Indahnya Shalat Subuh di Masjid Akbar New Delhi

Kaum muslim India shalat subuh berjamaah di Masjid Jami New Delhi. Dipimpin oleh Imam Masjid Agung Makkah Abdul Rehman Sudais, Ahad 27 Maret 2011

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/04/07/lj9fgs-indahnya-shalat-subuh-di-masjid-akbar-india

Ceramah/Bayan Gito Rollies

Bayan Subuh Bayan Maulana Ahmad Lath

Bayan Subuh Bayan Maulana Ahmad Lath

Tulisan diambil dari : http://usahatasiman.blogspot.com/2009/12/bayan-subuh-bayan-maulana-ahmad-lath.html

Maulana Ahmad Lath
Masyeikh India
Nizammuddin, New Delhi
India

Bayan Subuh
Bayan Maulana Ahmad Lath
Assalamu alaikum Wr Wb.

Alhamdulillah, Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, shalawat serta salam kita panjatkankan kepada Nabi Muhammad Saw beserta keluarganya yang mulia dan para sahabat yang agung, juga kepada pengikutnya yang setia hingga akhir zaman, bahwasanya kita semuanya masih diberikan kesehatan dan kesempatan pada hari ini untuk sama-sama melaksanakan perintah-Nya dan beribadah kepada Allah SWT.

Segala sesuatu ada awalnya dan ada akhirnya, tetapi Allah adalah yang pertama yang tidak punya awal (The First that have no beginning) dan yang terakhir tetapi tidak punya pengakhiran (The last that have no end). Setiap ciptaan punya kehidupan dan kematian, tetapi Allah adalah yang hidup dan yang tidak pernah mati. Bahkan Allah yang menghidupkan, memberi kehidupan, dan yang mematikan, lalu membangkitkannya ciptaanNya.

Segala sesuatu yang mempunyai awal dan akhir telah dicatat di lauh mahfudz. Seseorang tidak dapat menghindari atau lari dari Rizki sebagaimana mereka tidak dapat lari dari kematian. Perkara ini telah Allah tetapkan di dalam Lauh Mahfudz 50.000 tahun sebelum Allah ciptakan segala sesuatu. Mati akan datang kepada kita walaupun kita dilindungi oleh benteng yang paling kuat. Dan Rizki akan datang kepada kita walaupun kita bersembunyi ditempat yang tidak diketahui manusia. Rizki dan Mati ini perkara yang tidak bisa dipisahkan. Tidak mungkin seseorang mati sebelum rizkinya habis. Mati ini akan datang setelah rizki kita habis. Tidak ada satu mahlukpun yang mati kekurangan rizki, mati dan rizki ini telah ditentukan. Mati ini ketentuan Allah, dan Rizkipun ketentuan Allah, namun Allah berikan kita asbab-asbab kematian dan rizki untuk menguji keyakinan kita.

Allah Maha mengetahui segala kejadian, dan segala kejadian ini adalah hasil kerjanya Allah Ta’ala. Seluruh Alam ini bergerak atas Qudrat dan IradahNya, Kekuasaan dan KehendakNya. Tidak ada sesuatu yang dapat terjadi diluar izin Allah Ta’ala, semuanya harus ada izin Allah. Semua yang bergerak atas dasar ketaatan akan membawa Ridho Allah, dan semua yang bergerak atas kemaksiatan kepada Allah akan membawa murkanya. Semua yang terjadi dimasa lalu dan dimasa akan datang adalah perkara lama bagi Allah, bukan hal baru, semuanya telah Allah ketahui.

Pengorbanan disisi Allah tidak ada yang sia-sia, Allah akan berikan setiap pengorbanan, balasan yang baik dunia dan akherat. Allah akan gandakan setiap kebaikan yang kita buat sebanyak yang Allah mau nanti di akherat. Di dunia setiap kebendaan, harga diri, jabatan, harta yang kita korbankan untuk agama akan Allah gantikan dengan sesuatu yang lebih baik. Di dunia, Allah akan masukkan kedalam mereka Ketaqwaan dan Qonaah ketika hidup di dunia. Di dalam kehidupan mereka akan Allah hadirkan suasana sakinah penghuni surga. Di akherat mereka akan Allah berikan kenikmatan yang tidak pernah terbesit oleh hati, terlihat oleh mata, bahkan terpikirkan oleh akal. Allah akan beri kita satu amal saja dengan balasan di akherat yang luasnya 10 kali lipat melebihi luas langit dan bumi.

Di akherat nanti semua orang akan terkejut melihat semuanya yaitu kedahsyatan huru-hara di akherat. Semua mata waktu itu akan terbuka selebar-lebarnya. Ketika inilah penglihatan sebenarnya akan dibukakan Allah, segala sesuatu yang ghaib akan terlihat. Semua yang tadinya hanya terdengar sebagai cerita telah menjadi kenyataan. Ketika itu semua orang akan sepakat dan satu kata : “Ya Allah, kini kami bersaksi akan kebenaran ini, dan kami menyesal. Kembalikanlah kami kedunia, maka kami akan beramal.” Namun ketika ini segala penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi. Semua orang akan menyematkan dirinya masing-masing. Bahkan seorang ibu yang rela mati didunia buat anaknya, tidak akan bisa atau mau menolong anaknya di akherat nanti.

Manusia ini sebenarnya buta, mereka tidak bisa melihat yang sebenarnya yaitu : kubur, mahsyar, shirot, surga, dan neraka. Padahal itu semua bukan cerita dongeng. Celakanya seorang yang buta bukan karena dia tidak bisa melihat, tetapi karena dia tidak mau mendengar orang yang bisa melihat. Sebagaimana para nabi yang telah melihat perkara yang ghaib memperingatkan kita yang buta tentang kehidupan sesudah mati. Para nabi AS ini adalah orang-orang yang telah Allah perlihatkan kehidupan sesudah mati. Bagi mereka dari kubur hingga surga dan neraka bukan lagi sebagai cerita, tetapi kenyataan yang menunggu umat manusia. Para Nabi dapat melihat hal yang sebenarnya, sedangkan kita tidak. Celakanya kita sebagai orang tidak dapat melihat adalah tidak mau mendengar kata Nabi sebagai orang yang bisa dan telah melihat.

Segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini ada batasnya, seperti penglihatan, pendengaran, kesehatan, umur, bahkan kesenangan dan kesedihan sekalipun. Tetapi setelah masuk kubur sesuatu yang terbatas menjadi tidak terbatas seperti penglihatan, pendengaran, umur, rasa sakit dan rasa senang. Semua batas akan Allah angkat, sehingga segala yang ghaib menjadi nyata setelah kita mati.

Allah menguji kita :

1. ketika kaya dan ketika miskin
2. ketika sehat dan ketika sakit
3. Ketika senang dan ketika susah
4. Ketika disakiti dan ketika mampu menyakiti
5. Ketika kita melihat kesenangan orang dan ketika kita melihat kesusahan orang.

Semua ini adalah ujian dari Allah, dan Allah catat semua perbuatan kita ini untuk dipertanggung jawabkan di pengadilan Allah. Allah telah uji Bani Israil ketika mereka dalam keadan susah, menjadi budak dan takut kepada Firaun. Lalu Allah keluarkan mereka dari budak firaun menjadi budak Allah, dari rasa takut terhadap firaun menjadi takut kepada Allah. Kehidupan Bani Israil setelah itu membaik, tidak ada lagi rasa takut, yang ada rasa aman dan sejahtera. Namun celakanya Bani Israil ini adalah ketika mereka dalam keadaan senang ini mereka lalai dan kufur dari Nikmat Allah. Mereka durhaka kepada Allah, sehingga Allah hancurkan mereka sebagaimana Allah telah hancurkan Firaun. Allah hinakan mereka seperti Allah hinakan Firaun. Allah binasakan dan hinakan mereka yang durhaka dan kufur kepada Allah seperti Iblis, Qorun, Firaun, dan lain-lain.

