Apa kata Ulama tentang Jamaah tabligh ?

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Taefur Arofat, berharap masyarakat tak curiga berlebihan terhadap aktivitas Jama’ah Tabligh. Sebab, kegiatan mereka tak menyimpang dari Islam.

Salah satu Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Cilacap, Hasan Makarim, menyesalkan sikap Pemkab Cilacap yang megusir anggota Jama’ah Tabligh dari masjid-masjid yang menjadi tempat berdakwah. Aktivitas mereka di masjid murni kegiatan dakwah. Bahkan, dia menganjurkan agar Umat Islam di tanah air meneladani mereka. Meluangkan waktu sebentar untuk kegiatan dakwah. Bukan hanya mementingkan urusan duniawi.

http://idc.voa-islam.com/news/indonesiana/2009/08/19/767/berdakwah-tak-lagi-nyaman/

Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Cilacap, Hasan Makarim

Salah satu Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Cilacap, Hasan Makarim, menyesalkan sikap Pemkab Cilacap yang megusir anggota Jama’ah Tabligh dari masjid-masjid yang menjadi tempat berdakwah. Aktivitas mereka di masjid murni kegiatan dakwah. Bahkan, dia menganjurkan agar Umat Islam di tanah air meneladani mereka. Meluangkan waktu sebentar untuk kegiatan dakwah. Bukan hanya mementingkan urusan duniawi.

http://idc.voa-islam.com/news/indonesiana/2009/08/19/767/berdakwah-tak-lagi-nyaman/

penggunaan kitab-kitab fadhoil amal (fadhoil amal, riyadhush sholihin, targhib wa tarhib, hayatush shohabah, dll)..

http://fospi.wordpress.com/2007/10/02/gerakan-tabligh-dan-realitas-dakwah/

assalamualaykum..

Boleh saya urun rembug ?? semoga dengan berbagi informasi ini bermanfaat bagi kita semua.. Khususnya tentang penggunaan kitab-kitab fadhoil amal (fadhoil amal, riyadhush sholihin, targhib wa tarhib, hayatush shohabah, dll)..

yang mulia,
Sudah menjadi lazim bagi kita, bahwa kekuatan umat muslim bukan pada harta benda, pangkat/derajat, kekuatan senjata atau keduniaan. Namun, kekuatan umat muslim ada pada iman amal sholeh (amal agama)..Berkurang amal agama, akan menjadi melemahnya kekuatan muslim..Perang badar menjadi bukti (ketika umat yakin akan amal agama), perang uhud menjadi bukti (ketika umat berkurang akan amal agama), dan peristiwa2 lain..Berkurangnya amal agama pada umat ini, menjadi berkurang pertolongan Alloh Ta’ala pada umat ini dan menjadi konsekuensinya dengan semakin banyak maksiat yang terjadi pada umat ini akan menjadi berkurang dan melemahnya umat ini..

Hari demi hari umat ini semakin menjauh dari amal agama..Berapa juta umat muslim yang meninggalkan sholat jamaah, berapa juta umat muslim yang sholat tapi tidak tertib (waktu, tempat atau cara), berapa juta umat muslim yang sholat tapi masih kekurangan dalam kaifiyatnya..Itu baru masalah sholat, belum ke masalah lain..Padahal sholat adalah tiang agama, meninggalkannya berarti sama saja merobohkan tiang agama..Alloh SWT berjanji bahwa sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar..namun kenapa hari ini perbuatan dan keji itu merajalela dikalangan umat muslim..saling bunuh, saling ghibah, menjatuhkan kelompok lain, buka aib, dan perbuatan lainnya…

yang mulia,
Hari demi hari umat ini semakin menjauh dari umat agama, hari demi hari sangat berkurangan yang memberikan tentang kabar dari ayat Alloh SWT dan Sabda baginda rasulullah tentang kehidupan akherat, kampong asli kita..Sangat sedikit yang memberikan kabar tentang kehidupan tersebut, tentang bekal-bekal yang harus kita bawa..Yang ada adalah bagaimana kebanyakan memberikan kabar tentang keutamaan-keutamaan keduniaan ini, mau hidup enak tidak kena panas dan debu belilah mobil ini keluaran ini dengan harga segini..Mau hidup enak, kerjalah di perusahaan ini, gaji gede dapet tunjangan ini dan itu..Mau hidup enak, cobalah makan produk ini, terbuat dari ini dan itu..Mau hidup enak, cobalah cari suami yang berwibawa (bawa mobil, bawa rumah sendiri, bawa harta yang banyak, bawa emas, berlian dan sebagainya). Mau hidup enak cobalah produk ini, mandi anda jadi lebih praktis. Mau muka anda lebih cakep, pakai krim ini, pakai pembasuh ini, pakai lipstick/gincu ini itu, pakai masker ini, operasi ini dan itu supaya lebih lengkap..Setiap hari, hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, bahkan detik demi detik semuanya terus dikabarkan tiada henti..terus menerus..terus menerus..Di rumah, mau berangkat ke kantor, di kantor, di jalan, bahkan sampai di dalam mesjidpun tidak luput dari serangan ini..Kampung akherat dilupakan, iman amal sholeh dilupakan..Yang ada keagungan dunia dibesar-besarkan sehingga tertutup kebesaran akherat, tertutup oleh kecilnya dunia..
Jadi memang benar sabda baginda rasulullah saw “Aku tidak mengkhawatirkan kalian melakukan kesyirikan kembali sepeninggalku, tetapi aku khawatirkan kalian akan kemegahan dunia yang.”

Kemudian bagaimana mengcounter hal ini pak , bagaimana caranya yang kongkret yang bisa kita lakukan…Dan yang menjadi kenyataan bahwa umat muslim tidak hanya ada di Indonesia saja, tapi diseluruh alam, ada di Arab, afrika, Australia, soviet, asia, amerika, Alaska, dll..Dan wabah itu merajalela di kehidupan kaum muslimin seluruh dunia..

Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian yang nyata.. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (al ‘ashr 1-3)

Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104).

 yang saya muliakan,
Untuk itulah diperlukan untuk menghidupkan kembali kepada umat ini untuk mendorong mereka untuk jangan melupakan akherat, jangan melupakan ayat2 Alquranul karim, sabda-sabda baginda rasulullah saw, iman amal sholeh..Terus didorong setiap hari, tidak hanya perminggu, tapi setiap hari, karena berita tentang keutamaan-keutamaan dunia ini juga tidak mengenal waktu pagi, siang, sore malam, terus diberitakan..Oleh karena itu diperlukan program kerja yang bisa dijalankan oleh seluruh kaum muslimin baik itu awam maupun alim, baik itu di rumah bersama keluarganya, di masjid bersama masyarakat, di tempat kerja bersama teman-teman kerja, maupun ketika khuruj. Program untuk memperkenalkan kembali tentang keutamaan amal-amal agama, tentang kampong akherat lewat ayat-ayat Alquran dan sabda baginda rasulullah saw..

Dan dalam program tersebut dipergunakanlah kitab-kitab yang berhubungan dengan fadhoil-fadhoil amal (kitab fadhoil amal, kitab riyadhush sholihih, kitab targhib wa tarhib). Penggunaan kitab-kitab tersebut berdasarkan hasil musyawarah, sudah menjadi umum, bahwa di arab menggunakan kitab riyadhush sholihin. Itu tidak masalah, yang penting adalah TUJUAN MAKSUD penggunaan kitab-kitab tersebut..Yaitu, program pengenalan tentang amal-amal sholeh, tentang akherat sehingga terdorong umat ini untuk beriman dan beramal sholeh…

Apakah penggunaan kitab fadhoil amal maulana zakariya itu wajib menjadi pegangan???
Ini berita dari mana, tidak ada yang mewajibkan, semuanya hasil musyawarah, bahkan kenyataannya di arab bisa diganti sesuai dengan hasil musyawarah..

