Ceramah/Bayan Gito Rollies
10 May 2010 Leave a Comment
in Bayan, Cerita Hidayah, Cerita Hikmah, Cerita Religi, Cerpen Religi, iman, Kebesaran Allah, Uncategorized
Buah Keimanan
05 Oct 2007 4 Comments
in Cerita Hikmah, iman, Kebesaran Allah Tags: Salah satu amalan Rasulullah SAW dan Shahabat RA
Subhanallah…..Masya Allah…..Semoga menjadi asbab hidayah ke seluruh alam. Amalan yang sepertinya biasa – biasa saja bagi kebanyakan umat muslim di Indonesia, Sholat. Menjadi begitu luar biasa dan dashyat apabila amalan ini senantiasa di jalankan dan dibawa kenegeri – negeri dimana mereka belum mengenal Allah. Sebuah pemandangan yang menyiratkan decak kagum, membangkitkan semangat, menyentuh perasaan sebagai umat islam.
Tampak didalam gambar beberapa orang muslim sedang menunaikan ibadah Shalat didalam sebuah ruangan yang tampaknya seperti
pesawat atau sebuah kendaraan, sementara dibelakang mereka yang sedang shalat tampak kerumunan orang sedang memperhatikan atau bisa dibilang menonton apa yang sedang dilakukan sekelompok orang ini, mudah – mudahan suatu saat orang – orang yang ada dibelakang itu yang sekarang ini hanya menonton akan mendapatkan hidayah dan menjadi makmum shalat mereka.
Ini adalah amalan Rasulullah dan para Shahabat RA, amalan yang tidak pernah ditinggalkan meskipun dalam keadaan berjuang di jalan Allah. Menjaga Shalat sama saja dengan menjaga agama, karena shalat adalah tiang agama maka dengan menjaganya sama saja menjaga agar atap bangunan tidak runtuh menimpa apa – apa yang ada dibawahnya. Dengan menjaganya maka siapapun bisa berteduh dibawahnya bahkan menarik setiap orang untuk ikut berteduh dibawahnya.
Hidayah bisa turun dimana saja dan kepada siapa saja dengan cara apa saja terserah kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk orang – orang yang dijadikan dipilih Allah untuk menjadi asbab hidayah seluruh alam.
Kita pelajari terus agama yang telah diturunkan dari Tuhan Pencipta apa yang ada dilangit dan ada di bumi, kita amalkan dengan sekuat tenaga, dan kita bawa agama ini kemana kita pergi, kita kenalkan kepada seluruh manusia siapa pencipta langit dan bumi dan siapa utusan Allah yang terakhir.
Masih banyak manusia belum mengenal siapa itu Allah dan siapa itu Nabi Muhammad SAW, sudah menjadi tugas umat untuk menyampaikan meneruskan perjuangan Rasulullah SAW dan para shahabat RA yang dengan gigih mengorbankan harta, jiwa, waktu, keluarga bahkan diri mereka sendiri agar seluruh manusia berjaya dan bahagia selamat dunia dan akhirat.
Kemanakah wahai manusia yang didalamnya ada iman dan kecintaan kepada Allah dan RasulNya……..niatkan dalam hati untuk berjuang menjalankan agama dengan sebaik-baiknya memperbaiki diri , mohon ampun kepada Allah, berdo’a kepada Allah agar Allah SWT memperbaiki urusan dunia dan akhirat kita dan Allah beri kesempatan kita untuk menjadi asbab hidayah keseluruh alam. Insya Allah.
Para shahabat kuburnya tersebar keseluruh penjuru dunia sebagian ada yang dikenali kuburnya oleh penduduk langit dan bumi sebagian lagi hanya dikenal oleh penduduk langit saja. Keikhlasan dan keyakinan atas janji – janji Allah, keyakinan akan akhirat dan syurga menggerakkan setiap bagian dari tubuh mereka untuk memperbaiki diri dengan menundukkan hati mereka takluk atas perintah Allah dan Rasulullah SAW, mereka senantiasa menjalankan dan mendahulukan perintah dan menjauhi larangan dengan senang hati tidak hirau lagi kepada makhluk. Pujian atau cercaan manusia tiada bedanya.