Tragedi terbesar dalam kehidupan manusia adalah bukan ketika ekonomi dunia hancur, atau ketika manusia gagal pergi ke mars, atau rusaknya odzon, tetapi ketika dunia ini telah kehilangan Nabi SAW. Kehadiran Nabi SAW ini di dunia ini adalah sebagai Rahmatan Lil Alamain, Rahmat bagi seluruh Alam. Satu-satunya nama yang bersanding dengan nama Allah di arasyNya. Keberkahan beliau tidak hanya untuk manusia saja, tetapi untuk binatang, tumbuh-tumbuhan, juga para jin sekalipun. Awan selalu menaunginya dari panas matahari, batu-batuan memberi salam kepadanya, pohon-pohon membungkuk kepadanya, binatang mengadu kepadanya, asbabnya Jinpun masuk kedalam Islam. Inilah kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat Allah untuk seluruh alam. Karena beliau derajat umat ini naik disisi Allah melebihi derajat umat-umat sebelumnya.

Seseorang ini akan dinilai oleh Allah, sejauh mana ia mampu menyempurnakan hidupnya seperti hidup Nabi SAW. Hidupnya Nabi SAW adalah kesempurnaan hidup yang telah Allah buat untuk manusia mengikutinya. Kesempurnaan Hidup yang dicontohkan oleh Nabi ini adalah Cara Hidup Islam. Islam ini adalah cara hidup rasullullah SAW selama 24 jam. Setiap perbuatan dan perkataan Nabi SAW adalah amal. Semua kehidupan selain kehidupan Nabi SAW tidak mendatangkan nilai apapun disisi Allah Ta’ala.

Ketika Nabi SAW mengutus sahabat untuk mengantar surat kepada seorang Raja untuk menawarkan Agama. Nabi SAW menulis : Lihatlah sahabatku dan segala prilakunya jika engkau ingin mempelajari Islam. Pendidikan keimanan yang Nabi SAW ajarkan kepada para sahabat hasilnya membuat kehidupan Sahabat sulit dibedakan dengan kehidupan Nabi SAW. Inilah kesempurnaan Iman para sahabat sehingga Keberkahan Hidup yang Allah berikan kepada Nabi SAW juga Allah berikan kepada sahabat RA. Sahabat mengetahui tingginya nilai Iman dan Amal, sehingga segala sesuatu yang Nabi SAW lakukan, pasti mereka lakukan. Apapun yang dilakukan Nabi SAW menjadi agama dan mendatangkan nilai disisi Allah.

Nabi SAW bersabda, mahfum :

“ Berimanlah kamu seperti sahabat-sahabatku beriman.”
(Al Hadits)

Sahabat mencintai Nabi SAW melebihi cinta mereka kepada anaknya, ayahnya, istrinya, hartanya, bahkan jiwa mereka sekalipun. Mereka siap tidak mengakui anak mereka, orang tua mereka, harta mereka, kerabat mereka, jika itu semua dapat menjauhkan mereka dari nabi SAW. Seorang sahabat, Zaid RA, hendak dijemput oleh ayahnya yang telah terpisah bertahun-tahun. Tetapi Zaid RA menolaknya karena ia ingin selalu dekat dengan Nabi SAW. Abu Bakar RA pernah berkata kepada anaknya bahwa dia rela membunuh anaknya yang belum masuk islam di perang badr karena dia lebih mencintai Allah dan RasulNya. Sahabat tidak masalah hidup tidak berjumpa anak, istri, harta, dan orang tua mereka ketika hijrah ke madinah, namun sahabat RA tidurpun tidak bisa sebelum berjumpa dengan Nabi SAW.

Nabi SAW bersabda mahfum :

“Tidak Sempurna Iman kalian sebelum kalian mencintaiku melebihi hal-hal yang kalian cintai.”

Seseorang datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Saya ini benar-benar Mukmin (beriman).” Lalu Nabi SAW berkata, “Katakanlah saya ini muslim (Islam), bukan mengatakan saya ini mukmin (beriman).” Islam ini adalah cara hidup, sedangkan Iman adalah keyakinan yang sempurna dan mutlak kepada Allah. Jika kita sudah hidup dengan keyakinan yang sempurna maka hidup kita akan menjadi kehidupan yang penuh dengan karomah seperti kehidupan sahabat :

1. Suatu ketika Khalid bin Walid RA diminta untuk meminum Racun jika dia benar-benar yakin kepada Allah. Lalu Khalid RA meminum racun itu seperti dia meminum air putih. Bukannya mati setelah meminum racun, tatapi asbab meminum racun itu penyakit yang dideritanya malah hilang.

2. Sahabat Saad RA melintasi sungai dengan tentaranya tanpa air menyentuh telapak kaki kuda.

3. Sahabat hanya dengan sholat 2 rakaat dapat menyebabkan orang yang mati menjadi hidup kembali.

Ini semua dapat terjadi karena keimanan sahabat yang sempurna kepada Allah Ta’ala. Ketika seseorang menginjak semut apakah dia akan takut lalu menjerit ? tentu tidak karena semut itu kecil dimatanya. Inilah yang dilihat sahabat ketika menghadapi masalah seperti gempa, lahar gunung, tentara musuh, singa, racun, dan lain-lain. Mereka melihat masalah ini seperti mereka melihat semut kecil tadi. Semua masalah adalah mahluk Allah, mahluk tidak perlu ditakuti. Mahluk tidak dapat menyakiti tanpa seizin Allah.

Kelemahan dalam kehidupan manusia terjadi karena manusia tidak percaya dan tidak yakin pada Allah. Ini hanya menimbulkan kerugian dalam kehidupan mereka sendiri dan kehidupan setelah mati. Segala sesuatu dalam kehidupan manusia menjadi tidak beres bahkan mendatangkan mudharat kepada yang lain asbab manusia tidak yakin pada Allah. Jika semua manusia taat dan yakin pada Allah, maka tidak akan terjadi kerusakan dan kesedihan di dunia ini. Kerusakan dan penderitaan yang dihadapi manusia terjadi hanya karena mereka tidak mau taat dengan apa yang Allah bilang.

Agama akan datang dalam kehidupan kita jika kita ada fikir dan risau terhadap agama. Sebagaimana Agama datang kepada Ibrahim AS setelah beliau ada fikir atas agama, fikir atas penciptaan dan penciptanya. Agama turun di mekah setelah Nabi SAW ada fikir dan risau atas agama dan umat. Jika kita mempunyai fikir dan risau seperti Nabi SAW, maka kehidupan kita akan terbentuk seperti kehidupan Nabi SAW. Namun untuk dapat mendapatkan fikir dan risau ini diperlukan latihan yang terus menerus.

Kita harus bisa merubah keyakinan kita terhadap kebendaan menjadi yakin pada Allah dan Amal. Kebendaan yang kita miliki ini tidak akan pernah dapat memberikan kebahagiaan atau manfaat kepada kita, selain dari yang Allah telah tetapkan. Seluruh kebahagiaan ini merupakan pemberian dari Allah dan karena IradahNya, keinginanNya. Jika kita mau bahagia, berdo’a, minta saja pada Allah. Setelah berdo’a baru kita tunaikan hak dari berdo’a yaitu dengan melengkapi asbab-asbabnya.