Kemudian bagaimana dengan penggunaan hadits dhoif dalam kitab fadhoil amal tersebut..?? More

System Thinking dan Usaha da’wah & Tabligh

System Thinking dan Usaha da’wah & Tabligh

Dear All,

Kami berikan pandangan terhadap beberapa pertanyan yang disampaikan Sdr. Indah Nur Aini, dan hal ini cukup baik untuk disampaikan di sini karena pertanyaannya cukup sangat ilmiah dan berkaitan ilmu modern. Sehingga kami kopikan dalam situs kami untuk membuka wacana. Pertanyaan ini terdapat di http://fospi.wordpress.com/2007/10/0…h/#comment-943.

 

Assalamu’alaikum wr. wb.

Membaca uraian sinkat dari sdr. Haitan, saya jadi tersenyum-senyum sendiri. Sdr. Haitan seolah-olah telah menemukan satu kesamaan praktek kehidupan antara JT dengan kehidupan Rasulullah SAW dengan menggunakan konsep/ilmu “SYSTEM THINKING VIEW” yang katanya merupakan konsep/ilmu “MODERN”. Terus terang saya terkaget-kaget mebacanya. Mengingat telah lama saya berkecimpung dalam area “BADAN SERTIFIKASI” dan “MANAGEMENT SYSTEM CONSULTANT” tapi tidak menemukan apa yang disebut “SYSSTEM THINKING VIEW”

Ada beberapa pertanyaan yang mungkin Sdr. Haitan bisa jawab:
1. Literatur mana yang sdr. pakai dalam mempelajari apa yang sdr. sebut “SYSTEM THINKING VIEW”.
2. Kenapa sdr. menyebut ilmu ini sebagai ilmu modern. Sejauh mana kemoderenannya.
3. Bagaimana sdr. bisa menunjukkan kepada kami bahwa ilmu “SYTEM THINKING VIEW” bisa membuktikan kesamaan praktek kehidupan JT dengan praktek kehidupan Rasulullah SAW.

Mungkin ini saja dulu..nanti bisa kita lanjutkan setelah anda memberi penjelasan. Saya yakin jawabannya tidak perlu terlalu panjang karena pertanyaanya memang gampang.

Syukron.

Indah Nur Aini.

Wa’alaikumussalam wr. wb.

Dear Indah Nur Aini dan Kawan-Kawan,

1. Bidang “System Thinking View” biasanya dilaksanakan untuk kalangan pakar yang mendalami satu kejadian melalui pendekatan kesisteman untuk menganalisa dan selanjutnya melakukan tiruan melalui simulasi. Salah satu referensinya adalah “Business Dynamics: System Thinking for Complex World”, John D. Steman, MIT, Irwin-McGraw-Hill, 2000. Bidang ini sangat penting untuk memahami kejadian/proses/prosedur secara menyeluruh, sehingga akan mudah untuk menyusun skenario-skenarionya. Mungkin boleh juga kawan-kawan mendalami bidang “Socio-Technical Thinking” yang merupakan integrasi antara pendekatan sosial dengan teknik untuk menerapkan satu proses ke dalam sistem yang dibangun. Wikipedia memasukan “System Thinking” pada alamatnya http://en.wikipedia.org/wiki/Systems_thinking, silahkan pelajari dengan baik untuk menambah wacana dan pendalaman ilmu.

2. Ilmu ini dipandang sebagai ilmu modern. Apakah itu modern? Untuk mengetahui definisi Modern, maka silahkan masuk ke http://www.thefreedictionary.com/modern. Sekarang ini atau di jaman sekarang ini, selalu kita berhubungan dengan kata “sistem”, misalkan sistem komputer, sistem operasi, sistem database, sistem jaringan, content management system, sistem manajemen, sistem informasi, dsb. Artinya orang berusaha membangun tiruan melalui pendekatan sistem untuk bisa menjelaskannya. Dan jelas dari waktu ke waktu, konsep “System Thinking” ini akan terus masuk ke dalam kehidupan manusia nantinya.

3. Maulana Ilyas Rah Ulama yang membangkitkan kembali pola da’wah dengan silaturahmi dan masjid. Apakah hal ini begitu saja pola usaha da’wah dan tabligh diperolehnya? Itu tidak mungkin, TETAPI melalui proses kajian dan analisa yang dalam terhadap berbagai sumber-sumber Islam, dan bahkan beliau harus langsung ke lapangan untuk melakukan riset ke tataran arab. Coba perhatikan dengan ayat di bawah ini yang sangat makhsyur At-Taubah (9): 100.

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (At-Taubah (9): 100)

Setiap orang, bahkan Ulama, akan mempunyai pendalaman yang berbeda dengan ayat tersebut. Bahkan di kalangan para Shahabat RA sendiri akan mempunyai pandangan yang berbeda terhadap satu kejadian, mungkin kisah Ummar Bin Khatab RA ketika mengajukan pengumpulan dan penulisan Al-quran kepada Abu Bakar RA. Bagaimana Ummar RA bisa menganalisa dan akhirnya mengambil satu keputusan dalam hal itu. Apakah semua para Shahabat RA mempunyai pikiran seperti Ummar RA? Bahkan perhatikan kata-kata yang disampaikan Abu Bakar RA di kala itu?

Mungkin bagi sebagian kalangan ayat itu hal biasa, TETAPI untuk sebagian kalangan ULAMA itu hal yang sangat memberikan kerangka untuk membangun analisa (menguraikan) dan sintesa (membangun ulang melalui peniruan). TETAPI kita TIDAK BOLEH merendahkan Ulama-Ulama lainnya ketika berbeda pandangan, karena hal itu JELAS BERTENTANGAN dengan ayat At-Taubah (9): 100 sendiri.

4. Banyak sekarang ini sebagian kalangan kaum muslimin (kebanyakannya baca: salafi) selalu memberikan pandangan terhadap usaha da’wah dan tabligh ini. Dan kami sendiri hanya menyayangkan, karena penilaian itu terlalu sederhana dan tanpa analisa dan sintesa yang sangat dalam dan teliti. Kami sebutkan beberapa aktifitas dalam usaha da’wah dan tabligh ketika khuruj:

a. Sebelum Khuruj selalu terdapat Bayan Hidayah (penjelasan petunjuk) bagaimana da’wah dan mengisi waktu dengan baik ketika khuruj. Apakah melakukan aktifitas “Bayan Hidayah” ini ASAL-ASALAN tanpa ada kisahnya di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA? Kami berikan salah satu kisah yang sangat makhsyur perihal pesan dan nasehat Rasulullah SAW kepada Muadz Bin Jabal RA ketika akan dikirim ke Yaman. Ini salah satu bentuk “Bayan Hidayah” yang biasa Rasulullah SAW memberikan pesan kepada para Shahabat RA ketika akan menjalankan aktifitas da’wah dan pengajaran di daerah lain, kisah-kisah ini sangat banyak.

b. Sebelum pulang ke rumah dari aktifitas Khuruj, maka selalu diberikan Bayan Tangguh (penjelasan dan nasehat, dan juga meminta karguzari atau aktifitas ketika Khuruj di daerah tertentu). Apakah aktifitas “bayan tangguh” ASAL-ASALAN tanpa ada kisahnya di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA? Orang yang tidak pernah membaca kisah-kisah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA tidak terbiasa dengan kisah-kisah bagaimana para Shahabat RA biasa menyampaikan Karguzari atau mengisahkan pengalamannya.

5. Dan masih banyak lagi aktifitas ketika KHURUJ berusah MENIRU-NIRU dalam kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Itulah yang dilakukan dalam usaha da’wah dan tabligh. Dan kami menemukan hal itu dengan baik, jika mempelajari kitab-kitab para Ulama dulu. Banyak orang menilai, tetapi terlalu sederhana dan ringkas. Kami untuk memahami usaha da’wah dan tabligh akhirnya kami menggunakan “SYSTEM THINKING” agar lebih bisa memahaminya, karena usaha da’wah dan tabligh merupakan tiruan-tiruan kehidupan dari sekian banyak kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.

