Jalan Taubat Sang Rocker
17 Sep 2009 Leave a Comment
in Bila Dakwah dihidupkan, Cerita Hidayah, Cerita Hikmah, Cerita Religi, Cerpen Religi, Kisah Hidup, Mereka yang mendapat Hidayah, Pengalaman Khuruj / Da'wah
Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi
“Cinta yang tulus di dalam hatiku,
Telah bersemi karena-Mu
Hati yang suram
kini tiada lagi
Tlah bersinar karena-Mu
Semua yang ada pada-Mu
Membuat diriku
tiada berdaya
Hanyalah bagi-Mu
Hanyalah untuk-Mu
Seluruh hidup
dan cintaku…”
dakwatuna.com – Masih terngiang lirik lagu Cinta Yang Tulus yang dinyanyikan Bangun Sugito alias Gito Rollies, yang popular di tahun 80an. Lagu yang pernah dipopularkan The Rollies itu memang liriknya terkesan religius. Namun kesan itu menjadi paradoks ketika tahu sisi gelap dari kehidupan si pelantun tembang tersebut. Penampilan Gito kala itu urakan dengan rambut awut-awutan dan celana jin belel menghiasi kejayaan The Rollies Band di era 1980-an. Bahkan lagu-lagu cadas meluncur dari suara seraknya. Segudang kendugalannya kerap dikupas dan menjadi langganan infotainment.
Sudah menjadi rahasia umum bila dunia selebritis di mana pun berada selalu dekat dan akrab dengan dunia gemerlap (dugem) yang kerap diselingi berbagai macam kesenangan sesaat seperti narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Tak terkecuali pria kelahiran Biak, 1 November 1947 ini.
“Tiap Jumat siang kami berangkat ke daerah Puncak Bogor untuk pesta miras dan narkoba,” Ungkap Gito dengan nada sesal.
Sebelum merasakan ke-Mahaan Allah dalam dirinya, Bangun Sugito hidup dalam serba kecukupan. Bergelimang kemewahan, bergiat dalam kehidupan malam, bertemankan jarum neraka. Begitulah hari demi hari yang dilalui seolah pakaian yang tak pernah lepas dari badannya.
Bahagiakah hidup seperti itu? Mendatangkan ketenangankah semua itu? Sebuah pertanyaan yang belum terjawab, sebuah rasa yang belum pernah ada dan sebuah keinginan yang belum tercapai. Pada akhirnya semuanya hanya menghantarkannya ke alam risau, resah dan gelisah.
Klimaks terjadi kala ia merayakan ulangtahunnya yang ke-50 pada 1997. Di situ, Gito mengundang seluruh karibnya untuk berpesta alkohol dan obat sepuasnya.
Dalam kerisauan panjang, beriring desah dan keluh kesah, daerah Puncak Bogor –Puncak dikenal sebagai tempat rekreasi di daerah Jawa Barat– selalu menjadi tempat menumpahkan penat, mengubur kegundahan yang membuncah. Wal hasil bukan ketenangan yang didapat bahkan gelisah itu makin menjadi. Namun dari daerah inilah benih hidayah itu mulai mekar membesar. Puncak menjadi tempat bersejarah, tempat solusi menjawab segala kerisauan.
Saat itu hari Jumat siang. Pria dengan rambut awut-awutan ini masih memegang botol miras, duduk di tempat yang tinggi sambil sesekali memandang ke arah bawah. Pandangannya tertuju kepada beberapa warga desa yang ramai menuju mesjid, hatinyapun bergetar, kerisauanpun kembali mengusik hati.
“Mereka dengan kesahajaan bisa menemukan kebahagiaan. Apakah di Masjid ada kebahagiaan?!” Pertanyaan itu selalu mengusik Gito.
Sungguh pemandangan indah di hari Jumat itu, memberi arti tersendiri bagi kehidupan Gito Rollies. Sulit dibedakan keterusikan karena sekedar ingin tahu atau ini adalah awal Allah membukakan hatinya bagi pintu tobat.
Dicobanya untuk mendekati Masjid itu, subhanallah, seperti ada magnit yang memendekkan langkahnya untuk tiba. Mungkin di sana ada kebahagiaan. Terlihatlah sebuah pemandangan yang meluluhlantakan kegelisahannya selama ini.
