Putra Ketiga Mantan Menkopolhukam, Jendral TNI (Purn) Wiranto, Zainal Nur Rizki, Meninggal Di Jalan Allah

n991103605164407_anakwiranto

Jakarta – Zainal Nur Rizki (23), anak bungsu Wiranto yang meninggal dunia di Johannesburg, Afrika Selatan merupakan anggota sebuah komunitas dakwah, Jamaat Tabligh. Zainal mulai aktif berdakwah sejak lulus SMA.

“Ya almarhum memang sudah ikut di Tabligh sejak lulus SMA. Ia sudah mulai aktif melakukan dakwah,” ujar ibunda Zainal, Rughaiyah Usman, atau biasa dipanggil Uga Wiranto usai melaksanakan kegiatan pengajian dirumahnya di Jalan Palem Kartika nomor 21, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (29/05/2013).

Uga pun mengaku dirinya dan Wiranto mendukung aktifitas anak ketiganya tersebut yang memilih jalan sebagai seorang yang giat melakukan dakwah sejak muda.

“Saya dukung langkah yang sudah diambil olehnya. Dia masih muda, tapi sudah punya jiwa Dakwah yang tinggi, dan kita dukung langkah beliau. Bapak dan saya mendukung,” katanya.

Hal tersebut juga diakui oleh kakak ipar Zaenal bernama Abdi Setiawan Effendi. Suami dari kakak pertama Zainal, Amalia Sianti ini mengatakan dirinya sudah mulai mengikuti aktifitas dalam Jamaat Tabligh ke beberapa tempat sejak lulus SMA.

“Ia mulai tertarik ikut sejak usia 19 tahun. untuk ikut khuruj ke beberapa tempat. Dari situ, Ia mulai belajar agama lebih banyak,” ucap Abdi yang mengenakan setelan gamis putih dengan lilitan surban diatas kepalanya.

Ia pun mengatakan, semenjak fokus mendalami agama di Jamaat Tabligh, menurutnya, perilaku dan sikap Zainal menjadi lebih baik.

“Ya tentu banyak sekali perubahan. Akhlaknya dengan keluarga menjadi lebih baik. Sampai akhirnya, Ia memutuskan untuk menuntut ilmu ke Darul ulum Zakariyyah di Afrika Selatan,” ujarnya.

Zainal Nur Rizki (23) meninggal pukul 01.00 atau pukul 18.00 waktu setempat di Johanesburg, Afrika Selatan karena sakit. Di Afrika Selatan, Zainal sedang menimba di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya. Zaenal adalah putra bungsu Wiranto. Saat ini jenazah Zainal Nur Rizki telah dimakamkan di pemakaman umum muslim di LENAsia Johanesburg, Afrika Selatan.

sumber : http://news.detik.com/read/2013/05/30/020505/2259775/10/sebelum-ke-afrika-anak-wiranto-aktif-berdakwah?

Jakarta – Zainal Nur Rizki putra Wiranto yang meninggal di Afrika Selatan dikenal sebagai pribadi yang baik. Perilaku dan kebiasaan Zainal berubah 180 derajat setelah dia mulai mendalami agama pasca lulus dari SMA.

“Keadannya berubah 180 derajat, dulu SMA kan anak bandel, wajarlah anak SMA. Sekarang dia sudah jadi orang yang sempurna,” ujar teman sebangku Zainal saat SMA, Bona setelah acara tahlilan di kediaman keluarga Wiranto di Jl Palem Kartika 21, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (29/05/2013).

Bona menambahkan dulu ketika masih sama-sama menempuh pendidikan di Lab School Rawamangun, dia dan teman-teman lain sering menginap di rumah Zainal. Hampir setiap malam minggu mereka menginap di rumah mewah milik keluarga Wiranto itu.

“Dulu kalau malam minggu kita sering nongkrong di Kemang. Kita juga sering liburan bareng,” tambah Fajar yang juga teman baik Zainal sejak SMA.

Menurut pandangan teman-temannya, Zainal yang akrab dipanggil Inal adalah sosok yang sangat baik. Dia sangat rendah hati dan tidak pernah mebawa-bawa nama orang tuanya.