6. Caranya adalah IKUT, MELIBATKAN DIRI ke dalam aktifitas dan musyawarah, dan KAMI pelajari beberapa kitab ulama dulu untuk memberikan gambarannya karena kebetulan kami mempunyai cukup banyak kitab. Dan ternyata itu memberikan gambaran yang menarik, itulah kami selalu dorong kaum muslimin untuk mengikuti usaha da’wah dan juga kawan-kawan yang telah tejun dalam usaha da’wah untuk selalu berusaha memegangnya dengan baik. Salah satu hasilnya yang kami peroleh itu, adalah 4M. Silahkan kembangkan dan dalami dengan baik.

7. Salah satu yang selalu ditekankan adalah MUSYAWARAH dalam usaha da’wah ini. Dan kita bisa mendapatkan banyak keterangan dalam al-quran dan as-sunnah perihal MUSYAWARAH. Bahkan kalangsan yang selalu menilai usaha da’wah saat ini (baca: salafi) banyak menimbulkan kontra-produktif di dalam kalangannya sendiri, karena TIDAK MENGHIDUPKAN MUSYAWARAH. Padahal hal itu merupakan sunnah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.

8. Kami menganjurkan kepada kaum muslimin termasuk kalangan ahli da’wah dan tabligh untuk mendalami kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah. Karena setelah lama kami perhatikan dengan baik kitab itu, maka kami mendapatkan gambaran yang sangat baik terhadap aktifitas-aktifitas ketika khuruj. Dan itulah usaha da’wah dan tabligh ini menjadi merupakan latihan amal-amal sholeh untuk meningkatkan iman itu sendiri. Dan sangat cocok dengan judul itu “Riyadhush Sholihin” dengan hal yang selalu ditanamkan yaitu “memperbaiki diri”. Kapan kami mendapatkan gambaran itu? Guru kami menasehati untuk selalu membaca kitab itu, dan setelah dibaca bolak-balik dan berkali, akhirnya SEDIKIT ada gambaran terhadap usaha da’wah ini. Itulah kami sangat senang dengan tulisan-tulisan dari Imam Nawawi Rah ini. Mudah-mudahan beliau dilapangkan kuburnya dan juga mendapatkan rahmat Allah swt.

9. “SYSTEM THINKING” sudah kami pergunakan dalam berbagai hal termasuk dalam R&D bidang kami sendiri, silahkan perhatikan http://haitanrachman.wordpress.com. Dan kami dengan adanya pendekatan ini, kami mendapatkan satu proses 4M (Muhasabah, Mudzakarah, Musyawarah, dan Mujahadah) melalui usaha da’wah ini setelah sekian lama dalami. Silahkan kaji dengan ilmu yang kawan-kawan pelajari, apakah teori kami 4M itu keliru dan tidak ada landasannya.

 
  •  
     

    Default

    Dear All,

    Kami mengajak semua kalangan kaum muslimin, termasuk kalangan ahli usaha da’wah dan juga kalangan yang sering memberikan pandangan ataupun komentar terhadap usaha da’wah (baca: salafi), untuk sama-sama mempelajari usaha da’wah dan tabligh ini melalui pendekatan analisa dan sintesa “SYSTEM THINKING”.

    Silahkan untuk membuka wacana dan berpikir! Jangan kita mempunyai pikiran kerdil dan mengkerdilkan yang lain dalam satu perkara.

     
    <!–

    –>

  • Indah Nur Aini Wrote:

     

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Terima kasih atas jawaban sdr. Haitan.

    Sebenarnya saya ingin jawaban yang simple saja tapi jawabannya ternyata cukup panjang dan meliuk-liuk.

    Saya tidak ingin mengomentari panjang dan lebar jawaban dari sudara Haitan. Saya hanya menyimpulkan sedikit saja apa yang saya baca dari jawaban saudara Haitan:

    1. SYSTEM THINKING VIEW tidak dikenal dalam literatur keilmuan yang membahas tentangnya..yang ada dan dikenal adalah “SYSTEM THINKING” dan “SYSTEM VIEW”. SYSTEM THINKING VIEW adalah kata2 yang disusun oleh sdr. Haitan sendiri dan itu tidak ada dalam literatur dan sudah pasti akan memberikan makna yang berbeda.

    2. SYSTEM THINKING dan SYSTEM VIEW sejatinya bukanlah ilmu modern walaupun masih dipakai sampai sekarang. SYSTEM THINKING dan SYSTEM VIEW sudah dikenal semenjak sebelum masehi walaupun penkajian yang lebih mendalam dan pembukuannya baru diintesifkan setelah perang dunia II.

    3. Menghidupkan/melaksanakan kehidupan/kebiasaan/sunnah Rasulullah tidak perlu dengan ilmu SYSTEM THINKING dan SYSTEM VIEW. Dengan membaca dan melaksanakan Al-Qur’an dan Al-Hadits yang shahih kita bisa menirunya. Dalam kenyataannya justru amalan2 ibadah dan pola dakwah dari JT ada yang tidak sama dan menyimpang dari sunnah Rasulullah SAW.

    Note : Tidak selamanya penentangan terhadap JT berasal dari SALAFY. SALAFY hanya sebagian kecil dari keseluruhan jama’ah/organisasi yang sering mengkritik/menasehati JT. Dari pengalaman suami saya selama mengikuti khuruj bersama JT banyak dari mesjid yang dikelola Muhammadiyah, PERSIS dan Al-Irsyad menolak kegiatan yang dilakukan JT. Bahkan beberapa dari pengelola mesjid tersebut mengajak berdiskusi dengan cara baik-baik dengan mereka tetapi mereka biasanya langsung kabur dan tidak datang lagi ke Mesjid lagi.

    Wallahua’lam.

    Syukron

    Indah Nur Aini

     
  • Di bagian bawah ini jawaban yang kami sampaikan di: http://fospi.wordpress.com/2007/10/0…h/#comment-950

    Dear All,

    1. Untuk melihat susunan kata “SYSTEM THINKING VIEW” silahkan masuk ke http://www.iseesystems.com/community…04/deveau.html. Dalam kalangan pakar sudah biasa mengajukan susunan kata untuk menunjukan pola kerangka berpikir yang sedang dibangunnya.

    a. Jadi sangat tidak tepat kalau istilah itu hanya merupakan pandangan kami semata. Google dapat dipergunakan untuk mencari susunan itu.

    b. Kalau sdr. tidak setuju dengan istilah yang dibangun kami, itu tidak jadi masalah. Tetapi yang perlu diketahui adalah pakar lain juga mengajukan susunan atau istilah itu. Ini sudah lumrah dalam bidang ilmu.

    2. Apakah sdr. memperhatikan 4M (Muhasabah, Mudzakarah, Musyawarah, dan Mujahadah) yang kami dapatkan dalam proses usaha da’wah dan tabligh?

    a. Kira-kira bagaimana kami bisa mendapatkan konsep 4M itu?

    b. Adakah susunan model 4M secara TEKSTUAL dalam al-quran dan as-sunnah yang shohih?

    c. Kemudian kita tanya lagi apakah kerangka 4M ini BERTENTANGAN dengan al-quran dan as-sunnah shohih?

    d. DAN KALAU perlu silahkan bawa ke kalangan Ulama ataupun penuntut Ilmu yang sdr. anggap mempunyai Ilmu yang baik dalam Al-islam Perihal kerangka 4M (muhasabah, mudzakarah, musyawarah, mujahadah). Dan kami berinama atau istilah “4M for never ending improvement”.

    Silahkan dicerna dengan baik, dan gunakan macam-macam sumber yang dipelajari. Kalau tidak mampu, maka bertanyalah kepada yang mengetahuinya.

    3. Coba tunjukan untuk membuktikan kalimat sdr. itu “Dalam kenyataannya justru amalan2 ibadah dan pola dakwah dari JT ada yang tidak sama dan menyimpang dari sunnah Rasulullah SAW.”

    a. Jangan kita ini bisanya MENILAI yang akhirnya KERDIL dan MENGKERDILKAN pola berpikir kaum muslimin.

    b. Kami sudah tunjukan dua hal dalam proses da’wah yaitu Bayan Hidayah dan Bayan Tangguh. Silahkan berikan komentar apakah itu KELIRU dan bertentangan sunnah Nabi?