“Rasanya seluruh otakku tiba-tiba dipenuhi oleh More
Si Juhi, Si Ebi dan Pak Somad ( shalat khusyu wal Khudu’ )
27 Nov 2007 6 Comments
in Cerita Hidayah, Cerita Hikmah, Cerita Religi, Cerpen Religi, iman, Kisah Hidup
Si Juhi dan Si Ebi baru saja melaksanakan sholat maghrib berjamaah yang diimami oleh Pak Somad di masjid Al Hidayah. Selepas berdoa, Pak Somad meneruskan dengan berdzikir sementara si Juhi dan si Ebi terlibat perbincangan :
Si Juhi : “ Eh Ebi, kamu gimana sih ? kok tadi waktu shalat, aku perhatiin kamu ga Khusyuk!
Si Ebi : ” Lho, ga khusyuk gimana Hi?”
(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.”
(Al-Mukminun : 1-2)
Si Juhi : ” Iya, aku perhatiin tadi selama kamu shalat sering melihat jam tangan, kan harusnya pandangan kamu lurus ketempat sujud bukannya malah sibuk melihat jam tangan.”
Si Ebi : ” Walah kamu Hi, kamu kan pada saat itu shalat juga kok kamu malah merhatiin aku, bukannya merhatiin tempat sujud dan khusyu?!!!
Tiba – tiba pak Somad menghentikan Dzikirnya dan berbicara :
Pak Somad : “ Juhi, Ebi kemari duduk merapat ……..!
Juhi dan Ebi pun menghentikan pembicaraanya dan mendekati Pak Somad.
Pak Somad : ” Juhi, Ebi dengarkan
Dari Aisyah ra berkata, “saya bertanya kepada Rasulullah saw tentang menoleh dalam salat?” Kemudian Rasul saw menjawab: “Menoleh itu adalah suatu keteledoran seseorang akibat ulah syetan dalam salat seorang hamba” (HR. al-Bukhari)
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al-Mukminun : 1-2)
Dari Nabi SAW ,Hudzaifah radiallahu ‘anhu berkata :
“Pertama kali akan hilang dari agamamu adalah
” khusyu’ ” dan hal terakhir yang akan hilang dari agamamu adalah shalat. Betapa banyak orang shalat tetapi tiada kebaikan padanya.”
Hampir saja engkau memasuki masjid sementara tidak mendapatkan di antara mereka orang yang khusyu’ “. (Madarijus Saalikin karya Ibnu Qayyim 1/521).
Ingat dengan kisah ‘Urwah bin Zubair yang diamputasi kaki beliau menggunakan gergaji kayu saat sholat. atau kisah Ali bin Abi Tholib yang di cabut anak panahnya ketika sedang melaksanakan shalat. kenikmatan para salaf ketika shalat mengalahkan sakitnya di amputasi atau dicabutnya anak panah tersebut.
Maksudnya mereka yang takut dan tenang. Pengertian khusyu’ adalah : Ketenangan, tuma’ninah ,pelan-pelan, ketetapan hati, tawadhu’ serta merasa takut dan selalu merasa diawasi Allah Ta’ala (Tafsir Ibnu Katsir, cet. Darus Syi’b VI/414).
Definisi lain dari khusyu’ adalah menghadapnya hati di hadapan Allah Ta’ala dengan sikap tunduk dan rendah diri (merasa hina). (Madarijus Salikin I/520).
Khusyu’ dalam shalat bisa dicapai oleh siapapun yang mampu mengosongkan hatinya hanya untukNya, disibukkan hanya denganNya dan lebih mengutamakan Allah dari selainNya. Saat itulah shalat menjadi ruang peristirahatan sekaligus penyejuk matanya. Sebagaimana disabdakan dalam shalat.” (Tafsir Ibnu Katsir , V/456. Haditsnya tersebut dalam Musnad Imam Ahmad III/128 dan Shahihul Jami’ no : 3123).
Allah telah menyebutkan laki-laki serta perempuan yang khusyu’ sebagai hamba-hamba pilihan, dan Dia juga mengabarkan akan menyediakan ampunan serta pahala besar bagi mereka (Lihat surat Ah-Ahzab ayat 35).
Nah Juhi dan Ebi sudah bagus tertib, Shalat tepat waktu dan berjamaah di tempat di mana adzan dikumandangkan sekarang tinggal ditingkatkan kekhusyukannya.
Juhi juga nih , kan kamu sudah mengerti kalau shalat jangan nengok kanan kiri, eh kamu malah ngeliatin si Ebi yang lagi nengokkin jamnya kan sama aja kamu jadinya ga khusyuk juga berarti malah nyalahin si Ebi lagi bukannya Instropeksi diri.
Juhi tersipu sipu malu, sementara si Ebi agak sumringah karena merasa di bela sama pak Somad.
Pak Somad : Ebi ….!!! kamu lagian ngapain ngeliatin jam waktu shalat emang ga bisa apa nunggu selesai nanti?