Sahabat dahulu orang yang jahil, namun karena mereka berkorban banyak untuk agama, sehingga Allah ridho pada mereka dan Allah ampuni dosa-dosa mereka. Penting kita tingkatkan perngorbanan kita sehingga sampai kepada level pengorbanan para sahabat seperti Bilal RA, Kabab RA, Umair RA, dan lain-lain. Sahabat sampai disiksa karena mereka mempertahankan keyakinannya, sedangkan hari ini kita tidak ada yang menyiksa malah meninggalkan keyakinan kita. Inilah perbedaan keadaan kita sekarang dengan keadaan sahabat dulu. Allah akan sudi mengampuni kita dan mengangkat derajat kita di akherat, jika kita mau berkorban demi memperjuangkan agama Allah. Asbab pengorbanan dan ketabahan sahabat menghadapi penderitaan sehingga agama dapat wujud dalam diri mereka, keluarga mereka, dan umat di seluruh alam. Perlu kita tanamkan semangat dalam diri kita untuk melakukan pengorbanan yang sama dengan sahabat dalam mempertahankan agama Allah. Kemuliaan dan Kesuksesan yang di berikan Allah kepada sahabat RA akan di berikan kepada umat ini jika umat ini mau melakukan pengorbanan seperti yang dilakukan oleh para Sahabat RA.

Sahabat dahulu tidak pernah mencari alasan untuk meninggalkan ketaatan kepada Allah. Bahkan dalam keadaan beralasan sekalipun, seperti ada udzur sakit sekalipun, sahabat tidak pernah meninggalkan ketaatan kepada Allah. Hari ini umat diajak untuk taat malah mencari alasan untuk meninggalkan ketaatan. Suatu hari ada jemaah yang pergi ke daerah orang miskin. Lalu ada seorang miskin yang tidak pernah ke mesjid, di datangi oleh jemaah. Si miskin minta di do’akan agar ia dapat kerja, sehingga ia bisa ke mesjid. Sebab kemiskinannya telah menyebabkan dia sibuk mencari kerja dan menjaga anak. Ia berkata, “Saya tidak ada waktu ke mesjid sedangkan keluarga saya hidup kelaparan !” Lalu seminggu kemudian, ada pabrik buka di daerah si miskin tadi. Akhirnya si miskin tadi bisa mendapat pekerjaan. Selang berapa lama, akhirnya ada rombongan berikutnya masuk ke daerah si miskin tadi. Namun kali ini setelah di ajak untuk ke mesjid, dia berkata, ”Saya tidak ada waktu untuk ke mesjid karena saya sibuk kerja di pabrik dan mengurus keluarga.” Lalu jemaah berkata, “Kalau begitu saya do’akan tuan agar bisa punya waktu untuk ke mesjid.” Namun orang itu malah berkata, “Jangan pabrik itu baru buka, kalau kamu do’akan biar saya punya waktu luang berarti pabrik itu harus tutup. Kalau pabrik tutup saya dan keluarga saya mau makan pakai apa?” Hari ini umat di waktu yang luang dan waktu yang sempit tetap tidak bisa taat kepada Allah. Mau kehidupannya senang ataupun susah, tetap tidak dapat memberikan waktunya untuk Allah. Inilah umat saat ini, bisanya hanya mencari alasan untuk tidak taat kepada Allah. Sungguh beda kehidupan kita dengan sahabat RA.

Allah telah berikan agama kepada manusia untuk membedakan mereka dengan hewan. Jika kita lihat kehidupan hewan ini adalah kawin, melahirkan, makan, minum, kerja, cari makan, lalu mati. Tanpa agama, maka kehidupan kita tidak ada bedanya dengan kehidupan hewan yang hina dan rendah. Begitulah Allah memandang manusia yang tidak mau taat pada Allah, seperti manusia melihat binatang. Kehidupan yang tidak ada agama di mata Allah adalah seperti kehidupan hewan yang hina di mata manusia. Kini kehidupan manusia sudah seperti kehidupan binatang karena jauhnya kehidupan mereka dari agama. Bahkan kini manusia asbab mereka jauh dari agama, hal-hal yang binatang tidak mau lakukan malah dilakukan oleh manusia. Seperti : orang tua membunuh anaknya dengan aborsi atau anak membunuh orang tua demi warisan. Padahal hewan pun masih bisa menjaga kasih sayang di antara keluarganya. Tanpa Agama kehidupan manusia bisa jadi lebih rendah dibanding kehidupan binatang.

Agama itu adalah cara hidup manusia yang telah Allah siapkan untuk di ikuti. Allah akan berikan kepada orang yang taat terhadap aturanNya, kebaikan-kebaikan dunia dan akherat. Di balik perintah Allah ini ada janji-janji Allah dan ada pertolongan dari Allah. Janji Allah dalam setiap perintahNya ini lebih pasti dibandingkan dengan janjinya seorang manusia. Allah sudah tetapkan cara hidup nabi SAW ini sebagai satu-satunya cara yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan hidup di dunia dan di akherat. Segala prilaku nabi, pekerjaan nabi, pola hidup nabi SAW telah Allah jadikan sebagai tolak ukur amal kebaikan yang mendatangkan pertolongan Allah. Sudah menjadi ketetapan Allah, selain dari kehidupan Nabi SAW hanya akan mendatangkan kesusahan dan penderitaan yang tidak terbatas. Semua cara hidup selain dari cara hidup Nabi SAW akan mengantarkan manusia kepada kebinasaan. Satu-satunya jalan hidup yang mendatangkan nilai disisi Allah hanya jalan hidup nabi SAW. Inilah yang di ikuti oleh para sahabat, dan inilah yang harus kita ikuti. Jika kita mau mengikuti kehidupan Nabi dan para Sahabat maka nanti Allah akan bangkitkan kita bersama mereka, bukannya bersama Firaun, Qorun, atau Hamman.

Dalam hadits mahfum :

“Barang siapa yang mengikuti kehidupan suatu kaum maka Allah akan bangkitkan dia bersama kaum yang di ikuti tersebut” ( Al Hadits )

Akherat adalah kehidupan yang terbentuk dari amal yang kita lakukan di dunia. Apakah orang itu ketika hidup di dunia memilih hidup cara kekasih Allah atau cara Musuh Allah. Jalan kehidupan Nabi SAW adalah satu-satunya jalan hidup yang dapat menghantarkan kita kepada SurgaNya Allah Ta’ala. Inilah yang namanya jalan keselamatan atau Darrussalam. Para Nabi dan sahabat mengajak manusia kepada jalan keselamatan, sedangkan musuh-musuh nabi mengajak manusia kepada jalan kebinasaan. Allah beri kita kebebasan untuk memilih jalan hidup, jalan mana yang mau kita ambil. Salah ambil keputusan akibatnya adalah kesengsaraan yang tidak ada batasnya. Seseorang menjelang sakratul maut, maka Allah akan tampakkan kepadanya Surga dan Neraka sebagai tempat dia kembali. Kehidupan yang wujud amal-amal agama akan mengantarkan seseorang ke surgaNya Allah. Kehidupan yang tidak wujud amal-amal agama akan mengantarkan orang tersebut ke Neraka JahannamNya Allah.