    4. Itu saja dulu, karena biasanya di mana-mana ketika kami bermudzakarah, selalu muncul kalimat atau kata-kata “MELIUK-LIUK” atau “MUTER-MUTER”.

    Karena selalu ingin ringan dan sederhana dalam berpikir. Maka kami cukup sedikit-sedikit dahulu.

     
    <!–

    –>

  • Usaha dakwah ini adalah syarat wajib untuk apa-apa yang menjadi cita-cita bersama,

    1. Jika ingin menegakkan Khalifah Islamiyah sekaligus memperbaiki ubudiah umat yang sesuai dengan surat An Nur ayat 55 , maka harus di usahakan iman yakin dan amal sholeh. Iman meningkat dengan amal-amal ketaatan, sebagaimana yang telah diusahakan para da’i untuk iktikaf di masjid dan melakukan amal-amal ketaatan baik wajib maupun sunnah. Begitu pula ubudiah umatpun akan secara otomatis diubah jika umat mau benar-benar beriman dan beramal sholeh.

    2. Jika ingin meniru gerasi salafus sholih yang sesuai dengan surat At Taubah ayat 100 , maka harus diusahakan meniru-niru sifat-sifat generasi terdahulu(Muhajirin dan Anshor) yaitu sifat berhijrah dan menolong orang yang berhijrah di Jalan Allah), dan proses meniru-niru ini dapat mudah dipraktekan dengan sarana Khuruj fi sabilillah dan Nusroh alias amal intiqoli dan amal maqomi. Namun yang belum pernah ikut terlibat banyak yang tidak paham akan usaha ini.

    3. Jika ingin Umat Islam bergerak dan berjuang dengan suatu barisan yang rapi , maka diperlukan musyawarah (Surat Asyura ayat 38). Dan ini dilakukan pula dengan baik dengan Musyawarah rutiin baik harian di mahalah, mingguan di halaqoh maupun markaz, musyawarah bulanan di halaqoh maupun markaz, musyawarah tahunan, jord maupun Ijtima yang semuanya merupakan satu kesatuan dalam rangka mengusahakan dakwah ilallah. Sehingga tiap pekerja dakwah setidaknya mengetahui apa saja perubahan dan perkembangan dakwah di seluruh dunia dan menjauhkan dari kemungkinnan berpecah belah dalam dakwah.

    Jadi untuk sesuatu yang telah di janjikan Allah Azza wa Jalla, tidak melulu lagi untuk menggembar-gemborkannya namun tinggal usahakan untuk memenuhi syarat-syaratnya maka janji Allah tak akan pernah meleset. Insya Allah.

    Wallahu’alam

Catatan Perjalanan Thai-Kemboja (pengalaman dakwah terhadap gangster di AS)

Ibnu Hasyim Catatan Perjalanan Thai-Kemboja

Sumber : http://www.ibnuhasyim.com/2009/04/hebatnya-jamaah-tabligh.html

MASIH di Poi Pet City.. di kedai makan Islam pagi itu, kira-kira 20 orang kumpulan dari Jamaah Tablig dari Kampong Cham singgah makan. Mereka mengajak saya ziarah atau tidur di masjid di situ. Saya menziarahi mereka lepas sholat isyak. Akhirnya mereka ajak saya makan bersama-sama sambil berbual-bual kongsi pengalaman.

Makan dengan tangan beberapa orang dalam satu dulang itu adalah biasa. Ada anak-anak muda yang hendak tidur mulai memasang kelambu dalam masjid, mungkin kerana banyak nyamuk. Walaupun begitu masih ada yang berzikir dan wirid. Namun di luar, hujan masih turun renyai-renyai dan mulai membanjiri halaman masjid. Begitu, suatu tarbiah dan latihan pengorbanan dalam menyebarkan Islam, terutama di kawasan kampung-kampung yang dilanda kemiskinan.

Teringat cerita kawan saya semasa beliau belajar di Amerika Syarikat (AS) dan mengikuti gerakan Jamaah Tabligh di sana selepas berlaku peristiwa serangan September 11, 2001, yang di tuduh oleh Presiden Bush waktu itu adalah dari kumpulan Islam. Dalam suasana pengapian dan kepanasan balas dendam itu, gerakan Jamaah Tabligh terus digerakkan menggempur penerangannya di kalangan masyarakat Amerika. Katanya…

“Suatu hari saya membawa tiga orang pemimpin Jamaah Tabligh menemui seorang lelaki Negro gangster yang memeluk Islam. Lelaki itu berada di tengah-tengah kumpulannya yang duduk di suatu meja. Dengan wajah bengis, ganas dan badan yang dipenuhi tato, apabila si tabligh ini menerangkan tujuannya, tiba-tiba seorang dari mereka bukan lelaki Islam itu mengeluarkan pistol membenamkan ke perut si tabligh itu, sambil berkata, “Kamu kata, God bless America!”

“Kamu yang kata Allahu Akbar!” Jawab spontan si tabligh itu dengan tegas dan keras. Tiada takut langsung.

Si Negro itu mengulangi lagi, tetapi dijawab oleh si tabligh itu dengan kata yang sama tetapi lebih tegas dan keras lagi, sehingga beberapa kali. Tetapi rupanya kata-kata Negro itu makin perlahan dan terasa tangannya yang memegang pistol itu mula geletar. Makin longgar dan akhirnya pistol itu terlepas dari tangan lalu jatuh.

Kata si tabligh, “Sebenarnya kami ke sini untuk membawa perdamaian. Menerangkan ke Esaan Allah. Yang disampaikan melalui penyampainya Muhammad, membawa risalah melalui bukunya Al-Quran supaya percaya kepada ketentuan dan hidup sesudah hidup!”

Cetusan kata-kata yang membangkitkan semangat berfikir kepada kumpulan gangster di meja itu, akhirnya menyebabkan mereka memilih Islam.”

Jelas kawan saya pelajar di AS itu lagi yang kini sudah berada di Malaysia dan sekali sekala berceramah di tv Malaysia. Katanya lagi…

“Rupanya baru saya tahu si tabligh itu adalah seorang yang berpengalaman tinggi. Beliau adalah rakyat Amerika yang memeluk Islam, berpengalaman bertabligh kepada 3 kelompok rakyat Amerika…

i.Kepada ‘golongan hippies’ remaja terlanjur suatu ketika dulu,

ii..Kepada golongan kulit hitan yang tersasar sesat, mereka menganggap kaum kulit hitam lebih mulia dari manusia lain di dunia,

iii..Dan kepada sasaran biasa, mendampingi orang-orang seperti Malcom X, Muhammad Ali bekas juara tinju dunia dan lain-lain.

Si tabligh itu juga turut pergi bertabligh hingga ke Pakistan dan pernah turut berperang bersama mujahaidin di Afghanistan. Kini menetap dan berdakwah di AS. Saya pernah bertanya beliau, berapa ramai yang berjaya diIslamkan melalui beliau sepanjang lebih 30 tahun beliau bertabligh? Katanya, “…Yang saya rekod hingga ke angka 2,000 orang, lepas itu dah tak ingat lagi!” Jelas kawan saya itu lagi.

Kawan saya itu ada menyebut nama beliau, tetapi saya masih belum meminta izin dari pimpinan Jamaah Tabligh itu, untuk paparkan di sini. Tetapi yang penting ialah usaha dakwah dari sebuah pertubuhan Islam yang bergerak di peringkat antarabangsa, terutamanya dalam negara bukan Islam. Tarbiah, didikan dan pengalaman adalah seperti yang dijalani di depan mata saya ini.

Ibnu Hasyim Catatan Perjalanan
(e-mail:
ibnuhasyim@gmail.com)
April 2009.

Jamaah Tabligh, Berdakwah di Negeri Konflik

Jamaah Tabligh, Berdakwah di Negeri Konflik

Selasa, 04 May 2010 09:06
E-mail Cetak PDF
 Sumber : http://www.sabili.co.id/islamic-world/jamaah-tabligh-berdakwah-di-negeri-konflik

ijtima raiwind

Madrasah Arabia Tableeghe Markas Raiwind adalah Pusat Dakwah Jamaah Tabligh di Pakistan. Meski keadaan dalam kekacauan di Pakistan, baik dari sisi keamanan, politik dan juga ekonomi dengan semakin mahalnya kebutuhan hidup, tetap mengirim para dainya ke seluruh penjuru negeri Pakistan. Pengiriman keluar negeri pun terus dilakukan. 