Asbab pengorbanan merekalah dan orang – orang yang berjuang di jalan Allah sehingga agama sampai kepada kita, mereka mengorbankan harta, diri, waktu serta kesenangan – kesenangan mereka di dunia agar bisa membagi kebahagiaan kepada setiap manusia. Risau dan fikir mereka terhadap manusia lainnya agar selamat dunia dan akhirat begitu besar, tangisan dan doa meminta hidayah terus keluar dari mata dan bibir mereka, ucapan – ucapan baik mengajak kepada kebaikan tak lupa terlontar dari bibir mereka, hinaan kita serta cibiran kita tak menyurutkan langkah mereka untuk terus memohonkan ampunan serta hidayah kepada kita. Semoga Allah membalas setiap yang mereka lakukan.
Terkadang kita dengan apa yang ada dalam diri kita menjadi begitu angkuh dan menganggap remeh atas apa yang dilakukan oleh orang – orang yang terlihat lemah, kita terkadang lupa atau tak sadar bahwa Allah senantiasa bersama orang – orang yang beriman dan yang selalu istiqomah dalam menjalankan perintahNya, sabar dan menegakkan Shalat, bahwa pertolongan Allah lebih dekat kepada mereka.
Kita menganggap bahwa apa – apa yang ada dalam diri kita mampu menolong kita mengalahkan keyakinan kita bahwa Allah mampu untuk menolong kita, kita lupa bahwa Allah pernah memenangkan sekelompok kecil manusia dengan peralatan yang sederhana tetapi memiliki iman yang kuat dalam peperangan badar, dan sebaliknya dalam peperangan hunain kaum yang banyak dengan peralatan yang lebih baik bisa kalah karena keangkuhan dan menganggap bahwa jumlah yang banyak dan benda lah yang mampu memenangkan bukannya Allah.(bisa dilihat dalam surah at taubah ayat 25)itu adalah sebagai peringatan bagi kita agar selalu meyakini bahwa tiada yang dapat memberikan manfaat ataupun mudharat kecuali Allah SWT.
Semoga Allah SWT dengan rahmat dan kasih sayangNya membimbing kita dan menunjuki kita jalan yang lurus.
Allah Tempat Bergantung Seluruh Makhluk
08 Jun 2007 Leave a Comment
FROM : CHANDRA KURNIAWAN
Ingatlah Allah agar hatimu menjadi tentram. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Jika engkau mengingat-Nya, Dia akan mengingatmu. Jika engkau berlari menuju-Nya, Dia akan berlari menujumu. Jika engkau mengenal-Nya, khazanah ilmu pengetahuan akan terbuka untukmu. Ketika engkau merasa dirimu penuh dosa, mohon ampunlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampunimu. Jika engkau berjalan, basahi lisanmu dengan menyebut nama-Nya karena Dia tidak pernah lupa memberimu banyak kenikmatan.
Para mudzakirin hatinya penuh dengan cahaya, sehingga kemudian jalan yang benar itu terlihat sangat jelas. Allah akan mengajari orang-orang yang bertakwa melalui ilham yang disusupkan ke dalam hati dan pikiran. Engkau lihat ada orang yang minim ilmu namun dapat memanfaatkan ilmunya dengan sebaik mungkin. Sedangkan ada orang yang kaya ilmu, namun ilmu itu tidak membawa manfaat untuk dirinya. Allah telah memberikan keberkahan pada orang pertama dan tidak memberikannya pada orang kedua. Para mujahid di Palestina mampu membuat persenjataan dan roket yang canggih, padahal kemampuan dan ilmu mereka sangat terbatas. Apalagi mereka hidup dalam tekanan penjajah Israel. Darimanakah kekuatan itu datangnya kalau bukan dari Allah Yang Maha Melihat?
