan usaha yang agung ini. Dan sejak itulah ucapan Syaikh Sa’id begitu berkesan dihati saya dan saya mendapat kesempatan untuk melihat jama’ah ini dari dekat.

Pada tahun 1395 H saya mendapat kesempatan untuk khuruj fisabilillah selarna 40 hari keSudan. Saya menjadi tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang hatinya telah terbakar oleh kesedihan dan kerisauan yang dalam karena melihat keadaan umat Islam di hari ini Dalam kerja besar ini mereka tidak mempunyai kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi. Dan karena keikhlasan dan kesungguhan mereka dalam da’wah. Allah SWT telah memberikan hidayah kepada banyak hamba-hambanya,

Dalam penjalanan khuruj tersebut di stasiun kereta api (Syindi) saya telab melihat seorang pemudaTunisbersarna dengan seorang gadis Amerika. Waktu itu kami dalam perjalanan menuju kePort Sudan. PemudaTunistersebut ikut naik di kendaraan kami, maka seorang diantara kami berbicara kepadanya tentang iman, sehiugga Allah SWT telab memberikan karunia hidayah kepadanya. Setelab kepulangan kami ke Saudi Arabia, pemuda tersebut telah datang untuk melaksanakan Umroh dan ia telah More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.