“Inal itu low profile, makan di kantin masih mau, makan di warteg juga masih mau,” ungkap Reza yang menjadi tempat almarhum bercerita saat SMA.

Zainal Nur Rizki meninggal karena serangan demam tinggi. Anak bungsu Wiranto itu sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya. Jenazahnya langsung dimakamkan di di LENAsia, Johannesburg, Afrika Selatan

sumber: http://news.detik.com/read/2013/05/30/024641/2259781/10/teman-sma-lulus-sma-zainal-berubah-180-derajat-

lebih-baik?n991103605

Jakarta – Putra Wiranto, Zainal Nur Rizki (23) sempat pulang ke tanah air sebelum meninggal di Afrika Selatan. Zainal bahkan sempat mencuci kaki kedua orang tuanya.

“Ketika di rumah, dia minta untuk mencuci kaki saya dan istri,” ujar Wiranto di kediamannya Komplek Pati Angkatan Darat, Jl Palem Kartika No 21, Bambu Apus, Jaktim, Rabu (29/5/2013).

Wiranto mengatakan Zainal pulang ke tanah air sekitar dua minggu yang lalu. Zainal pulang untuk mengurus perpanjangan visanya.

“Akan tetapi ternyata pengurusan sangat lama. Sehingga dia pamit lagi untuk berangkat ke Johanesburg untuk mengantarkan adik dari istrinya,”imbuhnya.

Zainal Nur Rizki (23) meninggal di Johanesburg, Afrika Selatan karena sakit. Di Afrika Selatan, Zainal sedang menimba ilmu di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya. Zaenal adalah putra bungsu Wiranto. Saat ini jenazah Zainal telah dimakamkan di pemakaman umum muslim di LENAsia Johanesburg, Afrika Selatan.

sumber : http://news.detik.com/read/2013/05/30/031709/2259783/10/sebelum-meninggal-di-afsel-zainal-sempat-cuci-

kaki-wiranto-dan-istri?n991103605

Jakarta – Kehilangan anak untuk selama-lamanya menimbulkan kesedihan tersendiri bagi seorang ibu. Rughaiyah Usman kini hanya bisa mengenang dan menceritakan kembali sosok putra satu-satunya yang baru saja meninggal.

“Dia sebagai anak apalagi laki-laki tentunya baik, kadang-kadang bandel, kan biasa. Tapi pada akhirnya dia memilih untuk sekolah di UGM dan ikut kakak iparnya siar agama. Dia tertarik mendalami agama, ” ujar Rughaiyah Usman yang akrab disapa Uga Wiranto selepas acara pengajian di kediamannya di Jl Palem Kartika 21, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (29/05/2013).

Dua minggu yang lalu, Zainal sempat pulang untuk mengurus perpanjangan paspornya. Saat itu tiba-tiba Inal –sapaan akrab Zainal– meminta untuk mencucikan kaki bapak dan ibunya. Tanpa menaruh perasaan apa-apa, Uga dan Wiranto mengizinkan putranya untuk mencuci kaki mereka.

“Pada saat dia memilih menikah, istrinya usia 15 tahun, mereka belum pernah bertemu, belum pernah melihat mukanya, rela untuk dimintakan orang tua melamar istrinya. Baru saja menikah kemarin. Itu yang membuat saya terhibur, dia sudah sempurna, dari kecil dewasa dan sempat melaksanakan menikah,” jawab Uga ketika ditanya kenangan yang paling membekas tentang Zainal.

Zainal menikah pada 13 Maret 2013. Dia menikahi Salsabila yang saat itu baru berusia 15 tahun. Mereka melangsungkan pernikahan di Afrika Selatan.

“Dia senang nyanyi, baca puisi dan baca Al qur’an. Meski belum hafal Al qur’an, dia setiap hari menghafal hadis-hadis, dia juga belajar bahasa urdu dan arab,” kenang istri purnawirawan TNI itu.

Zainal Lahir di Gorontalo, 8 Maret 1990. Anak bungsu dari 3 bersaudara ini lebih banyak mengenyam masa pendidikan di Jakarta. Inal kecil belajar di SD Al Azhar, setelah itu dia melanjutkan ke SMP Sudirman.