Bagi orang yang bertakwa harta yang sedikit terasa banyak. Namun bagi orang fasik harta yang banyak terasa sedikit; dia selalu merasa kekurangan dengan nikmat yang ada. Bagi orang yang bertakwa ilmu yang sedikit menyelamatkannya. Namun bagi orang fasik ilmu yang banyak malah menjerumuskannya pada kebinasaan. Orang-orang yang bertakwa terlihat dari wajahnya yang cerah dan khusyu, tenang, mata yang syahdu, ucapan yang berbobot, dan sikapnya yang optimis. Semua itu terjadi karena ia hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung. Jika memohon pertolongan, dia memohon pertolongan kepada-Nya. Jika memohon ampunan, dia memohon ampunan kepada-Nya.
Ya Allah….
06 Jun 2007 1 Comment
in Cerita Hikmah, do'a, Kebesaran Allah Tags: Add new tag, do'a
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdoa memohon kepada Rabb Subhanahu wa Ta’ala baik pada waktu lapang maupun pada saat sempit. Pada peperangan Badar, beliau berdoa kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala hingga jatuh selendang beliau dari kedua pundaknya, memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar menurunkan pertolongan bagi kaum muslimin dan menjatuhkan kekalahan atas kaum musyrikin. Beliau sering berdoa untuk dirinya sendiri, untuk keluarga dan ahli bait beliau, untuk sahabat-sahabat beliau bahkan untuk segenap kaum muslimin.
Di antara doa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, yang artinya: “Ya Alloh, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan.” (HR: Muslim)
Di antara doa beliau yang lain adalah, yang artinya: “Ya Alloh, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain.” (HR: Abu Daud)
Demikian pula doa berikut ini: “Ya Alloh, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.” (HR: At-Tirmidzi)
Di antara permohonan beliau kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya: “Ya Alloh, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya.” (Muttafaq ‘alaih)
Ya Allah, betapa mengerikan keadaan kubur, hisab & jahanam,
Ya Allah begitu banyak kesalahan dan kekurangan hamba, puluhan tahun sudah Kau beri kesempatan hamba untuk hidup di dunia ini, Kau beri makan, minum, pakaian, kesenangan, ilmu pengetahuan, Kau kabulkan doa doa hamba, tetapi sungguh sedikit hamba bersyukur, sering hamba lupa bahwa Engkau Maha Melihat, Engkau Maha Mendengar, Engkau yang memberikan kebahagiaan,……..
Engkau yang Menolong disaat kesulitan, Engkau yang telah menyelamatkan hamba dari orang orang zalim yang hendak berbuat jahat, dimana tak ada satupun orang yang kukenal dan tak kukenal menolong, bahkan mereka tak tahu hamba berada dalam kesulitan……
Engkau yang senantiasa mendengar doa doa dan setiap curahan hati hamba, Engkau yang selalu siap menerima setiap kesedihan dan jeritan hati ini kapanpun, bahkan ketika semua makhlukmu tertidur lelap,……..
Engkau lah yang senantiasa menguraikan setiap masalah yang terkadang datang disebabkan kebodohan dan kelalaian hamba, Engkau maha lembut, Engkau Maha Pengasih dan penyayang, ………
Ya Allah Engkau selalu memberikan kenikmatan dunia ini baik yang hamba pinta, yang belum hamba pinta maupun yang baru terbersit di hati, padahal hambamu ini tak jera jera berbuat dosa dan maksiat kepadamu, Ya RAbb pandanglah hamba dengan pandangan kasih sayang MU, bimbinglah hamba yang lemah ini dengan kasih sayang MU ya Allah, Tetapkanlah hati ini agara selalu dalam agama MU yang lurus ya Allah……….
Allah Penguasa Alam Semesta
06 Jun 2007 Leave a Comment
Allahlah pemilik segala galanya, yang dilangit maupun dibumi, bumi beserta isinya : Manusia, jin, binatang, air, tanah, udara, angin, api, dan seluruh benda yang terlihat maupun tidak terlihat adalah milik Allah.