Iman ini mempunyai rasa, sama seperti rasa buah-buahan, ada yang manis, ada yang hambar, dan ada yang asam. Namun Iman ini hanya bisa dirasakan oleh kita sendiri bukan orang lain. Ketika seseorang suka terhadap suatu makanan, tanpa disuruhpun orang tersebut akan memakannya lagi dan lagi. Begitu juga orang yang merasakan manisnya usaha Iman. Iman ini akan terasa manis sejauh mana kita mengenal Allah. Di mulai dari Allah adalah Rabb kita, yaitu pemelihara tunggal. Jika kita telah mengenal dan meyakini bahwa Allah adalah Rabb kita, maka kita akan menyibukkan diri kita hanya dengan ketaatan kepada Allah. Namun hari ini asbab manusia tidak yakin Allah sebagai pemelihara mereka, yang rizkinya adalah Allah yang menanggung, sehingga hari ini banyak manusia yang lari mencari pertolongan dari selain Allah. Rizki manusia ini seluruhnya datangnya dari Allah, berapa jumlahnya dan kapan habisnya ini hanya Allah yang tau. Rizki ini tidak harus berupa makanan dan kebendaan, tetapi bisa juga berupa ketaatan. Nanti akan datang suatu masa dimana sengan dzikir saja Allah akan berikan orang itu kekenyangan.

Jika Iman lemah maka ibadah-ibadah lain akan lemah, dan do’apun akan melemah. Do’a kita akan mempunyai kekuatan jika Iman kita kuat. Iman yang kuat akan membuat do’a menjadi efektif. Saat ini yang paling penting buat kita adalah bagaimana selama 24 jam ini kita pelihara dan tingkatkan Iman kita. Jadikan usaha atas Iman ini seperti kita menghirup udara, tidak mungkin kita stop menghirup udara. Jika kita keluar 4 bulan setiap tahun, itu baru 1/3 dari udara yang kita perlukan. Mengapa hari ini kita tidak bisa menikmati yang namanya Iman, ini karena kita tidak ada usaha atas Iman. Rasa dari suatu usaha akan timbul dari pengorbanan kita atas usaha tersebut.

Iman akan terasa manis ketika kita mengetahui dan mengenal Allah sebagai Rabb kita. Ketika ini kita akan lupakan pekerjaan kita, kita akan lupakan, perdagangan kita, kita akan lupakan pertanian kita, yang kita mau lakukan hanya menyenangkan Allah. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa Allah adalah Rabb kita satu-satunya, pemelihara tunggal. Dari yakin yang kuat akan menghasilkan amal yang kuat. Amal yang berkeyakinan inilah yang Allah mau. Sejauh mana kita menyenangkan tuan kita, sejauh itu tuan kita akan memelihara kita dengan baik, seperti inilah antara Allah dengan hambanya. Jika Allah tunjukkan dirinya pada kita, maka segalanya akan berubah bagi kita di dunia ini. Kita akan melupakan dunia dan hanya mengabdi pada Allah. Mudah saja bagi Allah membuat manusia ini beriman, tetapi yang Allah mau adalah melihat manusia ini berkorban untuk perkara Iman. Allah sudah punya malaikat sebagai ahli ibadah yang dapat mengetahui langsung Allah sebagai Rabb seluruh alam. Inilah yang menyebabkan iman manusia lebih afdhol dibanding iman para malaikat.

Manusia mempunyai tradisi, namun jika agama sudah siap kita ambil sebagai pedoman hidup, maka yang namanya tradisi ini harus ditinggalkan. Dan Agama juga bukan tradisi atau sekedar ibadah-ibadah formalitas. Kita membuat agama menjadi tradisi dan formalitas karena kita tidak mengenal agama kita sendiri. Agama ini adalah solusi bagi seluruh masalah kita jika kita yakini dan kita jalani dengan benar. Masalahnya hari ini karena kelemahan Iman kita, sehingga kita jalani agama ini sebatas rutinitas ibadah dan formalitas. Untuk dapat menghilangkan tradisi adat istiadat dan ibadah formalitas, kita harus yakin dulu pada perintah Allah dan apa yang diucapkan oleh Nabi SAW. Jika kita tidak mau meninggalkan tradisi demi perintah Allah dan sunnah Nabi SAW maka adzab Allah akan turun. Masalah akan datang jika kita tinggalkan perintah Allah dan Sunnah Nabi SAW. Sedangkan adzab Allah ini terjadi di dunia dan di akherat, di duniapun Allah akan adzab kita jika kita tidak mau taat.

Segala sesuatu yang kita lakukan ini di dunia telah tercatat oleh malaikat “Kiroman Katibin”, Malaikat pencatat. Ini adalah suatu kenyataan yang tidak bisa di pungkiri oleh orang yang mempunyai Iman. Semua alat tubuh kita dari tangan, kaki, mata, telinga, perut, hati, dan fikiran adalah alat untuk mendapatkan Iman. Jika ini tidak kita gunakan untuk Allah, maka kita akn gunakan untuk selain Allah, dan ini akan Allah hisab. Semuanya akan menjadi saksi atas amal baik dan amal buruk yang kita kerjakan. Peralatan tubuh ini dapat menjadi alat untuk mendapatkan Iman atau merusak Iman, semuanya tergantung pada kita. Kita akan di hisab oleh Allah untuk setiap waktu yang di gunakan, nikmat yang telah di berikan,amal yang telah di kerjakan, dan keburukan yang telah kita lakukan. Segala hasil yang kita terima di kehidupan Akherat akan dinilai dari kebaikan dan keburukan yang kita lakukan di dunia.

Perbedaan antara orang kafir dan orang beriman terletak pada keyakinan terhadap kehidupan sesudah mati. Hari ini kenapa kehidupan kita tidak jauh seperti orang kafir. Ini karena keyakinan kita terhadap kehidupan sesudah mati sama seperti mereka. Kalau kita mempunyai keyakinan terhadap kehidupan sesudah mati, maka seluruh nikmat dunia kita akan terasa hambar dan kita hanya akan memikirkan kehidupan akherat kita saja. Ketika kita berikrar :

1. Rodhi tubillah hi Rabba :
Mengakui Allah sebagai Rabb kita

2. Wabil Islami Dina :
Mengakui Islam sebagai Cara Hidup kita

3. Wabil Muhammaddiya wa Rasulla :
Mengakui Muhammad sebagai Rasul

4. Wabil Qur’anni Imama wa Hakama :
Mengakui Qur’an sebagai Imam dan sumber hukum

Jika ini sudah kita ikrarkan maka sudah seharusnya tugas kita tidak lain adalah menyenangkan Allah semata. Segala Imbalan yang Allah berikan kepada kita di dunia dan di akherat hanya bisa di dapat dengan Agama. Sejauh mana kita menjalankan ini secara sempurna, sejauh itu Allah akan memberikan kepada kita imbalan di dunia dan di akherat. Nabi SAW telah memberikan hidupnya selama 24 jam kepada manusia untuk di ikuti, dan tidak ada yang dirahasiakan Nabi SAW kepada manusia.

Dengan Dakwah maka akan tercipta suasana Imaniat dan suasana Amaliat. Jika suasana Agama terbentuk maka Iman kita akan terjaga dan terpelihara. Suasana Amal Madinah adalah salah satu sarana yang menyebabkan Iman para sahabat terpelihara dan terjaga. Sahabat berkata “Tuhanku adalah tuhan yang satu yaitu Allah dan Nabiku adalah Muhammad Rasullullah. Tiada cara hidup lain yang saya ikuti selain cara hidup Rasullullah SAW. Hidupku hanya untuk Allah dan RasulNya semata. Seluruh yang aku miliki hanya untuk Allah dan Rasulnya semata.” Inilah keyakinan sahabat, sehingga berbagai penderitaan dan cobaan sanggup mereka lewati.