Di tengah perjalanan masa SMP, Zainal pindah ke Sentul Boarding School. Masa SMA dihabiskannya untuk bersekolah di SMA Lab School Rawamangun.

Inal pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gajahmada Yogyakarta. Selama 1 semester dia belajar Ilmu hukum internasional. Akhirnya Zainal Nur Rizki memutuskan untuk memperdalam ilmu agama di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, Johanesburg, Afrika Selatan.

sumber: http://news.detik.com/read/2013/05/30/063837/2259801/10/?992204topnews

Hidayatullah.com—Kabar duka datang dari keluarga Ketua Umum Partai Hanura, Jendral TNI (Purn) Wiranto. Putra ketiganya yang bernama Zainal Nur Rizki meninggal dunia hari Rabu, (29/05/2013) di Afrika Selatan (Afsel).

“Innalillahiwainnailaihiroji’un, telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Sdr Zainal Nurrizki (Putra dari Bpk/Ibu Wiranto Ketum Hanura),” demikian keterangan dari anggota Fraksi Hanura DPR, Susaningtyas Kertopati, dalam pesan singkat, Rabu (29/05/2013) dikutip banyak media.

Zainal atau sering dipanggil Inal, meninggal pada usia 23 tahun. Sebelumnya, Inal terserang panas tinggi selama dua hari lalu dan meninggal saat berada di rumah sakit. Atas pertimbangan kemanusiaan, Inal akhirnya dimakamkan di pemakaman Muslim di Lenasia, Johannesburg, Afsel.

“Kalau kelamaan tidak baik, harus dibalsem lagi, rute pesawat terbang yang gampang pun sulit, di sana tidak ada lapangan terbang,” kata Wiranto dikutip Vivanews.

Selain itu, alasan lain, Wiranto mengaku tak tahu bagaimana izin pengembalian jenazah di sana. Sehingga, dikhawatirkan tidak bisa ke luar.

“Kalau kami paksakan ke Tanah Air, perlu usaha ekstra keras, dan kami tidak tahu bagaimana izin pengembalian jenazah di sana, bisa keluar apa tidak,” ucapnya. “Akhirnya, kami putuskan, sebagai umat Islam, lebih baik dimakamkan di sana, jadi di manapun dimakamkan tidak masalah.”

Di Afrika Selatan, Inal tinggal bersama mertua dan istrinya. Untuk mendoakan almarhum yang jauh di benua hitam, tadi malam keluarga Wiranto pun mengadakan acara doa.

Seperti diketahui, Zainal mantan mahasiswa di Universitas Gajah Mada Jurusan Hukum Internasional. Pada tahun 2011 dia memilih memperdalam ilmu Al-Quran selama tujuh tahun di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, Johanesburg, Afrika Selatan.

Keluarga besar Wiranto (Foto: KataKami)

Wiranto meminta semua pihak berkenan mendoakan anaknya.

“Mohon handai taulan turut mendoakan, agar arwah almarhum mendapatkan pengampunan atas segala dosa dosanya, serta mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Atas nama almarhum, keluarga memohonkan maaf apabila selama hidupnya mempunyai kesalahan kepada teman, sahabat, dan siapapun yang pernah mengenalnya,” ucap Panglima ABRI era Soeharto ini.*

http://hidayatullah.com/read/28778/30/05/2013/putra-jenderal-wiranto-yang-dalami-al-quran-meninggal-di-afsel.html

Hidayatullah.com–Di mata Jendral TNI (Purn) Wiranto, putra ketiganya, almarhum Zainal Nur Rizki meninggal dalam keadaan mulia karena sedang mempelajari al-Quran.

“Ia pun meninggal dalam keadaan mulia, anak kami lagi belajar al-Quran. Katakanlah ia meninggal dalam fi sabilillah dan husnul khotimah,” ujar Wiranto dikutip detiknews, Kamis (29/5/2013) saat menggelar doa di kediamannya Komplek Pati Angkatan Darat, Jl Palem Kartika No 21, Bambu Apus, Jaktim.