Baju yang kita pakai, harta, isteri, anak, rumah, dan segala kesenangan kita adalah milik Allah, adalah hak Allah untuk mengambil kembali apa yang telah diberikanNya dan apa yang menjadi miliknya, semua datang dari Allah karena Maha Pengasih dan PenyayangNya. Allah yang menciptakan, Allah yang menghidupkan dan mematikan, Allah pula yang memberikan kesempatan, kesenangan kepada kita, keturunan yang lucu dan baik yang selalu tersenyum dan tertawa ketika melihat kita maka Allah pula yang mampu menarik kembali apa apa yang menjadi milikNya dan kita makhluk tak kuasa apa apa, tidak bisa menahan atau memundurkan, yang kita bisa hanyalah berdoa merendahkan diri serendah rendahnya dan mengharap seharap harapnya kepada Allah yang memiliki setiap keputusan.
Makhluk tak kuasa apa apa, segala daya upaya dan rencana tak akan berjalan tanpa izin Allah SWT. Semua datang dari Allah, Allah maha kaya, maka hanya kepada Allah kita meminta dan memohon. Allah yang maha mendengar dan mengabulkan do’a. Semua ada ditangan Allah. Tiada makhluk yang sanggup mendengarkan kemudian mengabulkan atau menghadirkan atau menyelesaikan keluhan dan harapan dari sesama makhluk, makhluk punya kebutuhan dan keinginan untuk didengar dan diberi, Hanya Allah yang tak menginginkan sesuatupun dari makhluk yang tak berkurang dan bertambah kekuasaannya walupun seluruh makhluk mendurhakainya.
Allah lah yang selalu memberi dan memberi, semua ikan yang ada dilaut, manusia , jin dan seluruh binatang melata yang terlihat maupun tidak terlihat rezekinya diatur oleh Allah SWT. Allah memiliki malaikat malaikat yang patuh dan tak pernah melanggar dari apa yang telah diperintahkannya, ada malaikat yang selalu memuji Allah, yang menjaga gunung, langit, mengantarkan rezeki, menyampaikan wahyu, membantu berperang dalam menegakkan kalimat Allah., mencatat amal baik dan buruk. Semua bekerja tanpa ada yang salah.
Masya Allah!
04 Jun 2007 Leave a Comment
( EDISI REVISI : MASYA ALLAH! )
Alhamdulillah, segala puji dan syukur hanya untuk Allah, Allah maha pengatur dan maha menyelamatkan dan Allah maha penjaga .
Seringkali kita dihadapkan pada suasana yang genting, dimana karena hal yang sepele saja, bisa kita pusing tujuh keliling dibuatnya tapi dengan pertolongan dan bantuan Allah SWT maka selesai sudah permasalahan, serumit apapun.
Ada kejadian kecil hari ini Rabu 02 Mei 2007, kemarin saya dititipkan data bukti pembayaran untuk diinput, tetapi karena banyaknya hal yang harus dikerjakan pada hari itu membuat saya lalai tidak menyimpan berkas tersebut, nah, besok siangnya datang teman saya yang menitipkan berkas tersebut menanyakan apakah berkas tersebut sudah diinput apa belum? Ketika saya cek ternyata belum dan berkas tersebut tidak tahu saya taruh dimana, “Ya Allah berarti saya harus mencari di sekian banyak kertas yang bertebaran………..Cuma selang beberapa detik tiba tiba teman saya berteriak setengah bersemangat “ nah nih dia nih kertasnya!” Alhamdulillah, Allah telah menunjukkan dimana kertas tersebut berada sehingga tidak menimbulkan gesekan negative antara saya dan teman apabila kertas itu hilang.
Wel mai frens, Kejadian kejadian kayak gitu sering kali terjadi kepada kita sehingga membuat kita semakin merasakan keberadaan Allah yang dengan izin NYA segala sesuatu dapat terjadi. Bagaimana kita rasakan disaat saat genting kita benar benar berharap kepada Allah SWT yang ada dalam genggamanNYA tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi serta seluruh alam semesta ini, yang hidup dan matinya seseorang berada dalam genggamnNYA, betapa senang hati kita disaat impian ataupun harapan itu dikabulkan dengan cepat.