Salah satu fakta menarik tentang Jamaah Tabligh adalah, semua pihak yang bertikai, baik dari kelompok Taliban, aparat keamanan, militer dan pemerintah, selalu menyambut para aktivis Jamaah Tabligh dengan ramah. Karena salah satu alasan yang disampaikan adalah, menyebarkan rasa persaudaraan dan persatuan sesama Muslim.

Bahkan pemimpin Jamaah Tabligh untuk daerah Swat, Haji Bakh Munir mengatakan ketika bentrok senjata antara pihak Taliban dan militer Pakistan di Swat, semua anggota aktif Jamaah Tabligh yang tinggal di Swat selamat dan tidak ada yang tewas. ”Allah ingin menunjukan kekuasaan-Nya agar kerja dakwah bisa hidup di negeri yang penuh konflik ini. Semua semata-mata pertolongan Allah SWT,” ujarnya.

Dalam setiap kesempatan tabligh akbarnya, Jamaah Tabligh di seluruh kota-kota di Pakistan selalu berjalan dengan aman dan damai. Masjid pusat Jamaah Tabligh di Raiwind, Lahore hampir setiap harinya selalu dipenuhi jamaah sampai sepuluh ribu orang. Kebutuhan makan dan minum mereka dilayani oleh Masjid Raiwind.

Raiwind adalah kota kecil yang jaraknya 25 km dari Lahore. Di Raiwind tiap tahun selalu diadakan tabligh akbar yang dihadiri sampai dua juta orang, dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Usaha dakwah dan tabligh sudah dimulai semenjak tahun 1928 ketika negara India dan Pakistan masih satu negara.

Bayan Jamaah Australia di Masjid Sri Petaling, Malaysia, 4 Muharam 1429 selepas Maghrib.

Penantian 70 Tahun

12.21.2010 · Posted in Karkuzari

Bayan Jamaah Australia di Masjid Sri Petaling, Malaysia, 4 Muharam 1429 selepas  Maghrib.

Ringkasan bayan; Setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi saw. dan membaca 2 ayat Al Quran.

1. Allah SWT telah pilih kita untuk lahir sebagai orang Islam. Sebelum kita lahir ke dunia, kita tak pernah diberi pilihan untuk jadi muslim atau kafir. Semata-mata dengan sifat rahim Allah telah jadikan kita seorang muslim. Wajiblah kita bersyukur atas nikmat ini.

2. Allah telah hantar kita sebagai umat Muhammad SAW dengan satu maksud yang sangat besar iaitu sebagaimana maksud semua Nabi telah dihantar.

3. Allah telah jadikan manusia mempunyai jasad dan roh. Perkara paling berharga bagi manusia adalah waktu.. Seorang yang kematian isteri, bisa cari isteri lagi. Seorang yang kematian anak, bisa peroleh anak kembali. Seorang yang rumahnya terbakar, dapat membangun rumah yang lain. Seorang yang perniagaannya bankrut, bisa buat perniagaan yangg lain. Tetapi seorang yang telah berlalu masanya, masa itu tak dapat dikembalikan lagi. Waktu yang berlalu akan terus pergi buat selama-lamanya.

4. Allah begitu kasih kepada orang-orang beriman sehingga menjadikan sekecil-kecil perkara sebagai asbab penghapus dosa. Sehingga tertusuk duri pun Allah akan hapuskan dosa dari buku catatan perbuatan seorang muslim. Diceritakan kisah seoarng raja kafir yang zalim ketika hendak mati berhajat untuk makan sejenis makanan yang sukar dicari. Allah telah perintah malaikat untuk dapatkan makanan itu untuk raja tersebut. Selepas makan, raja itu telah mati. Dalam kisah yang lain pula seorang alim yang wara’ ketika hendak mati telah meminta sedikit air. Setelah orang datang memberi air, Allah telah perintah kepada malaikat untuk tepis cawan sehingga air tertumpah dan orang wara’ itu mati tanpa dapat minum air. Kedua-dua malaikat telah datang menghadap Allah dan mengadukan hal tersebut. Allah berfirman kepada kedua malaikat tersebut bahawa ketika hidup, raja yang zalim tersebut dia telah buat satu kebaikan dan Allah hendak mambalas kebaikan tersebut di dunia dan azab yang kekal menantinya di akhirat kerana kekafirannya. Tetapi orang wara’ tersebut telah berbuat satu dosa ketika hidup dan Allah hendak menghapuskan dosa tersebut ketika di dunia dan memberikan keselamatan kepadanya di akhirat.

5. Di akhirat nanti, orang yang dalam hatinya ada iman walau sebesar zarah akan dikeluarkan juga akhirnya dari neraka. Sedangkan orang kafir akan kekal di dalamnya.

6. Dakwah dan iman adalah dua perkara yang berkaitan. Adanya dakwah maka ada iman. Jika dakwah tiada, maka iman akan keluar dari hati manusia. Nabi Nuh as telah buat usaha dakwah selama 950 tahun siang dan malam. Kemudian beliau as. telah doa supaya jangan ditinggalkan di atas dunia ini walaupun satu orang kafir. Maka Allah  hantar banjir yang besar dan menenggelamkan semua orang kafir. Yang terselamat hanyalah nabi Nuh as dan orang-orang yang beriman. Selepas kewafatan nabi Nuh as, dakwah telah terhenti. Dari keturunan orang yang beriman tadi akhirnya telah kufur kembali.

7. Pada abad 18 masehi, Inggris telah menduduki Australia dan mendapati ada 3 buah gurun yang besar di sana. Untuk menyelesaikan masalah pengangkutan mereka telah membawa 120 ekor unta sebagai pengangkut barang-barang di padang pasir. Oleh kerana mereka tidak tahu mengendalikan unta maka mereka membawa pekerja rodi  dari India yang kebanyakannya berketurunan muslim afghan. Di kalangan para pekerja ini terdapat beberapa ulama ulama. Ulama-ulama ini telah membangun 60 masjid dan 3 diantaranya berusia lebih 100 tahun masih bertahan sehingga kini. Malangnya saat usaha dakwah ditinggalkan, keturunan dari mereka ini tidak kenal Islam walaupun nama-nama mereka mirip nama-nama Islam.

8. Suatu ketika jemaah yang bergerak telah dibawa untuk jumpa 3 wanita tua dari keturunan pekerja-pekerja tersebut, yang masing-masing berumur lebih 85 tahun. Ternyata mereka tak tahu apa-apa mengenai amalan Islam kecuali kalimah Laailaha illallah, Muhammadur rasulullah. Tatkala mereka melihat jemaah memegang tasbih ditangan, mereka mengatakan bapak-bapak mereka dahulu memegang tasbih seperti kamu. Jemaah telah menghadiahkan kepada mereka tasbih tersebut dan mereka merasa sangat gembira.

oldest grandma9. Laporan satu jamaah lagi yang bergerak di Thursday Island. Di sana, 90% penduduknya adalah keturunan Islam. Tetapi amalan Islam telah lenyap dari diri mereka. Jemaah telah dibawa berjumpa seorang lagi wanita tua berusia lebih 80 tahun. Tatkala wanita tua itu melihat rombongan jamaah (yang dalam keadaan berjanggut, berjubah, bersorban), kemudian ia menjerit dengan mangatakan, ‘Muslim has come, muslim has come.’(muslim telah datang! muslim telah datang!).

Dengan bersemangat wanita tua itu mengeluarkan sebuah tas dari bawah katil dan menunjukkan kepada jemaah peninggalan bapaknya berupa sajadah dan beberapa kitab shalawat. Perempuan tua itu bercerita saat ia berusia 10 tahun, bapaknya  meninggal dunia. Sebelum itu bapaknya sempat berwasiat, ‘You don’t be worry my child. Don’t be sad and don’t be afraid… Muslim will come and take of you because muslim are always taking care of each other.’(Kamu jangan khawatir atau takut, dan jangan pula bersedih hati, Muslim akan datang dan mengurus kamu karena muslim adalah saling menjaga satu sama lain”).