Zaenal sebelumnya sempat kuliah di UGM jurusan Hukum Internasional. Namun baru satu semester dia kembali ke Jakarta karena ingin memperdalam ilmu agama. [baca: Putra Jenderal Wiranto yang Dalami al-Quran Meninggal di Afsel]

“Akhirnya Ia ambil keputusan bahwa Ia lebih baik dalami agama dulu, merasa ada yang salah selama ini dalam hidupnya. Ia minta izin untuk pindah ke sekolah agama. Lalu mencari tempat belajar agama terbaik untuk pendalamam al-Quran,” jelasnya.

Akhirnya Zaenal menemukan lembaga pendidikan tinggi di Afsel. Di sekolah itu anak-anak dari seluruh dunia berkumpul untuk memperdalam ilmu al-Quran dan Islam.

“Dalam satu setengah tahun lalu sudah mulai belajar bahasa Urdu dan Arab. Inggrisnya pun sudah mahir,” tuturnya.

Seperti diketahui, Zainal mantan mahasiswa di Universitas Gajah Mada Jurusan Hukum Internasional. Pada tahun 2011 dia berencana memperdalam ilmu Al-Quran selama tujuh tahun di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom (baca Darul Ulum) Zakariyya, Johanesburg, Afrika Selatan.

alm Zainal di Pesantren Darul Uloom/foto: KataKami.com

Syeikh Maulama Zakarriya Kandhalawi

Darul Uloom Zakariyya, Johanesburg, Afrika Selatan didirikan oleh ulama hadits, Syeikh Maulama Muhammad Zakarriya Kandhalawi pada tahun 1981 (1402 H), saat kunjungannya ke Afrika.

Sebagaiamana dikutip laman darulfiqh.com, di tanah seluas 24 hektar di di pinggiran Lenasia saat ini Darul Uloom memiliki peran 715 siswa, dengan 300 siswa lokal dan sisanya dari 56 negara. 300 siswa belajar untuk menjadi hafidz sementara sisa siswa belajar untuk menjadi ulama.

Lembaga Darul Uloom yang berafiliasi pada Jamaah Tabligh ini memiliki 5 jurusan; Hifdhul-Qur’an (Menghafal Al-Qur’an), Aalimiyah (Studi Fikih dan Ilmu Islam), Tajwid dan Qira’aat (Ilmu al-quran, Qira’aah Sab’ah dan Asyarah), Ifta’ (Spesialisasi dalam Ilmu Fikih dan Penelitian Islam) serta Adab.

Selain belajar klasikal, Darul Uloom juga mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam Tabligh dan Jaula Maqamiyah (kunjungan lokal) yang dilakukan setiap hari Kamis setelah Ashar, Jaula Intiqaliyah (kunjungan ke lingkungan sekitar) berlangsung pada hari Ahad dan siswa juga didorong untuk pergi keluar selama akhir pekan untuk jangka waktu 24 jam serta selama liburan untuk waktu yang cukup lama.*

sumber: http://hidayatullah.com/read/28780/30/05/2013/wiranto:-anak-saya-meninggal-fi-sabilillah.html

VIVAnews – Zainal Nur Rizky, meninggal dunia di Johanesburg, Afrika Selatan, Rabu 29 Mei 2013. Putra bungsu Ketua Umum Partai Hanura Wiranto itu meninggal di usia 23 tahun, karena demam.

Tapi rupanya, Zainal tak sendiri terjangkit sakit demam itu. Menurut Wiranto, satu pertiga teman-teman Rizky yang bersekolah di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, Johanesburg, Afrika Selatan, juga terkena demam yang sama.
Keluarga mengira sakit yang diderita Zainal adalah demam biasa. Tapi, ternyata demam itu semakin parah, hingga Inal –panggilan msa kecilnya– harus dirawat di rumah sakit. Setelah dua hari di rawat di rumah sakit, Zainal menghembuskan nafas terakhir.
Istri Wiranto, Rugaiyah Usman atau biasa dipanggil Uga Wiranto, menuturkan Zainal adalah anak laki-laki yang baik, tetapi kadang-kadang bandel seperti layaknya anak laki-laki lain.

Namun, rupanya, selepas menamatkan SMA dia sangat tertarik di dunia dakwah dan melanjutkan kuliah di Universitas Gajah Mada.