Tuan2 yang dimuliakan Allah SWT insya Allah kita pasang niat dalam hati untuk berbuat sebagaimana Allah SWT berbuat baik kepada kita, kita banyak memberi kepada sesama manusia , kepada yang membutuhkan dan yang dia tidak bisa membalas memberikan seperti yang kita berikan, mereka hanya mampu menangis dan berdoa kepada Allah SWT semoga Allah membalas perbuatan kita, ini dapat pula melatih jiwa kita untuk tidak berharap kepada makhluk dan hanya berharap kepada balasan dari Allah Azza Wa Jalla.
Sekedar renungan, bagaimana mungkin kalau kita ingat ingat pada saat sholat kok bisa bisanya kita memikirkan urusan urusan atau masalah masalah kita yang belum selesai di dunia ini, padahal kita sedang menghadap Allah Tuhan semesta Alam yang memerintahkan untuk sholat dengan khusyuk hanya menghadapkan wajah kita kepadaNYA , padahal dengan melupakan segala urusan kita dan hanya konsentrasi maka kita akan dekat dengan Allah dan kalau sudah dekat maka urusan apalagi yang sulit? Padahal segala macam urusan hanya dapat mudah atau sulit tergantung pada Allah, tidak ada yang mampu memberikan manfaat atau mudharat kecuali hanya Allah, walaupun seluruh jin dan manusia bersatu untuk menghancurkan kita maka tanpa izin Allah maka tak akan terjadi apa apa, tapi walupun hanya seekor nyamuk yang pincang itu bisa membahayakan jiwa kita hanya dengan izin dan perintah Allah SWT, bukankah Allah yang telah membelah lautan buat nabi Musa AS, bukankah Allah yang telah membuat api menjadi dingin buat Nabi Ibrahim AS, dan banyak lagi tanda tanda kekuasaanNYA, kita ingat bagaimana Allah mampu menciptakan makhluknya yang mampu menyembuhkan dan menghidupkan yaitu nabi Isa As maka pencipta nabi Isa AS itu tentunya lebih hebat dari ciptaanNYA, Allah mampu membuat udara atau oksigen yang tidak kelihatan maka tentunya Allah pun mampu untuk nampak di akhirat nanti dan tidak nampak di dunia, untuk menguji hamba hambaNYA.Allah.
Tujuan Akhir
28 Apr 2007 1 Comment
Memberikan atau berbuat sesuatu yang baik kepada orang lain memberikan efek atau rasa yang luarbiasa kepada jiwa kita. Waktu demi waktu berjalan, berbagai kelakuan yang buruk atau baik mulai dari kecil sampai sekarang sering kita lakukan, baik yang disadari atau tidak.
Efek dari setiap perbuatan yang dilakukan pun sering terasa sekali pada kondisi kejiwaan kita. Apabila perbuatan yang baik ataupun bermanfaat dan tidak merugikan orang lain kita lakukan maka akan menimbulkan sebuah kekuatan dan kepercayaan diri yang luarbiasa kepada kita, seolah olah seluruh dunia bersahabat dan berbuat baik pada kita, membuat kita tidak ragu untuk melangkah menghadapi dunia ini.
Tentunya untuk mendapatkan efek yang luar biasa ini, maka perbuatan baik yang kita lakukan ini harusnya berasal dari sesuatu yang baik juga dan bukan berasal dari yang buruk, contohnya, apabila kita memberikan uang kepada orang lain itu harusnya berasal dari hasil kerja keras kita seharian atau berasal dari pemberian orang lain yang diberikan kepada kita dengan ikhlas yang kemudian kita salurkan kembali kepada orang lain dengan ikhlas pula hanya mengharapkan supaya Allah SWT ridho dan senang kepada kita sehingga kedekatan kita kepada Allah pun akan bertambah.