Perempuan tua itu menambah, ‘And I have been waiting for you (muslim) for 70 years.’ (“Dan saya telah menunggu kamu selama 70 tahun).
(*Pembayan mengeluarkan airmata terisak-isak. Juga, kami yang dengar bayan).

10. Pembayan memberi laporan bahwa beliau telah berpindah ke Australia dari Tanah Arab pada tahun 1968. Walaupun ada 80 ribu orang Islam di Melbourne tetapi hanya ada 1 masjid saja. Itupun hanya dibuka 2 kali setahun untuk shalat Ied. Shalat Jum’at hanya didirikan oleh 3-4 orang disebuah surau yang lain. Beliu ada mendengar laporan bahwa jemaah pertama dihantar ke Australia adalah pada tahun 1962. Jemaah ini hanya mampu menangis dan berdoa kala melihat keadaan agama pada umat.

11. Jamaah seterusnya dihantar pada tahun 1973. Jemaah ini balik dan beri laporan kepada Hadraji bahwa orang Islam di Australia sudah tiada harapan. Hadraji tak berputus asa dan menghantar jemaah lagi pada tahun 1974 & 1975. Pada tahun 1975 ini, 3 orang tempatan (termasuk kakak pembayan) telah sedia untuk menghidupkan amalan silaturahmi dari pintu ke pintu untuk bertemu dengan orang-orang Islam. Beberapa lama amalan ini berlangsung, mereka telah bermusyawarah dan memutuskan untuk meminta kunci masjid. Kunci masjid telah diberi kepada mereka dengan senang hati dan semenjak itu masjid tersebut tidak pernah ditutup lagi sehingga ke hari ini.

12. Amal-amal masjid telah dihidupkan. Jamaah-jamaah telah dikirim untuk dakwah dan usaha telah berkembang. Alhamdulillah sekarang telah ada lebih 80 masjid dan surau di Melbourne. Madrasah-madrasah telah wujud. Anak-ank yang dulunya belajar di madrasah sekarang telah mengajar pula. Pembayan berkata dengan matanya sendiri dia dapat melihat apabila dakwah ditinggalkan, dari keturunan ulama sekalipun akan lahir orang-orang kufar. Apabila dakwah dijalankan, meskipun dari keturunan kufar, lahirnya ulama.

13. Kerja ini bukanlah kerja main-main. Bukan kerja yang dibuat kalau suka, dan ditinggal kalau malas. Ini adalah kerja tanggung jawab kita sebagai umat Nabi saw. Ini adalah perintah Allah kepada kita sebagai ‘Khaira Ummah’.

14. Bila kita buat kerja dakwah ini, sesuai janjiNya, Allah pasti akan beri hidayah kepada manusia. Seluruh manusia sekarang sedang menanti-nanti kedatangan kita sebagai orang Islam kepada mereka (seperti kisah orang tua tadi).

Silsilah Keturunan Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawy Rahimahullah

Silsilah Keturunan Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawy Rahimahullah

diambil dari : http://duniatabligh.blogspot.com/2010/03/silsilah-keturunan-maulana-muhammad.html
 
Syaikh Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi lahir pada 25 Jumada I, 1335 H, sesuai dengan 20 Maret 1917 di Kandahla di India. Keluarganya terkenal dengan keilmuan dan kesetiaan total dalam perjuangan Islam.Ayahnya, Syaikh Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi (wafat 1943), memainkan peranan penting dalam gerakan pemurnian yang dipimpin oleh dua ulama, Ahmad bin Muhammad Irfan dan Muhammad Ismail, dan keduanya wafat sebagai syuhada. Gerakan pemurnian yang bertujuan untuk menghapus semua penyimpangan dari kepercayaan rakyat dan kembali kepada agama Islam yang murni. Beberapa ulama dalam keluarganya belajar di bawah Syaikh Abd al-Aziz bin Ahmad bin Abd al-Rahim Al-Dahlawi, seorang ulama yang sangat terkemuka dalam ilmu Hadits. Sesungguhnya keluarga beliau menghasilkan barisan panjang ulama-ulama terkenal dalam ilmu Hadis, Fiqh, dan ilmu Islam lainnya.

Silsilah keturunan dari Garis Ayah:

Maulana Muhammad Yusuf anak dari Maulana Muhammad Ilyas anak dari Maulana Muhammad Ismail anak dari Syaikh Ghulam Hussein anak dari Hakim Karim Baksh anak dari Hakim Ghulam Mohiuddin anak dari Maulana Muhammad Sajid anak dari Maulana Muhammad Faiz anak dari Maulana Hakim Muhammad Syarif anak dari Maulana Hakim Muhammad Asyraf anak dari Syaikh Jamal Muhammad Syah anak dari Syaikh Nur Muhammad anak dari Syaikh Bahauddin Syah anak dari Maulana Syaikh Muhammad anak dari Syaikh Muhammad Fadhil anak dari Syaikh Qutb Syah.

Silsilah keturunan dari Garis Ibu:

Ibunya anak dari Maulvi Rauful Hasan anak dari Maulana Zia-ul-Hasan anak dari Maulana Nurul Hasan anak dari Maulana Abul Hasan anak dari Mufti Ilahi Baksh anak dari Maulana Syaikhul Islam anak dari Hakim Qutbuddin anak dari Hakim Abdul Qadir anak dari Maulana Hakim Muhammad Syarif anak dari Maulana Hakim Muhammad Asyraf anak dari Syaikh Jamal Muhammad Syah anak dari Syaikh Nur Muhammad anak dari Syaikh Bahauddin Syah anak dari Maulana Syaikh Muhammad anak dari Syaikh Muhammad Fadhil anak dari Syaikh Qutb Syah.

Garis silsilah keturunan ayah dan ibu dari keluarga Maulana Yusuf bertemu di Hakim Muhammad Syarif. Lalu garis silsilah keluarga keturunan mereka kembali ke Amirul Mukminin Hazrat Abu Bakar Siddiq RA. Kedua keluarga ini tinggal di desa Kandhala dan Jinhjana. Mereka terkenal dengan kereligiusan, keilmuan dan kesalehan.

Shaikh Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki

BIOGRAFI RINGKAS AL-FADHIL AL-WALID SHEIKH MUHAMMAD NURUDDIN MARBU ABDULLAH AL-BANJARI AL-MAKKI

al-Fadhil Tuan Guru Syaikh Muhammad Nuruddin bin Haji Marbu bin Abdullah Thayyib حفظه الله berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan Indonesia. Beliau dilahirkan di sebuah desa bernama Harus, Amuntai pada tanggal 1 September 1960M. Beliau anak yang ketiga dari tujuh bersaudara, dari sebuah keluarga yang taat beragama. Bonda beliau bernama Hajjah Rahmah binti Haji Muhammad Sobri adalah puteri dari seorang tokoh ulama besar di Kalimantan Selatan.

Berhijrah ke Tanah Suci Makkah

Beliau mendapat pendidikan awal di sekolah rendah di kampung Harus. Kemudian pada tahun 1974 beliau belajar di pondok pesantren Normal Islam. Belum pun sempat menamatkan pengajiannya di pondok tersebut seluruh keluarga beliau telah berhijrah ke tanah suci Makkah. Pada tahun itu juga (1974) beliau meneruskan pengajiannya di madrasah Shaulathiah [sejarah penubuhan madrasah ini boleh didapati disini] sehingga tahun 1982. Selain itu beliau juga mengikuti pengajian yang diadakan umum di Masjidiharam dan juga dirumah para masyaikh.

Pada tahun 1982 beliau telah menamatkan pengajiannya dengan kepujian mumtaz (cemerlang) di madrasah Shaulathiah. Di samping itu juga beliau turut mencurahkan ilmunya kepada para pelajar dari Indonesia. Beliau telah mengajarkan kitab Qatrunnada, Fathul Mu’in, ‘Umdatussalik, Bidayatul Hidayah dan lain-lain sebelum naik ke kelas ‘Aliyah.