Ebi : ” wah kena juga nih ( dalam hati ), eh iya pak, jam saya baru ni, jadi saya ga bosen2 ngeliatin emang dasar syetan tau aja kelemahan saya pak……jawab Ebi sambil senyum2.
Pak Somad : ya udah kita berdo’a sama Allah minta agar Allah agar dilindungi dari godaan syetan dan dilindungi dari hati yang tidak khusyu.
Saudara –saudara sekalian , hal seperti diatas juga sering terjadi dalam kehidupan sehari2 di luar shalat, menyalahkan orang lain sementara kita sedang melakukan hal yang sama. Mampu melihat kesalahan orang lain tetapi melupakan kesalahan diri sendiri. Mungkin termasuk saya begitu. Mari kita berdo’a agar Allah menyelamatkan kita dari perbuatan yang buruk dan membimbing kita agar selalu dalam jalan yang lurus, dimudahkan dalam kebaikan. Diberikan kebaikan di dunia dan akhirat
Perjalanan
26 Apr 2007 2 Comments
in Kisah Hidup
) Assalamualaikum, Alhamdulillah Allah telah pertemukan kita di dunia maya ini, senang bertemu dengan anda saudara seagama dan seiman. Allah lah yang menggerakan matahari, bulan, planet, berputar seperti jamaah haji yang berputar mengelilingi ka’bah demikian juga da’wah yang terus berputar diseluruh dunia dari negara ke negara, kota ke kota , desa ke desa, lorong ke lorong, pintu ke pintu menyampaikan kalimat la ilah ha ilallaah muhammadurasulullaah, menyampaikan pentingnya iman yakin kepada Allah dan amal sholeh, berssilaturahmi saling memberi semangat dan menghidupkan persaudaraan dalam islam dan iman, menghidupkan masjid dengan mengorbankan harta, waktu kesenangan pribadi, dan tenaga bahkan jiwa.
Kehidupan di dunia ini hanya sementara tidak ada yang tau pasti kapan dan dimana serta sedang apa saat kita mati. Masalah kematian dirahasiakan oleh Allah tapi persiapan dan apa saja yg perlu dibawa untuk bekal diakhirat ini Allah beri tahu, bukan masalah lama atau cepat kita hidup didunia ini tapi bagaimana kita hidup didunia ini agar sukses di dunia, di kubur, di padang mashyar hingga sampai ke jannah.
Kesuksesan hidup umat manusia ini hanya ada dalam agama yang sempurna, mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasulullah, dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah. Bagaimana mengeluarkan kebesaran dan keyakina kita kepada selain Allah dan memasukan keyakinan dan kebesaran Allah kedalam hati kita. Saudaraku, asbab itu adalah sunnah tapi yakin kepada asbab adalah salah, sahabat disuruh mengikat untanya sebelum di tinggalkan setelah itu tawakal tidak meyakini bahwa dengan mengikat itu untanya tidak akan hilang tapi dia yakin bahwa Allah yang akan menjaga.
Seringkali ditemukan dalam setiap perjalan khuruj betapa senang sekali saudara 2 muslim ini dikunjungi apalagi di daerah minoritas sehingga mereka merasa dan menyaksikan betapa besarnya islam ini dan kuat dan betapa diperhatikannya mereka, seperti dua orang yang saling bertemu dan berpisah karena Allah, bagaimana dalam setiap perjalan kita bisa berjumpa dengan para ulama dan ahli ibadah di tempat yang kita kunjungi, para ustadz dan hafiz, kita saling mendoakan dan memberi semangat, betapa indah islam ini.
Betapa banyak pemuda yang kering akan iman dalam hatinya dan mereka menunggu karena kelemahannya ada orang yang mau mengunjunginya dan mengingatkannya akan Allah dan akhirat, ada juga yg sudah lama ingin keluar dari kemaksiatan tapi bingung harus kemana dan bertemu siapa yg ikhlas dan penuh kasih sayang membimbing dan merangkul mereka dan menjadi teman pengganti apabila mereka keluar dari perkumpulan judinya atau perkumpulan kejahatan lainnya, mereka secara tidak langsung menanti teman 2 yang dari berbagai suku bangsa yang peduli dan rela serta ikhlas mengorbankan harta dan waktu serta diri mereka untuk berjumpa dengan mereka.
Insya Allah dengan ijin Allah kita semua bisa berjumpa nanti. Kita niatkan hati kita. Allah mampu menjalankan hamba2nya, hal yang sangat mudah bagi Allah yang juga menjalankan seluruh alam semesta ini.:)






Recent Comments