Iman sahabat adalah bukti Iman dan kehidupan yang sempurna. Kehidupan Nabi SAW adalah contoh kehidupan yang sempurna disisi Allah. Sahabat semuanya dapat mengikuti kehidupan yang telah di contohkan oleh Nabi SAW. Para kaum kafirin dengan siksaan yang telah mereka berikan kepada sahabat, berharap agar sahabat mau meninggalkan keimanan mereka. Namun apa yang terjadi, justru asbab penyiksaan para kaum kafirin, Iman sahabat jadi meningkat, tidak berkurang sedikitpun. Bilal RA pernah di tanya kapan masa dia paling bahagia, dia menjawab, “Ketika aku disiksa oleh majikanku Abu Jahal ketika itu, di panggang dibawah terik matahari dan di tindih dengan batu yang besarnya melebihi bobotku.” Inilah asbab keimanan sahabat yaitu dengan pengorbanan dan bersusah payah untuk Iman.

Sahabat disiksa karena melakukan usaha atas Iman. Sahabat juga berdagang, hanya saja perdagangan mereka sering diganggu oleh kaum kafir asbab usaha dakwah yang mereka lakukan. Inilah pengorbanan sahabat buat agama. Untuk perkara ini kita perlu siapkan diri kita berkorban seperti Sahabat RA. Tahap pertama adalah belajar berkorban keluar di jalan Allah untuk mendapatkan Iman.

Penulis : Buya Atha’illah

Semangat yang tinggi…..

Cerpen yang lain berisi hikmah, semoga bisa diambil manfaatnya :)

Sabtu pagi Amal berjalan sambil mendorong gerobag batagornya berkeliling kampung untuk menjemput rizqinya. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar senantiasa terdengar keluar dari mulutnya sepanjang perjalanan, tak henti hentinya dia mengingat Allah dalam setiap kesempatan seolah tak mau kehilangan sedetik pun waktu hidupnya tanpa mengingat Allah.

“ Assalammualaikum Mal !!!!

Tiba tiba terdengar suara teriakan, Amal pun menoleh, ooooh rupanya si Sholeh, dia terlihat tersenyum sambil melambaikan tangan memanggil namanya.

“ Wa alaikum salam Leh…… jawab Amal(pengusaha batagor keliling).
“ Bagaimana Kabarnya Mal…….? Tanya Sholeh(penjaga warung).
“ Alhamdulillah baik Leh, ente gimana…..? Jawab Amal(pengusaha batagor keliling)
“Alhamdulillah baik juga…….Jawab Sholeh(penjaga warung).
“Baru keluar nih ? “Tanya sholeh(penjaga warung)..
“iya Leh..”jawab Amal(pengusaha batagor keliling)
“lagi santai aja …? Amal(pengusaha batagor keliling) bertanya balik.
”Ya gini deh sambil nunggu pembeli..”jawab sholeh yang kebetulan membantu menjaga warung milik orangtuanya.

“ Mal, kemarin ane nginep di rumah saudara di kampung jauh….subhanallah ada cerita menarik selama tiga hari ane disana.”cerita Sholeh(penjaga warung) melanjutkan.
“Waahh cerita apa nih Leh ?”tanya amal(pengusaha batagor keliling) bersemangat.

“Begini Mal, hari pertama disana waktu shalat shubuh di masjid, pas banget habis iqamah kita semua jamaah sudah siap berdiri merapatkan barisan, eh belum sempat imam takbir mendadak ada suara keras dari arah pintu JGERR!!!, Cash kita semua nengok, yang ane lihat… di pintu itu ada seorang laki laki yang sedang memegangi pintu sambil mencari jalan, ada apa dengan orang itu? Kenapa dia bisa sampai nabrak, kok bisa? More

Pertemuan yang membawa hidayah

Kata Pengantar :

Cerpen dibawah ini adalah postingan lama , iseng-iseng saya baca dan ternyata seolah – olah saya baru saja membacanya, terharu dan mengingatkan diri sendiri tentang kekuasaan Allah SWT. Mudah-mudahan bermanfaat.

Kalau ada Nama, tempat, peristiwa yang sama itu bukanlah disengaja. Tidakada maksud menghina apalagi melecehkan.

Silahkan dibaca dan diberikan komentar, kalau bagus, kenapa? Kalau enggak bagus, kenapa? :)


“PERTEMUAN YANG MEMBAWA HIDAYAH”

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

“Nur” begitu dia biasa dipanggil oleh teman – temannya. Berita terakhir menyebutkan bahwa Nur merantau keluar kota buat mencari pekerjaan dan berhasil. Untuk ukuran seorang pemuda yang masih melajang dia tergolong sudah cukup mapan. Nur adalah shahabat Sholeh yang senantiasa mengingatkan tentang agama saat belum merantau.

Saat ini Nur rupanya sedang mencintai seorang gadis, hatinya telah dimasuki oleh kecintaan yamg kuat terhadap gadis itu. Berbagai cara telah dia jalani untuk menarik hati gadis yang didambakannya, tetapi Allah berkehendak lain, sikap sigadis membuat bingung Nur.

Setiap pertemuan yang telah diatur dengan memakan waktu dan pikirannya tidak membuahkan hasil, setiap bertemu tidak menjadikan dia bahagia, berbeda sekali dengan apa yang ada didalm bayangannya.

Setiap menit pikirannya dipacu untuk berpikir bagaimana cara yang terbaik untuk menaklukan hati gadis itu, memberi hadiah yang mahal sudah , pergi ketempat wisata dengan biaya yang besar pun sudah dijalankan tetapi tidak menunjukkan tanda- tanda yang pasti. Nur mulai kacau, shalat dia tinggalkan, mengingat Allah tidak pernah, setiap detik dan menit pikiran dan hatinya cuma memikirkan gadis pujaannya itu, minuman keras pun mulai memasuki jadual hariannya, gitar menjadi pendampingnya.

Nur bahkan pernah berucap,.
Kalau aku tidak bersama dia maka hidupku tidak akan bahagia. Astaghfirullah hal Adzhiem. Hari demi hari hidupnya makin kacau, miras dan guitar yang dia pikir bisa menyelesaikan maslahnya malah menambah daftar kekacauan dalam hidupnya, pekerjaannya mulai tidak beres dan dia sering mendapat teguran dari atasannya, seolah olah tidak ada hari tanpa masalah bertumpuk tumpuk, seperti awan gelap yang akan menurunkan badai.

Tidak ada teman yang menasihatkan dia, setiap orang yang berjumpa dengan dia hanyalah orang orang yang memiliki kebiasaan buruk seperti dia. Semakin jauh dari petunjuk, semakin banyak masalah datang bertumpuk-tumpuk. Mandi dan makan pun tidak menjadi kebiasaan, pokoknya yang ada dalam pikirannya hanya wajah gadis itu.