Beliau merupakan murid kesayangan gurunya asy-Syaikh al-‘Allamah Ismail Utsman Zain al-Yamani رحمه الله . Dan guru inilah yang banyak mewarnai dalam kehidupan beliau. Tuan guru beliau ini banyak meluangkan waktunya yang berharga untuk beliau dan sering mengajaknya untuk menemani Tuanguru beliau ke Madinah menghadiri program agama dan juga menziarahi maqam baginda Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

[Ketika aku di Bogor untuk menghadiri pengajian bersama Shaikh Nuruddin, beliau kelihatan agak sebak bila menceritakan guru kesayangannya ini. Matanya merah berair …. ya… mengingati guru kesayangannya ini. Beliau juga menunjuk gambar gurunya yang mulia ini kepada aku …..]

Beliau mencurahkan segala usaha dan tenaganya serta dirinya mendekati para masyaikh untuk berkhidmat dan juga membekali diri dengan ilmu daripada guru-gurunya. Beliau amat gigih dalam belajar, maka tidak hairanlah kalau beliau mendapat tempat di hati para gurunya. Sebut sahaja ulama’ yang ada di Mekah khususnya pasti beliau pernah berguru dengan mereka. Siapa yang tidak mengenali tokoh ulama’ yang harum nama mereka disebut orang semisal Syaikh al-Allamah Hasan al-Masyath yang digelar Syaikh-ul-Ulama’, Syaikh al-Allamah Muhammad Yasin al-Fadani, yang mendapat julukan Syaikhul Hadits wa Musnidud-dunya, Syaikh Ismail Usman Zin al-Yamani yang digelar al-Faqih ad-Darrakah (guru beliau ini menghafal kitab Minhajut Tholibin), Syaikh Abdul Karim Banjar, Syaikh Suhaili al-Anfenani, as-Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, Syaikh Said al-Bakistani dan masih banyak lagi. Kata pepatah arab “cakap sahaja tanpa perlu khuatir”. Kitab-kitab yang dipelajari beliau bersambung sanad hingga kepada pengarang, masyaAllah betapa hebat dan beruntungnya umur beliau dan segala-galanya yang diberikan oleh Allah, tidak salah kalau dikatakan ilmu beliau lebih tua dari umurnya.

Pada tahun 1983 beliau telah melanjutkan pengajiannya di Universiti al-Azhar asy-Syarif dalam bidang syariah hingga mendapat gelar sarjana muda. Kemudian beliau meneruskan lagi pengajiannya di Ma’had ‘Ali Liddirasat al Islamiah di Zamalik sehingga memperolehi diploma am “Dirasat ‘Ulya” pada tahun 1990

Antara guru-gurunya ketika belajar di Mekah dan Mesir adalah adalah:-

  • asy-Syaikh al-‘Allamah Hasan al-Masyath رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad Yasin al-Fadani رحمه الله,
  • asy-Syaikh al-‘Allamah Ismail Utsman Zain al-Yamani al-Makki رحمه الله,
  • asy-Syaikh ‘Abdullah Said al-Lahji رحمه الله,
  • asy-Syaikh al ‘Alaamah al-Jalil as-Sayyid ‘Amos رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad ‘Iwadh al-Yamani رحمه الله
  • asy-Syaikh Zakaria Bila al-Indonesia رحمه الله
  • asy-Syaikh Muhammad Syibli al-Banjari رحمه الله
  • asy-Syaikh Karim al-Banjari رحمه الله
  • asy-Syaikh ‘Abdul Karim al-Bukhari رحمه الله
  • asy-‘Adnan al-Afnani رحمه الله
  • asy-Syaikh Saifurrahman رحمه الله
  • asy-Syaikh Sahili al-Anfanani رحمه الله
  • asy-Syaikh Said al-Bakistani رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘Allamah al-Muhaddits al-Kabir Muhammad Zakaria al-Kandahlawi رحمه الله
  • asy-Syaikh al-Jalil al-Habib ‘Abdul Qadir as-Saggaf حفظه الله
  • asy-Syaikh Muhammad Muntashir al-Katani al-Maghribi رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘Allamah al-Muhaddits al-Habib as-Sayyid Muhammad ‘Alawi al-Maliki رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘allamah Muhammad Makki al-Hind رحمه الله
  • asy-Syaikh Muhammad Makhluf رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘allamah ‘Abdullah bin Hamid رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘Allamah al-Kabir Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi رحمه الله
  • asy-Syaikh al-Imam al-Akbar ‘ali Jadul Haq رحمه الله
  • asy-Syaikh Muhammad Zaki Ibrahim رحمه الله
  • al-Ustaz ad-Doktor asy-Syaikh Muhammad Tayyib an-Najjar رحمه الله
  • asy-Syaikh al-Jalil ar-Rabbani Muhammad ‘Abdul Wahid رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘allamah al-Kabir Abul Hasan ‘Ali an-Nadwi رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘Allamah al-Faqih ‘atiyyah Saqr رحمه الله
  • asy-Syaikh al-‘Allamah Hussin رحمه الله
  • asy-Syaikh ‘Abdul Hafidz al-Hind رحمه الله
  • al-Ustadz ad-Doktor Ahmad umar Hasyim حفظه الله,
  • al-Ustadz ad-Doktor ‘Abdusshobur Syahin
  • al-Ustadz ad-Doktor ‘Abdul Fattah asy-Syaikh,
  • al-Ustadz ad-Doktor Nashr Farid,
  • asy-Syaikh al-‘Arifbillah Yusuf Mahyuddin al-Hasani asy-Syadhuli ad-Darqawi حفظه الله dan ramai lagi.

MENABUR JASA & MENYANDANG GELAR AZHARUS TSANI

Setelah menamatkan pengajian di Universiti al-Azhar beliau menumpukan perhatiannya untuk mencurahkan ilmunya kepada ribuan para pelajar yang datang dari Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, Singapura dan Thailand yang menuntut di Universiti al Azhar sehingga beliau mendapat gelaran al Azharus Tsani (Azhar ke Dua) satu julukan yang terhormat dan tulus dari masyarakat universiti al Azhar sendiri.

Beliau mengadakan kelas pengajian yang diberi nama “Majlis Al-Banjari Littafaqquh Fiddin” semenjak tahun 1987 sehingga 1998 yang mana buat pertama kalinya diadakan di rumah pelajar Johor dan rumah pelajar Pulau Pinang, di dewan rumah Kedah dan di dewan rumah Kelantan dan juga di masjid Jamik al Path di Madinah Nasr. Di samping mengajar beliau juga menghasilkan kitab-kitab agama berbahasa Arab dalam pelbagai bidang yang banyak tersebar luas di Timur Tengah dan juga di negara Malaysia. Boleh dikatakan setiap para pelajar yang belajar di Al-Azhar Mesir semasa beliau berada di sana pernah menimba ilmu dari tokoh ulama’ muda ini. Dan memanglah semenjak dari awal keterlibatannya dalam dunia ta’lim beliau telahpun menazarkan diri beliau untuk terus menjadi khadim (orang yang berkhidmat) untuk penuntut ilmu agama. Semoga Allah Ta’ala mengurniakan kesihatan dan ke’afiaatan kepada beliau serta keluarganya dan memberikan kesempatan yang seluasnya untuk beliau terus mencurahkan ilmu dan terus menghasilkan karya ilmiah.

MENGHASILKAN KARYA ILMIAH

Beliau telah melibatkan diri dalam dunia penulisan semenjak tahun 1991. Beliau telah menghasilkan karangan dan juga mentahqiq kitab-kitab mu’tabar tidak kurang daripada 50 buah karangan kebanyakkannya dalam bahasa Arab.