“Sambil kuliah di UGM, dia ikut (mirip) kakeknya, suka menyiarkan agama. Kakek Zainal juga seorang imam di kecamatan saya, jadi dia satu-satunya laki-laki yang diharapkan bisa menyiarkan agama,” ujar dia.

Sebelum memilih bersekolah di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, Afrika Selatan, Zainal pernah memperdalam agama di India, Pakistan dan Arab.

“Darul Uloom, itu adalah salah satu sekolah yang didirikan salah satu pengusaha kaya di sana, muridnya banyak dari seluruh dunia ada di sana,” kata Uga.

Kurang tiga bulan sebelum meninggal, tepatnya 13 Maret 2013, Zainal menikah dengan Salsabila, wanita berusia 15 tahun. Salsabila juga salah satu murid dari Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, di mana Zainal bersekolah di sana. Ia putri seorang pilot asal Indonesia yang bekerja di maskapai internasional.

Profil Zainal Nur Rizky

Nama: Zainal Nur Rizky
Lahir: Gorontalo, 8 Maret 1990
Bapak/Ibu: Wiranto dan Rugaiyah Usman atau Uga Wiranto
Kakak 1: Amalia Siyanto
Kakak 2: Ika Mayasari

Pendidikan:
SD : Al Azhar, Jakarta
SMP: SMP Sudirman, kemudian pindah ke Sentul Boarding School
SMA: Lab School, Rawamangun, Jakarta
Universitas: UGM (hanya satu semester) tahun 2011, pindah ke Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, Johanesburg, Afrika Selatan.
Menikah: 13 Maret 2013
Istri: Salsabila (15 tahun) dari Jakarta. Ibu dari Ujung Pandang, Bapak dari Solo.
Hobi: Menyanyi, baca puisi dan membaca Alquran. Setiap hari menghafal hadist, belajar bahasa Urdu dan Arab.
Selepas lulus SMA, langsung tertarik dahwah dan bergabung dengan sebuah komunitas dakwah (tablig). Satu komunitas dengan mantan personel Sheila on 7, Sakti. (adi)

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/416898-profil-putra-wiranto-yang-meninggal-di-afrika-selatan

sumber lainnya:

http://www.solopos.com/2013/05/29/putra-wiranto-meninggal-dunia-411309

http://www.merdeka.com/peristiwa/almarhum-putra-wiranto-perdalam-ilmu-islam-di-afrika-selatan.html

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/29/173484198/Putra-Wiranto-Meninggal-di-Afrika-Selatan

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/416864-alasan-wiranto-makamkan-anaknya-di-afrika-selatan

http://news.okezone.com/read/2013/05/29/337/814588/putra-wiranto-meninggal-mantan-kapolda-metro-jaya-ikut-berduka

http://news.okezone.com/read/2013/05/30/337/814763/putra-wiranto-di-surga-tak-ada-kematian

 

 

 

KOMENTAR DARI VIVA NEWS

viva.nyus

30/05/2013

innalillahi wainna ilaihi rodjiun, semoga semua amal sholeh diterimaNya. Selamat kepada pak Wiranto & ibu karena telah berhasil memiliki anak yang taat kepadaNya. ini adalah kesuksesan yang hakiki. Semoga pak Wiranto dapat mengambil hikmah terbaik ini
• Balas   • Laporkan

ari57

30/05/2013

Turut belasungka pak Wiranto sekeluarga. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Semoga khusnul khotimah…Amien.
• Balas   • Laporkan

4 thoughts on “Putra Ketiga Mantan Menkopolhukam, Jendral TNI (Purn) Wiranto, Zainal Nur Rizki, Meninggal Di Jalan Allah

  1. inalillahi wa ina ilaihi rajiuun, MasyaAlloh la quwwata ilabillah… Sampai ketemu di surga Alloh yang kekal abadi wahai saudaraku, wahai tetangga dekat Rasulullah, mohonkanlah kepada Alloh agar aku bisa mati sepertimu…

  2. Innalillahi Wainnailakhi Roji’un,….. sungguh bangga punya anak seperti zainal,…. semoga kami mampu untuk mendidik anak kami seperti pak wiranto yang telah berhasil menjadikan anaknya seorang ahli surganya allah…. mohon doanya,…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s