Suatu saat terlintas dalam benaknya bayangan seolah olah dia itu seperti tikus yang berada dalam permainan mencari jalan keluar, setiap dia yakin jalan itu jalan keluar semakin dia tersesat, dan dia merasa ada sebuah kekuatan yang membuat dia tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, tetapi apa? Mulai terasa ada sesuatu yang tidak tampak dan mempunyai kekuatan besar dan mampu mengatur dan menggagalkan setiap keinginannya, akan tetapi itu bukan manusia…lalu siapa? More

Fauzan Berjuang dalam kelumpuhan,( bersyukurlah shahabat-shahabat yang sehat ! )

fauzan-001.jpgSunday, February 24, 2008 at 8:48 PM Posted by Nexlaip Sahabat-sahabat sekalian, yang duduk di kursi roda namanya adalah Fauzan Ulil Abshar lahir pada tahun 1994, biasa dipanggil Ozan . Umurnya sekarang kurang lebih 13 tahun. Yang berdiri di sebelah fauzan namanya adalah Zulfa Ulil Azmi, dia adik Fauzan yang baru berusia 4 th. Mereka berdua berdomisili di Bekasi. Fauzan Ulil Abshar mengalami kelumpuhan disaat usianya menginjak sepuluh tahun, tepatnya pada tahun 2004. Berarti sebelumnya Fauzan sempat menjalani kehidupan sel ama 10 tahun dalam kondisi seperfauzan-002.jpgti l ayaknya anak – anak normal yang suka berlari – lari bercanda dengan temannya sam bil tertawa , berjalan kaki kemanapun dia ingin , bersepeda, berenang serta melaku kan berbagai aktifitas lainnya yang penuh semangat dan keceriaan .

Terbayang Bukan bagaimana kesedihan yang dirasakan Fauzan ? sedang asyiknya m enikmati masa – masa pertumbuhan ternyata Tiba – tiba harus mengalami kelumpuhan yang menyebabkan kakinya tidak mampu lagi digerakkan dan digunakan untuk beraktifitas seperti layaknya anak – anak yang lain. Membuat dia menjadi berbeda den gan teman – teman sebayanya . 3 tahun sudah Fauzan menjalani hidupnya sehari – hari diatas More

Si Juhi, Si Ebi dan Pak Somad ( shalat khusyu wal Khudu’ )

Si Juhi dan Si Ebi baru saja melaksanakan sholat maghrib berjamaah yang diimami oleh Pak Somad di masjid Al Hidayah. Selepas berdoa, Pak Somad meneruskan dengan berdzikir sementara si Juhi dan si Ebi terlibat perbincangan :

Si Juhi : “ Eh Ebi, kamu gimana sih ? kok tadi waktu shalat, aku perhatiin kamu ga Khusyuk!

Si Ebi : ” Lho, ga khusyuk gimana Hi?

… “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.”
(Al-Mukminun : 1-2)

Si Juhi : ” Iya, aku perhatiin tadi selama kamu shalat sering melihat jam tangan, kan harusnya pandangan kamu lurus ketempat sujud bukannya malah sibuk melihat jam tangan.”

Si Ebi : ” Walah kamu Hi, kamu kan pada saat itu shalat juga kok kamu malah merhatiin aku, bukannya merhatiin tempat sujud dan khusyu?!!!

Tiba – tiba pak Somad menghentikan Dzikirnya dan berbicara :
Pak Somad : “ Juhi, Ebi kemari duduk merapat ……..!

Juhi dan Ebi pun menghentikan pembicaraanya dan mendekati Pak Somad.

Pak Somad : ” Juhi, Ebi dengarkan

Dari Aisyah ra berkata, “saya bertanya kepada Rasulullah saw tentang menoleh dalam salat?” Kemudian Rasul saw menjawab: “Menoleh itu adalah suatu keteledoran seseorang akibat ulah syetan dalam salat seorang hamba” (HR. al-Bukhari)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al-Mukminun : 1-2)

Dari Nabi SAW ,Hudzaifah radiallahu ‘anhu berkata :

“Pertama kali akan hilang dari agamamu adalah
” khusyu’ ” dan hal terakhir yang akan hilang dari agamamu adalah shalat. Betapa banyak orang shalat tetapi tiada kebaikan padanya.”

Hampir saja engkau memasuki masjid sementara tidak mendapatkan di antara mereka orang yang khusyu’ “. (Madarijus Saalikin karya Ibnu Qayyim 1/521).

Ingat dengan kisah ‘Urwah bin Zubair yang diamputasi kaki beliau menggunakan gergaji kayu saat sholat. atau kisah Ali bin Abi Tholib yang di cabut anak panahnya ketika sedang melaksanakan shalat. kenikmatan para salaf ketika shalat mengalahkan sakitnya di amputasi atau dicabutnya anak panah tersebut.

Maksudnya mereka yang takut dan tenang. Pengertian khusyu’ adalah : Ketenangan, tuma’ninah ,pelan-pelan, ketetapan hati, tawadhu’ serta merasa takut dan selalu merasa diawasi Allah Ta’ala (Tafsir Ibnu Katsir, cet. Darus Syi’b VI/414).

Definisi lain dari khusyu’ adalah menghadapnya hati di hadapan Allah Ta’ala dengan sikap tunduk dan rendah diri (merasa hina). (Madarijus Salikin I/520).

Khusyu’ dalam shalat bisa dicapai oleh siapapun yang mampu mengosongkan hatinya hanya untukNya, disibukkan hanya denganNya dan lebih mengutamakan Allah dari selainNya. Saat itulah shalat menjadi ruang peristirahatan sekaligus penyejuk matanya. Sebagaimana disabdakan dalam shalat.” (Tafsir Ibnu Katsir , V/456. Haditsnya tersebut dalam Musnad Imam Ahmad III/128 dan Shahihul Jami’ no : 3123).

Allah telah menyebutkan laki-laki serta perempuan yang khusyu’ sebagai hamba-hamba pilihan, dan Dia juga mengabarkan akan menyediakan ampunan serta pahala besar bagi mereka (Lihat surat Ah-Ahzab ayat 35).

Nah Juhi dan Ebi sudah bagus tertib, Shalat tepat waktu dan berjamaah di tempat di mana adzan dikumandangkan sekarang tinggal ditingkatkan kekhusyukannya.

Juhi juga nih , kan kamu sudah mengerti kalau shalat jangan nengok kanan kiri, eh kamu malah ngeliatin si Ebi yang lagi nengokkin jamnya kan sama aja kamu jadinya ga khusyuk juga berarti malah nyalahin si Ebi lagi bukannya Instropeksi diri.

Juhi tersipu sipu malu, sementara si Ebi agak sumringah karena merasa di bela sama pak Somad.

Pak Somad : Ebi ….!!! kamu lagian ngapain ngeliatin jam waktu shalat emang ga bisa apa nunggu selesai nanti?

Ebi : ” wah kena juga nih ( dalam hati ), eh iya pak, jam saya baru ni, jadi saya ga bosen2 ngeliatin emang dasar syetan tau aja kelemahan saya pak……jawab Ebi sambil senyum2.

Pak Somad : ya udah kita berdo’a sama Allah minta agar Allah agar dilindungi dari godaan syetan dan dilindungi dari hati yang tidak khusyu.

Saudara –saudara sekalian , hal seperti diatas juga sering terjadi dalam kehidupan sehari2 di luar shalat, menyalahkan orang lain sementara kita sedang melakukan hal yang sama. Mampu melihat kesalahan orang lain tetapi melupakan kesalahan diri sendiri. Mungkin termasuk saya begitu. Mari kita berdo’a agar Allah menyelamatkan kita dari perbuatan yang buruk dan membimbing kita agar selalu dalam jalan yang lurus, dimudahkan dalam kebaikan. Diberikan kebaikan di dunia dan akhirat

Buah Keimanan

Subhanallah…..Masya Allah…..Semoga menjadi asbab hidayah ke seluruh alam. Amalan yang sepertinya biasa – biasa saja bagi kebanyakan umat muslim di Indonesia, Sholat. Menjadi begitu luar biasa dan dashyat apabila amalan ini senantiasa di jalankan dan dibawa kenegeri – negeri dimana mereka belum mengenal Allah. Sebuah pemandangan yang menyiratkan decak kagum, membangkitkan semangat, menyentuh perasaan sebagai umat islam.