Kitab tulisan beliau:

  • الإحاطة بأهم مسئل الحيض والنفاس والاستحاضة
  • تساؤلات وشبهات وإباطيل حول معجزة الإسراء والمعراج والرد عليها
  • المختار من نوادر العرب وطرائفهم
  • آدب المصافحة
  • من هو المهدى المنتظر؟
  • المجال الإقتصاد في الإسلام
  • بيان مفتى جمهورية مصر العربية حول فوائد البنوك في ميزان أهل العلم
  • سفر المرأة (احكامه و آدابه)
  • الدرر البهية في إيضاح القواعد الفقهية
  • معلومات تهمك
  • أسماء الكتاب الفقهية لسادتنا الأئمة الشافعية
  • أحكام العدة في الإسلام
  • آراء العلماء حول قضية نقل الأعضاء
  • أدلة بحريم نقل الأعضاء الآدمية
  • الأمر بالمعروف والنهى عن المنكر في الكتاب والسنة
  • العبر ببعض معجزات خير البشر صلى الله عليه وسلم
  • محمد نور الدين مربو البنجاري المكي والأحاديث المسلسة
  • الجوهر الحسن من أحاديث سيدنا عثمان عفان رضي الله عنه
  • اسمى المطالب من بعض أحاديث سيدنا على بن أبي طالب رضي الله عنه
  • مراقي الصعود من بعض أحاديث سيدنا عبدالله بن مسعود رضي الله عنه
  • إفادة العام والخاص من بعض أحاديث سيدنا عبدالله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما
  • الكواكب الدري من أحاديث سيدنا أبي سعيد الخدري رضي الله عنه
  • الكواكب الأغر ببعض أحاديث سيدنا عبدالله بن عمر رضي الله عنهما
  • زاد السلك من أحاديث سيدنا أنس بن مالك رضي الله عنه
  • الإقتباس من أحاديث سيدنا عبدالله بن عباس رضي الله عنهما
  • فيض الباري حول بعض أحاديث سيدنا أبي موسى الإشعري رضي الله عنه
  • الردة أسبابها وأحكامها
  • توفيق الباري لتوضيح وتكميل مسائل الإيضاح للامام النووي
  • مكانة العلم والعلماء وآداب طالب العلم
  • dan banyak lagi

Antara kitab yang beliau tahqiq dan ta’liq

  • رسالة المعاونة والمظاهرة والمؤازرة
  • قرة العين بفتاوى الشيخ إسماعيل عثمان زين
  • رفع الأستار عن دماء الحج والاعتمار
  • شروط الحج عن الغير
  • الحسن البصري
  • إقامة الحجة غلى أن الإكثار في التعبد ليس ببدعة
  • خصوصيات الرسول صلى الله عليه وسلم
  • يستان العارفين
  • dan banyak lagi

MAJLIS PENGAJIAN BELIAU Dl TANAH AIR MALAYSIA

Pada tahun 1998 beliau telah diperlawa untuk mengajar di Maahad Tarbiah Islamiah (MTI), Derang Kedah, yang diasaskan oleh al-Marhum Ustaz Niamat Bin Yusuf رحمه الله pada tahun 1980. Beliau tidak ubah umpama hujan yang menyuburkan bumi yang lama kehausan siramannya. Beliau menetap di MTI Derang hinggalah tahun 2002. Beliau merupakan tenaga pengajar yang utama lagi disegani yang banyak memperuntukkan masa beliau untuk para pelajar di Maahad ‘Ali Littafaqquh Fiddin, Derang.
[gambar sebelah ini adalah gambar Shaikh Hasan al-Masyath]

Di samping itu beliau juga dijemput mengadakan pengajian dan ceramah bulanan atau mingguan di masjid-masjid, sekolah-sekolah. majlis-majlis perayaan agama malah suara beliau telah lantang bergema menyampaikan syiar agama di hotel-hotel, di pejabat kerajaan sama ada di negeri Kedah Pulau Pinang, Perak, Kelantan dan Terangganu. Setiap kali pengajian yang diadakan pasti akan bertambah jumlah hadirin yang tidak mahu ketinggalan menimba ilmu dan menerima siraman rohani daripada beliau. Selepas 4 tahun menabur bakti di bumi Kedah beliau telah pulang ke tempat asal kelahirannya untuk menubuhkan pesantren beliau sendiri di Kalimantan dan seterusnya pada tahun 2004 beliau menubuhkan Maahad az-Zein al-Makki al-‘Ali Litafaqquh Fiddin di Ciampiea, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Dan disinilah beliau menetap dan mendiri bakal ulama.

KELEBIHAN BELIAU

Yang pertama dan utama adalah beliau selalu istiqamah dalam apa jua yang dikerjakannya. Beliau mempunyai semangat yang luar biasa tinggi, tegas dengan prinsip dan berdisiplin tinggi, berwibawa, bersemangat ketika menyampaikan ilmu. Diantara kelebihan beliau lagi walaupun banyak kelebihan beliau yang lain iaitu beliau tidak pernah kelihatan letih walaupun jauh dan lama masa mengajar, banyak tempat pengajian yang beliau hadiri dan juga kelebihannya lagi pasti ada perkara baru yang disampaikan oleh beliau dalam pengajarannya. Adapun kehebatan beliau dalam menyampaikan ilmu mengaitkan masalah semasa dengan apa yang disampaikannya sungguh amat luar biasa dan amat member kesan sekali kepada para hadirin. Beliau bukan sahaja mencurahkan ilmu kepada muridnya bahkan terlebih utama lagi beliau memberi didikan adab semasa belajar. Itu merupakan fadhlun minallah kepada hamba-hambanya yang bertaqwa kepadanya.
[gambaq ni adalah gambaq Shaikh Yasin al-Fadani. Salah satu daripada sanad hadits musalsal yang dikontroversikan oleh simakhluq penulis fitnah di MM tu, Shaikh Nuruddin terima dari Shaikh Yasin]

IRSYADAT AL FADHIL

(Petikan ucapan sulung al-Fadhil Syaikh Muhammad Nuruddin hari pertama pengajian di kelas al-Ma’hadul ‘Ali Lit Tafaqquh Fiddin Derang, Kedah – pada hari Itsnin 9 Ramadhan 1419H bersamaan 28 Disember 1998 M.)

  • Jangan tersilau dengan gelar PhD atau MA dan sebagainya. Penubuhan al Ma’hadul ‘All Littafaqquh Fiddin ini untuk mendapat redha Allah dan membawa misi dan visi Nasratu Dinillah Taala dan adda‘watu ilallah Menuntut ilmu untuk menolong agama Allah, bukan untuk sijil, syahadah atau untuk dunia serta pangkat.
  • Terlalu murah kalau dengan ilmu hanya untuk mendapat gaji lumayan. Kalau belajar hanya untuk duit akan terhenti dengan duit, dapat duit tinggal ilmu.
  • Tanggungjawab kita lah terhadap ilmu di tanahair khususnya dan seluruh dunia umumya.
  • Siapkan diri untuk berkorban demi ilmu, agama. Ilmu untuk agama dan akhirat.
  • Bekerjalah untuk Islam, jangan biarkan musuh Islam mengukut tanah umat Islam dikeranakan ulama kita tidur sedang kita asyik bertengkar sesama sendiri.
  • Jadilah ‘abidan lillah (hamba kepada Allah jangan ‘abidan li makhluk (hamba kepada makhluk). Menuntut ilmu harus ikhlas baru berkat.
  • Berakhlaklah dengan guru yang kita mengaji dengannya. Mohon restu guru, dekati dan dampingi mereka merupakan kunci dan rahsia keberhasilan.
  • Hormatilah kitab-kitab, susun dengan baik dan terhormat, jangan letak sesuatu di atas kitab, membawa kitab jangan seperti menenteng ikan sahaja, dakapkan ke dada.
  • Akhlak juga harus besar sebagaimana besarnya kitab-kitab yang kita pelajari dan beramallah, jangan sampai belajar di kelas Tafaqquh tapi tak berminat untuk beramal.
  • Saya bukan seperti kebanyakan guru silat yang menyimpan langkah-langkah atau jurus-jurus maut yang mematikan dari diketahui murid-murid.
  • http://syeikhnuruddin.blogspot.com/2008/01/biografi-syeikh-nuruddin.html

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.