Lantas bagaimana apabila kita ini termasuk kedalam golongan yang tidak punya materi yang bisa kita berikan kepada orang lain, kita diberikan Allah SWT mata, tangan, mulut, telinga, akal, hati, kaki, pikiran dan banyak lagi yang telah Allah berikan kepada kita yang bisa kita pergunakan untuk memberikan yang terbaik untuk sesama makhluk Allah misalnya: kita bisa tersenyum kepada sesama manusia, kita bisa memberikan kata kata yang baik, perhatian, mendengarkan orang yang ingin berbagi, menjawab pertanyaan orang yang sedang mencari jawaban, membantu membawakan sesuatu, memberi salam, menyingkirkan duri/ paku dijalan dan banyak lagi yang bisa kita lakukan, atau minimal kita jangan berbuat sesuatu yang merugikan orang lain.
Setiap orang diberikan kelebihan oleh Allah SWT yang tidak diberikan kepada semua, terkadang si fulan diberikan kelebihan berupa harta, si fulan b diberikan kelebihan ilmu, si fulan c diberikan kelebihan tenaga dan sebagainya, yang semuanya itu diberikan kepada kita untuk bekal kita agar bisa dipergunakan untuk berbuat baik di dunia, yang nantinya semua perbuatan itu akan diperhitungkan dan membawa manfaat di akhirat kelak.
Semua perbuatan baik yang kita lakukan itu adalah pengiring setelah kita melakukan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah SWT seperti Shalat lima waktu, puasa, membaca Al Qur’an dan berbagai macam kewajiban yang diberikan kepada kita. Sebuah bangunan yang besar dan bertembok kokoh disertai pengamanan yang kuat tapi sipemilik bangunan ini tidak memberikan manfaat kepada sekitarnya maka itu sama saja dengan sebuah bangunan yang lemah dan tidak memiliki penjaga, apalah artinya sebuah tembok yang kokoh dan pengamanan yang kuat apabila diserang oleh ratusan atau ribuan orang dengan kebencian, tapi apabila bangunan yang sederhana tapi sipemilik memberikan banyak manfaat dan tidak merugikan orang lain maka sekelilingnya ribuan orang bahkan tak terhinggalah yang menjadi penjaganya yang rela menjaga dengan dasar kasih sayang, maka akan menjadi kokoh dan kuatlah bangunan itu lebih kuat dari penampilannya.
Bagaimana Rasulullah SAW berusaha membangun pertama kali jiwa manusia dengan keyakinan kepada Allah SWT, bahwa Allah SWT adalah satu, Allah tempat bergantung dan tempat memohon. Allah tidak beranak dan tidak pula memperanakkan, Allah SWT berbeda dengan makhluk, tidak ada yang serupa dengan Allah SWT, bahwa ditangan Allah segala sesuatu yang terjadi, Allah yang memberi manfaat dan memberi mudharat, demikianlah dibuat manusia ini lebih kuat daripada bangunan-bangunan dengan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam.
Manusia manusia ini adalah para shahabat yang diridhoi oleh Allah, mereka menjadi benteng pertahanan yang kuat yang senantiasa rela mengorbankan harta, diri, waktu bahkan jiwa mereka untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam, menembus ruang dan waktu, menyebar keseluruh penjuru dunia dan terus menembus waktu hingga 1400 tahun lebih bekas yang mereka tinggalkan, Dashyatnya hari akhir dan janji janji Allah SWT akan surga dan ancaman Allah akan neraka, serta rasa kasih sayang, fikir dan risau mereka kepada sesama umat manusia agar selamat dari bencana dan azab Allah, agar semua mengenal Allah SWT mengenal Nabi Muhammad SAW, dan agar rahmat Allah tersebar keseluruh alam inilah yang membuat mereka bergerak dan berkorban sampai datang keputusan Allah, yaitu kematian, awal dari kehidupan abadi, kehidupan yang berisi pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan di dunia, kita akan merasakan semua perbuatan yang kita lakukan di dunia dimana hanya ada dua pilihan yang disediakan nanti, Surga dan neraka. Pilihan itu bisa kita pilih sekarang di dunia, yaitu dengan terus terus memperbaiki iman kita, yakin kita kepada Allah dan meningkatkan amalan baik kita.