Tampak didalam gambar beberapa orang muslim sedang menunaikan ibadah Shalat didalam sebuah ruangan yang tampaknya seperti
pesawat atau sebuah kendaraan, sementara dibelakang mereka yang sedang shalat tampak kerumunan orang sedang memperhatikan atau bisa dibilang menonton apa yang sedang dilakukan sekelompok orang ini, mudah – mudahan suatu saat orang – orang yang ada dibelakang itu yang sekarang ini hanya menonton akan mendapatkan hidayah dan menjadi makmum shalat mereka.

Ini adalah amalan Rasulullah dan para Shahabat RA, amalan yang tidak pernah ditinggalkan meskipun dalam keadaan berjuang di jalan Allah. Menjaga Shalat sama saja dengan menjaga agama, karena shalat adalah tiang agama maka dengan menjaganya sama saja menjaga agar atap bangunan tidak runtuh menimpa apa – apa yang ada dibawahnya. Dengan menjaganya maka siapapun bisa berteduh dibawahnya bahkan menarik setiap orang untuk ikut berteduh dibawahnya.

Hidayah bisa turun dimana saja dan kepada siapa saja dengan cara apa saja terserah kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk orang – orang yang dijadikan dipilih Allah untuk menjadi asbab hidayah seluruh alam.

Kita pelajari terus agama yang telah diturunkan dari Tuhan Pencipta apa yang ada dilangit dan ada di bumi, kita amalkan dengan sekuat tenaga, dan kita bawa agama ini kemana kita pergi, kita kenalkan kepada seluruh manusia siapa pencipta langit dan bumi dan siapa utusan Allah yang terakhir.

Masih banyak manusia belum mengenal siapa itu Allah dan siapa itu Nabi Muhammad SAW, sudah menjadi tugas umat untuk menyampaikan meneruskan perjuangan Rasulullah SAW dan para shahabat RA yang dengan gigih mengorbankan harta, jiwa, waktu, keluarga bahkan diri mereka sendiri agar seluruh manusia berjaya dan bahagia selamat dunia dan akhirat.

Kemanakah wahai manusia yang didalamnya ada iman dan kecintaan kepada Allah dan RasulNya……..niatkan dalam hati untuk berjuang menjalankan agama dengan sebaik-baiknya memperbaiki diri , mohon ampun kepada Allah, berdo’a kepada Allah agar Allah SWT memperbaiki urusan dunia dan akhirat kita dan Allah beri kesempatan kita untuk menjadi asbab hidayah keseluruh alam. Insya Allah.

Para shahabat kuburnya tersebar keseluruh penjuru dunia sebagian ada yang dikenali kuburnya oleh penduduk langit dan bumi sebagian lagi hanya dikenal oleh penduduk langit saja. Keikhlasan dan keyakinan atas janji – janji Allah, keyakinan akan akhirat dan syurga menggerakkan setiap bagian dari tubuh mereka untuk memperbaiki diri dengan menundukkan hati mereka takluk atas perintah Allah dan Rasulullah SAW, mereka senantiasa menjalankan dan mendahulukan perintah dan menjauhi larangan dengan senang hati tidak hirau lagi kepada makhluk. Pujian atau cercaan manusia tiada bedanya.

Asbab pengorbanan merekalah dan orang – orang yang berjuang di jalan Allah sehingga agama sampai kepada kita, mereka mengorbankan harta, diri, waktu serta kesenangan – kesenangan mereka di dunia agar bisa membagi kebahagiaan kepada setiap manusia. Risau dan fikir mereka terhadap manusia lainnya agar selamat dunia dan akhirat begitu besar, tangisan dan doa meminta hidayah terus keluar dari mata dan bibir mereka, ucapan – ucapan baik mengajak kepada kebaikan tak lupa terlontar dari bibir mereka, hinaan kita serta cibiran kita tak menyurutkan langkah mereka untuk terus memohonkan ampunan serta hidayah kepada kita. Semoga Allah membalas setiap yang mereka lakukan.

Terkadang kita dengan apa yang ada dalam diri kita menjadi begitu angkuh dan menganggap remeh atas apa yang dilakukan oleh orang – orang yang terlihat lemah, kita terkadang lupa atau tak sadar bahwa Allah senantiasa bersama orang – orang yang beriman dan yang selalu istiqomah dalam menjalankan perintahNya, sabar dan menegakkan Shalat, bahwa pertolongan Allah lebih dekat kepada mereka.

Kita menganggap bahwa apa – apa yang ada dalam diri kita mampu menolong kita mengalahkan keyakinan kita bahwa Allah mampu untuk menolong kita, kita lupa bahwa Allah pernah memenangkan sekelompok kecil manusia dengan peralatan yang sederhana tetapi memiliki iman yang kuat dalam peperangan badar, dan sebaliknya dalam peperangan hunain kaum yang banyak dengan peralatan yang lebih baik bisa kalah karena keangkuhan dan menganggap bahwa jumlah yang banyak dan benda lah yang mampu memenangkan bukannya Allah.(bisa dilihat dalam surah at taubah ayat 25)itu adalah sebagai peringatan bagi kita agar selalu meyakini bahwa tiada yang dapat memberikan manfaat ataupun mudharat kecuali Allah SWT.

Semoga Allah SWT dengan rahmat dan kasih sayangNya membimbing kita dan menunjuki kita jalan yang lurus.

Keyakinan terhadap perintah Allah

Kejayaan umat manusia ini hanya ada dalam iman dan amal sholeh. Manusia yang yakin bahwa Tuhannya adalah Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah serta nabi Muhammad adalah utusan Allah serta melakukan perbuatan – perbuatan yang sholeh serta saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan menasihati dalam kesabaran maka mereka termasuk golongan yang beruntung.

Statement diatas seringkali terdengar, kemudian kalau dibaca sekilas sepertinya bertentangan dengan yang namanya keberuntungan apabila dilihat dari pemahaman kebanyakan. Keberuntungan yang dipahami kebanyakan adalah apabila memiliki apa apa yang ada dibumi yang menyenangkan, yang banyak dan yang tidak habis habis sehingga bebas untuk melakukan segalanya di permukaan bumi ini..

Perintah dan larangan dari Pencipta Alam semesta ini yaitu Allah SWT dan apa apa yang dicontohkan oleh utusanNYA yaitu Nabi Muhammad SAW lebih cenderung dipandang oleh kebanyakan adalah sesuatu yang jauh dari keberuntungan bahkan lebih sering dianggap sebuah penghalang untuk mencapai keberuntungan.

Menghabiskan waktu, mengurangi harta, menyiksa diri, ga ada hasilnya, kuno, ga sesuai zaman dan banyak lagi ungkapan – ungkapan yang keluar dari mulut manusia yang menganggap bahwa segala sesuatu yang ada hubungannya dengan agama adalah sesuatu yang sia – sia dan tidak menguntungkan. Petunjuk serta bimbingan dari sesama manusia yang belum terjamin kejayaan dan kebahagiannya di dunia dan akhirat lebih dipercaya dan diyakini ketimbang petunjuk serta bimbingan dari penciptanya sendiri serta pencipta apa yang ada di langit dan di bumi, padahal Allah yang menciptakan manusia tentunya Allah juga yang tahu mana – mana yang baik dan mana – mana yang buruk.sedangkan manusia tidak tahu kecuali sedikit.

Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang dan banyak lagi petunjuk dari Allah yang tidak kita yakini dapat membantu kita untuk keluar dari permasalahan yang sedang kita hadapi. Pergi kamu kegunung ini atau ke gua itu, sembelih ayam hitam dan kalau bisa punya tetangga ditambah lagi jangan sampai ketahuan sama orang – orang apalagi sama yang punya alias nyolong!!!kalau mau tenang hati ini mendingan ke mall cuci mata, cuci otak dan cuci yang lainnya, atau nyanyi karaoke, atau cobalah berteriak sekuat tenaga, atau baca komik yang lucu atau nonton film lucu supaya hati ini jadi tenang dan masalah hilang,taruh celana dalam diatas kepala kalau kamu pusing, buang celana dalam ke atas loteng biar ga hujan, taruh sapu lidi diatas kasur buat ngusir semit atau setan, tancepin bawang sama jarum ditanah biar ga kena musibah dsb itu semua lebih diyakini bahkan saking yakinnya sampai – sampai mendakwahkan, menyampaikan serta mengajak orang lain dan menerangkan manfaat daripada perbuatan – perbuatan yang jauh daripada bimbingan Allah SWT.

Dibalik perintah Allah pasti ada kejayaan, keuntungan, manfaat bagi kita manusia, inilah keyakinan yang harus kita tanamkan dalam hati kita. Siapakah yang paling benar perkatan, yang menepati janji, yang memberikan, yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang tidak pernah meminta bahkan selalu memberi, yang menciptakan kita, yang apabila menghendaki sesuatu tinggal berkata “KUN” maka tejadilah, siapakah?……..Allah SWT, Allah SWT tidak berhajat dan tidak membutuhkan kita ataupun makhluk ciptaanNYA, kita lah yang butuh Allah SWT. Walaupun seluruh makhluk durhaka kepada Allah SWT maka tidak akan berkurang kebesaran serta keagunganNya, dan walaupun seluruh Makhluk menyembahnya maka tidak akan bertambah keagungan serta kebesaran Allah SWT. Setiap perintah atau larangan yang telah Allah SWT sampaikan kepada manusia adalah semata- mata untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Allah tidak makan dan tidak minum akan tetapi manusia lah yang butuh minum dan makan. Ada beberapa kebiasaan adat yang berlebihan dan tak masuk diakal, contohnya menyiapkan dan memberikan sesajen yg berupa makanan ataupun minuman dalam jumlah yang banyak dibawah pohon ataupun dilaut supaya berkah katanya bukankah itu sebuah perbuatan yang sia – sia , kenapa tidak kita berikan saja kepada orang – orang yang lebih membutuhkan dalam bentuk sedekah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, akan lebih baik dan berkah serta bermanfaat tentunya untuk manusia, bukankah Allah tidak makan dan tidak minum jadi untuk apa menaruh sesaji makanan atau minuman dibawah pohon atau di laut? Untuk siapa ? Untuk apa?

Kebersihan adalah sebagian daripada iman, bersiwak adalah bagian dari kebersihan dan yang melakukan akan mendapatkan keberuntungan, shalat juga termasuk yang diperintahkan oleh Allah SWT, Puasa, shalat malam…..semua itu semata mata adalah untuk kebaikan manusia, Allah tidak butuh setiap perbuatan baik kita akan tetapi kita lah yang butuh dan Allah dengan KAsih dan Sayangnya memberitahu manusia bagaimana agar manusia hidup dalam kebaikan dan kebahagiaan melalui perintah dan larangan yang disosialisasikan oleh utusan-utusannya. Ilmu – ilmu kedokteran modern pun mengakui manfaat-manfaat apa – apa yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk kehidupan manusia seperti manfaat puasa untuk kesehatan serta banyak lagi manfaat – manfaat dari berbagai perintah serta larangan Allah untuk kehidupan manusia.

Jadi kita harus yakinkan kedalam diri kita bahwa setiap perintah dan larangan Allah pasti untuk kebaikan kita, Allah adalah pencipta kita dan Allah tahu apa yang terbaik untuk ciptaanNya. Jangan lagi merasa berat melaksanakan setiap kewajiban serta menjauhi setiap larangan yang telah disampaikan Allah SWT kepada kita melalui utusanNya Nabi Muhammad SAW.

Coba kita lihat kisah – kisah dari umat terdahulu berkenaan dengan perintah Allah SWT akan mendatangkan kebaikan dan kemenangan walaupun terlihat berat. Nabi Musa A.S ketika ditanya tentang tongkatnya, untuk apa tongkat itu? Maka Nabi Musa AS menjawab bahwa tongkatnya ini banyak sekali kegunaannya, kemudian Allah SWT memberikan perintah untuk membuang tongkatnya, kemudian Nabi Musa AS patuh kepada perintah TuhanNya kemudian dengan izin Allah tongkat tersebut menjadi ular, kagetlah Nabi Musa, tongkat yang selama ini banyak memberikan manfaat sekarang menjadi sesuatu yang dia kenali dan yakini dapat memberikan mudhrat atau keburukan buat dirinya.

Kemudian Allah memerintahkan Nabi Musa AS untuk mengambil kembali tongkatnya yang sedang dijadikan ular oleh Allah SWT, Nabi Musa merasa takut, tetapi Allah menyerunya supaya jangan takut, maka Nabi Musa pun mengambil Ular itu yang kemudian Allah rubah kembali ular itu menjadi tongkat seperti semula. Allah menunjukkan kekuasaanNya bahwa Allah mampu membuat sesuatu yang bermanfaat menjadi mudharat dan sesuatu yang mudharat menjadi manfaat. Dan di setiap perintah Allah SWT akan terdapat kebaikan.

Ketika Nabi Musa beserta pengikutnya berada di tepi laut sedangkan mereka sedang dikejar oleh tentaranya Fir’aun tidak ada tempat untuk melarikan diri lagi, kemudian Allah SWT perintahkan NAbi Musa as untuk memukulkan tongkatnya kelaut…perintah ini juga akan menjadi berat bagi orang yang tidak punya keyakinan kepada dibalik setiap perintah Allah SWT ada kejayaan, orang ini akan menyanggah bahkan akan berbuat yg sebaliknya , akan memukulkan tongkatnya kekepala tentara tentaranya Fir’aun karena itu adalah perbuatan yang lebih logis pada saat itu untuk mempertahankan diri. Akan tetapi Nabi Musa AS memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah akan menolongnya dan apa yang diperintahkan Allah SWT pasti untuk kebaikan dirinya sebagai makhluk ciptaanNYA.

Demikian pula kita sekarang bahwa Allah telah memerintahkan kita untuk Shalat, puasa, zakat, sedekah, haji serta perintah – perintah lainnya maka tinggal kita, sejauh mana keyakinan kita kepada janji janji Allah SWT. Sejauh mana keyakinan kita akan kejayaan dan kesuksesan umat manusia ada dalam sejauh mana kita menjalankan perintah – perintah Allah SWT serta menjauhi segala larangan – laranganNya.

Insya Allah kita niatkan diri kita untuk berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah – perintah Allah SWT dan menjauhi larangan – laranganNya.

Allah Yang Memberikan Manfaat

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai.

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.

Sesudah itu Allah menerima tobat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

At TAubah 25-27 Al Qur’anul Karim

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.