Kita niatkan diri kita untuk terus dan terus memperbaiki diri, kita ambil waktu sebentar buat merenung dan memikirkan mana perbuatan-perbuatan buruk kita yang harus kita tinggalkan dan kita ganti dengan perbuatan-perbuatan baik. Saya niat insya Allah bagaimana dengan tuan2?.
Sebab-sebab yang mendatangkan rezeki Bab : 2
26 Apr 2007 2 Comments
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluan)nya. ” (QS. 65:3)
Nabi saw telah bersabda, artinya,
“Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan
sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana
burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali
dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi )
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri
dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa
hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di
alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan
kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari
Allah semata.
Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh
al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah
Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat
(bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan
hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat
memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain
Dia.
- *Silaturrahim*
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah
satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
” Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan
dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim. ” (HR Al
Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya,
“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam
bersabda, ” Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau
harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya
silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan
memperpanjang umur.” (HR. Ahmad )
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada
hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau
tidak, mahram atau bukan mahram.
bersambung………
Sebab-sebab yang mendatangkan rezeki Bab : 3
26 Apr 2007 Leave a Comment
- *Infaq fi Sabilillah*
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya
dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. ” (QS. 34:39)
Ibnu Katsir berkata, “Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang
diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan
memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di
akhirat kelak.”
Juga firman Allah yang lain,artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian
dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang
baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.
Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari
padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan
memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi
Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan
dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan
untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt
berfirman, “Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.”
(HR Muslim)
- *Menyambung Haji dengan Umrah*
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu
Mas’ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
bersabda, artinya,
“Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan
menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat
dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya
kecuali surga.” (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, )
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan
umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut
dengan melakukan ibadah haji.
- *Berbuat Baik kepada Orang Lemah*
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan
pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada
orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,
“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki
melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.” (HR. al-Bukhari)
Dhu’afa’ (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada
fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar,
hamba sahaya dan lain sebagainya.
- *Serius di dalam Beribadah*
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi
Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,
artinya,
“Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhl ah engkau beribadah kepada Ku,
maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung
kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu
dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu. “
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta
tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga
dalam beribadah, tunduk dan khusyu’ hanya kepada Allah, merasa sedang
menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang
bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad,
bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan,
istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara
lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan
taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin
Sebab-sebab yang mendatangkan rezeki Bab : 1
26 Apr 2007 4 Comments
Tulisan ini saya dapatkan dari seseorang, semoga beliau diberikan rahmat dan hidayah selalu oleh Allah SWT.
Kamis, 13 Mei 04
Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau
rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu
pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta
bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu
yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak
jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh
segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah
koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan
bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada
Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba- Nya sebab-sebab
yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia
menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta
menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti
akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.
Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:
- *Takwa Kepada Allah*
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan
menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,
artinya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada
disangka-sangkanya. ” (At Thalaq 2-3)
Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam
segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat.
Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan
menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika
hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, “Yaitu barang
siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan
menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar
dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak
disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali
sebelumnya.”
Allah swt juga berfirman, artinya,
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,
tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka
disebabkan perbuatannya. ” (QS. 7:96)
- *Istighfar dan Taubat*
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat,
sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
“Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan
kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan
mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai. ” (QS. 71:10-12)
Al-Qurthubi mengatakan, “Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud
(ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya
rizki dan hujan.”
Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri,
maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”, lalu ada orang lain
yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada
Allah”. Ada lagi yang mengatakan, “Mohonlah kepada Allah agar memberikan
kepadaku anak!” Maka beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun
juga menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah.”
Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan
berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar
beristighfar. ” Beliau lalu menjawab, “Aku mengatakan itu bukan dari diriku,
sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut
diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu
berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya
saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa
menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian
tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
Bersambung………




Recent Comments